Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.
(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dada Bidang Bagai Batu
Pada saat ini, baik Li Hua, Yu Xuan, Mei dan Guru Bai Yun. Semua orang berusaha keras untuk bisa menemukan di mana keberadaan dari Shu Hua.
Bahkan, Yu Xuan sampai membela-belakan kembali ke tempat di mana sebelumnya Shu Hua menghilang untuk mencari petunjuk jejak yang mungkin tertinggal di tempat itu, tetapi sekeras apapun dia mencari, Yu Xuan tetap tidak bisa menemukan jejak apapun.
Dan pada waktu yang sama juga, Guru Bai Yun bersama dengan Mei berusaha untuk mencari di dalam hutan, tempat di mana mungkin seseorang bisa disembunyikan. Tetapi sejauh manapun mereka mencari, mereka tetap tidak bisa menemukan jejak dari Shu Hua.
Satu-satunya harapan yang mereka punya pada saat itu hanyalah Li Hua. Mengharapkan Li Hua bisa mendapatkan penglihatan tentang di mana keberadaan dari Shu Hua, tetapi saat mereka benar-benar membutuhkan kemampuan Li Hua, kemampuan itu benar-benar tidak berguna karena tidak bisa menjangkau keberadaan dari Shu Hua.
"Sekarang kita harus bagaimana? Kita tidak bisa diam saja seperti ini, karena saat kita berdiam diri entah apa yang sedang terjadi kepada Shu Hua," ucap Yu Xuan. Rasa cemas yang dia rasakan benar-benar tidak bisa disembunyikan, dan Karena rasa cemas yang berlebih itu Yu Xuan beberapa kali terpancing emosi hingga mengatakan hal-hal yang langsung membuat orang lain merasa sakit hati tanpa disadarinya.
"Maafkan aku. Aku belum bisa menguasai kemampuan ini dengan baik. Tetapi aku berjanji aku akan terus berusaha agar aku bisa menemukan Di mana keberadaan Shu Hua!" tekan Li Hua.
"Sama seperti dia yang tidak pernah menyerah atas diriku, aku juga akan melakukan hal yang sama untuknya!" Li Hua menggertakkan giginya dan sekali lagi mencoba untuk mencari di mana keberadaan dari Shu Hua.
Namun pada saat Li Hua ingin kembali mencoba, Guru Bai Yun tiba-tiba menghentikannya, dan kemudian dia juga melarang Li Hua untuk memaksakan dirinya sendiri agar bisa mendapatkan penglihatan tentang keberadaan dari Shu Hua.
"Tunggu, Li Hua. Sebaiknya kamu tidak terlalu membuang-buang tenagamu untuk masalah kali ini. Karena pada saat ini situasinya sedang sangat berbahaya, dan kita semua di sini memerlukan kemampuan kamu untuk hal yang jauh lebih penting!" pungkas Guru Bai Yun.
Sontak saja perkataan dari Guru Bai Yun itu langsung ditentang oleh Yu Xuan.
"Omong kosong apa itu, Kakek?!" Yu Xuan tampak kesulitan menahan amarahnya saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh kakeknya sendiri. Dan lagi pula ia benar-benar tidak mengerti kenapa masalah hilangnya Shu Hua tidak dianggap hal yang penting, dan justru menjadi sesuatu yang dikesampingkan urusannya.
"Li Hua, kamu tidak akan mengikuti apa yang kakek katakan bukan? Kamu tidak mungkin akan mengesampingkan masalah adikmu bukan? Dia harus menjadi prioritas utama untukmu pada saat ini! Kamu sendiri tahu bagaimana perjuangan adikmu dalam menjagamu tetap dalam kondisi baik-baik saja, dan bukankah sekarang harusnya kamu membalasnya sekarang?" Yu Xuan benar-benar hilang kendali pada saat itu, bahkan kini dia berani menentang apa yang kakeknya katakan. Padahal selama ini dia dikenal tidak pernah menentang apa yang dikatakan oleh kakeknya sendiri.
"Yu Xuan, kamu tidak mengerti dengan apa yang kakek maksud! Bukan maksud kakek untuk melupakan masalah Shu Hua! Kita masih akan tetap mencari di mana keberadaannya, tetapi untuk saat ini kita hanya mencari dengan kemampuan kita sendiri. Kita tidak boleh menggunakan kemampuan Li Hua. Kita harus memastikan jika kekuatan Li Hua tidak melemah hanya karena dia berusaha terlalu keras untuk mencari di mana keberadaan Shu Hua," jelas Guru Bai Yun.
"Tapi... tetap saja..."
"Tenanglah. Kakek yakin di manapun Shu Hua berada dia pasti akan dalam kondisi yang baik-baik saja, dan dia juga pasti tidak akan setuju jika kita memaksakan kemampuan Li Hua saat ini." Guru Bai Yun berusaha keras untuk membuat sang cucu mengerti, tetapi cucunya itu sudah benar-benar hanyut karena perasaannya terhadap Shu Hua.
"Jika kalian semua benar-benar akan mendengarkan apa yang kakak inginkan, maka kalian bisa melakukan itu. Tetapi aku tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Aku akan pergi, aku akan pergi kemanapun untuk mencari keberadaan Shu Hua. Dan aku tidak akan kembali sampai aku bisa menemukan dia."
Bulat dengan keputusan yang telah dia buat, Yu Xuan benar-benar pergi sendirian untuk mencari keberadaan Shu Hua.
→→→
Di dalam sebuah kamar yang mewah, berbeda dari tempat tidur biasa yang selama ini ia tempati, tempat di mana ia membuka mata pada saat itu benar-benar sangatlah berbeda.
Shu Hua terbangun di dalam sebuah kamar yang sangat asing bagi dirinya.
Shu Hua terbangun di tempat asing, dan dia merasa kepalanya terasa begitu sakit, dan ia pun juga tidak terlalu mau mengingat apa yang sebelumnya telah terjadi. Satu-satunya ingatan yang masih ia ingat adalah, sebelumnya Shu Hua berusaha untuk menghadang para prajurit yang ingin menangkap dirinya dan juga Yu Xuan.
"Apa aku sudah tertangkap? Tetapi jika aku benar-benar sudah tertangkap, kenapa aku ditempatkan di kamar yang senyaman ini? Bukankah harusnya aku dimasukkan ke dalam penjara? Lalu apa ini?"
Shu Hua kebingungan. Dan walaupun masih dalam kondisi yang kebingungan, ia harus tetap fokus agar tidak membuat kesalahan yang akan merepotkan nantinya.
Dengan langkah yang pelan Shu Hua membuka pintu kamar itu dan kemudian dengan langkah yang hati-hati Shu Hua berjalan, berusaha untuk mencari jalan keluar. Tetapi tempat itu begitu luas sampai-sampai Shu Hua tersesat beberapa kali dan membuatnya kembali lagi ke titik awal.
"Apa-apaan ini? Kenapa tempat ini begitu luas? Tempat ini lebih mirip seperti Istana Kekaisaran!"
Nafas Shu Hua hampir habis karena terus berputar-putar di tempat yang sama. Dan pada saat di mana ia mulai merasa lelah, tiba-tiba dari kejauhan Shu Hua melihat rombongan beberapa orang yang menggunakan pakaian serba hitam lengkap dengan senjata pedang.
Shu Hua yang melihat hal itu dengan cepat langsung bersembunyi, dan saat para prajurit itu telah melewati dirinya, Shu Hua langsung berlari dengan sekuat tenaga. Tetapi, tiba-tiba Shu Hua menabrak sesuatu; sesuatu yang begitu keras hingga membuat kepala Shu Hua terasa sakit.
"Apa-apaan ini?!" Shu Hua kesal, dan saat ia mengambil beberapa langkah mundur, ternyata saat itu Shu Hua tidak sedang menabrak batu yang besar.
Yang Shu Hua tabrak itu adalah seseorang. Seseorang dengan dada bidang dan otot yang begitu kuat.
Benar-benar mengejutkan Shu Hua! Seorang pria dengan wajah tampan tetapi menakutkan; seorang pria tampan dengan pakaian yang terbuat dari kain sutra, dan seorang pria dengan banyak pengawal bersama dengannya.
Kira-kira siapa?
-Bersambung-
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄