Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28
***
"Sayang yang bener saja. " Keluh Rayan menatap istri nya dengan perasaan tak menentu saat ini.
"Untuk apa aku bohong mas, masa iya kamu mau liat. " Seru Alana dengan wajah nya yang memerah seperti tomat. Malu dan juga risih tentu nya.
Jangan sampai Rayan benar benar memeriksa nya.
Rayan meraup wajahnya dengan kasar, usai menjatuhkan tubuh nya di samping sang istri. Dengan kakinya yang menjuntai begitu saja. Seketika h4sratnya menghilang bersama rasa kecewa yang mendalam .
Lemas dan Lesu.
Alana bangkit , ia duduk dan menatap suaminya yang seperti kehilangan semangat hidup.
"Mas pakai baju dulu gih. " Titah Alana, beberapa saat usai meredam perasaan nya.
Alana tentu merasa tak enak hati dan juga iba melihat suaminya saat ini. Namun mau di apa dirinya saja juga tidak bisa melakukan apa pun. Sebenarnya kalau dirinya tak halangan, tentu Alana akan memberikan diri sepenuhnya pada sang suami.
Rayan bangun dari posisi nya. Hembusan nafas nya begitu sangat berat sekali.
"Sabar ya mas. " Ucap Alana meringis pelan. Rayan menoleh pria itu mengangguk dengan lemah.
"Aku pakai baju dulu. " Pamit nya pada Alana. Ia mengecup pipi sang istri dengan singkat.
Alana menatap punggung suaminya yang berlalu , dan hilang di balik pintu yang perlahan tertutup.
Ia lantas bangun dan meraih ponselnya di atas nakas. Alana membuka pesan dari Miska yang menanyakan bagaimana keadaannya.
Alana berdecak malas. Pasti Miska juga tahu mengenai kelakuan Lauren semalam. Kedua nya itu pasti sudah bersekongkol sebelumnya.
Rayan keluar dari walk in closet dengan keadaan yang sudah menggunakan pakaian santai nya.
"Kamu sudah sarapan? " Tanya Rayan sembari mendekati Arumi.
"Belum mas." Jawab Alana di iringi geleng kepala.
"Kenapa belum, kalau mas kesiangan makan aja lain kali. Nanti magh kamu kumat." Alana tersenyum tipis dan mengangguk kepala sebagai respon . "Ya sudah kita sarapan dulu. " Ajak Rayan.
Keduanya lantas keluar dari kamar. Ternyata Kevin sudah ada di ruang keluarga. Putra Alana itu bahkan sudah segar, terlihat bajunya sudah ganti.
"Morning son. " Sapa Rayan, membuat Kevin yang semula menatap buku nya langsung mendongak.
"Siang daddy." Sahut nya sambil tersenyum. Rayan terkekeh lantas mendekat. Pria itu memberikan usapan di pucuk kepala Kevin dengan penuh kasih sayang, dan inilah yang membuat Kevin rindu pada Rayan.
"Kemana kita hari ini boy?" Tanya Rayan menatap putra sambung nya itu.
"Mall dad. "
"Oke." Sahut Rayan tanpa pikir panjang. "Daddy sama mommy mau sarapan dulu. " Kevin mengangguk sebagai jawaban. Karena Alana mengatakan jika Kevin sudah sarapan lebih dulu.
Putra dari Alana itu menatap kedua orang tuanya yang kali ini terlihat romantis. Lantaran keduanya bergandengan tangan menuju meja makan. Kevin menghela nafas lega, kedua orang tuanya sudah baikan. Jadi tak ada kekhawatiran lagi di benak nya.
Jujur ia takut hubungan kedua orang tua nya tak baik baik saja. Terlebih ia sudah terbiasa mendapatkan kasih sayang dari Rayan. Kasih sayang seorang ayah yang dulu tak pernah ia dapatkan.
Kevin melamun. Sebenarnya ada rasa ingin tahu tentang ayah kandung nya. Entah mengapa mommy , opa dan oma nya terkesan menutupi sekali sosok itu darinya.
Apa ayah kandung nya itu sangat jahat, hingga ia tak boleh mengetahui. Karena jika ayah biologis nya di panggil Tuhan, tentu nya sang mommy, opa dan oma nya pasti terbuka mengenai hal itu.
Untuk itu Kevin meyakini jika ayah kandung nya jelas masih hidup.
Apa suatu saat ia bisa bertemu ayah kandung nya?