Siapa sangka pernikahan pura-pura antara Jeevan dan Valerie membuat mereka berdua benar-benar merasakan jatuh cinta sama lain. Dimulai Jeevan meminta Valerie untuk berpura-pura menjadi Maura calon istrinya yang akan dikenalkan kepada keluarganya, namun di saat yang bersamaan Maura pergi meninggalkan Jeevan keluar negri.
Situasi yang salah paham membuat Valerie terjebak di antara keluarga Jeevan dan terpaksa membuat kesepakatan bersama Jeevan untuk menjadi calon istrinya.
Namun ada satu alasan Valerie menerima pernikahan pura-pura, agar dirinya putus dengan Nathaniel kekasihnya saat itu. Sejak pertama bertemu, Jeevan sudah jatuh hati pada Valerie. Apalagi ketika tahu jika Valerie adalah cinta pertamanya sejak SMP. Mulai saat itu Jeevan terus mencoba membuat Valerie jatuh cinta kepadanya, sampai bisa menjadi miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Lama
Tatapannya kosong entah kemana, makan siangnya dibiarkan begitu saja. Perempuan cantik bermata sedikit bulat itu terus memikirkan ucapan Kenzie yang sedikit mengganggunya. Sampai ia tidak sadar jika seseorang datang dan duduk di hadapannya, dia adalah Biyan calon suaminya yang juga membawa nampan makan siangnya waktu di kantin rumah sakit.
"Mikirin apa?" tanya Biyan yang datang dan langsung duduk di hadapan Rania membawa makan siang di tangannya.
Wajahnya yang sedari tadi melamun berubah menjadi sedikit terkejut dengan kedatangan Biyan. sikap dingin Biyan sangat berbeda dengan Kenzie yang begitu hangat dan menyenangkan. Biyan sangat serius dalam hal apapun sampai Rania jarang sekali bercanda dengannya.
"Besok lusa kita fitting baju pengantin, kamu bisa ikut kan?" Rania memulai pembicaraan dengan sedikit hati-hati karena Biyan kadang enggan untuk membahas soal ini.
Biyan memang menyerahkan semuanya kepada Rania dan WO yang dipilih oleh kedua orang tuanya, tapi Rania ingin sesekali Biyan ikut campur untuk pernikahan mereka berdua. Biyan lebih senang berada di rumah sakit atau di kamar dengan buku-bukunya, dia memang sosok serius dan jarang berpergian untuk sekedar liburan.
"Aku ada seminar dan sore hari ada operasi, jadi kayanya aku nggak bisa ikut," ucap Biyan dengan nada santai sambil menikmati makan siangnya tanpa menatap ke arah Rania.
Lagi-lagi Rania harus menelan kekecewaan, padahal pernikahan ini untuk mereka berdua tapi kenapa Biyan selalu saja sibuk dengan sendirinya. Perempuan itu hanya bisa menarik napas panjangnya sambil menelan kekecewaan di hatinya, sementara Biyan terlihat biasa saja tidak ada rasa menyesal.
"Waktu luang mu lebih banyak dari aku, kan? Jadi kamu saja yang mengurus itu semua," tambah Biyan lagi sedikit menyindir karena memang jam prakteknya di rumah sakit tidak begitu padat seperti Biyan.
Mestinya Biyan tidak boleh bicara seperti itu hanya membuat Rania sedih, meskipun benar ucapan Biyan sepenuhnya tapi tetap saja terdengar seperti Rania tidak mempunyai banyak pekerjaan.
"Iya," jawab Rania tersenyum getir menahan rasa kecewa di hatinya.
Benar apa kata Kenzie jika dirinya itu sangat membosankan dan terlalu serius sulit untuk diajak bercanda, padahal dahulu Rania gadis yang menyenangkan dan ceria. Tapi setelah bersama Biyan semua berbuah, Rania dituntut menjadi perempuan elegan, dan harus mengikuti apa kata Biyan.
Cuaca di Pulau Pari pagi ini sangat cerah membuat Sulthan mengajak semua untuk pergi menyelam atau diving dan snorkeling, mengunakan kapal speed boat luxury yacht miliknya. Meskipun sebenarnya keadaan Jeevan masih sedikit ada bekas merah tidak membuatnya untuk ikut pergi diving yang sangat disukainya sejak masih SMP.
Sikap Valerie sejak tadi pagi selalu menghindari Jeevan membuat lelaki tampan sedikit kesal, mungkin karena kejadian semalam yang membuatnya malu untuk bertemu dan bertatap muka. Berbeda dengan Jeevan yang sepertinya tampak bahagia sejak berada di sini tidak seperti biasanya.
Valerie terus menghindari kontak fisik dengan Jeevan jika suaminya menawarkan bantuan atau memberikan sesuatu kepadanya. Sikap cuek dan dingin membuat Jeevan sedikit kesal apalagi Deevina bertanya kepadanya tentang hubungannya dengan Valerie saat ini, sepertinya mamanya sadar dengan sikap Valerie yang begitu cuek dan dingin menghindarinya.
"Udah lama banget kita nggak kaya gini ya, Kak," ucap Embun ketika mereka duduk di ruang tamu (Main Salon).
Valery, kedua kakak iparnya dan Ny. Ester berada di ruang tamu( Main Salon), sementara Sulthan dan kakeknya Jeevan berada di ruang kemudi (Helm/Bridge Station). Lalu Deevina berada di dapur bersama pembantunya menyiapkan cemilan untuk cucuk dan anak-anaknya.
"Baru juga dua bulan lalu," balas Isabel mengingatkan.
"Kamu nggak ikut menyelam?" tanya Ny, Ester kepada Valerie yang duduk di sampingnya.
Belum sempat Valerie menjawab dengan cepat Embun memotong pembicaraannya.
"Dia tuh nggak bisa berenang, Nek," jawab Embun spontan membuat Valerie yang sedari tadi hanya dia menoleh ke arah kakak iparnya.
"Kakak tahu dari mana aku nggak bisa berenang?" tanya Valerie keheranan padahal tidak ada yang tahu jika dirinya tidak bisa berenang.
Senyum ringan terlukis di bibir Embun seperti menggoda adik iparnya, bagaimana dirinya tidak ingat jika setiap hari sebelum mereka menikah Jeevan selalu saja membicarakannya. Sudah hampir gatal sepertinya telinga kedua kakak iparnya ketika Jeevan terus membicarakan tentangnya dengan mata yang berbinar-binar.
"Jeevan, masa Kak Nino yang bilang," jawab Embun singkat dan lagi-lagi membuat Valerie kembali terdiam menatap Jeevan yang sedang tertawa ringan bersama kedua kakaknya yang sedang sibuk memakai peralatan menyelam.
Deg, dari mana Jeevan tahu jika dirinya tidak bisa menyelam? Selama ini mereka berdua tidak pernah membicarakan kebiasaan atau kesukaan masing-masing, apalagi yang membuat Valerie kaget ketika ternyata Jeevan sering bercerita tentangnya, tapi itu wajar agar keluarganya tidak curiga dengan pernikahan mereka berdua.
"Aku tahu alasannya selama ini Jeevan jomblo segitu lamanya," tebak Isabel dengan senyum menggoda menatap Valerie yang begitu keheranan.
"Kenapa, Kak?" Valerie semakin penasaran dengan tatapan Isabel.
"Karena dia nungguin kamu dari dulu," jelasnya yang kembali membuat Valerie terdiam tidak berkata apa-apa.
Dulu? Dulu apa maksud ucapan Isabel, apa yang dimaksud dengan kata 'Dulu'? Jeevan menunggunya sudah sejak dari dulu? Mengganggunya atau menunggu Maura? Tidak, Valerie pasti salah menduga yang dimaksud oleh Isabel dan Embun adalah Maura bukan dirinya.
Valerie tersenyum ringan sedikit gugup menahan perasaannya yang sedikit terkejut, ia berusaha mengatasinya karena bukan dirinya yang dimaksud. Ada rasa cemburu di hatinya ketika kedua kakak iparnya memuji Maura, tapi nyatanya yang dimaksudkan oleh kedua kakak iparnya bukanlah Maura melainkan dirinya.
"Tapi kamu tuh nggak berubah dari SMP, masih sama aja," puji Embun mengganti topik pembicaraan yang semakin membuat Valerie penasaran.
Pikirannya mulai kembali berpikir keras dengan ucapan Embuh. Apalagi yang kakak iparnya ucapkan membuat Valerie semakin tidak mengerti, kenapa sekarang Embun membahas tentang dirinya yang tidak berubah sama sekali sejak SMP. Memangnya Embun tahu bagaimana Valerie saat SMP?
Ucapan Embuh dan Isabel membuat Valerie terdiam sambil mencoba berpikir keras, apa mereka pernah bertemu saat itu? Tidak mungkin karena Valerie hanya sebentar saja di Indonesia.
"SMP? Maksudnya?" Valerie semakin kebingungan.
"Liat kamu sekarang nggak berubah sama foto waktu SMP," jawab Embun membuat Valerie terkejut tidak bisa berkata apa-apa.
Bagai disambar petir telinga Valerie mendengarnya, foto saat SMP? Kapan dirinya di foto dengan Jeevan? Kedua bola mata. Valerie membulat sempurna menatap Embun begitu tajam tidak bisa berkata apa-apa. Kejutan apa lagi ini yang Valerie tidak ketahui.
"Iya. Pantas aja Jeevan sendiri terus dari dulu, taunya dia cuma nunggu kamu. Apalagi fotomu masih terpampang di meja belajar kamarnya," tambah Isabel yang membuat Valerie penasaran siapa sosok Jeevan sebenarnya.
"Fotoku? Fotoku yang mana, Kak?"
"Waktu masih SMP, masa kamu lupa?" Isabel mengingatkan Valerie yang masih terlihat kebingungan.
Isabel, Embun dan Ny. Ester keheranan menatap Valerie yang terdiam tak bergeming karena ucapannya. Apa ada yang salah dengan ucapan mereka? Hati Valerie semakin tidak karuan ingin tahu kebenarannya yang tidak diketahui olehnya.
Tanpa banyak bicara Valerie menghampiri Jeevan yang sedang berada di dek kapal bagian paling belakang. Mereka masih sibuk memakai pakaian menyelam yang belum juga selesai sedari tadi karena banyak bercanda dan tertawa. Memang Jeevan sangat dekat dengan kedua kakaknya.
"Tolong bantu resleting dong," pinta Jeevan membalikkan tubuhnya meminta Valerie untuk membantunya.
Pakaian Jeevan bagian belakangnya masih terbuka dan bagian punggungnya terlihat sampai ke pinggang, kenapa Jeevan merasa tidak malu menampakan bagian tubuhnya kepada Valerie. Namun Valerie hanya terdiam tidak menggubris permintaan Jeevan, membuatnya kembali memutar tubuhnya menghadap ke arah Valerie dengan ekspresi wajah tidak bersahabat.
"Nggak mau!" Tolak Valerie mentah-mentah.
"Kenapa? Bukannya kamu udah biasa liat tubuhku tanpa busana?" tanya Jeevan dengan wajah terlihat sangat bahagia seraya senyuman manisnya menggoda Valerie.
Ucapan Jeevan membuat Valerie kaget bukan main mendengarnya, kenapa sekarang Jeevan lebih berani mengucapkan kata-kata yang sensitif membuat terkejut. Meskipun benar sudah beberapa kali Valerie melihat Jeevan tanpa busana tapi tetap saja membuatnya merasa malu. Spontan karena merasa malu Valerie tidak sengaja mendorong Jeevan begitu kerasnya.
"Apaan sih!" Valerie mendorong Jeevan begitu kencang dengan rasa kesal dan amarah sampai Jeevan tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.
Amarah dan rasa kesal Valerie membuat Jeevan terjatuh ke bagian paling belakang, tubuhnya tidak seimbang sehingga jatuh ke dalam air laut. Byurr... Valerie kaget bukan main ketika tidak sengaja mendorong Jeevan yang sering kali menggodanya. Rasa takut menyelimuti Valerie melihat Jeevan tidak terlihat di dalam air.
"Jeevan!" Teriak Valerie ketakutan mendekati pembatas tanpa pagar pada bagian belakang kapalnya.
Kedua bola mata Valerie mencari sosok Jeevan dengan penuh ketakutan, namun sayang ia tidak bisa melihat Jeevan mengapung di sana. Hatinya semakin tidak karuan dan sangat panik, tidak lama kemudian semua orang menghampirinya karena penasaran apa yang sudah terjadi di sana.
Hai semua maaf atas keterlambatan Up-nya ya. Novel ini ada perubahan Up setiap hari setiap jam 20:00 WIB ya. Terimakasih💜
maaf sebelumnya
narasinya itu di tiap chapter semuanya panjang
mungkin bisa dipecah untuk kenyamanan pembaca kak
sebagian pembaca ada yang sensitif liat narasi panjang satu blok penuh
cuma saran teknis aja kak 👍
semangat ya.