NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tergila-gila

Dan setelah beberapa waktu mereka menunggu Angkasa, akhirnya Angkasa pun kembali bersama dengan nenek nya.

"Gimana Sa? Apa kata dokter?" Tanya Diana khawatir .

"Nggak apa-apa ma, nenek cuma kurang istirahat aja, kecapean." Jawab Angkasa sembari menuntun neneknya berjalan menuju kamar nenek nya.

Diana pun terlihat cukup lega karena mengetahui keadaan ibunya yang tidak begitu buruk.

"Mirra, Zian, karena Angkasa udah pulang, kalian juga boleh pulang, makasih ya udah mau nemenin tante ngobrol sambil nunggu Angkasa, berkat kalian tante jadi bisa nunggu Angkasa tanpa kepikiran hal yang aneh-aneh."

"Iya tan sama-sama, pokoknya kalau tante butuh bantuan, tante atau Angkasa langsung aja hubungin aku, aku bakal selalu ada kok buat tante sama Angkasa." Ujar Mirra sambil tersenyum ramah.

Diana pun membalas senyuman ramah dari Mirra, " Iya Mirr.."

"Kalo gitu kita pamit sekarang ya tan." Lanjut Zian yang memang ingin segera meninggalkan rumah Angkasa.

"Bentar si kak, nunggu Angkasa keluar dulu." Mirra memberikan tatapan cukup sinis nya pada Zian.

Zian hanya mendengus kesal sambil memutar kedua bola matanya, sedangkan Diana, dia merasa sedikit aneh saat melihat bagaimana sikap Mirra yang sedikit jutek pada Zian.

Dan tidak lama kemudian Angkasa pun keluar dari kamar neneknya, dia juga langsung menghampiri Mirra, Zian dan juga mamanya.

"Sa, Mirra sama Zian mau pulang nih." Ucap Diana memberitahu.

"Udah mau pulang? Yaudah gue anter." Jawab Angkasa sambil melihat ke arah Mirra.

"Nggak perlu Sa, kan Mirra bareng gue." Zian terlihat kembali kesal.

"Ah ya, gue lupa...yaudah, ati-ati ya Mirr."

"Iya Sa...bye...bye tan, aku pulang dulu ya." Jawab Mirra sambil melambaikan tangannya, dan Zian, dia langsung meraih sebelah tangan Mirra dan menggandengnya keluar dari rumah Angkasa.

Dan setelah keduanya sudah keluar dari rumah Angkasa, Diana langsung meraih tangan Angkasa dan mengajak Angkasa untuk duduk bersama dengannya untuk membahas soal hubungan Mirra dan Zian.

"Sa...sini duduk sama mama, ada yang mau mama obrolin."

"Apa ma?"

"Soal Mirra sama Zian, kamu udah tau kalo mereka pacaran?"

Angkasa pun mengangguk. "Iya, aku udah tau, kenapa ma? Apa mereka kasih tau mama soal hubungan mereka?"

"Zian tadi yang kasih tau mama, dan mama sedikit kaget sih pas denger, mama kira kamu yang bakal jadi pacarnya Mirra."

Angkasa sedikit terperangah mendengar perkataan mamanya." Kok mama bisa mikir gitu?"

"Sa, mama tuh mama kamu, mama tau kamu dari kecil, dan mama juga bisa dengan gampang tau kalo kamu suka sama Mirra, dan awalnya mama pikir Mirra juga suka sama kamu, tapi ternyata nggak, dia malah jadian sama temen kamu."

"Tapi aku emang nggak berharap lebih si ma, kan mama tau kalo tante Julia ngelarang Mirra pacaran. Dan aku menghargai aturan yang udah tante Julia buat ma."

"Iya kamu bener, tapi kan siapa tau bisa beda kalo kamu yang jadi pacar Mirra, dan kamu juga tau gak si kalo Zian tuh nggak tau soal aturan Julia?"

Angkasa kembali terkejut." Maksudnya? Bentar, jadi si Zian nggak tau kalo Mirra dilarang keras sama mamanya buat pacaran ma?"

Diana pun mengangguk." Iya, dia baru tau tadi, itu juga karena mama yang bilang."

"Kok Mirra bisa sampe nggak ngasi tau Zian ya, aneh...pas awal tau mereka pacaran aja aku udah ngerasa aneh, ditambah sekarang, jadi makin aneh."

Diana juga terlihat sama heran dan bingungnya seperti Angkasa. "Iya, mama juga ngerasa ada yang aneh, tapi udahlah, kamu nggak usah terlalu ikut campur sama hubungan mereka, mungkin Mirra punya alasan tersendiri makanya dia nggak kasi tau Zian, yang terpenting gimana kita jaga rahasia ini dari Julia, mama kasian kalo sampe Julia tau Mirra pasti bakal di hukum."

"Iya ma..."

*****

Diluar rumah Angkasa.

Setelah keluar dari rumah Angkasa, Mirra langsung melepaskan tangannya dari genggaman Zian.

"Kasar banget sih jadi cewek..." Cetus Zian.

"Udah sana lo pulang kak, gue bisa jalan kaki pulang ke rumah." Pinta Mirra sambil berjalan mendahului Zian.

"Eh, nggak bisa gitu..." Zian mengejar Mirra dan kembali menarik pergelangan tangan Mirra." Lo utang penjelasan sama gue soal mama lo." Lanjutnya.

"Nggak ada yang perlu gue jelasin, intinya mama gue ngelarang gue pacaran, udah!!" Jawabnya sambil kembali menghempaskan tangan Zian.

Zian merasa tidak terima dengan perlakuan dingin nan judes dari Mirra, dia pun menarik paksa kembali tangan Mirra sampai di samping pintu mobilnya, lalu Zian membuka pintu mobilnya.

"Masuk, lo belom sarapan kan? Kita sarapan dulu, nanti lo baru boleh pulang, dan lo juga harus jelasin secara mendetail ke gue. Kalo nggak..." Belum selesai Zian berbicara Mirra langsung memotongnya.

"Lo bakal sebarin foto itu kan? Basi banget anceman lo kak." Ucap Mirra lalu masuk ke dalam mobil Zian.

"Basi-basi juga tapi lo tetep nggak bisa ngelawan anceman gue itu." Guman Zian sambil berjalan untuk masuk ke dalam mobilnya.

Dan setelah beberapa menit menyetir mobilnya, kini Zian menghentikan mobilnya tepat di sebuah kedai bubur ayam yang tak jauh dari kompleks perumahan Mirra.

"Makan bubur ayam aja ya..."

"Ya ajalah, padahal ini udah mau jam 11, tapi lo ngajakin gue sarapan, ini seharusnya jadi makan siang. " Gumam Mirra sambil membuka pintu mobil Zian dan kemudian dia turun dari mobil Zian.

Zian hanya tersenyum kecil lalu ia mengikuti langkah kaki Mirra dari belakang. " Bubur ayam dua ya pak." Pesannya pada sang pedagang.

" Cepet cerita." Lanjut Zian yang masih begitu penasaran setelah mereka berdua duduk di sebuah bangku.

"Cerita apa?"

"Soal mama lo lah."

"Kan tadi udah gue kasi tau, mama gue ngelarang gue pacaran."

"Iya gue tau, tapi alasannya apa?"

"Alasannya privasi, gue nggak bisa kasih tau ke sembarang orang."

"Sial, jadi gue sembarang orang gitu?" Zian merasa tersinggung.

"Emangnya lo siapa? "

"Gue pacar lo!!!"

"Karena terpaksa, kan lo ngancem gue, kalo lo nggak ngancem gue, kita mana mungkin pacaran."

"Liat aja, dalam waktu singkat lo bakal tergila-gila sama gue."

"Nggak akan, yang ada lo kali yang bakal tergila-gila beneran sama gue kak."

Zian pun menyeringai. " Lo pikir lo tipe gue? "

"Kalo gue bukan tipe lo, ngapain lo ngajak pacaran gue dengan pemaksaan ngancem-ngancem gue segala."

"Bukannya lo udah tau alesan gue ngajak lo pacaran, masih aja sok kepedean."

"Ya...ya..ya...karena Angkasa, gimana? Udah puas belum lo manas-manasin Angkasa? Kalo udah puas, udahan gih, gue males pacaran lama-lama sama lo kak."

Zian mengepalkan kedua tangannya, lagi-lagi perkataan Mirra kembali menyinggungnya.

" Gue belum puas sebelum lo beneran tergila-gila sama gue." Ucapnya dengan tatapan tajamnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!