NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:88.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Queen

Rian memegangi pipinya yang terkena cap lima jari Sisil. Matanya membulat, tak percaya kalau sang sahabat tega menamparnya seperti ini.

“Aku kecewa sama kamu, Rian!”

“Terserah kamu mau bilang apa. Yang jelas aku melakukan ini demi kamu! Untuk menjaga nama baik kamu!”

“Ngga usah ikut campur urusanku! Aku bisa bertanggung jawab atas keputusanku sendiri. Kamu ngga perlu mengkhawatirkanku.”

Anyelir yang bersembunyi di balik tembok, nampak puas menikmati pertengkaran keduanya. Wanita itu segera berlalu dari tempatnya.

Sementara itu, Sisil dan Rian nampak masih berdebat. Sisil mengeluarkan semua uneg-unegnya pada Rian. Sahabat yang ternyata menjadi musuh dalam selimut baginya.

“Mulai detik ini, aku ngga percaya kamu lagi, Rian. Jangan pernah temui aku lagi!!”

Setelah mengatakan itu, Sisil segera pergi dari hadapan pria yang sudah membuatnya kecewa. Sementara Rian masih bertahan di tempatnya. Memandangi punggung Sisil yang menjauh pergi dengan sorot mata sendu.

Tangannya kemudian merogoh ponsel di saku celananya. Dia segera menghubungi Anyelir. Baru satu kali deringan, panggilannya sudah terjawab. “Halo Tante, sekarang sudah waktunya Tante telepon Om Dion.”

“Oke.”

Anyelir langsung mengakhiri setelah menjawab singkat panggilan Rian. Wanita itu tidak langsung masuk ke ruang kerjanya, melainkan menuju pantry. Sambil mendudukkan bokongnya di kursi, dia mencari nomor Dion.

Jarinya dengan cepat memilih foto-foto kebersamaan Alvin dan Sisil yang tersimpan di memory ponselnya kemudian mengirimkannya pada Dion. Usai mengirimkan foto, dia menaruh ponsel di atas meja. Wanita itu yakin sekali kalau Dion akan langsung menghubunginya.

Lima menit, sepuluh menit, lima belas menit, hingga dua puluh menit sudah Anyelir menunggu, namun Dion masih belum menjawab panggilannya.

Dengan kesal wanita itu bangun dari duduknya. Dia hendak kembali ke ruangan karena sudah terlalu lama meninggalkan meja kerjanya.

Langkahnya tertahan ketika ponselnya bergetar. Sebuah senyuman tersungging di wajahnya ketika melihat nama Mas Dion tertera di layar ponsel. Dia segera kembali ke kursinya tadi. Berdehem beberapa kali sebelum menjawab panggilan.

“Halo,” jawab Anyelir. Suaranya dibuat lemas dan pelan. Ingin menunjukkan kalau dirinya tengah dalam keadaan sedih dan tertekan.

“Apa maksud foto-foto ini?” tanya Dion to the point.

“Seperti yang Mas Dion lihat. Mas Alvin dan Sisil ….”

Anyelir tak melanjutkan ucapannya. Wanita itu sengaja menarik cairan dari hidungnya untuk menunjukkan kalau dirinya tengah menangis.

“Kamu sengaja memata-matai putriku?” tuduh Dion.

“Ngga, Mas. Aku dapat foto itu dari temanku. Karena dia kenal Mas Alvin, jadi langsung mengambil gambarnya dan mengirimkannya padaku. Aku ngga nyangka Mas, kalau Sisil setega ini padaku.

Rumah tanggaku memang sedang bermasalah, tapi aku sendiri sedang berusaha memperbaikinya. Kalau dia bersikap seperti ini, apa bukan menikung jadinya?”

Sama sekali tidak ada jawaban dari Dion. Namun Anyelir sudah bisa membayangkan bagaimana rupa wajah pria tampan itu. Pasti dia sedang kesal sekaligus malu dengan kelakukan anak sulungnya.

“Aku sudah pernah menegur Sisil, tapi dia malah melawan. Dan Mas Alvin malah membelanya.”

Anyelir menambah dramanya dengan pura-pura menangis. Sementara Dion, masih mendengarkan di ujung sana. Sama sekali belum ada keinginan untuk berkomentar.

“Aku tahu pasti Mas Dion terkejut. Tapi sungguh, Mas … aku sudah berusaha menahan diri, tapi Sisil tidak mau berubah. Sejak dia datang, dia sudah mulai menggoda Mas Alvin. Aku tahu kalau Mas Dion ngga mungkin mengajarkan Sisil bersikap seperti itu. Tapi Mbak Kirana mu—“

“Aku akan menghubungi Sisil. Terima kasih atas informasinya. Dan satu lagi … Sisil memang salah dan sebagai ayahnya, aku meminta maaf. Tapi tidak etis juga kalau kamu menghakimi istriku!”

“M-maaf, Mas. Aku—“

Panggilan terputus begitu saja karena Dion memutuskan hubungan secara sepihak. Ada kekesalan di wajah Anyelir saat Dion mengakhiri panggilan begitu saja.

“Dasar bucin,” gerutu Anyelir. “Apa kamu yakin kalau istrimu setia? Anakmu saja gatal, pasti itu karena didikan dari istrimu,” wanita itu melanjutkan rutukannya sambil beranjak dari pantry.

***

“Haii ….” Sapa Sisil riang pada semua pegawai AlMart sambil membuka pintu mini market lengkap dengan senyum manisnya.

“Hai juga cantik,” balas Wendi sambil membalas senyuman Sisil.

“Om Alvin ada?”

“Ada di ruangannya. Ke atas aja.”

“Oke.”

Sisil segera menuju bagian dalam mini market.

Mata Wendi terus memperhatikan Sisil. Begitu gadis itu menghilang di balik pintu, dia langsung mengumpulkan rekan kerjanya. Mereka berkumpul di dekat meja kasir. Kebetulan kondisi mini market sedang kosong.

“Kalian perhatikan ngga?” tanya Wendi dengan suara seperti orang berbisik sambil melihat pada Ayu dan Iwan bergantian.

“Apaan?”

“Bos Alvin sama Sisil kelihatan beda interaksinya.”

“Beda gimana?” tanya Ayu penasaran.

“Kaya ada sesuatu di antara mereka. Cara Bos Alvin lihat Sisil tuh beda banget. sorot matanya … menunjukkan pancaran cinta dan kasih sayang.”

Berturut-turut sebuah toyoran mendarat di kepala Wendi. Bukan karena mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu. Hanya saja gaya bicaranya yang lebay.

“Eh … pala gue difitrahin nih,” sewot Wendi sambil merapihkan rambutnya.

“Aku sih udah curiga sejak lama. Soalnya aku pernah lihat Bos Alvin jalan berdua sama Sisil beberapa hari lalu. Bos Alvin meluk pinggang Sisil,” tambah Iwan yang membuat mata Ayu membulat.

“Serius?”

“Iya.”

“Tapi setelah kupikir-pikir, Bos Alvin emang kelihatan beda sih sejak kedatangan Sisil. Lebih sumringah dan bahagia,” Ayu ikutan berpendapat. “Kalau aku sih setuju aja kalau Bos Alvin sama Sisil. Daripada sama Bu Anye.”

“Tul,” timpal Iwan. “Aku yakin banget perempuan yang kulihat waktu itu Bu Anye,” lanjutnya.

“Tapi jatuhnya Sisil jadi pelakor ngga sih?” tanya Wendi.

“Kalau pelakornya model Sisil dan yang diselingkuhin model Bu Anye, aku dukung!” tegas Ayu. Wanita itu masih kesal pada Anyelir karena pernah menamparnya dan menuduhnya pelakor tanpa bukti.

“Aku juga setuju. Mending Sisil kemana-mana sih. Dari segi wajah dan umur, dia menang telak. Hahaha ….”

“Kamu gimana, Wen?” tanya Ayu dan sontak mata Iwan melihat pada Wendi juga.

“Aku sih setuju aja. Asik kali kalau punya istri bos model Sisil. Ngga jaim, ngga sport jantung kalau datang ke sini. Berasa ke teman aja.”

“Kirain nentang, soalnya kamu kan suka Sisil,” goda Iwan.

“Kalau Wendi sama Sisil, jelas ngga bisa bersatu. Masing-masing mempertahankan pendapat sendiri.”

“Maksudnya?” tanya Iwan pada Ayu.

“Yang satu ngotot suka, yang satu ngotot nolak.”

“Hahaha ….”

“Asem.”

Wendi hanya melemparkan cengiran saja. Tapi apa yang dikatakan Ayu ada benarnya. Sisil tidak mungkin memilih dirinya. Dibandingkan Alvin, dirinya hanyalah remahan kerupuk saja.

Sementara itu di atas, Sisil dan Alvin sedang serius membahas usulan penelitian yang dibuat Sisil. Beberapa kali Alvin mengoreksi kalimat yang dirasa kurang tepat.

Di tengah acara bimbingan skripsi, ponsel Sisil berdering. Di layar ponsel tertera nama Papa Sayang. Tanpa menunggu lama, Sisil langsung menjawab panggilan.

“Iya, Papa sayang.”

“Pulang ke Bandung sekarang!”

***

Hadeuh ... Si Anye ngedrama😏

1
mio amore
seruu
mio amore
ponakan dewek plokar nya
Hary Nengsih
puyeng puyeng dh sandi🤣🤣🤣
Safitri Agus
pening dibuat sendiri,sukurin 🤭
mio amore
ntah hrs kemen apa 🤔
mio amore
hemm🤔🤔
mio amore
maling teriak maling kah ini
dia yg selingkuh malah menuduh Alvin yg berselingkuh 🤔🤔 sungguh sungguh
mio amore
kacau euy Anyelir ini 🤔
momAriqa
pening pala sandy teh icha bukan pening pala baby lagi ini mah 😆😆
dewi rofiqoh
Pening pening kau sandi
juwita
selingkuh itu indah klo g ketahuan. tp klo ketahuan jd musibah🤣🤣. jd weh ngahaleuang tak selamanya selingkuh itu indah🤣🤣🤣
Eka Burjo
aduh pusing bang duh aduh pusing , pusing 7 juta keliling 🤭👯👯‍♂️👯‍♀️
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bisa ae si rian ama alvin
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ditekan dari segala sisi kau sandi. siap2 jadi tempe geprek kau
Nabila hasir
karma orang selingkuh.naudzubilllaah
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
alvin berguru darimu anye. tenang2 bikin tenggelam
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
diperes deh Sandi sampe jadi ampas😄
jebakan Rian kena deh sama Sandi.di pancing tes DNA aja langsung setuju dia.malah makin mudah jalan Alvin dengan bukti yang makin kuat.gak sadar Sandi masuk jebakan Rian
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kasih yang manis dulu sebelum masa pahit .biar gak curiga juga Anye kalau Alvin sudah menyiapkan gugatan
Lila
makin pening ya San????
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Suruh konser aja sdh. Kan aman, siapa tu dapat banyak uang. lagunya lagu Rhoma, gali lobang🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!