NovelToon NovelToon
Kontrak 90 Hari Sang CEO

Kontrak 90 Hari Sang CEO

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Febriana Hanifah

*Sinopsis*

Evelyn Mahesa bukan orang yang percaya cinta instan.
Ia hanya percaya pada satu hal: ibunya harus sembuh.

Saat tagihan rumah sakit 200 juta menumpuk dan semua jalan buntu, muncul Matthias Virel—CEO dingin, kaya, dan paling ditakuti di dunia bisnis.
Ia menawarkan jalan keluar yang mustahil ditolak:
*4,5 miliar rupiah. Syaratnya, Evelyn harus jadi istri kontraknya selama 90 hari.*

Tanpa cinta. Tanpa sentuhan. Hanya peran di depan publik demi menenangkan nenek Matthias yang sekarat.

Awalnya, Evelyn pikir ini cuma transaksi.
Tapi tinggal serumah dengan pria yang jago bikin jengkel sekaligus bikin jantung berdebar itu… ternyata lebih sulit dari yang ia kira.

90 hari.
Cukup untuk jatuh cinta?
Atau cukup untuk saling membenci sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriana Hanifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maternity Shoot yang Bikin Heboh

Hari ke-217.

Kehamilan Evelyn masuk minggu ke-25.

Perutnya udah bulat banget sekarang.

Kalau pakai dress, orang langsung tahu: “Oh, lagi hamil.”

Pagi itu ada fotografer datang ke mansion.

Namanya Kak Nala. Perempuan, 32 tahun, spesialis foto keluarga.

Om Dimas yang pilih. Katanya, “Dia ngerti batas. Nggak suka drama.”

Evelyn awalnya nggak mau.

“Malu ah. Perut gue gede gini.”

Matthias langsung narik tangannya.

“Buat Relia. Biar nanti dia punya foto pas masih di perut.”

Evelyn luluh.

“Oke. Tapi cuma 30 menit ya. Gue nggak mau pose aneh-aneh.”

---

Shoot pertama di taman belakang.

Jam 9 pagi, matahari nggak terlalu panas.

Evelyn pakai dress putih longgar, rambut dikepang satu.

Nggak ada make-up tebal. Cuma lip tint dan bedak tipis.

Matthias di sampingnya pakai kemeja krem dan celana linen.

Nggak matching, tapi keliatan santai.

Kak Nala kasih arahan pelan:

“Bu Evelyn, pegang perutnya pelan. Pak Matthias, lihat istri kamu.”

Matthias ngeliat.

Evelyn juga ngeliat dia.

Dan tanpa aba-aba, mereka berdua ketawa.

Foto pertama jadi.

Evelyn pegang perut, Matthias di belakangnya, dagu di kepala Evelyn.

Ekspresinya nggak dipaksa.

Cuma senang. Lega. Nyata.

Kak Nala bisik ke asistennya:

“Ini yang gue suka. Nggak perlu acting. Mereka udah punya chemistry.”

---

Shoot kedua di dalam.

Di ruang baca, dekat jendela besar.

Evelyn duduk di kursi, Matthias jongkok di depannya, tangan di perut.

Kak Nala minta Matthias ngomong sesuatu ke perut Evelyn.

Matthias diem dulu.

Terus dia bisik pelan:

“Relia, kalau kamu denger papa, tendang sekali ya.”

_duk._

Relia nendang.

Kak Nala langsung jepret.

Evelyn kaget, terus ketawa.

“Dia denger! Dia denger lo!”

Foto itu jadi favorit Evelyn.

Captionnya nggak perlu panjang.

Cuma ada mata Matthias yang berbinar waktu Relia nendang.

---

Shoot selesai jam 11.

Nggak ada yang heboh.

Nggak ada wartawan.

Cuma mereka, fotografer, dan Om Dimas yang jagain dari jauh.

Sore harinya, Om Dimas kirim 3 foto ke tim PR.

“Upload malam ini. Captionnya singkat aja.”

Jam 8 malam, postingan naik di akun resmi Virel Group dan akun pribadi Evelyn.

Foto pertama: Evelyn dan Matthias di taman, senyum kecil.

Caption:

_Coming Soon. Desember 2026.

Aurelia Virel._

Foto kedua: close-up tangan Matthias di perut Evelyn.

Caption:

_Papa udah nggak sabar._

Foto ketiga: siluet mereka di depan jendela, lampu kuning.

Caption:

_Keluarga kecil kami._

---

Komentar langsung meledak.

Dalam 1 jam, 500 ribu likes.

Trending nomor 2 di X.

Hashtag #BabyAureliaVirel masuk trending.

Komentar netizen:

_“Akhirnya! Senang liat mereka bahagia.”_

_“Matthias keliatan beda banget. Lembut.”_

_“Evelyn cantik banget hamil.”_

_“Jadi baper liat cara dia liat istrinya.”_

Nggak ada komentar negatif.

Kayak semua orang udah capek nyerang.

Dan sekarang cuma mau liat mereka tenang.

Clarissa nggak posting apa-apa.

Akunnya masih privat.

Katanya pengacara, dia lagi fokus sidang.

---

Malam itu, Evelyn dan Matthias duduk di balkon.

Nonton komentar masuk satu-satu.

Evelyn baca keras-keras, Matthias ketawa.

“Lihat nih, ada yang bilang lo mirip artis Korea hamil.”

Matthias ngelirik dia.

“Lo sih emang cantik. Nggak perlu dibandingin.”

Evelyn malu.

Dia naruh ponsel.

“Gue nggak nyangka bakal sampe sini, Matthias.

Dari kontrak, fitnah, sidang... sampe orang-orang doain kita.”

Matthias genggam tangannya.

“Karena kita nggak nyerah. Dan karena Relia.”

Evelyn pegang perutnya.

Relia gerak pelan.

Kayak setuju.

---

Hari ke-225.

Kontrol kehamilan.

Dokter bilang semuanya bagus.

Relia beratnya 700 gram.

Posisinya bagus.

Evelyn boleh mulai senam hamil ringan.

Di mobil pulang, Evelyn ngeliat Matthias.

“Lo udah siap belum buat jadi bapak?”

Matthias ketawa kecil.

“Gue udah siap ganti popok jam 3 pagi.

Tapi gue belum siap kalau dia nangis dan gue nggak tahu kenapa.”

Evelyn ketawa.

“Nanti kita belajar bareng. Google ada.”

Matthias ngangguk.

“Google sama lo. Cukup.”

Mereka pulang.

Makan malam.

Nonton video maternity shoot bareng.

Nggak ada yang cringe.

Cuma ada dua orang yang jatuh cinta lagi, kali ini karena bayi kecil di perut.

---

Malam itu, sebelum tidur, Evelyn nulis di diarynya:

_“Hari ini dunia tahu tentang Relia.

Dan nggak ada yang jahat.

Mungkin karena cinta itu menular.

Dan kami akhirnya berani menunjukkannya.”_

Dia tutup buku.

Matiin lampu.

Tidur di pelukan Matthias.

Di luar, dunia masih ribut.

Tapi di dalam, mereka punya satu alasan buat percaya:

Mereka udah menang.

---

Bersambung –

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!