NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29: Informasi Alam Rahasia

Langkah kaki Ru Tian terdengar mantap saat ia memandu Qin Xiang menyusuri lorong-lorong megah Paviliun Seratus Herbal. Mereka menaiki tangga spiral yang terbuat dari kayu cendana kuno, menuju lantai tertinggi yang menjadi tempat khusus Ru Tian dalam menyambut tamu-tamu penting. Ruangan itu dirancang sedemikian rupa sehingga hampir seluruh dindingnya berupa jendela kristal transparan, menyuguhkan panorama Kota Giok yang kini berselimut remang malam.

Dari ketinggian ini, keributan di halaman depan paviliun tampak seperti tarian semut yang gelisah. Qin Xiang berdiri di tepi jendela, matanya yang sedalam sumur tua menyapu kerumunan tokoh-tokoh penting yang mencoba merangsek masuk, menuntut penjelasan atas fenomena langit yang baru saja terjadi. Namun, langkah mereka terhenti kaku oleh barisan kultivator kuat yang berdiri bak patung batu di gerbang utama.

"Hmm... Tuan Ru tampaknya memiliki beberapa penjaga pintu yang cukup kuat," ujar Qin Xiang datar, nadanya tenang namun terselip pengakuan tipis.

Indra kaisarnya memindai aura-aura tersebut dengan mudah. Sebagian besar penjaga itu memancarkan tekanan ranah Inti Formasi tahap sembilan—kekuatan yang cukup untuk menghancurkan sebuah klan kecil dalam semalam. Namun, perhatian Qin Xiang tertuju pada sesosok pria paruh baya yang berdiri menyendiri di sudut bayangan. Pria itu tidak melepaskan setetes pun hawa keberadaan, tampak seperti orang tua biasa, namun di mata Qin Xiang, ia seperti sumur tua yang tidak diterangi cahaya.

"Kesengsaraan Ilahi..." gumam Qin Xiang nyaris tak terdengar. "Sosok setingkat Tetua Sekte Dalam hanya dijadikan penjaga pintu di sini. Paviliun Seratus Herbal ternyata memiliki akar yang lebih dalam dari yang terlihat."

Ru Tian yang baru saja menuangkan cairan bening ke dalam cangkir porselen terkekeh pelan. "Tuan Muda Qin, Anda terlalu memuji. Alkemis sepertiku pada hakikatnya sangat rapuh, bahkan beberapa praktisi Pemurnian Qi yang haus darah mungkin bisa mengusikku jika tidak memiliki tameng yang kokoh. Memiliki beberapa penjaga pintu untuk melindungi tempat ini adalah sebuah keharusan, bukan pilihan."

Qin Xiang mengangguk setuju. Di dunia yang dikuasai hukum rimba ini, pengetahuan tanpa kekuatan hanyalah hidangan lezat bagi para seniman bela diri yang haus darah.

Tak lama berselang, seorang pelayan wanita dengan gerak-gerik selembut sutra masuk ke ruangan, meletakkan teko keramik yang mengepulkan uap wangi. Aroma teh itu sangat tajam, merangsang saraf, dan membawa jejak energi murni yang sanggup menjernihkan pikiran yang keruh.

"Silakan dinikmati, Tuan Muda. Ini adalah Teh Embun Surgawi, dipetik hanya saat fajar menyingsing di puncak Gunung Salju," ujar Ru Tian mempersilakan dengan gestur tangan yang sopan.

Qin Xiang mengangguk dan menyesap teh tersebut dengan gerakan elegan. Seketika, kehangatan mengalir menyusuri meridiannya, membasuh sisa-sisa kelelahan setelah pemurnian pil yang melelahkan tadi. Setelah meletakkan kembali cangkirnya dengan bunyi 'klik' yang halus, ia menatap langsung ke mata pihak lain.

"Jadi, Tuan Ru. Apakah ada yang ingin kau bicarakan?"

Suasana di ruangan itu mendadak menjadi serius. Tekanan udara seolah meningkat satu tingkat. Ru Tian tidak langsung menjawab; ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menatap gugusan bintang yang mulai berkedip penuh misteri di langit malam.

"Ada sebuah Alam Rahasia yang akan segera muncul dalam tiga bulan ke depan," mulai Ru Tian, suaranya kini terdengar berat dan sarat akan informasi penting. "Lokasinya berada di pelosok barat kerajaan, tepat di sebuah titik mati antara wilayah kekuasaan Sekte Pedang Giok, Sekte Langit, dan Sekte Tangan Besi. Tempat yang selama ini dikenal sebagai lembah tak bertuan."

"Alam rahasia?" Qin Xiang mengernyit tipis. Baginya, alam rahasia di dunia rendah seperti ini biasanya hanyalah sisa-sisa reruntuhan kuno atau kebun herbal yang tertinggal, namun bagi kultivator di tempat ini, itu adalah kesempatan untuk mengubah nasib.

"Benar. Dan hampir seluruh kekuatan besar di wilayah barat kerajaan sedang mengasah taring mereka untuk mengirimkan talenta terbaik ke sana," lanjut Ru Tian. Ia kemudian merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah plat giok berwarna merah darah yang memancarkan pendar misterius, lalu meletakkannya di atas meja batu di antara mereka. "Paviliun Seratus Herbal berhasil memenangkan satu slot masuk dalam lelang rahasia beberapa waktu lalu. Namun, saat ini aku sedang dilanda kebingungan tentang siapa yang akan masuk ke sana.”

Qin Xiang menatap plat merah itu dengan tatapan menyelidik. "Kau ingin memintaku pergi ke sana?"

Ru Tian mengangguk mantap. "Tepat sekali."

"Bukankah kau memiliki barisan penjaga di bawah sana? Mengapa tidak mengirim salah satu dari mereka yang sudah memiliki dasar kekuatan yang kuat?"

Mendengar pertanyaan itu\, wajah Ru Tian mendadak berubah masygul\, seolah-olah ia baru saja memakan buah yang sangat pahit. Ia mendesah panjang dengan ekspresi seperti orang yang telah ditipu mentah-mentah. "Hukum alam yang melindungi pintu masuk alam rahasia itu sangat pilih kasih\, Tuan Muda. Hanya kultivator di bawah usia dua puluh tahun yang diperbolehkan melewati pintu masuknya. Para pelelang b*jng*n itu baru memberitahuku setelah aku menyerahkan gunung koin emas untuk menebus plat ini!"

Ru Tian menggebrak meja dengan pelan namun penuh kekesalan, menunjuk plat merah itu dengan jari yang gemetar. "Setengah dari pendapatan tahunan paviliun dan seperempat aset berhargaku raib hanya untuk satu tiket masuk yang ternyata memiliki syarat sekonyol itu! Pikiranku rasanya ingin meledak setiap kali mengingat wajah para penipu itu!"

Qin Xiang hanya bisa terdiam melihat kelakuan alkemis muda di hadapannya. Di satu sisi, ia adalah alkemis jenius yang tenang, di sisi lain, ia hanyalah pemuda yang benci kehilangan uang.

"Tuan Ru, kau sepertinya terlalu berlebihan," sela Qin Xiang, malas mendengar keluh kesah yang mulai merambat kemana-mana. "Aku hanyalah seorang murid di ranah Qi Fondasi tahap kedua. Di luar sana, mencari jenius muda di ranah Inti Formasi bukanlah perkara sulit. Mengapa harus aku?"

Ru Tian menarik napas dalam, mencoba menenangkan emosinya. Tatapannya kembali tajam. "Di mana lagi aku bisa menemukan seorang 'Qi Fondasi tahap kedua' yang sanggup membantai ratusan binatang buas tingkat dua dan beberapa tingkat tiga sendirian?"

Ru Tian mencondongkan tubuhnya ke depan, tekanannya kini terasa nyata. "Bahkan setelah melihat bagaimana Anda menekan energi alam saat memurnikan pil tadi, aku berani bertaruh... kekuatan Anda yang sebenarnya sudah cukup untuk membungkam ahli Inti Formasi tahap pertama atau bahkan kedua hingga ibu mereka tidak bisa mengenali wajah anaknya."

Qin Xiang tidak membantah, ia hanya menyesap kembali tehnya dengan tenang. Ia tahu bahwa tidak ada gunanya berbohong di hadapan orang yang memiliki jaringan informasi seluas Ru Tian.

"Satu bulan yang lalu, dunia memanggilmu sampah. Hari ini, Tuan Muda adalah murid jenius sekte luar yang memecahkan rekor abadi si Xiao Lin Yue itu. Siapa yang bisa menjamin setinggi apa Anda akan terbang dalam tiga bulan ke depan?" Ru Tian terkekeh rendah, ada binar pemujaan yang samar di matanya. "Tuan Muda Qin, terimalah penawaran ini. Seluruh pusaka, senjata, atau warisan yang Anda temukan di dalam alam rahasia akan menjadi milik Anda sepenuhnya. Aku hanya meminta satu hal, tolong bawakan aku beberapa tanaman herbal kuno yang hanya tumbuh di dalam sana. Hanya itu."

Qin Xiang menatap plat merah di atas meja dengan pandangan yang dalam. Penawaran ini terlalu condong pada keuntungannya, sebuah anomali dalam dunia bisnis. "Penawaranmu terlalu manis, Tuan Ru. Tak ada pedagang yang mau merugi separuh harta hanya demi beberapa ikat rumput, kecuali ada udang di balik batu."

Ru Tian tersenyum tulus, kali ini tidak ada gurat licik di wajahnya. "Udang di balik batunya adalah masa depan, Tuan Muda. Aku hanya ingin menanam benih pertemanan di masa Anda masih kecil seperti sekarang. Karena aku tahu pasti, masa depan Anda tidak akan berakhir di kerajaan kecil yang sesak ini."

Mendengar itu, Qin Xiang terenyuh sesaat. Kalimat itu mengingatkannya pada beberapa kawan seperjuangannya di kehidupan lampau—orang-orang yang memiliki visi jauh ke depan melampaui tumpukan harta fisik.

"Baiklah," Qin Xiang bangkit dari duduknya, auranya mendadak terasa lebih tajam dan berwibawa. "Aku menerima permintaanmu. Dalam tiga bulan ini, aku akan meningkatkan kekuatanku lagi untuk menyambut apa pun yang ada di balik pintu alam rahasia itu."

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹 lagi
budiman_tulungagung
masih satu mawar 🌹
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
budiman_tulungagung
dua mawar 🌹
Devourer Is Back
Kemarin uploadnya cuman satu jadi hari ini kita gas 4 langsung 💪😁
Devourer Is Back
Jangan ragu untuk marah (kritik) author jika ada yang kurang berkenan di hati🙏😄
Devourer Is Back
Terima kasih sudah lanjut membaca, jangan lupa like dan vote biar tambah semangat 😁💪
carat28
hai kak, apa boleh bantu follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Devourer Is Back: Baik kak🙏
total 1 replies
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
Devourer Is Back: Sip bro😁🙏💪
total 1 replies
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!