NovelToon NovelToon
AXELLE

AXELLE

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Bad Boy
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus

Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.

Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

...

...

  Bunyi smart lock apartemen kali ini terdengar sangat pelan, seolah orang yang membukanya tidak punya sisa tenaga bahkan hanya untuk menekan gagang pintu. Rea melangkah masuk, masih dengan paperbag berisi buku paket di tangannya.

Langkah kakinya terseret. Dia tidak menatap sekeliling. Wajahnya? Masih sama. Kaku, dingin, dan tajam seperti silet. Tapi, siapa pun yang melihat matanya, akan tahu ada badai yang baru saja meluluhlantakkan isinya. Matanya merah, tatapan nya tetap tajam seolah tak terjadi apa apa tapi jauh dari pandangan nya menyisakan kepedihan yang dia coba tutupi

Axelle yang sedari tadi duduk di sofa sambil melempar-lempar bola kasti ke dinding, langsung terhenti. Dia melihat siluet Rea yang berdiri mematung di dekat rak sepatu.

"Re?" panggil Axelle pelan.

Rea tidak menjawab. Dia hanya menunduk, dia tak mampu bicara makanya dia diam saja . Bayangan pertengkaran Mama dan Papa —tentang perjodohan gila mereka, tentang dirinya yang hanya dianggap beban atau alat pencitraan—terus berputar di kepalanya. Dia tidak perlu dengar detailnya untuk tahu bahwa dia hanyalah 'produk gagal' dari sebuah hubungan tanpa cinta.

Axelle bangkit. dia menghampiri Rea, menatap mata gadis itu. entah kenapa axelle mengerti perasaan Rea hanya karena melihat paperbag di tangan rea

Axelle melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Begitu sampai di depan Rea, dia bisa mencium aroma sisa hujan dan kesedihan yang pekat dari tubuh gadis itu.

Tanpa aba-aba, Axelle menarik paperbag dari tangan Rea dan meletakkannya asal di lantai. Detik berikutnya, tangan kekar Axelle melingkar di pinggang Rea, menarik tubuh kecil itu masuk ke dalam pelukannya yang hangat dan luas.

Grep.

Rea membeku. Kepalanya bersandar tepat di dada bidang Axelle. Dia bisa mendengar detak jantung Axelle yang tenang, sangat kontras dengan jantungnya yang sedang balapan dengan rasa sakit.

"Diem. Jangan ngomong apa-apa," bisik Axelle berat. Tangannya yang satu lagi menekan kepala Rea agar semakin terbenam di dadanya, sementara tangan lainnya mengusap punggung Rea dengan gerakan protektif.

Axelle tidak tahu apa yang terjadi di rumah Xavandra. Dia tidak tahu Rea sesedih ini seolah sistem robot nya sedang mati. Tapi, Axelle bisa merasakan sesak yang sama. Dia tahu rasanya menjadi 'pajangan' di rumah megah yang dingin. Dia tahu rasanya tidak punya tempat pulang.

"Keluarin aja, Re. Di sini nggak ada Papa lo, nggak ada OSIS, nggak ada robot," gumam Axelle lagi.

Pertahanan Rea runtuh total. Kacamata yang menjadi tamengnya mulai berembun. Tangannya yang tadi terkulai lemas, kini meremas kemeja belakang Axelle dengan sangat erat, seolah Axelle adalah satu-satunya pelampung di tengah samudra yang mau menenggelamkannya.

Rea menangis tanpa suara. Hanya bahunya yang naik turun dengan hebat. Isakan yang dia tahan selama belasan tahun akhirnya tumpah di dekapan cowok yang dulu paling dia benci.

Axelle memejamkan mata, mempererat pelukannya sampai tidak ada lagi celah udara di antara mereka. Dia mencium puncak kepala Rea berkali-kali, menyalurkan kekuatan yang dia sendiri sebenarnya hampir kehabisan.

"Lo punya gue, Re. Selembar kertas itu mungkin paksaan, tapi pelukan ini... ini nyata," batin Axelle sambil terus mengusap rambut Rea.

Malam itu, di tengah sunyinya apartemen, dua jiwa yang selama ini dipaksa jadi "alat" pajangan oleh orang tua masing-masing, akhirnya menemukan satu hal yang selama ini tidak mereka miliki di rumah mereka yang asli

...----------------...

Sinar matahari subuh yang masih malu-malu menyelinap lewat celah gorden, menyinari dua manusia yang terlelap dengan posisi yang sangat jauh dari kata "musuh".

Rea mengerjap. Kesadarannya kembali secara perlahan. Hal pertama yang dia rasakan adalah kehangatan yang luar biasa nyaman. Tapi, hal kedua yang dia sadari bikin sistem di otaknya langsung loading parah.

Dia tidak sedang memeluk guling.

Wajah Rea tepat berada di depan dada bidang yang hanya terbalut kaos tipis. Tangan kanannya melingkar erat di pinggang Axelle, sementara kaki kirinya... oh Tuhan, kaki kirinya menindih kaki panjang cowok itu. Rea benar-benar menjadikan Axelle sebagai bantal peluk manusia semalaman penuh.

"Mampus..." bisik Rea hampir tanpa suara.

Dia buru-buru menarik tangannya, tapi gerakan itu malah membuat Axelle mengerang rendah dalam tidurnya. Axelle justru semakin merapatkan pelukannya, menarik pinggang Rea hingga wajah mereka kini hanya berjarak beberapa senti. Aroma parfum wood-musky yang bercampur bau sabun khas Axelle langsung menginvasi indra penciuman Rea.

Wajah Rea langsung berubah jadi merah padam—lebih merah dari sirup marjan pas lebaran. Dia menahan napas, takut kalau detak jantungnya yang kayak suara bedug itu bakal ngebangunin Axelle.

"Lepas... lepas... lepas..." batin Rea merapalkan doa.

Dengan gerakan super pelan yang butuh konsentrasi lebih tinggi dari ngerjain soal Kalkulus, Rea berhasil melepaskan diri. Dia loncat dari kasur, membetulkan letak kacamatanya yang sempat miring, dan langsung lari ke kamar mandi.

Di depan cermin, Rea menangkup wajahnya yang panas. "Sadar, Rea! Lo itu Robot! Lo itu Ketos! Semalam itu cuma... cuma eror teknis gara-gara lo lagi lemes!"

Dia menyalakan keran air dingin, mencuci wajahnya berkali-kali buat ngembaliin mode 'dingin' dan 'tegasnya'. Begitu keluar dari kamar mandi, Rea sudah kembali ke setelan pabrik: seragam OSIS licin sempurna, kacamata tegak, dan wajah sedatar aspal sirkuit.

Namun, saat dia melangkah ke dapur untuk membuat sarapan, dia melihat Axelle sudah duduk di meja bar dengan rambut acak-acakan khas bangun tidur dan seringai tengil yang sudah aktif.

"Pagi, Koala," sapa Axelle santai sambil menyesap air putih.

Rea membeku di tempat. "A-apa? Apa lo bilang?"

Axelle berdiri, berjalan mendekati Rea yang mendadak kaku lagi. "Pulas banget ya tidurnya semalam? Sampe-sampe gue nggak bisa napas gara-gara lo peluk kenceng banget. Kayaknya lo beneran butuh gue sebagai 'pelampung' ya, Xavandra?"

"Gak usah ngaco! Itu... itu gerakan bawah sadar karena gue kedinginan! AC-nya bocor!" bela Rea dengan suara yang sengaja dikerasin buat nutupin rasa malu.

Axelle tertawa pendek, tawa yang terdengar sangat puas. Dia mencondongkan badan, menatap mata Rea di balik kacamata. "Oh ya? Kedinginan atau emang lo udah mulai nyaman di sini?" Axelle menunjuk dadanya sendiri.

Rea membuang muka, sibuk ngerapihin tasnya padahal udah rapi. "Gue berangkat duluan. Lo jangan telat latihan Pensi sore nanti. Dan inget... di sekolah, kita tetap orang asing."

"Orang asing yang tidur satu kasur dan pelukan? Menarik," gumam Axelle sambil nyengir, membiarkan Rea lari keluar apartemen dengan langkah seribu.

1
Desy Bengkulu
trus ini sampek kapan kyk gini beb
gak enak banget nyesek banget aku lo😭😭😭😭😭😭😭😭
Emi Sudiarni
awl baca novel ini senyum.senyum sendiri lihat tingkah eksel. tpi kni,.. sdih mlihat mreka berpisah
Desy Bengkulu
segila ini air mata ku tumpah dari kepergian rea , trus mlm td closing nya striming yg ku suka , dan siang ini nangis lagi, krna cerita ini
kerasa banget hancur nya sampek hati ku pun ikut sakit dan hancur😭😭😭😭
kapan mereka ketemu lagi sih kk author 😭😭😭
Emi Sudiarni
kasihan eksel. mna mama anya sma papa elgar... kok ngah pernah di munculin, mgkin klw dia thu menantynya pergi dia bisa bantu
Desy Bengkulu
pahit banget jadi axelle , aku tau rasa hati mu axelle😭😭😭😭😭😭😭
kk author jahat😭😭😭😭😭
jhiee: aduhh🥺🥺
total 1 replies
Desy Bengkulu
dah lah suasana hati ku lg gak bagus , baca cerita ini malah makin nangis😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kk author tega😭😭😭😭😭😭😭😭
jhiee: maaf😭😭
total 1 replies
Emi Sudiarni
sedih bngat. kasihan lihat eksel. dia bgitu bucin ama rea. perlakuan nya slma ini dlm mnjaga rea, buat kita senyum 2 bcanya
jhiee: 🥺sedih juga.. tapi takdirnya gitu😭
total 1 replies
Emi Sudiarni
apa pergi diam rea nantinya. jdi kasihan sama axella.
jhiee: kasihanin aku aja beb😭
total 1 replies
Emi Sudiarni
emang mantap autor nya bikin cerita bikin kita senyum2
Emi Sudiarni
mantap bngat. ngah bosan bacanya
jhiee: makasih beb😍
total 1 replies
Emi Sudiarni
bgus kak
Emi Sudiarni
kren kak
Desy Bengkulu
dah lah bentar lagi bawang merah menyerang nangis nangis deh.......😭😭😭😭
jhiee: 😭bawang Bombay beb😭
total 1 replies
Desy Bengkulu
sungguh di luar bmkg ya sekrang🤣🤣🤣
Alex
ngidam minta ayam warna warni rea biar makin seru🥳🥳
Desy Bengkulu
axelle jadi super sabar suka jadi nya, makin cinta sama axelle🤣🤣🤣
jhiee: hahaha🤣🤣 sabar dong beb😁
total 1 replies
Nuraini 90
penasaran tingkat dewa sama cerita nya🤭🤭
jhiee: tunggu kelanjutan nya beb🤣
total 1 replies
Alex
fiks hamil ini si rea, biar gak jadi berangkat ke LN, biar sama si Axel aja
jhiee: ups🤭🤭
total 1 replies
Desy Bengkulu
trus bakal ada lagu sayonara versi air mata banjir se kolam gak nih😭😭
jhiee: jangan mikirin sayonara dulu😭😭 mending happy aja.. beb🤭
total 2 replies
Aprilia Fitriyanj
serius ini thor, drama bawang bombay mau di mulai? 🥺🥺 rea,hamil kah?
Emi Sudiarni: ngapa ya harus berpisah.. klw bisa jgn apa lgi klw rea hamil. mna mama mertua. kok ngah perna👍h nongol lihat menantu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!