UPDATE WARNING ⚠️
baca bukan nya liat doang hheee
btw makasihh ya yang udah mampir ke novel aku hhe
update nya sesuai mood yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
Kevin memukul kepala bagian belakang Priscilla yang membuat cengkraman pada leher Marsha terlepas.
Priscilla jatuh pingsan Narendra yang melihat itu semua langsung berlari menerobos kerumunan tersebut.
"Apa yang lo lakuin bajingan" ucap Narendra marah
"Tenang ini adalah cara agar emosi Priscilla mereda karna mau gimana pun kita ngomong itu gak bakal didengar sama priscilla" ucap Caca menjelaskan ia takut akan terjadi tinju tinju selanjutnya
Kevin hendak mengangkat tubuh Priscilla namun ditahan oleh Narendra.
"Biar gue" ucap Narendra dingin dan langsung mengambil alih tubuh Priscilla. Ia berdiri dan langsung membawa priscilla diikuti oleh Devina dan raisa.
"Ini peringatan terakhir buat lo kalo lo sampe ganggu orang-orang terdekat Priscilla dia bakal bisa bikin hidup lu jungkir balik dalam 10 detik" ucap Caca
"Jangan pernah meremehkan seseorang karena lo gak tau bagaimana kehidupan orang tersebut dan satu lagi semua tentang lo udah ada didalam genggaman priscilla" ucap Caca lalu meninggalkan kerumunan tersebut
Deg!
Tubuh Marsha menegang seperti nya ia salah mencari lawan. Ia akan mencari tau siapa Priscilla sebenarnya.
Dari kejauhan ada seorang pria yang sedang mengepalkan tangan nya kuat. Ia berdesis tidak suka melihat gadisnya digendong seorang pria asing. Jiwa posesif nya muncul.
"Brengsek berani nya ia menyentuh gadisku tunggu pembalasan ku bajingan" ucap Erlangga dalam hati
Priscilla dibawa ke uks oleh Narendra. Narendra sangat mengkhawatirkan kondisi priscilla. Lama menunggu akhirnya Priscilla pun sadar.
"Lo gapapa kan? Ada yang sakit gak? Atau Lo mau minum dulu" Tanya Narendra beruntun
"His lo ya gue baru sadar jadi makin pusing dengerin omongan Lo" ucap Priscilla kesal
"Sorry gue khawatir sama Lo" tatap priscilla dengan sendu
Priscilla yang melihat tatapan sendu dari Narendra pun terkejut. Ia tidak menyangka pria kulkas dihadapan nya saat ini begitu mengkhawatirkan dirinya.
"Gue gapapa kok udah santai aja" ucap Priscilla lembut
"Lo yakin? Kenapa sih lagian pakai acara dipukul segala"? Tanya Narendra
"Gue udah biasa kok digituin itu adalah cara biar gue gak lepas kendali, gue kalo udah emosi banget suka gak bisa ngendaliin diri makanya Daddy selalu nyuruh Kevin buat mantau gue dari jauh" jelas Priscilla
"Emang gak ada cara lain buat ngendaliin emosi Lo"? Tanya priscilla
"Sampai saat ini gak ada cuman itu cara satu-satunya" jawab Priscilla
"Queen" teriak Raisa nyaring
"Apasih lo jangan teriak-teriak gitu" omel priscilla
"Hehehe maaf habisnya gue khawatir sama Lo" ucap raisa
"Gue udah gapapa kok kalian kan udah biasa lihat gue kek gini" Ucap priscilla
"Iyasih tapi tetap aja khawatir" ucap raisa
"Udah ke kelas yuk" ajak priscilla pada teman nya
Semua berjalan menuju kelas sepanjang jalan tidak ada yang berani menatap ke arah priscilla. Mereka semua juga tidak berani untuk menganggu putri lagi.
"Gila ya baru kek gitu aja udah gak ada yang berani sama lo Queen" ucap raisa terkekeh
"Iya gimana kalo dia lihat sifat aslinya elo Queen" ucap Devina
"Emang sifat aslinya Farah gimana?" Tanya rehan
"Beh jangan main-main deh sama Queen bisa pisah kepala sama kaki Lo" jawab Raisa
"Anjir serem banget" ucap rehan bergidik ngeri
"Iya makanya lo hati-hati kalo gak mau kepala sama kaki lo pisah" ucap raisa menahan tawanya
Mereka yang mendengar ucapan Raisa hanya mengulum senyum menahan tawa. Sungguh sifat oon nya Rehan menghibur mereka.
"Emang lo gak ngeri rah pas misahin kepala sama kaki manusia" tanya rehan
"Engga itu adalah kesenangan gue" jawab priscilla santai
"Bangke lo kesenangan macam apa itu mutilasi orang" sahut rehan ngeri
"Kenapa lo mau coba"? Tanya priscilla
"Kagak ya gue masih sayang nyawa" ucap rehan
"Emang kalo kepala sama kaki pisah lo bakal mati ya"? Tanya Aldi
"Ya jelaslah bego mana ada manusia yang masih hidup kalo kepala sama kaki pisah" jawab rehan
"Lah berarti kita sekarang hantu dong" ucap Aldi
"Hah? Maksud lo"? Tanya rehan
"Ya lo lihat aja kepala mereka semua pisah kan sama kakinya" jawab Aldi menahan tawa
rehan terdiam wajah nya melongo sedang memikirkan ucapan Aldi. Beberapa menit terdiam rehan melotot.
"Anjir ya lo ngerjain gue bangsul" ucap rehan marah
Ha ha ha ha lepas sudah tawa mereka yang sejak tadi mereka tahan. Bahkan priscilla dan Narendra pun ikut terkekeh dengan ke lemotan temannya ini.
"Anjir perut gue kram" ucap bima disela tawanya
"Ha ha ha tolong ini kok ketawa gue gak bisa berhenti" ucap Caca yang terus tertawa
Memang Caca jika sudah tertawa akan sulit dihentikan terkadang sampai matanya memerah berair karena tertawa.
"Bukan teman gue" ucap Aldi yang mencoba mereda tawanya
"Hahahaha ternyata ada yang lebih bego dari gue" sahut raisa sambil memukul bahu putri
"Ih kalo ketawa, ketawa aja gak usah mukul-mukul juga" oceh putri
"Hahahaha sorry gue kelepasan" ucap raisa mencoba meredam tawanya
Dari ujung koridor terdapat 4 pasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan. Entah apa yang ada dibenak nya saat ini. Yang jelas raut wajahnya menyiratkan rasa tidak suka.
Orang tersebut adalah Erlangga dan Fani. Mereka juga tidak sadar jika mereka mengamati objek yang sama. Fani yang iri karena Priscillia bisa dekat dengan most wanted sekolahannya menaruh rasa tidak suka semakin dalam. Sejak dulu Fani menyukai Narendra tapi sama sekali tidak dilirik oleh Narendra. Itu semua membuat Fani merasa tertantang untuk mendekati Narendra.
Erlangga sedang menatap priscilla yang sesekali terkekeh bersama temannya. Sungguh Erlangga tidak menyukai jika gadis nya tersenyum kepada orang lain. Obsesi yang ia miliki seakan itu menyatakan jika priscilla hanya boleh tersenyum dengan dirinya.
priscilla sadar jika ia diperhatikan sejak tadi namun priscilla masih bersikap biasa saja. priscilla tidak tau siapa pria tersebut. Ia memang tidak mengingat kisah kecilnya.
Kring kring!
Bel tanda pulang berbunyi diiringi pengumuman pemulangan seluruh siswa-siswi cepat karena guru sedang ada rapat dengan pemilik sekolah.
"Girls kita langsung ke mall yuk" ajak raisa
"Ayok sekarang aja" ucap Devina
"Oke" jawab priscilla dan diangguki oleh putri
"Kalian mau kemana"? Tanya Aldi
"Kita mau jalan ke mall" jawab Caca
"Kita boleh ikut"? Tanya Aldi
Semua mata memandang kearah priscilla, sadar jika diperhatikan priscilla pun mengangguk tanda setuju.
Mereka bergegas menuju motor dan mobilnya.
...****************...
Didalam perjalanan tepatnya di mobil priscilla raisa terus saja bernyanyi.
"Lapor bos gadis itu sekarang menuju salah satu mall" ucap seorang pria yang mengawasi priscilla
Terus awasi dan tunggu aba-aba dari saya" ucap pria di sebrang sana
"Baik bos" ucap pria tersebut
Tut
"Anggap saja ini salam perkenalan nona priscilla" ucap pria paruh baya
priscilla yang mempunyai kepekaan yang tinggi tentu sadar jika sejak tadi ada yang mengikuti mobilnya. Sudah beberapa hari juga priscilla tau jika sedang diawasi seseorang.
"Heh penguntit" ucap priscilla dalam hati sambil tersenyum miring
Mereka tiba diparkiran mall. Kedatangan mereka juga menarik perhatian terlebih nya kepada mobil milik priscilla.
"Yuhuu belanja" ucap raisa semangat
"Kita makan dulu gue lapar" ucap priscilla
"Oke let's go" ucap raisa
Mereka menuju salah satu restoran ternama di mall tersebut. Mereka mencari tempat duduk yang pas dan mulai memesan makanan dan minuman.
Pesanan datang dan mereka makan dengan lahap tanpa ada yang berbicara. Setelah selesai Priscilla memanggil salah satu pelayan untuk meminta bill.
"Berapa total nya"? Tanya priscilla
"Semua nya 1 juta 450 nona" ucap pelayan tersebut
priscilla menyerahkan bill nya kepada putri sesuai janji putri akan mentraktir mereka semua hari ini. Narendra dan kawan-kawan pun heran mengapa bill itu diberikan kepada putri. Putri segera mengambil dompet nya dan memberikan Black card nya kepada pelayan tersebut.
rehan dan teman-teman terkejut melihat kartu berwarna hitam tersebut. Mereka tak menyangka jika putri mempunyai kartu tersebut.
"Thanks ya traktiran nya" ucap raisa sambil mencium pipi putri
Putri yang dicium oleh raisa pun terkejut dengan mata membulat itu semua membuat mereka terkekeh.
Mereka melanjutkan perjalanan untuk berkeliling mall. Pria yang jadi penguntit priscilla tadi masih setia mengikuti priscilla sampai ia tak sadar jika priscilla memisahkan diri bersama priscilla.
Ya priscilla memberi tahu temannya jika ada seseorang yang menguntit dirinya.
BUGH!
BRAK!
AKHH teriak pria tersebut setelah mendapat tendangan dan bantingan dari priscilla.
"Berani juga ya lo mengawasi gue hm" ucap priscilla santai
"Jangan asal nuduh Lo" ucap pria tersebut
"Gimana dengan ini?" Tanya priscilla sambil menunjuk rekaman dimana pria tersebut mengikuti Farah
Deg!
"G-gue h-han" belum sempat pria tersebut menyelesaikan ucapan nya ia lebih dulu mendapat tendangan dari priscilla.
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Pria tersebut terkulai lemah sungguh badan nya rasa remuk semua. Keadaan mall pun menjadi ramai karena melihat kejadian tersebut. priscilla menelpon seseorang untuk membawa pria tersebut ke markasnya.
"Cepat bereskan dan bawa ke markas" ucap priscilla lalu mematikan telpon nya.
"Terlalu ceroboh si tua Bangka itu" kekeh priscilla dengan tersenyum sinis
"Kita mulai permainan ini" ucap priscilla dalam hati
Setelah kejadian beberapa waktu lalu saat ini priscilla dan teman-temannya tetap melanjutkan kegiatan mereka berkeliling mall. Seperti tidak ada kejadian mereka tetap santai. Beda dengan putri yang masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Lo gak mau belanja"? Tanya priscilla pada putri
"E-enggak kak" jawab putri
"Kenapa engga? Udah ayo lo harus belanja lo harus rubah penampilan Lo" ucap priscilla sambil menarik tangan putri menuju salah satu pusat perbelanjaan
"Mbak tolong tunjukkan letak dress disini" ucap priscilla kepada pegawai toko tersebut
"Mari nona" ucap pegawai tersebut ramah
Mereka segera mengikuti langkah kaki pegawai tersebut. Sedangkan teman yang lain memisahkan diri untuk mencari barang yang menurut mereka cocok. Narendra tetap setia mengikuti kemana pun Narendra pergi.
"Ini kak ini semua dress baru kak" ucap pegawai tersebut
"Cepat lo pilih dres yang lo mau" ucap priscilla
"T-tapi kak" cicit putri
"Gak ada tapi-tapian put udah gue bilang kemarin kan" ucap Putri tegas
Yah jika sudah berbicara seperti itu putri tidak berani lagi membantah. Entahlah ia merasa takut saja jika priscilla sudah bersikap tegas seperti itu. priscilla juga tak diam ia juga memilih beberapa dres yang dirasa cocok dengan dirinya.
"Ini bagus buat Lo" ucap Narendra tiba-tiba
"Hm apa iya?" Tanya priscilla lagi
"Iya udah ambil aja ini" ucap Narendra
"Oke lo yang bayar" ucap priscilla santai
"Tidak masalah baby" ucap Narendra sambil tersenyum tipis
priscilla yang mendengar nya pun seketika pipinya merona jantung nya berdetak tidak karuan.
"Cih jantung tidak tau diri malah berdisko didalam sana" ucap priscilla dalam hati
"Udah?" Tanya priscilla ketika melihat putri mendatangin dirinya
"Udah kak" jawab putri
"Yaudah ayok bayar" ajak putri
Mereka pun berjalan menuju kasir ternyata disana sudah ada teman-temannya yang sedang menunggu.
"Udah semua"? Tanya
"Udah Queen" jawab mereka serempak
"Tolong hitung semua ya mbak" ucap priscilla
Kasir mulai menghitung semua belanjaan gadis didepan nya saat ini.
"Total nya semua 50 juta 550 nona" ucap kasir tersebut
Nominal yang disebutkan itu membuat mereka semua tercengang hanya beberapa baju tapi sampai 50 juta benar-benar keluarga Sultan.
"Bayar put" ucap priscilla
"I-iya kak" jawab putri
Putri pun menyerahkan black card nya dengan segera kasir itu mengambil nya. Setelah selesai mereka langsung keluar dari toko tersebut.
"Mau kemana lagi gue udah lelah" ucap raisa
"Markas aja tapi kalo kalian mau langsung pulang juga gapapa" ucap priscilla
"Kita ikut lo aja" jawab Caca
"Oke, oh iya lo masih kuat gak putri buat latihan hari ini" tanya priscilla kepada putri
Putri juga baru ingat jika dia sudah berjanji akan berlatih beladiri mulai detik ini. Dengan tekad nya untuk melindungi keluarga arkananta.
"Jadi kak" jawab putri semangat
Mereka pun ikut tersenyum melihat putri semangat.
Latihan beladiri tidak segampang yang mereka kira. Jika fisiknya lemah makan dibutuhkan olahraga yang kuat untuk membentuk tubuh, kecepatan, ketangkasan dll.
Mereka berjalan keluar dan menuju motor dan mobil. Inti geng Tirex akan tetap ikut ke markas Meraka bilang ingin melihat penyiksaan tersebut.
...****************...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai juga di markas. Mereka disambut oleh anak buah queen
"Selamat datang Queen" ucap Alif
"Hmm siapkan ruang latihan hari ini putri latihan" ucap priscilla
"Baik Queen ada lagi"? Tanya Alif
"Kamu yang ngelatih tolong ajarkan dia teknik dasar saja untuk yang pertama ini" ucap priscilla
"Baik Queen" ucap Alif
"Ikuti Alif ya put dia yang akan melatih kamu gantilah baju diruang ganti" ucap priscilla
"Oke kak" jawab putri
"Semangat ya putri" ucap raisa sambil tersenyum
"Semangat okey" ucap Caca
"Iya terimakasih ya" ucap Putri sambil tersenyum
Putri dan Alif berjalan' menuju ruang ganti dan ruang latihan. Hari ini adalah hari pertama putri latihan beladiri.
"Jo" panggil priscilla
"Iya Queenn" jawab Jojo
"Bagaimana keadaan pria itu" tanya priscilla
"Dia masih ada diruang bawah tanah queen tadi sempat berontak tapi sudah diberi pukulan oleh Alif" jawab Jojo
"Hm siapkan semuanya kita akan bermain" ucap priscilla tersenyum miring
priscilla mulai melangkah keruang bawah tanah diikuti yang lainnya. Setelah sampai diruang bawah tanah tidak ada pencahayaan hanya gelap dan aroma anyir darah yang tercium. Ruangan bawah tanah ini sangat luas terdapat beberapa ruangan dilengkapi dengan alat penyiksaan.
"Hai bagaimana keadaan mu tuan" ucap priscilla sambil tersenyum
"Lepaskan saya" ucap pria itu berteriak
"Oh jangan berteriak nanti tenggorokan nya sakit hihi" ucap priscilla sambil terkikik
"Apa yang sudah anda dapatkan dari memata-matai saya hm" tanya priscilla
"Cih kau itu masih anak dibawah umur mafia yang kau pimpin pun tidak ada apa-apanya dengan harimau hitam" ucap pria itu sinis
"Iya aku memang anak dibawah umur tuan dan aku memang pemimpin mafia baru yg aku sungguh takut dengan klan mafia harimau hitam" ucap priscilla pura-pura ketakutan
"Saya pastikan anda akan mati nona karna sudah berani menyekap saya disini" ucap pria itu lagi
"Ah kalo begitu anda yang harus buat mati dulu bagaimana hm, setelah itu jasad mu akan saya kirim ke markas lain ya itu sangat menarik" ucap priscilla sumringah
"Ambilkan catut" titah priscilla kepada anak buah nya