Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Putri Anping
"Ibumu pasti bangga padamu! kamu nyaris sepintar dia!"
Kaisar Jinhuan memberikan pujian untuk Lu Yanzhi. Dia menjelaskan semuanya seteliti mungkin. Dia mengingat semua yang pernah dikatakan oleh ibunya. Dia juga mempelajari semuanya. Dia benar-benar nyaris sepintar ibunya.
"Entah bagaimana ibumu sekarang?"
Tiba-tiba saja suara kaisar Jinhuan menjadi lirih. Lu Yanzhi yang mendengar itu juga sangat memakluminya. Kaisar adalah kakak angkat ibunya. Pasti kehilangan yang dirasakan oleh kaisar. Tak berbeda jauh dari rasa kehilangan yang saat ini dirasakan oleh Lu Yanzhi.
"Yang mulia, ibu bilang dia akan baik-baik saja. Dia juga ingin agar kita disini baik-baik saja. Musim dingin mungkin akan segera berakhir. Yang mulia paman kaisar, pembangunan bendungan, segera bisa dilakukan!"
Kaisar Jinhuan mengangguk setuju.
"Kasim Han, sampaikan dekrit ku. Lu Yanzhi adalah gadis yang pintar, baik dan berhati mulia. Mulai sekarang, aku mengangkatnya menjadi putri daerah putri Anping. Kediaman Jinxi yang di tinggalkan oleh putri Chenping. Mulai sekarang adalah kediamannya. Semua aturan dia yang menentukan, siapa yang berhak dan tidak berhak memasuki kediaman Jinxi, juga berdasarkan keputusan putri Anping!"
Brukk
Lu Yanzhi berlutut di depan kaisar. Dia sungguh terkejut, ternyata gelar yang diberikan padanya. Bahkan lebih tinggi dari apa yang dulu pernah ibunya katakan padanya.
"Terima kasih kaisar, semoga Kaisar panjang umur!"
"Kasim Han, antar putri Anping ke kediaman Jinxi!"
"Baik yang mulia!"
Setelah Lu Yanzhi dan Kasim Han meninggal tempat itu. Kaisar Jinhuan tersenyum melihat siluet Lu Yanzhi dari kejauhan.
'Dia benar-benar menjadi gadis yang cerdas dan bijaksana sepertimu, Huarin. Aku berjanji padamu, akan melindunginya seperti anakku sendiri!' batin Kaisar Jinhuan.
Di dalam kereta kuda menuju kediaman Jinxi. Kasim Han juga banyak menceritakan tentang Mei Huarin pada Lu Yanzhi.
"Nyonya jendral sangat dermawan, tapi dia tidak pernah menggunakan namanya sendiri ketika dia berderma itu. Dia selalu mengatasnamakan orang lain. Tak pernah serakah dalam hal pujian. Nyonya jendral adalah satu-satunya wanita yang punya akses bebas keluar dan masuk istana kekaisaran, terutama ke ruang belajar yang mulia!"
Lu Yanzhi mendengarnya dengan rasa bangga yang begitu besar dalam hatinya. Karena memang semua previlege yang di dapatkan ibunya juga karena sumbangsihnya yang sangat besar untuk kerajaan Jinhuan.
"Putri Anping, sekarang juga sangat mirip dengan nyonya jenderal. Benar sekali kalau buah itu jatuh tidak jatuh dari pohonnya. Mulai sekarang, Putri Anping jangan segan. Apapun yang putri butuhkan, putri Anping bisa menemui hamba ini. Nyonya jenderal berpesan pada hamba ini sebelum pergi! jangan pernah ragu, kapan pun itu, ya!"
Kasim Han tersenyum dan bicara dengan sangat ramah dan lembut pada Lu Yanzhi. Lu Yanzhi dengan cepat menganggukkan kepalanya. Rasanya dia benar-benar merindukan ibunya. Ibunya sungguh telah memikirkan semuanya untuknya, termasuk perlindungan dan apapun yang dia butuhkan.
"Terima kasih Kasim Han!"
Tak lama, kereta kuda itu berhenti di depan kediaman Jinxi. Lu Yansheng dan Du Guanzhi sejak tadi juga sudah menunggu di depan kediaman Jinxi.
"Jenderal itu kereta dari kerajaan!"
Lu Yansheng menoleh, putrinya bahkan seperti istrinya. Terus menerus menjadi orang-orang yang rasanya sangat disegani dan di butuhkan oleh pihak kerajaan.
"Yan'er, kenapa baru kembali. Hari ini adalah hari pernikahan ayah, kenapa kamu tidak datang..."
Lu Yanzhi baru saja turun dari kereta di bantu oleh Xueyao yang memang juga menunggunya di depan gerbang.
"Jenderal sepertinya tidak banyak kedatangan tamu. Sampai bisa menunggu putri Anping kembali ke kediaman!"
Lu Yansheng terkejut.
"Putri Anping?" gumamnya bingung.
"Kediaman Jinxi menerima perintah!"
Kasim Han segera membawakan dekrit dari kaisar setelah dia turun dari kereta.
Semua orang yang ada di tempat itu langsung berlutut. Termasuk para warga yang kebetulan lewat.
Lu Yansheng sendiri mendengus pelan. Kenapa juga Kasim Han, harus membacakan dekrit itu di depan gerbang kediaman Jinxi seperti ini. Membuat semua warga sekitar juga bisa mendengarnya? kenapa?
"Atas mandat surga, Kaisar bertitah. Lu Yanzhi adalah seorang gadis yang baik hati dan sangat cerdas. Mulai sekarang, di angkat menjadi putri Anping. Keponakan kesayangan Kaisar, atas kontribusinya merencanakan pembangunan bendungan untuk kerajaan. Diberi hadiah 100 keping emas, 10 hektar ladang, serta menjadi tuan rumah kediaman Jinxi yang baru!"
Lu Yansheng terkejut bukan main. Sekarang yang bahkan menguasai kediaman Jinxi adalah putrinya.
Wajah Lu Yansheng sungguh terlihat pias. Dia terlihat seperti seseorang yang kalah sebelum berperang.
"Putri Anping, terima dekrit!" kata Kasim Han sambil menyerahkan dekrit dari kaisar itu pada Lu Yanzhi.
"Terima kasih kaisar, semoga Kaisar panjang umur!"
"Berdirilah putri Anping. Sekarang, di wilayah ini putri Anping tidak perlu lagi berlutut pada siapapun, kecuali pada kaisar dan keluarga kerajaan!"
"Terima kasih Kasim Han!"
"Dan putri Anping, ingat apa yang hamba ini katakan tadi. Apapun yang putri Anping butuhkan, siapapun yang menganggu putri Anping, katakan pada hamba ini. Hamba ini pasti akan menyampaikan langsung pada kaisar.
"Baik Kasim Han!"
"Kembali ke istana!"
Kasim Han kembali naik kereta dari kerajaan dan kembali ke istana. Sementara semua orang yang ada di tempat itu. Segera memberi selamat pada Lu Yanzhi.
"Putri Anping, selamat!"
"Selamat putri!"
Lu Yansheng yang melihat itu mendengus pelan.
"Lu Yanzhi, ayah mau bicara!" kata Lu Yansheng menyela beberapa orang yang tengah memberi ucapan selamat pada Lu Yanzhi.
Lu Yanzhi mengajak ayahnya masuk ke dalam ruang utama kediaman Jinxi. Lu Yansheng dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yang memiliki serahkan khusus pengawal utama, seperti pengawal raja.
"Yan'er, ayah ingin bicara berdua! ini masalah keluarga. Rasanya tidak perlu ada orang lain yang ikut mendengarkan!"
Lu Yanzhi duduk dengan tenang, di kursinya. Dia bahkan tidak duduk di tempat yang biasa di duduki oleh Mei Huarin.
"Ayah, Xueyao, Yao Yao dan Zhao Dong sudah aku anggap seperti keluarga. Aku rasa tidak masalah jika ayah mengatakan apa yang ingin ayah katakan di depan mereka!"
"Yan'er, apa kamu masih anggap aku ayahmu?" pekik Lu Yansheng kesal.
"Awalnya sudah tidak, sejak ayah tidak percaya padaku dan mengurungku di gudang kayu, lalu membiarkan wanita bermarga Shen itu menyiksaku! tapi ibu mengatakan, tidak ada bekas ayah!"
"Yan'er, itu bukan kesalahan ibu muda..."
"Aku hanya punya satu ibu. Dan dia sudah pergi karena ayah! sudah larut malam, bukankah seharusnya ayah menjamu para tamu yang datang dari kerajaan Yuzhuan. Jadi, kalau ayah mau mengatakan sesuatu, silahkan cepat katakan!"
Lu Yansheng menatap anaknya itu. Cara bicaranya, dan cara Lu Yanzhi menatapnya. Dia jelas bukan Lu Yanzhi yang dia kenal terakhir kali tiga tahun yang lalu.
***
Bersambung...
Belajarlah dari senja..
Walaupun hadirnya sesaat, namun indah & bermakna bagi mereka yang menikmati keindahannya..
Begitu pula hadirmu..
Walaupun hadirmu hanya sesaat di kehidupan orang lain, namun bila kau meninggalkan kesan baik..
Maka, namamu akan indah di hati orang² yang menyayangimu..🌹
Emang bikin malu punya ayah seperti mu..
Dengan alasan tak ingin membesar²kan masalah, kau rela memohon untuk menghentikan kasus yg telah di lakukan oleh si selir ulat bulu..
Bagus Yan'er, lapor kan pada kaisar tentang kasus keracunan yg memfitnah mu..
Agar Shen Meiren dapat hukuman yg setimpal setelah melahirkan adik tiri mu.. 😎