Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
" Deg" Jantung Aiza berhenti sejenak mendengar apa yang di katakan oleh umi Siti serta mengingat ekspresi wajah Kai, yang terlihat senang.
" Apa dia sudah jatuh cinta dengan istrinya?" tanya Hazi dalam hatinya.
Saat sedang bergelut dengan perasaanya,pintu di buka dan menampilkan Ilham yang masih mengenakan Jas dan sarung, ia baru saja mengisi pengajian di salah satu masjid dekat pesantren.
"Assalamualaikum " Salam Ilham yang kemudian mencium tangan abi Ibrahim dan juga umi Siti yang kembali ke arah sofa.
" " Waalaikumsalam ".
" Duduk le" pinta abi Ibrahim.
" Kai, dari pada ngeliatin Najma terus mending sini, biar enggak kurang kerjaan kamu" sahut umi siti menoleh ke arah putranya.
"Iya umi" jawab Kai dengan lesu kemudian, berjalan ke arah umi Siti dan duduk di samping umi Siti.
" ada apa sebenarnya abi?" tanya Ilham yang melihat ke arah abinya dan kearah calon istrinya.
" Aiza, dia menghukum santri IST yang seharusnya bisa di tegur dan ia memberikan hukuman tersebut salah satunya ada yang ingin di turunkan jabatannya karena masalah sepele, ada juga yang di hukum sp c4 hampir di Do, karena ia sholat di kamarnya dan dia sedang sakit dan itu semua tidak di ketahui oleh abi dan umi" jawab abi Ibrahim, sejujurnya kesalahan para santri yang Aiza hukum hanya sepele,namun Takzir yang di dapat mereka hingga mengarah ke Sp (surat peringatan) padahal jika sp bukan ranah Aiza lagi.
" Sholat di kamar hampir kamu Do, gila sih itu" sahut Kai yang sepertinya juga terkejut dengan kelakuan Aiza.
" Kita kan sudah menentukan hukuman- hukuman apa yang akan di dapat santri, sesuai dengan kesalahan mereka,.untuk kamu kan abi percaya hanya membimbing para mudabiroh, bukan untuk menghukum mereka" sahut Ilham menatap calon istrinya.
" Ilham pandang kamu" peringat umi Siti pada putranya .
" Afwan umi" sahut Ilham.
" Sekarang abi kasih kamu waktu untuk menjelaskan apa yang terjadi dari sudut pandang kamu" ucap Abi Ibrahim.
Aiza mulai menceritakan apa yang terjadi, namun nada gugupnya, pikiran kacaunya dan juga hati yang sedang terluka membuat dirinya berbicara sedikit tidak jelas.
" Tapi maaf Aiza, abi benar - benar enggak paham sama apa yang kamu jelaskan, apa kamu baik- baik saja?" tanya Abi Ibrahim yang memang tidak paham dengan apa yang di jelaskan oleh Aiza.
" itu masalah kecil walaupun tetap pelanggaran tapi kam iqob- iqob juga sudah di tentukan, dia juga sakit kenapa sampai kamu turunkan jabatannya dan bahkan tidak diskusi dengan pengurus yang lain" ucap Umi siti dengan lembutnya.
" Kamu juga enggak menghargai umi di sini, apa karena kamu mau nikah dengan mas ilham, jadi berbuat seenaknya?" ujar Kai yang ikut memojokan Aiza.
Aiza yang mendengar itu segera mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Kai yang tampaknya tidak merasa bersalah setelah apa yang ia ucapkan padanya, " Ini semua juga salah sampean gus" ucap Aiza yang memang ingin mengeluarkan uneg- unegnya.
" Hah, kok jadi saya? saya enggak tau apa- apa , kenapa jadi salah saya?" tanya Kai yang sedikit terkejut, begitu pun dengan yang lainnya.
" Sampean mengkhitbah saya dan membatalkannya lalu menikah dengan orang lain, itu membuat saya sakit gus" jawab Aiza yang jujur terasa janggal.
" Hah? bukannya kamu yang memilih mas Ilham , terus salah saya jika saya menikah dengan istri saya, orang kita sudah tidak memiliki ikatan apapun" jawab Kai.
Abi Ibrahim tampak mengusap keningnya, " Nduk... bukannya abi bilang waktu itu, abi enggak maksa kamu buat terima Ilham nduk, kalau kamu srek sama Kai ya... terima kai, tapi kamu bilang kamu manut ndawuh abi dan orang tua mu kan, kenapa jadi baru sekarang kamu kayak gini?" ucap Abi Ibrahim yang mungkin salah beliau, tiba- tiba saja menggantikan Kai dengan Ilham , karena ia tahu Ilham mencintai Aiza .
" Maaf abi, tapi ternyata hati saya tidak bisa menerima, jika Gus kai menemukan pengganti saya secepat itu" jawab Aiza di luar nurul yang begitu egois.
" memang ada yang salah Aiza? " tanya umi Siti.
Aiza hanya diam, mendengar pertanyaan umi Siti Aiza merasa semakin di pojokan ,ia menundukan kepalanya.
" Kan abi dulu udah bilang, kamu bisa menolak, kamu saja juga tidak menolaknya Aiza, padahal posisinya kamu tau kalau kai tertarik dengan mu," imbuh umi Siti.
Ilham diam, ia merasa egois, namun ia juga cinta dengan Aiza, namun ia juga tidak bisa melupakan Aiza, bahkan saat ia tahu adiknya mengkhitbah Aiza, ia memohon pada abinya untk menggantikan Aiza dngan dirinya.
" Maaf umi, Aiza waktu itu tidak bisa menolak permintaan umi dan abi" jawab Aiza.
" Tapi abi dan umi juga sudah bilangkann, Abi dan umi tidak memaksa kamu, seharusnya kalau kamu cinta sama Kai, kamu waktu itu menolak tawaran umi dan abi" sahut umi siti.
" Sudah cukup ini salah abi, tapi yang abi tanyakan apa kamu masih mau melanjutkan pernikahan ini?" tanya Abi Ibrahim pada Aiza.
" Agar tidak terjadi salah faham lagi, Abi tidak memaksa mu tapi kalau kamu minta untuk menikah dengan Kai, itu tidak bisa karena Kai sudah mememiliki Najma" tanya Abi Ibrahim.
" Aku juga enggak mau abi" jawab Kai yang membuat Aiza semakin merasakan sakit hatinya.
" Ilham bagaimana?"tanya Abi Ibrahim.
" aku ngikut Aiza bi" jawab Ilham dengan lesunya.
" Aiza akan lanjut bi, karena bersiapan sudah hampir 100%"jawab Aiza yang kembali menundukan kepalanya.
" Jadi fiks,ini Abi rekam terus mulai sekarang kamu abi pindah tugas kan dari asrama ke Madrasah biar nanti abi cari gantinya untuk pembimbing IST" jelas Abi Ibrahim.
"i- iya abi" jawab Aiza.
" Kai abi kasih kamu kesempatan untuk tetap di rumah sakit , abi tau impian kamu besar di sana dan juga perjalanan mu tidak lah mudah, jadi abi izinkan kamu tetap kerja di rumah sakit dan abi akan kurangi tugas mu di pesantren dan lebih ke kantor" ujar Abi Ibrahim sekalian yang sempat mendengar betapa banyak pasien yang harus di tinggalkan sang putra.
" Tapi bi? Kai waktu itu janji...." belom selesai ia berbicara abi Ibrahim sudah kembali mengangukan kepalanya.
" okey makasih bi" imbuh Kai yang terlihat begitu bahagia.
kemudian semua kembali berembuk bagaimana baiknya, sedangkan Kai lebih memelih untuk kembali ke ndalem sendirian .
Saat tiba di ndalem Kai melihat mobil milik Razan sepupunya berada di ndalem, ia segera masuk dan bertepatan juga dengan sang istri yang berjalan dari arah dapur membawakan minuman untu Razan.
" Assalamualaikum " Salam Kai.
" Waalaikumsalam " jawab Razan dan Najma bersamaan.
" Udah lama zan?" tanya Kai menghampiri Razan.
" Baru, baru belom sampai lima menit " jawab Razan.
" monggo, silahkan di minum gus, mas, mau Najma buatin minum sekalian?" tanya Najma pada suaminya.
Kai melihat mata sang istri yang begitu merah dan sembab, " Kamu kenapa?" tanya Kai .
" hehehe lupa cuci tangan lagi, terus kocek mata"
baguslah KAI niatmu menjaga dn menjadikan najma satu satunya seumur hidupmu
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄