NovelToon NovelToon
Diam-diam Jatuh Cinta Dengan Presdirku

Diam-diam Jatuh Cinta Dengan Presdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.

Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.

Lalu.. tanpa di sangka..

"Oke.."

Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..

"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."

Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.

"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."

Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.

Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?

"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Yurika segera menarik tangannya, namun pria itu justru tertawa dengan wajah yang memerah karena mabuk.

"Aku belum melakukan apa-apa."

Dia mencondongkan tubuh sedikit lalu bertanya, "Siapa namamu?"

Tatapan Yurika langsung berubah waspada.

"Lepaskan aku."

Pria itu tidak bergerak.

"Aku sudah menelepon polisi," lanjut Yurika tegas lalu lanjut berkata, "Jangan macam-macam."

Mendengar itu, pria tersebut malah menyeringai, ia tampak hendak mengatakan sesuatu yang kasar. Namun sebelum satu kata pun sempat keluar....

Brak!

Sebuah tendangan keras menghantam pinggangnya dari belakang dan membuat tubuh pria itu langsung melayang ke depan.

"Ugh!"

Dia jatuh berlutut dengan keras di lantai, wajahnya pucat menjadi karena kesakitan. Bahkan sebelum sempat memahami apa yang terjadi, tubuhnya sudah kehilangan tenaga.

Di sisi lain ruangan, Jack yang melihat sekilas langsung membelalak.

"Hah?"

Dia refleks menoleh dan baru menyadari bahwa Austin sudah tidak berada di tempat duduknya.

Austin berdiri tepat di depan pria itu dengan wajah tanpa ekspresi namun tatapannya dingin menusuk seolah tidak ada sedikit pun emosi yang tersisa.

Pria mabuk itu mencoba bangkit. Namun sebelum berhasil berdiri, Austin menginjak telapak tangannya dengan sepatu kulitnya.

Tekanan itu tidak terlalu kuat namun cukup untuk membuat pria tersebut menjerit kesakitan.

"Aaagh!"

Austin sedikit menundukkan kepala sehingga rot matanya bisa terlihat, auranya jelas begitu dingin hingga membuat bulu kuduk meremang.

Dia perlahan memutar tumitnya, awalnya hanya sekali lalu menjadi dua kali.

Selanjutnya ia bertanya dengan suara datar yang nyaris tidak mengandung emosi. "Apa yang kau katakan tadi?"

Pria itu menatap Austin dengan wajah pucat dan untuk pertama kalinya malam itu, dia benar-benar merasakan ketakutan.

Karena pria yang berdiri di hadapannya sekarang tidak sedang marah maka ia terlihat jauh lebih menakutkan daripada seseorang yang kehilangan kendali.

Dia terlihat tenang seolah sedang memandang sesuatu yang menurutnya tidak layak dianggap sebagai lawan.

Seolah pria yang sedang diinjaknya hanyalah seekor serangga yang tidak berarti.

Dengan kemeja dan celana panjang yang rapi membalut tubuhnya, serta sepatu kulit hitam yang mengilap di kakinya, pria itu tampak begitu tenang. Namun, tidak ada yang meragukan bahwa ia bisa dengan mudah membuat lawannya tak berdaya dalam hitungan detik.

Jack segera berdiri dan menghampiri mereka.

"Apa yang terjadi di sini?" tanyanya.

Pria yang terkapar di lantai sudah berkeringat dingin karena menahan sakit. Dengan wajah pucat, ia terus-menerus memohon ampun.

Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi.

Kelompok pembuat onar langsung diamankan, sementara semua orang yang berada di dalam bar diminta ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.

Proses itu berlangsung cukup lama hingga tanpa terasa waktu telah melewati tengah malam.

Saat keluar dari kantor polisi, Yurika tidak mampu menahan dirinya untuk menguap.

Malam ini akhirnya Futaka berhasil menyelesaikan masalah yang selama ini ditimbulkan oleh pemilik restoran di seberang jalan. Pria itu memang terkenal suka memakai cara-cara licik untuk mencapai tujuannya. Kini, setelah semuanya berakhir, ia pun terpaksa meminta maaf dengan tulus.

Setidaknya, urusan yang mengganggu mereka selama ini telah selesai.

Karena tidak menyentuh setetes alkohol pun malam ini, amarah Futaka perlahan mereda.

Begitu keluar dari gedung, pandangannya langsung jatuh pada Yurika yang sedang berdiri bersama Austin.

Baru beberapa saat yang lalu ia mendengar dari orang-orang bahwa Austin-lah yang melindungi adiknya ketika keributan terjadi.

Meski perasaannya terhadap pria itu masih belum berubah, demi Yurika, nada bicaranya menjadi sedikit lebih sopan.

"Terima kasih atas bantuanmu malam ini. Maaf karena keributan di sana sampai mengganggumu."

Austin menggeleng santai.

"Tidak masalah. Dia dulu adik kelas di SMP tempatku mengajar. Sudah sewajarnya aku melindunginya."

Futaka menoleh ke arah Yurika.

Baru saat itu ia menyadari bahwa keduanya ternyata memiliki hubungan sebagai kakak tingkat dan adik tingkat.

Merasa diperhatikan, Yurika segera memalingkan wajah dan berpura-pura tidak peduli.

Saat Futaka hendak mengucapkan terima kasih sekali lagi, Austin lebih dulu membuka suara.

"Bolehkah aku merepotkanmu sebentar?"

Futaka mengangkat alis. "Ada apa?"

"Ponselku tertinggal di ruang VIP barmu. Tolong antar aku kembali untuk mengambilnya."

Kebetulan Futaka memang harus kembali ke bar untuk membereskan kekacauan yang tersisa malam itu. Karena itu, ia mengajak Yurika ikut naik mobil bersamanya.

Di dalam mobil, Yurika secara otomatis memilih duduk di kursi belakang.

Setelah apa yang terjadi selama ini, ia benar-benar tidak ingin melihat kedua pria itu saling beradu mulut lagi.

Untungnya, baik sang kakak maupun Austin sama-sama tidak berniat mengobrol. Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil tetap tenang.

Setibanya di bar, Futaka turun lebih dulu dan masuk ke dalam untuk memeriksa kerugian yang ditimbulkan oleh keributan tadi.

Bagaimanapun, semua kerusakan itu nantinya harus diganti oleh pemilik restoran seberang. Semakin rinci data kerugiannya, semakin mudah baginya menuntut ganti rugi.

Yurika kemudian menemani Austin menuju ruang VIP.

Benar saja, ponsel itu terselip di sela sofa dan bantal duduk. Untung tidak ada yang menemukannya lebih dulu.

Mengingat semua bantuan yang telah Austin berikan akhir-akhir ini, Yurika merasa ia harus mengucapkan terima kasih dengan layak.

Karena itu, ia tetap tinggal di ruangan tersebut.

Austin membungkuk mengambil ponselnya. Ketika melihat Yurika tampak ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu, ia bertanya, "Ada yang ingin kau katakan?"

Yurika terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berkata, "Nanti aku traktir makan."

Ia merasa telah berutang terlalu banyak budi kepada Austin. Jika tidak membalasnya sedikit pun, hatinya akan terus merasa tidak nyaman.

Austin tidak menolak. Ia hanya tersenyum tipis lalu mengangguk.

"Baik. Aku akan menunggu sampai kau punya waktu."

1
partini
good story
partini
pangeran datang
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat yaa kak authorrrr jangan pelit pelit update ahhh....🤭🤭🤭
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ciyeeee... Austin yg mulai kesemsem sama yurika . gassss lohhhh... nanti Yuri docaplok cwo lain kan mode Tsundere nya keluar😁😁😁😁
partini
lanjut
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaaa
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
dome🌬️🌀🌀🌀
kak authorrrr jangan lama update nya yaaa... ditunggu lohhhh

yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
dome🌬️🌀🌀🌀
ada apa ini ???

ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
kaannn... manis kan interaksi Yuri dan Austin... aahhhh. sumpah gemes banget dehhh.. Yuri yg kurang peka dan Austin yg kalem santai tapi diap2 perhatian
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat thor💪💪💪
Lynn_: Amin😇😇
total 5 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
hubungan cinta mereka yg polos ini sangat manis sumpah. setiap baca pokoknya berasa aku yg malu malu. liat tingkah polos Yuri dan Austin yg tenang kalem tapi kesannya menggoda iman... awaww...awwww...awwww
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
keren banget sih Thor bikin cerita yaaa..JD gwmesssss😍😍😍
Lynn_: Makasih dukungannya kak😄
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
tau ga sih Thor setiap bab bacaan berasa kayak setiap kata kata sentuhan prilaku bahkan penjabaran tentang menatap atau tatapan berasa banget ada sensasi sensual nya😄😄😄

kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat kak authorrrr... semangat selalu 😁😁😁👍👍ada yg beli
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,,, ternyata pak bos matanya jeli bener kalau berhubung dengan yirika🤣🤣🤣..pake alesan ga boleh ada hubungan romantis antar karyawan 🤣🤣
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
partini
kita lihat apa ada yg cemburu
partini
cembukur
Alvia Vi
kok cm dikit up ny thor
🤭
Alvia Vi
thor ,seperti apa hub an mereka ber dua tidak ad kejelasan,ap pacaran atau seperti ap ??
terlalu kaku🙏
Alvia Vi: ok siappp thor
total 2 replies
Alvia Vi
wahhhh😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!