NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Minggu-minggu setelah pertemuan kedua dengan Haesung Group berlalu dengan sangat produktif dan penuh semangat bagi seluruh tim di Aegis Corp.

Berkas-berkas revisi yang diserahkan oleh Seo Jun terbukti sangat berkualitas dan transparan, sehingga proses pengecekan dan penyempurnaan oleh tim hukum Aegis berjalan jauh lebih lancar dari yang diperkirakan.

Tidak ada lagi poin yang mencurigakan atau tersembunyi; semuanya tertulis dengan jelas dan adil, membuktikan bahwa niat baik Haesung Group—atau setidaknya niat baik Seo Jun—adalah murni.

Kim Ae Ra menjadi salah satu ujung tombak dalam koordinasi ini. Ia menjadi penghubung utama antara tim internal Aegis dan pihak Haesung, bekerja sama erat dengan asisten Seo Jun dan terkadang langsung dengan Seo Jun sendiri untuk menyelesaikan berbagai hal administrasi dan teknis.

Hubungan di antara mereka pun perlahan-lahan kembali membaik. Meskipun mereka tetap menjaga sikap profesional saat berurusan soal pekerjaan, namun ada rasa nyaman dan keakraban lama yang mulai tumbuh kembali di antara mereka.

Ae Ra sudah tidak lagi merasa canggung atau sakit hati saat berbicara dengan Seo Jun; ia sudah memaafkannya, meskipun ia juga sadar bahwa batasan di antara mereka kini berbeda karena status mereka dan juga karena perasaannya pada Jae Hyuk.

Suatu sore, saat hampir semua karyawan sudah pulang dan gedung kantor mulai sepi, Ae Ra sedang duduk di mejanya, menyelesaikan laporan akhir persiapan untuk acara penandatanganan perjanjian yang tinggal beberapa hari lagi.

Pekerjaan itu hampir selesai, dan ia sudah bisa membayangkan betapa leganya dan bangganya ia nanti saat acara itu berjalan lancar.

"Ae Ra," suara Jae Hyuk memanggilnya dari pintu ruangannya.

Ae Ra menoleh dan melihat Jae Hyuk berdiri di sana, mengenakan pakaian santai—kaos polos dan jaket denim—yang sangat berbeda dari penampilannya yang selalu rapi dan formal saat jam kerja. Pria itu tampak lebih rileks dan santai.

"Tuan? Tuan belum pulang?" tanya Ae Ra terkejut.

"Aku baru saja selesai dengan urusan terakhir di ruangan ini. Dan melihat kau masih di sini, aku pikir mungkin aku bisa menemanimu sebentar, atau mungkin… mengajakmu makan malam setelah kau selesai?" tawar Jae Hyuk dengan senyum yang hangat dan sedikit malu-malu.

Mata Ae Ra berbinar mendengar tawaran itu.

"Makan malam? Bersama Tuan?"

"Iya. Aku pikir, kita sudah sangat sibuk dengan pekerjaan belakangan ini. Kita pantas mendapatkan sedikit waktu santai, kan? Lagipula, aku ingin merayakan sedikit keberhasilan kita sejauh ini. Bagaimana? Kau mau?" jawab Jae Hyuk dengan tatapan penuh harap.

"Tentu saja, Tuan! Saya mau sekali," jawab Ae Ra dengan antusias, tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.

"Bagus. Selesaikan saja pekerjaanmu pelan-pelan. Aku akan menunggu di sini atau di lobi. Tidak perlu buru-buru," kata Jae Hyuk sambil tersenyum, lalu duduk di sofa tunggu di dekat meja Ae Ra sambil mengambil sebuah majalah untuk dibaca, memberikan ruang bagi Ae Ra untuk menyelesaikan tugasnya.

Hati Ae Ra terasa begitu hangat. Bekerja di dekat Jae Hyuk bahkan saat pria itu sedang santai saja sudah membuatnya merasa bahagia dan bersemangat.

Dengan cepat namun teliti, ia menyelesaikan laporannya. Tidak lama kemudian, ia sudah membereskan semua barang-barangnya dan siap untuk pergi.

"Saya sudah selesai, Tuan. Ayo kita pergi," kata Ae Ra sambil berdiri dengan senyum ceria.

"Bagus. Ayo," jawab Jae Hyuk, berdiri dan mengantar Ae Ra keluar dari gedung kantor.

Malam itu, mereka pergi ke sebuah restoran kecil yang nyaman dan tenang di daerah Hongdae, tempat yang terkenal dengan suasana anak mudanya yang asik namun restoran ini menawarkan suasana yang lebih privat dan hangat.

Makanan yang disajikan lezat, dan percakapan di antara mereka mengalir begitu saja dengan ringan dan menyenangkan.

Mereka membicarakan banyak hal—tentang rencana liburan yang ingin mereka lakukan, tentang film-film terbaru yang sedang tayang, tentang impian-impian kecil yang ingin mereka wujudkan.

Untuk sesaat, mereka melupakan sejenak beban pekerjaan, tekanan dunia bisnis, dan segala drama yang pernah terjadi. Mereka hanya menikmati waktu bersama sebagai dua orang yang saling mencintai.

"Tahu tidak, Ae Ra," kata Jae Hyuk tiba-tiba saat mereka sedang menikmati hidangan penutup.

"Aku sering berpikir, betapa beruntungnya aku saat memutuskan untuk berhenti di jembatan itu bertahun-tahun lalu. Jika aku lewat begitu saja, mungkin aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Dan hidupku pasti akan terasa sangat hampa tanpa kehadiranmu."

Ae Ra menatap Jae Hyuk dengan mata yang berkaca-kaca karena terharu.

"Saya juga berpikir hal yang sama, Tuan. Jika Tuan tidak berhenti saat itu, mungkin saya sudah tidak ada di sini sekarang. Tuan adalah alasan saya masih bertahan, alasan saya bisa berdiri di sini hari ini. Dan saya sangat bersyukur karenanya."

Jae Hyuk tersenyum lembut, lalu mengulurkan tangannya di atas meja dan menggenggam tangan Ae Ra dengan lembut.

"Ae Ra, aku tidak ingin kita selalu menggunakan sapaan formal 'Tuan' di luar jam kerja atau saat kita sedang berdua seperti ini. Aku ingin kita lebih dekat. Bisakah kau memanggilku dengan namaku saja? Hyun Jae Hyuk, atau cukup Jae Hyuk?"

Permintaan itu membuat jantung Ae Ra berdebar kencang.

Itu berarti Jae Hyuk ingin hubungan mereka melangkah ke tahap yang lebih serius dan pribadi, melampaui batasan bos dan sekretaris.

"Tentu saja… Jae Hyuk," ucap Ae Ra pelan, mencoba mengucapkan nama itu untuk pertama kalinya. Rasanya aneh namun juga sangat manis dan intim.

Jae Hyuk tersenyum lebar, tampak sangat bahagia mendengar nama itu keluar dari bibir Ae Ra.

"Terima kasih, Ae Ra. Itu terdengar sangat indah."

Mereka saling menatap dalam diam, tenggelam dalam tatapan mata satu sama lain yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Di restoran yang hangat itu, di tengah kota Seoul yang sibuk, mereka merasa seolah-olah hanya berdua di dunia ini. Momen itu begitu indah dan berharga, sebuah hadiah manis di tengah perjalanan hidup mereka yang penuh tantangan.

Setelah selesai makan malam, Jae Hyuk mengantar Ae Ra pulang ke rumahnya. Mobil itu berhenti di depan gedung tempat Ae Ra tinggal.

Lampu-lampu jalan menerangi bagian dalam mobil, menciptakan suasana yang tenang dan intim.

"Terima kasih untuk malam yang indah ini, Jae Hyuk," ucap Ae Ra pelan, menatap pria di sampingnya dengan senyum yang tulus.

Mengucapkan nama itu kini terasa lebih natural dan hangat di lidahnya.

Jae Hyuk tersenyum, menatap mata Ae Ra dengan dalam.

"Terima kasih kembali, Ae Ra. Aku sangat menikmati malam ini. Ini adalah salah satu malam terindah dalam hidupku."

Ia terdiam sejenak, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu, lalu berkata dengan nada yang serius namun lembut,

"Ae Ra, aku tahu kita masih memiliki banyak hal yang harus dihadapi ke depannya. Masih ada acara penandatanganan perjanjian, masih ada tanggung jawab kita masing-masing di perusahaan, dan mungkin masih ada kejutan-kejadian lain yang menanti. Tapi aku ingin kau tahu satu hal yang pasti, perasaanku padamu itu nyata, dan itu tidak akan pernah berubah. Apa pun yang terjadi, aku akan selalu ada di sini untukmu."

Kata-kata itu membuat hati Ae Ra terasa begitu penuh dan bahagia. Ia mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca.

"Aku juga, Jae Hyuk. Aku juga akan selalu ada di sini untukmu."

Dengan perlahan, Jae Hyuk mendekatkan wajahnya ke arah Ae Ra.

Ae Ra tidak menolak, malah ia juga perlahan mendekat.

Jarak di antara mereka semakin dekat, hingga akhirnya, bibir mereka bertemu dalam sebuah ciuman yang lembut, tulus, dan penuh dengan cinta.

Itu adalah ciuman pertama mereka, sebuah penanda resmi bahwa hubungan mereka kini telah melampaui sekadar bos dan sekretaris, atau dua orang yang terikat oleh masa lalu.

Itu adalah ciuman dua jiwa yang saling mencintai dan berjanji untuk saling menjaga selamanya.

Ciuman itu berlangsung singkat namun sangat bermakna.

Saat mereka berpisah, mereka saling menatap dengan senyum bahagia dan wajah yang sedikit memerah.

"Pergilah istirahat sekarang, Ae Ra," bisik Jae Hyuk lembut.

"Sampai jumpa besok."

"Sampai jumpa besok, Jae Hyuk. Hati-hati di jalan," jawab Ae Ra pelan.

Ae Ra keluar dari mobil dengan langkah yang ringan dan hati yang berbunga-bunga.

Ia berjalan menuju pintu gedung apartemennya, lalu menoleh ke belakang dan melambaikan tangan pada Jae Hyuk.

Jae Hyuk membalas lambaian itu dan menunggu sampai Ae Ra masuk ke dalam gedung sebelum akhirnya melajukan mobilnya pergi.

Malam itu, Ae Ra tidur dengan senyum di wajahnya. Ia merasa seperti gadis paling bahagia di dunia.

Segala keraguan, rasa sakit, dan ketakutan yang pernah ia rasakan seakan hilang tertiup angin malam, digantikan oleh cinta dan harapan yang begitu besar untuk masa depan.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!