Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maukah mendengar cerita hidupku ?
Sudah hampir satu bula sheeva berada di paviliun kediaman keluar kay. namun karena situasi di luar masih belum bisa di anggap aman maka Kay belum mengijinkan dia kembali ke ruko. Padahal kondisinya sudah baik-baik saja.
Bukan tanpa alasan Kay masih menawan Sheeva. Dia sedang tidak bisa fokus mengawasi Sheeva. Klan milik daddynya sedang di incar oleh salah satu klan yang selama ini ingin merobohkan kekuasaan Edward dalam dunia bawah.
The king juga sedang butuh perhatian lebih dari Kay, anggotanya kembali mendapat penyerangan dari salah satu genk motor ya berhasil di kalahkan oleh Yongki saat balapan yang mereka ikuti. Salah satunya bahkan tak bisa di selamatkan.
Kay tak mau mengambil resiko dengan membiarkan Sheeva pulang ke ruko. Meski pamungkas dan jagad mengatakan akan membantunya menjaga Sheeva jika di perlukan. Namun dia hanya merasa aman ketika Sheeva ada dalam penjagaannya.
Namu Sheeva mulai bosan karena dia hanya di ijinkan keluar dari paviliun dan berada di sekitar taman depan saja. Terlebih bunda Aya sudah kembali ke panti sedang Misya dan Nindy tak bisa sering-sering menemuinya di sini.
" Sedang apa sayang ?" Mommy Renita mendekati Sheeva yang sedang duduk di melamun di Gazebo.
" Mom's " Sheeva sepertinya terkejut.
" Maaf mommy mengejutkanmu ya ?" Sheeva hanya tersenyum.
" Sedang apa di situ ?"
" Tidak sedang ngapa-ngapain mom's. Mencari udara segar saja "
" Bosen ya ?" Sheeva mengangguk. Mommy Renita tersenyum lalu, mengusap rambut Sheeva pelan.
" Sabar sedikit lagi ya. Maaf kalau Kay egois. Dia hanya ingin memastikan kamu aman di luar sana sayang "
" Iya mom's, aku paham kok. Terima kasih karena kalian menjagaku sebaik ini. Entah kalau tanpa mommy, daddy dan kak kay aku kayak apa jadinya "
" Kami hanya ingin yang terbaik untukmu sayang " Mommy Renita membawa Sheeva masuk dalam dekapannya.
" Terima kasih ya mom's. Berasa di peluk mama kalau di peluk mom's begini " Mommy Renita melerai pelukannya lalu, menatap penuh sayang kearah gadis yang sudah mampu menguasai hati putranya itu.
" Kalau begitu peluklah mommy sebanyak yang kamu mau oke. Cari mommy kalau kamu merindukan mamamu " Sheeva mengangguk, air matanya meluncur begitu saja.
" Jangan lagi menangis sembunyi-sembunyi ya sayang. Ada mom's yang akan selalu siap memelukmu saat kamu butuh sandaran dan kekuatan " Mommy Renita kembali membawa Sheeva masuk kedalam dekapannya.
" Terima kasih banyak ya mom's "
" Sama-sama sayang "
" Jadi hanya mommymu yang berhak mendapat pelukan dari anak gadisnya, sementara daddy tidak ?" Daddy Edward yang baru pulang dari menyelesaikan misi dan mencari istrinya justru di hadapkan dengan pemandangan yang mengharukan.
Jika masih mungkin dia dan Renita masih bisa mempunyai anak gadis sendiri. Namum sayang organ reproduksinya sejak awal bermasalah. Mereka hanya bisa memperoleh keturunan melalui proses bayi tabung dan dia tidak mau itu di ulang setelah adanya Kay. Dia tidak sanggup menyaksikan penderitaan istrinya saat melalui proses itu.
Sebelum mengiyakan dan berpindah kedalam pelukan daddy Edward, Sheeva menatap mommy Renita. Dari cara Sheeva menatap mommy Renita tau Sheeva meminta ijin darinya. Dengan lembut Renita tersenyum dan mengangguk. Tanpa menunggu lama Sheeva beralih kedalam dekapan daddy Edward.
" Saatnya kamu berbahagia sayang. Jangan lagi berusaha terlihat kuat menghadapi kejamnya dunia seorang diri. Kamu punya mommy dan daddy sekarang, tempat kamu bisa berkeluh kesah oke " Sheeva hanya mengangguk.
Dia terus membenamkan dirinya dalam dekapan daddy Edwar. Dia seakan tidak rela melepas pelukan seorang ayah yang baru dua kali ini bisa dia rasakan. Tubuhnya bergetar hebat, ada banyak ketakutan dalam benak Sheeva.
Daddy Edward hanya terus mempererat pelukannya. Dia dapat merasakan ada kegamangan dalam pelukan Sheeva kali ini.
Sementara Kay yang berniat mengajak Sheeva masuk kedalam menatap haru kearah Sheeva dan orang tuanya. Dia bersyukur orang tuanya menerima Sheeva dengan baik. Bahkan sama seperti mommy Renita waktu itu, dia juga terkejut kala melihat daddy nya merentangkan kedua tangannya agar Sheeva bisa masuk dalam pelukan.
Kay urung mendekat, padahal dia sebenarnya ingin memberi tau Sheeva jika bundanya datang hari ini. Dia memilih masuk kedalam dan menemui bunda Aya. Kay yakin bunda Aya menyaksikan Sheeva juga dari dalam Paviliun.
Benar saja bunda Aya memang sedang menatap haru kearah Sheeva dan orang tua kay. Air matanya mengalir begitu saja
" Lihatlah Rani, putrimu sudah mendapat keluarga yang begitu menyayanginya. Mulai sekarang tenanglah dalam tidur abadimu. Bukan hanya aku yang akan menjaganya sekarang. Ada nak Kay dan keluarganya sekarang." Ucap Bunda Aya.
Melihat bunda Aya menangis kay segera medekat.
" Bun.." Kehadiran kay mengejutkan bunda Wijayanti.
" Bunda sedang apa ?" Bunda Aya menunjuk kearah Sheeva.
" Bunda bahagia ?" Beliau mengangguk.
" Terima kasih ya nak Kay, terima kasih banyak " Bunda Aya tiba-tiba berhambur ke dalam pelukan Kay.
" Tenanglah bun, Sheeva dalam perlindungan kami. Tidak akan ada yang berani mengusiknya . Kami akan terus menjaganya bun " Bunda Aya melerai pelukannya.
" Terima kasih banyak ya nak Kay. Sabar ya sama Sheeva. Perjuanganmu akan lebih panjang " Kay terkejut.
" Bunda tau kamu menaruh hati pada putri bunda itu nak. Bunda ridho nak, karena bunda yakin cintamu lah yang akan menjaganya "Kay Tersenyum.
" Terima kasih bunda. Saya tidak berharap lebih, cukup melihatnya aman dan dia bisa tersenyum lepas itu sangat cukup buat saya bun "
" Sheeva sungguh beruntung di cintai pria sepertimu nak " Kay hanya menjawab dengan senyuman.
" Dia juga beruntung bertemu kelurga sehangat keluarga kalian "
" kami juga beruntung bun bertemu Sheeva. Daddy yang biasa cuek kini jadi lebih hangat."
Sama halnya dengan di balkon, di gazebo tiga orang beda generasi itu masih saling memeluk.
" Dad.." Dengan terpaksa Sheeva melerai pelukan yang teramat sangat.
" Apa nak ?"
" Boleh aku bertanya sesuatu ?" Daddy edwar dan mommy Renita saling pandang namum, tak ayal keduanya mengangguk.
" Apa mom's and dad akan tetap sayang sama aku begini jika nanti tau tentang keluargaku ?" Rupanya inilah yang membuat Sheeva tak nyaman sedari tadi.
" Apa yang bisa membuat kasih sayang kami luntur padamu sayang ?" Daddy Edward mencoba memancing agar Sheeva mau bercerita. Tujuannya hanya satu dia ingin Sheeva merasa nyaman berkeluh kesah padanya atupun pada istrinya.
" Bicaralah sayang biar apa yang kamu pendam di sini lega " Ucap mommy Renita sembari mengusap lembut dada Sheeva.
" Apapun itu kamu tetap akan menjadi putri daddy dan mommy "
" Sheeva terlahir dari keluarga yang buruk mom's. Aku takut merusak nama baik daddy mom's " Sheeva tertunduk.
" Sayang dengarkan daddy. Apapun itu tidak akan merubah kasih sayang kami ke kamu. Begitu juga dengan Kay " Tubuh Sheeva bergetar. Mommy Renita sigap memeluknya.
" Jangan di paksa cerita kalau itu hanya akan membuat lukamu basah kembali sayang. Biarlah mulai sekarang kita akan timbun luka itu dengan cerita baru yang akan membuatmu lupa jika luka itu pernah bersemayam di benakmu "
" Tapi, aku takut mom's mereka juga akan mengusik ketenangan keluarga mommy" Mommy Renita mengeratkan dekapannya di tubuh Sheeva.
" Jangan Risau daddy dan Kay tidak akan mebiarkan itu terjadi sayang "
" Maukah mom's and dad mendengarkan cerita hidupku ?" Ucap Sheeva usai melerai pelukannya dengan mommy Renita.
Kedua pasangan suami istri itu terkejut, namum tak ayal mereka mengangguk. Dalam benak mereka muncul harap. Semoga dengan bercerita Sheeva akan jauh lebih baik.
terlalu berat beban hidup sheeva..