NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:567
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Main blokir.

Semalaman ini ayya mengumpat kesal.

Usai mendapat chat dari galih di tengah ia manggung, ayya senang karena itu kali keduanya galih mengirimnya pesan.

Terakhir itu pertama galih meminta save nomornya.

Awalnya ayya senang karena galih menanyakan keadaannya, namun beberapa detik setelahnya ia malah melihat galih tengah menggenggam tangan cewek yang sudah jelas tak asing bagi semua warga sekolah.

Fania, mantan galih yang kini diajaknya naik ke atas panggung untuk diajaknya duet. sial!

Mengingat hal itu jelas membuat patah hati ayya yang sangat sakit.

Padahal beberapa waktu lamanya setelah menyimpan nomor galih, ayya sudah memperingati dirinya sendiri untuk tidak menaruh harap lebih akan kedekatannya dengan galih setelah itu.

" Bodoh banget sih? Udah enak-enak ga ada interaksi apapun sama kak galih, malah makin deket? udah tau dia juga punya cewek malah kesenengan di deketin kak galih?

Jadi cewek yang bener ayy! Jangan jadi orang ketiga. kamu harusnya tau gimana ngeselinnya orang ketiga di setiap cerita yang kamu baca.

Masak susah-susah jadi MC malah berakhir jadi antagonis? Ga banget ayyaaaaa! Huff... Sabar ayya.."

Ayya menarik napas panjangnya, melirik ke layar ponselnya yang mendapat banyak pesan dari louis, ayya tak peduli.

" Kok aku kesel ya sama siapapun yang berkaitan erat sama kak galih? Pasti ada aja celah buat interaksi sama dia."

Itulah alasan mengapa ayya suka menjauhi Louis karena dirinya tak mau mendengar hal apapun tentang galih dimana Louis selalu saja membanggakannya di depan ayya. Ya makin suka lah nanti si ayya!

Ayya pikir galih bersikap normal dan biasa padanya seperti pada lainnya, hanya saja ayya yang terlalu meromantisasi tiap interaksi galih sehingga membuatnya terbawa perasaan.

Harusnya ayya sudah waspada dengan sikap galih yang bisa saja berubah, buktinya terakhir chat tadi sore sampai sekarang sudah gak ada pesan apapun darinya.

" Lo ga sepenting itu, ayya.. inget!"

Huf.. oke, tak perlu memikirkan hal tak penting lebih baik ayya memilih untuk membaca novel sebagai pengantar tidur.

_

Puncak akhir class meeting, namun ayya izin tak masuk.

Jelas galih dan Louis bertanya-tanya.

" Sakit apa dia? Perasaan kemarin baik-baik aja deh." Ucap Louis.

Tanpa ikut menduga, galih sudah tau apa yang sedang ayya alami sekarang, namun bukan saatnya galib khawatir karena ia harus membuat acara kali ini sukses lagi bahkan lebih sukses dari tahun kemarin.

Sementara itu, ayya masih merebahkan diri di ranjang, dia tidak sakit hanya saja beralasan sakit karena tak mau melihat si galih untuk sementara waktu.

Namun di sekolah sekarang galih berusaha menanyakan keadaan ayya dengan mengiriminya pesan.

Beberapa menit menunggu balasan ayya, namun tak dibalas sama sekali, jangan dibalaa, dibaca saja tidak.

" Sialan, malah diblokir? Ck! Apa lagi salahku yang bikin dia maen blokir gini??"

Di tengah riuhnya acara pensi itu, galih masih sibuk menggerutu karena nomornya sudah diblokir ayya.

Louis dan willy berusaha mencari keberadaan galih yang hilang beberapa saat, hingga akhirnya mereka berhasil menemukan galih di belakang sound system.

" Yaelah dicariin kemana-mana ternyata nangkring di operator." Ucap willy menepuk pundak galih.

Galih nampak tak sabar, seperti sedang menahan emosi dalam jiwanya, sangat tak tepat emosi disaat seperti ini hingga akhirnya lohis berusaha menenangkannya.

" Bang leo, apa ada yang bisa gue bantu? seenggaknya lo bisa lebih enakan emosinya."

Willy sedikit tak yakin dengan sikap Louis, namun syukurnya galih mulai menoleh dan berbicara pada si bungsu kosannya.

" Gue ga tau ayya blokir nomor gue atau nomornya yang lagi gak aktif, lo bisa gak chat ayya buat tau apa nomer kita sama-sama di blokir.."

The hell? Louis mengerutkan alisnya tekerjap, ternyata emosinya sedang dipermainkan oleh ayya? Ah tak ingin menambah emosi abangnya itu, saat ini juga Louis chat ayya.

Glek!

Louis bingung harus jawab apa setelah galih menanyakan hasilnya.

" Di bales? Masuk nggak chattnya? Apa sama diblokir juga?" Tanya galih penasaran.

Dengan senyum sedikit canggung, Louis pun mengangguk.

" Dibales bang, mungkin nomor lo lagi gangguan makanya ga bisa masuk ke nomor ayya.."

" Udah ditanya ke ayya soal nomor gue?" Tanya galih sedikit kesal.

Willy pun menegang, terlebih saat Louis kelimpungan untuk bertanya pada ayya, pasalnya ayya tak menjawab apapun yang berhubungan dengan galih.

" Wah, emang bikin salah apa lo sampe ayya ga mau bahas apapun tentang lo?" Tanya roy yang turut membaca balasan ayya.

Galih pun menggeram kesal, mengusap kasar wajahnya seakan berharap emosinya sedikit mereda.

" Gue ga tau, tuh cewe emang aneh.. Udah lupain hal ini, sekarang gue ke anggota gue dulu, kalian siap-siap aja dulu sebelum dipanggil buat tampil.." Ucap galih sebelum akhirnya pergi menemui anggotanya di depan.

Usai kepergian galih, roy dan kedua adik kosannya itu saling menebak.

" Bang leo ngapain si ayya ya kok sampe tuh anak blokir nomornya." Louis berpikir keras.

" Ga tau juga sih, tapi ngapain juga si leo kesel gara-gara diblokir ayya? kan ga ada hubungan apapun, mulai temenan deket aja baru beberapa minggu.." Ucap roy.

Willy pun berdecak keheranan. " Si ayya tuh gambaran leo versi cewe ga sih? selama gue perhatiin ayya tuh cuek tapi bukan cuek benci, ada waktunya dia perhatian ke galih.."

" Ya, maybe ayya ada rasa.." Tebak roy.

" Sekedar kagum aja kali, kalo suka tuh anak bakal tanya mulu tentang bang leo ke gue, secara dari awal udah gue bilang kalo gue sedekat itu sama bang leo.

Eh malah si Kania yang kepo mulu tiap menit, capek anying!" Cerutu louis.

Hemm.. Entahlah mereka bertiga turut pusing memikirkan teori tak terjawab ini.

" Eh, tapi tunggu!" Willy membuat roy dan louis serempak penasaran.

" Kenapa heh?!" Sikut roy agar willy lanjut bicara.

Willy pun menjentikkan jarinya seraya berucap.

" Mungkin abis liat si leo duet bareng mantan, itu cuma opini gue sih, cuma.. kayaknya sih gue yakin karena itu." Ucapnya.

Louis pun menggeleng. " Ayya sakit, mungkin dia males doang sama bang leo.."

" Ga masuk di akal jir, kalo sakit ga ngaruh buat blokir nomor orang tanpa sebab.." Sangkal roy membuat mereka serempak frustasi.

" Ah serah lah! ga punya masalah malah ikuta gila ngerasainnya."

____

Skip sepulang sekolah, tak langsung pulang Galih lantas mengetuk pintu rumah ayya.

Begitu dibuka ia langsung bingung untuk sekedar menanyakan keadaan ayya pada art nya.

" Non ayya? Dia lagi baca buku di kamarnya, den.."

" Oh, apa udah mendingan keadaannya bi'?" Tanya Galih.

Art itupun mengernyit bingung.

" Mendingan? Non ayya puji syukur selalu sehat setelah pengobatan awal tahun kemarin."

" Loh? Bukannya tadi izin sakit ga masuk sekolah, bi?" Tanya Galih bingung.

Art nya pun turut bingung.

" Nggak sakit den, cuma emang non ayya lagi capek buat ikut acara pensi di sekolah katanya.."

Wait? Galih menaikkan satu alis tanda tau sesuatu, namun ia hanya diam dan langsung menyodorkan satu buah bingkisan untuk diberikan pada ayya.

Begitu bingkisannya sampai di tangan ayya, ayya merengut keheranan setelah memperhatikan bingkisan dari galih itu.

" Tuh cowo kasih beginian maksudnya apaan coba? dasar buaya! Ga seharusnya dia begini ke cewe lain selain pacarnya, bakal sakit hati banget pasti ceweknya.."

Ayya sedikit kesal, namun mencium aroma yang sangat enak dari dalam membuat ayya iseng membukanya.

Dan begitu berhasil dibuka, ayya langsung tergiur, matanya berbinar bahagia melihatnya.

" Ah tapi enggak dulu, ga seharusnya kak galih perhatian kayak gini.."

Ayya hendak menutupnya balik, namun satu carik kertas menempel dari balik tutup sehinga ia langsung membaca catatan yang berisikan pesan galih untuknya.

' Get well soon Ayya Lazuardi, aku berdoa kamu cepat sembuh agar bisa beraktivitas normal kembali dan kita bisa ngantin buat lanjutin ngantin yang seminggu lalu sempat terhenti..

Maafin segala kesalahanku yang sengaja ataupun tidak sengaja udah bikin kamu kesel sampe blokir nomorku, dengan sangat rendah hati aku berharap kamu sedia buat buka blokir dan balas chatt ku.

Ini ada sedikit amunisi buat bantu pulihin kesehatanmu, semoga setelah makan ini kamu langsung sembuh, kalo udah sembuh tolong keluar balkon..

Terimakasih udah baca sampai sini, aku tunggu apapun respon kamu.

Night, galih.'

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!