NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Teman Sekelas

Mengandung Anak Teman Sekelas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lisdaa Rustandy

"Baiklah, kalau kamu memang tetap ingin mempertahankan janin itu," ucap Bu Esta dengan tatapan tertuju pada perut Raline yang masih rata. Suaranya terdengar tegas dan tajam, membuat Raline menunduk takut.
"Kai akan menikahi kamu, tapi..." kalimatnya terjeda sejenak, sehingga Raline dan orang tuanya menatap wanita itu, menunggu kelanjutannya. "Setelah anak itu lahir, saya akan mengambilnya dan memberikannya pada orang lain. Kamu boleh terus melanjutkan hidupmu, dan Kai... dia akan melanjutkan studi ke Inggris tanpa harus mempertahankan pernikahannya denganmu."
*****
Cek visual karakternya di Ig @lisdaarustandy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisdaa Rustandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fight!

Aris dan Faiz langsung berdiri di samping Kaisar, tangan mereka mengepal siap jika situasi memanas.

"Lo ngapain ke sini?" desis Kaisar dingin. Suaranya rendah namun penuh ancaman. "Belum puas bonyok waktu itu?"

Bisma melangkah lebih dekat hingga ia dan Kaisar berdiri saling berhadapan dalam jarak dekat. Tatapan matanya menantang. "Sampai kapan pun gue gak akan pernah puas, Kai. Lo yang mulai duluan, jadi gue gak akan berhenti sampe lo mampus di tangan gue."

Kaisar tidak mundur, ia justru melangkah maju hingga membuat dada keduanya hampir merapat. "Lo kira gue takut?" tanyanya, balas menantang. "Sampai kapanpun gue juga gak bakal berhenti buat bikin lo kalah di tangan gue."

Bisma tersenyum mengejek. "Yakin lo?"

"Oh, itu udah jelas. Orang kayak lo emang harus dikalahin sih. Soalnya bahaya kalo gak ada yang ngalahin, nanti cari mangsa baru. Namanya juga buaya." Kaisar balas mengejek.

"Brengsek!" umpat Bisma murka mendengar ejekan Kaisar.

Wosssh!

Bugh!

Dalam sekejap mata, bogem milik Bisma langsung mendarat di wajah Kaisar. Membuat pemuda itu sedikit terhuyung ke belakang, sehingga teman-temannya langsung bergerak maju untuk melawan. Faiz dan Irfan menahan tubuh Kaisar agar tidak terjatuh.

"Gimana?" tanya Bisma dengan senyum puas. "Masih berani lo nantangin gue?"

Kaisar berdiri tegak kembali, mengusap pipinya sedikit lalu menatap Bisma sambil tersenyum mengejek.

"Cuih!"

Ia meludah ke samping, menyeka setetes darah di sudut bibirnya dengan punggung tangan. Matanya berkilat tajam, memancarkan amarah yang sedari tadi ia tahan. Tanpa peringatan, ia menerjang maju.

"Bangsat!" geram Kaisar.

Bugh!

Satu pukulan telak mendarat di rahang Bisma, membuat kepala pemuda itu tersentak ke samping. Tak memberi celah, Kaisar mencengkeram kerah jaket Bisma dan menghantamkan lututnya ke perut lawan.

Bugh!

"Ugh! Uhuk uhuk!"

Bisma terbatuk, wajahnya memerah menahan sakit, namun ia segera membalas dengan sundulan kepala yang mengenai dahi Kaisar.

Dukkk!

"Sialan!" umpat Kaisar.

Ia kembali maju menerjang Bisma. Kedunya akhirnya benar-benar berkelahi, saling menyerang satu sama lain dengan tangan kosong.

Melihat itu, Aris, sebagai ketua dari kelompok mereka tak tinggal diam. Ia pun melirik teman-temannya yang sudah siap sejak tadi.

"Sikat semuanya!" teriak Aris memberi komando.

Begitu mendapatkan komando mereka langsung maju, menyerang teman-teman Bisma tanpa ampun.

Halaman basecamp yang tadinya tenang seketika pecah menjadi medan tempur. Suara jeblugan daging bertemu kepalan tangan dan debum tubuh yang menghantam tanah bersahutan dengan makian.

Aris menerjang dua teman Bisma sekaligus, gerakannya gesit menghindari ayunan tangan lawan sebelum mendaratkan tendangan memutar.

Blugh!

Dua teman Bisma itu ambruk ke lantai, hingga terdengar suara hantaman tubuh mereka begitu renyah di telinga Aris.

Di sisi lain, Edwin yang biasanya kalem kini tampak beringas; ia memiting leher salah satu anak buah Bisma, mengangkatnya dan membantingnya ke arah deretan motor-motor Bisma dan teman-temannya yang terparkir.

Brakkk!

Suara itu begitu keras, bersamaan dengan tubuh pemuda berbaju hitam itu terjatuh di atasnya. Ia meringis, merasakan sakit di sekujur tubuhnya.

Sementara itu di sisi lain, suasana semakin kacau. Barang-barang di luar basecamp terbanting dan terlempar di saat mereka saling menyerang.

Pranggg!

Sebuah botol kaca pecah menghantam lantai semen, pecahannya berhamburan di antara kaki-kaki yang saling menjegal.

Beruntung, semua orang mengenakan sepatu, sehingga kaki mereka tidak terluka oleh pecahan-pecahan botol itu.

"Kai, di belakang lo!" teriak Faiz disela-sela dirinya menghajar lawan. Menyadari seseorang menyerang Kaisar dari belakang.

Kaisar spontan merunduk tepat saat sebuah helm diayunkan ke arah kepalanya. Ia memutar tubuh, menyapu kaki lawan hingga terjungkir, lalu kembali fokus pada Bisma yang sudah berdiri tegak dengan napas terengah.

"Cuma segini kemampuan lo?" ejek Bisma sambil menyeringai sinis, meski napasnya tersengal. Ia mengeluarkan sebuah kunci motor dari saku, menggenggamnya di antara jemari tangan yang mengepal. Sebuah trik kotor untuk menambah daya rusak pukulannya.

Kaisar tidak gentar. Ia melepaskan jaketnya, menyisakan kaos hitam yang melekat di tubuh atletisnya. "Main bersih atau kotor, hasilnya bakal tetap sama. Lo bakal sujud di kaki gue mohon ampun, Bisma!"

"Jangan harap!" ucap Bisma yang kembali maju, menyerang Kaisar.

Keduanya kembali beradu. Pukulan demi pukulan bertukar. Di bawah temaram lampu teras basecamp yang berayun-ayun akibat guncangan, bayangan mereka tampak seperti dua monster yang sedang saling cabik.

Teman-teman Kaisar mulai mendominasi. Irfan dengan postur tubuhnya yang bongsor berhasil memojokkan dua lawan ke dinding, menghujani mereka dengan pukulan bertubi-tubi. Namun, kelompok Bisma tak mau kalah. Salah satu dari mereka mengeluarkan rantai motor yang disembunyikan di balik baju.

Sringgg!

Suara logam yang bergesekan dengan lantai itu membuat suasana makin mencekam. Rantai itu diayunkan membabi buta, mengenai lengan Aris hingga pemuda itu meringis kesakitan.

"Main senjata, hah?!" bentak Aris, matanya menyala. Ia menyambar gitar kayu miliknya yang tergeletak di kursi. "Gue hancurin muka lo pake ini!"

"Maju aja, jangan banyak bacot!" tantang lawannya.

Keduanya maju kembali, saling menyerang dengan alat yang mereka pegang.. berharap bisa melumpuhkan lawan.

Pertarungan semakin liar. Suara brak-bruk dari perabotan basecamp yang hancur mulai mengundang perhatian warga sekitar. Di tengah kekacauan itu, Kaisar terlihat terluka di beberapa bagian wajahnya, hingga mengeluarkan darah.

Tapi ia sama sekali tidak menyerah. Mengalahkan Bisma adalah ambisinya sejak ia tahu pemuda itu pernah menyakiti Nana.

Kaisar menarik jaket Bisma lalu mengunci pergerakannya dengan menendang kakinya hingga terjatuh ke tanah. Ia menduduki perut pemuda itu dan menghujani wajahnya dengan tinju tanpa ampun.

Bugh!

"Ini buat Nana!"

Bugh!

"Ini buat dendam sampah lo!"

Bugh!

"Ini buat lo yang berani ngerusak ketenangan gue malam ini!" ucap Kaisar dengan napas memburu di setiap sela pukulannya.

Bisma sudah tak berdaya, wajahnya babak belur, namun tangannya masih berusaha mencakar lengan Kaisar. Tepat saat Kaisar hendak melayangkan pukulan terakhir, suara sirene polisi sayup-sayup terdengar dari ujung gang.

"Wiuwww... Wiuwww...!!!"

"Woy, ada aparat! Cabut! Cabut!" teriak salah satu teman Bisma yang sudah lebih dulu menyerah karena tubuhnya seakan remuk.

Suasana yang tadinya penuh amarah seketika berubah menjadi kepanikan massal. Begitu sorot lampu biru-merah menyambar dinding basecamp, nyali teman-teman Bisma yang sudah babak belur langsung menciut.

"Polisi! Cabut, woy!" teriak salah satu dari mereka sambil terpincang-pincang menuju motor.

Kaisar yang masih menduduki dada Bisma tersentak. Ia melepaskan cengkeramannya, lalu menyambar jaketnya yang tergeletak di tanah dengan satu gerakan cepat. Namun, gerakannya terhenti saat dua mobil patroli mengerem mendadak tepat di depan gerbang basecamp, menutup akses jalan keluar satu-satunya.

"Jangan bergerak! Tetap di tempat!" bentak seorang petugas melalui pengeras suara.

Beberapa anak buah Bisma nekat memacu motor mereka lewat celah sempit, namun nahas, mereka justru tersungkur karena dihadang petugas yang sudah sigap turun dari mobil. Aris dan Faiz saling pandang, napas mereka memburu, tangan mereka yang berlumuran darah dan tanah perlahan terangkat ke udara. Tidak ada gunanya melawan aparat.

Kaisar berdiri mematung, menatap Bisma yang tergeletak lemas di bawahnya. Bisma meringis, mencoba bangkit namun kembali ambruk karena luka pukulan di perutnya.

"Sialan..." desis Kaisar pelan. Ia menatap teman-temannya yang kini dikepung. Perkelahian yang seharusnya menjadi ajang pembuktian harga diri itu berakhir dengan bunyi borgol yang gemerincing di bawah lampu jalan yang remang.

"Tangan di atas kepala! Semuanya masuk ke mobil!" perintah petugas lainnya sambil mendekati Kaisar.

Kaisar hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik ke belakang. Matanya sempat melirik ke arah gitar kayu Aris yang sudah hancur dan pecahan botol yang berserakan, jejak kehancuran malam itu. Ambisinya untuk menghabisi Bisma terputus oleh kenyataan bahwa malam ini, tidak ada pemenang. Yang ada hanyalah deretan pemuda babak belur yang harus mempertanggungjawabkan kekacauan mereka di kantor polisi.

Bersambung...

1
Nurul Hilmi
lanjut Thor, selalu menunggu karyamu
Lisdaa Rustandy: makasih
total 1 replies
deeRa
nyess kan bang-kai🤭
Martha Dimas
double up thor, mkin seru
Nurul Hilmi
lanjut thor
Nurul Hilmi
kok judulnya beda ya thor
Lisdaa Rustandy: aku ubah kak🙏
total 1 replies
deeRa
Kai, aku bingung mau mendeskripsikan kamu Seperti apa.
😌
falea sezi
lama amat cerai nah laki oon gini nunggu lo nyesel kai
Nurul Hilmi
lanjut thor
Nurul Hilmi
double thor
Nurul Hilmi
ganteng amat visual kai Thor,,, 😍
Nurul Hilmi
mulai... mulai... kai... lama lama ❤😘
Nurul Hilmi
lanjut Thor.
bacanya Brebes mili
Yantie Narnoe
lanjut...👍
Nurul Hilmi
lanjut thor
Nurul Hilmi
double up Thor
bagus ini cerita😍
Nurul Hilmi
lanjut thor
Nurul Hilmi
lelaki juga kaisar. gentle dan bertanggung jawab
deeRa
Lepas Dari Kai, kamu & anakmu harus bahagia ya Lin... 😊
deeRa
no comment, ikut alur nya saja😊
next ya
falea sezi
cpet cerai kalo. abis lahiran. ortu. kaisar. toxic
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!