NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 29 - Panggilan Penguasa Puncak

Setelah kembali dari hutan bambu misterius itu Bai Fengxuan kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa. Udara pegunungan terasa dingin dan lembap, sementara cahaya matahari baru mulai menembus lautan awan putih di bawah tebing sekte. Dari kejauhan suara ayam spiritual terdengar bersahutan memenuhi area kandang timur, bercampur dengan suara para murid luar yang mulai sibuk membawa ember air, karung pakan, dan keranjang jerami.

Namun berbeda dibanding hari-hari sebelumnya, suasana hati Bai Fengxuan pagi itu terasa jauh lebih baik.

Semalaman penuh tubuhnya masih dipenuhi sensasi hangat akibat terbukanya dua meridian baru di hutan bambu. Bahkan sekarang, saat berjalan sambil membawa keranjang pakan, ia dapat merasakan qi spiritual di sekitarnya jauh lebih jelas dibanding sebelumnya.

Angin, kabut, dan qi tipis dari tanaman spiritual di sekitar kandang. Semuanya terasa lebih hidup.

Xu Liang yang sedang mengejar seekor ayam spiritual kecil bahkan sempat meliriknya dengan heran.

“Adik Bai,” katanya sambil terengah-engah, “kenapa akhir-akhir ini wajahmu terlihat sangat segar? Apa kau diam-diam menemukan harta karun?”

Bai Fengxuan langsung tertawa kecil sambil menuangkan pakan. “Mungkin aku tidur lebih nyenyak.”

Xu Liang jelas tidak percaya. Namun sebelum ia sempat bertanya lebih jauh, suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari jalan setapak atas.

Suasana kandang perlahan menjadi sedikit lebih sunyi. Beberapa murid luar tanpa sadar mulai menyingkir ke pinggir. Karena yang datang bukan murid luar, melainkan seorang murid dalam.

Pria muda itu tampak berusia sekitar enam belas tahun dengan tubuh tinggi dan ramping. Ia mengenakan jubah hijau tua khas murid dalam Puncak Awan Pengembara dengan sulaman awan perak di bagian lengan. Sebilah pedang panjang tergantung di pinggangnya dan tatapannya terlihat tajam serta dingin seperti seseorang yang sudah terbiasa dipandang tinggi oleh murid luar.

Namanya adalah Chen Yufeng.

Hampir semua murid luar mengenalnya. Bukan karena bakatnya luar biasa melainkan karena sikapnya yang terkenal galak.

Xu Liang yang tadi masih cerewet langsung menurunkan suaranya.

“Itu Kakak Senior Chen…”

Han Gu yang sedang duduk di pagar kandang juga sedikit mengernyit. “Kenapa murid dalam datang ke sini pagi-pagi?”

Chen Yufeng berjalan melewati kandang tanpa memperhatikan murid lain sedikit pun sampai akhirnya tatapannya berhenti pada Bai Fengxuan.

“Kau Bai Fengxuan?” Suaranya terdengar datar dan sedikit tidak ramah.

Bai Fengxuan segera meletakkan keranjang di tangannya lalu memberi hormat kecil.

“Ya, Kakak Senior.”

Tatapan Chen Yufeng bergerak perlahan dari atas sampai bawah tubuh Bai Fengxuan seperti sedang menilai sesuatu.

“Penguasa Puncak Luo memanggilmu.”

Suasana kandang langsung sedikit berubah. Beberapa murid luar yang mendengar kalimat itu langsung saling berpandangan.

Xu Liang bahkan sampai membelalakkan mata.

“Penguasa puncak?”

Bahkan Han Gu pun terlihat sedikit terkejut sekarang. Namun Chen Yufeng justru mendecakkan lidah pelan.

“Aneh sekali,” gumamnya sambil menyilangkan tangan di dada. “Penguasa puncak sekarang bahkan mulai tertarik memanggil bocah penjaga kandang.”

Nada suaranya jelas tidak menyenangkan.

Namun Bai Fengxuan tetap menjaga ekspresinya tenang. Ia tahu betul bahwa murid dalam memiliki status jauh lebih tinggi dibanding dirinya sekarang. Karena itu ia hanya menundukkan kepala sedikit.

“Mungkin Penguasa Puncak hanya ingin memberi tugas.”

Chen Yufeng mendengus kecil, seolah merasa jawaban itu terlalu biasa. Namun ia tidak melanjutkan sindirannya.

“Cepat ikut denganku.”

Bai Fengxuan segera mengangguk sebelum berpamitan singkat pada Han Gu dan yang lain.

Xu Liang bahkan masih terlihat linglung ketika Bai Fengxuan pergi.

“Adik Bai dipanggil penguasa puncak…” gumamnya pelan. “Apa dia sebenarnya anak haram tetua sekte?”

Han Gu langsung menendang ember di dekatnya ke arah Xu Liang.

“Kalau terlalu banyak bicara pagi-pagi, nanti kutenggelamkan kau di kandang babi.”

Perjalanan menuju kediaman Penguasa Puncak Luo terasa cukup panjang. Bai Fengxuan mengikuti Chen Yufeng melewati jalan-jalan batu yang semakin naik menuju area tengah Puncak Awan Pengembara. Semakin tinggi mereka berjalan, semakin sedikit murid luar yang terlihat di sekitar.

Bangunan-bangunan di area ini juga jauh lebih megah dibanding gubuk kayu murid luar di lereng bawah.

Paviliun kayu besar berdiri di antara pohon pinus tua, sementara qi spiritual di udara terasa jauh lebih murni dan tenang. Bahkan suara angin di tempat ini terdengar berbeda.

Selama perjalanan, Chen Yufeng hampir tidak berbicara sama sekali. Namun beberapa kali ia melirik Bai Fengxuan dengan tatapan aneh.

“Jadi kau bocah yang dibicarakan Tetua Ji itu.”

Bai Fengxuan sedikit mengangkat kepala.

“Kakak Senior mengenal Tetua Ji?”

“Tentu saja.” Chen Yufeng mendengus pelan. “Tetua Ji jarang memuji murid luar. Karena itu aku penasaran seperti apa bocah yang katanya rajin ini.”

Tatapannya kembali menyipit sedikit.

“Sejauh yang kulihat… biasa saja.”

Bai Fengxuan hanya tersenyum kecil tanpa membalas apa pun. Dan justru sikap tenang itu membuat Chen Yufeng semakin merasa tidak nyaman.

Tak lama kemudian mereka akhirnya tiba di sebuah paviliun besar yang berdiri di tepi tebing gunung.

Paviliun itu tampak sederhana namun elegan. Dinding kayu hitamnya dipenuhi ukiran awan dan bambu, sementara kabut putih bergerak perlahan di sekitar halaman batu depan bangunan tersebut. Qi spiritual di tempat ini terasa jauh lebih kuat dibanding area kandang. Bahkan Bai Fengxuan bisa langsung merasakannya begitu melangkah masuk.

Chen Yufeng berhenti di depan pintu lalu berkata singkat.

“Masuk.”

Bai Fengxuan menarik napas kecil sebelum akhirnya berjalan memasuki ruangan utama paviliun. Di dalamnya suasana terasa sangat tenang. Aroma teh dan kayu cendana memenuhi udara sementara cahaya matahari pagi masuk melalui jendela besar yang menghadap lautan awan di bawah gunung.

Dan di dekat meja kayu panjang di tengah ruangan, seorang pria paruh baya sedang duduk sambil menuangkan teh perlahan ke dalam cangkir kecil.

Penguasa Puncak Awan Pengembara.

Luo Tianhe.

Pria itu mengenakan jubah hijau tua sederhana tanpa banyak hiasan. Rambut panjangnya yang sedikit beruban diikat rapi ke belakang dan wajahnya tampak tenang seperti seseorang yang sudah melihat terlalu banyak hal dalam hidupnya. Namun karena ketenangan itu, auranya terasa sangat berat.

Bai Fengxuan segera memberi hormat dalam. “Murid luar Bai Fengxuan memberi salam pada Penguasa Puncak.”

Luo Tianhe mengangkat kepalanya perlahan lalu tersenyum tipis.

“Duduklah.”

Suaranya tidak keras, namun membawa tekanan alami yang membuat orang sulit menolak.

Bai Fengxuan segera duduk dengan hati sedikit tegang. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa dirinya dipanggil ke tempat ini. Apa mungkin Penguasa Puncak mengetahui sesuatu tentang rumor hantu ayam? Atau roh api penunggang babi? Atau mungkin hantu air?

Matilah aku.

Dalam benaknya, perasaan yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata mulai berkecamuk dan ia menjadi semakin gugup.

Luo Tianhe menuangkan secangkir teh lalu mendorongnya perlahan ke arah Bai Fengxuan. “Aku sudah mendengar cukup banyak tentangmu akhir-akhir ini.”

Jantung Bai Fengxuan sedikit menegang. Namun Penguasa Puncak Luo tetap melanjutkan dengan nada tenang.

“Tetua Ji beberapa kali menyebut namamu dalam kelas kultivasi. Dan beberapa hari lalu Tetua Mu Qing dari Puncak Pedang Surgawi juga mengatakan bahwa pemahamanmu terhadap dasar pedang cukup baik.”

Mata Bai Fengxuan sedikit membesar. ‘Oh, ternyata bukan tentang hantu ayam…’ benaknya.

Namun tentang tetua Mu Qing… tetua itu masih mengingat dirinya?

Luo Tianhe tersenyum kecil melihat reaksi Bai Fengxuan.

“Puncak Awan Pengembara memang bukan tempat yang terkenal menghasilkan ahli pedang hebat. Namun itu tidak berarti murid di sini tidak memiliki potensi.”

Tatapannya perlahan menjadi sedikit lebih serius. “Kau rajin bekerja. Tidak sombong. Dan meskipun bakatmu belum benar-benar luar biasa, hatimu cukup tenang untuk berjalan di jalan kultivasi.”

Bai Fengxuan langsung merasa sedikit malu mendengar itu. Kalau Penguasa Puncak tahu dirinya sebenarnya hantu ayam dan roh api penunggang babi… mungkin situasinya akan sangat berbeda sekarang. Untungnya Luo Tianhe tidak mengetahui semua itu.

Pria itu perlahan mengangkat tangannya dan sebuah kantung kecil muncul di atas meja kayu. Di sampingnya juga terdapat sebuah buku tipis bersampul hitam.

“Ini untukmu.”

Bai Fengxuan sedikit tertegun.

“Penguasa Puncak…?”

“Manual seni pedang dasar dari Puncak Awan Pengembara.” Luo Tianhe mengetuk buku itu pelan. “Dan beberapa pil Qi Gathering.”

Tatapan Bai Fengxuan langsung bergerak pada kantung kecil tersebut.

Pil Qi Gathering.

Meskipun baru memasuki dunia kultivasi, ia tahu benda itu cukup berharga bagi murid luar. Pil tersebut dapat membantu mempercepat penyerapan qi spiritual dan menstabilkan kultivasi.

“Penguasa Puncak…” suaranya sedikit gugup sekarang, “aku tidak tahu harus berkata apa.”

Luo Tianhe hanya tersenyum tipis. “Tidak perlu berkata banyak. Buktikan dengan kultivasimu.” Ia menatap Bai Fengxuan beberapa detik sebelum melanjutkan.

“Kalau suatu hari nanti kau berhasil mencapai Qi Gathering level 3… aku akan mempertimbangkan untuk mempromosikanmu menjadi murid dalam.”

Jantung Bai Fengxuan langsung berdetak keras.

Murid dalam.

Status itu seperti langit dan bumi dibanding murid luar ‘biasa’ seperti dirinya sekarang. Xu Liang mungkin akan pingsan kalau mendengar ini.

“Tidak ada tenggat waktu,” lanjut Luo Tianhe santai. “Cepat atau lambat tergantung dirimu sendiri.”

Mendengar itu Bai Fengxuan justru langsung mengepalkan tangannya dengan semangat.

“Aku pasti akan mencapainya secepat mungkin!”

Luo Tianhe tertawa kecil melihat semangat polos bocah itu.

“Bagus.”

Beberapa saat kemudian Bai Fengxuan akhirnya keluar dari paviliun dengan hati yang masih terasa sedikit melayang. Di tangannya sekarang terdapat manual seni pedang dan pil Qi Gathering.

Dan yang paling penting jalan menuju status murid dalam akhirnya terbuka di depannya.

Tepat ketika ia melangkah keluar halaman paviliun, Chen Yufeng masih berdiri di sana sambil menyilangkan tangan di dada. Tatapannya langsung jatuh pada benda-benda di tangan Bai Fengxuan. Untuk sesaat ekspresi wajahnya sedikit berubah.

Ia tentu tahu apa arti benda itu. Penguasa Puncak Luo jarang memberi perhatian langsung pada murid luar. Dan sekarang… seorang bocah penjaga kandang justru mendapatkannya.

“Aku benar-benar tidak mengerti,” gumam Chen Yufeng pelan.

Bai Fengxuan sedikit mengangkat kepala.

“Kakak Senior?”

Chen Yufeng menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya mendengus kecil. “Tidak ada.”

Namun jauh di dalam matanya, sesuatu perlahan mulai muncul. Rasa iri.

Dan rasa tidak suka yang bahkan ia sendiri tidak sadari mulai tumbuh perlahan. Karena di matanya, Bai Fengxuan hanyalah bocah murid luar ‘biasa’.

Namun sekarang Penguasa Puncak Luo justru memberi perhatian lebih pada bocah itu dibanding banyak murid dalam lainnya. Dan bagi seseorang seperti Chen Yufeng hal seperti itu sulit diterima.

Chen Yufeng tidak berkata banyak dan ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Bai Fengxuan yang masih kebingungan dengan situasinya saat ini.

Untuk anak seusianya, Bai Fengxuan masih belum benar-benar mengerti tentang perasaan yang dimiliki Chen Yufeng sekarang. Ia hanya mengangkat kedua bahunya dan turun dari puncak itu untuk kembali ke gubuk kayunya.

1
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!