Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Menjadi Sensitif
Kala Kiara sedang melakukan pengobatan secara alternatif namun tidak dengan Billy yang tampak uring-uringan. Ada saja amarahnya setiap kali ada pertemuan dewan direksi. Biasanya setiap kali menemukan celah kecil dalam masalah perusahaan, ia selalu memaklumi dan membimbing para dewan direksi itu untuk memperbaiki kesalahan mereka.
Itulah sebabnya mereka sangat menghormatinya bahkan sangat segan dengan pria yang selalu menjaga integritas nya selama memimpin perusahaan. Apalagi ada wanita yang mencoba mendekatinya dengan tubuh dan rupawan mereka yang paripurna, ia sedikitpun tidak melirik bahkan terkesan datar yang membuat para wanita putus asa dan berhenti menggodanya.
"Apakah kalian harus dibimbing terus menerus seperti bocah taman kanak-kanak?" sarkasnya membuat satu sama lain selain menatap.
"Kalau kalian ingin berhenti kerja, silahkan pergi dari sini agar aku bisa merekrut orang-orang yang lebih kompeten. Makin hari kalian makin manja. Sekarang kita akhiri rapat ini," Billy keluar dari ruang kerjanya diikuti oleh Marco.
Pamela yang merupakan salah satu dewan direksi merasa bingung dengan sikap Billy akhir-akhir ini. Suara berganti satu sana lain diantara mereka. "Apa yang salah dengan kita? kenapa dia jadi mudah beper?" tanya salah satu diantara peserta rapat itu.
"Biasanya lelaki yang bersikap aneh tidak pada tempatnya adalah seorang lelaki yang sedang jatuh cinta dan cintanya ditolak," ucap yang lainnya.
"Siapa wanita yang beruntung itu? kenapa dia harus menolak pria setampan tuan Billy. Dasar wanita bodoh," geram Pamela. Semua peserta rapat keluar dari ruang pertemuan itu.
"Tuan. Kenapa anda tidak mengambil liburan saja bersama nona Anabell. Kasihan gadis kecil itu selalu terlihat murung sejak nona Kiara pergi," saran Marco.
Billy menatapnya tajam ketika nama Kiara disebut di depannya." Jangan pernah menyebut nama istri orang dihadapanku. Urusan kami sudah selesai. Tolong tuangkan aku wine...!" Billy melonggarkan dasinya yang terasa sangat mencekik lehernya.
"Tuan, bukankah dalam islam tidak boleh meminum alkohol?" tegur Marco. Billy terdiam. Ia baru ingat kalau seorang muslim tidak boleh makan dan minum yang diharamkan oleh Allah.
"Apa yang harus aku lakukan untuk melupakan dia? semakin aku melupakan dirinya semakin hatiku tersiksa. Aku bahkan tidak bisa berpikir waras saat ini," gerutu Billy membuat Marco prihatin.
"Katanya kalau hati lagi gundah sebaiknya ambil wudhu dan baca Alqur'an. Jika belum bisa baca cukup berzikir saja tuan maka hati akan tenang. Itu yang saya baca di internet," tutur Marco hati-hati.
"Kenapa kamu jadi tertarik membaca seluk beluk islam?" tanya Billy penasaran.
"Hanya untuk mengingatkan tuan agar tidak keluar jalur dari islam," sahut Marco cukup masuk akal.
"Bagus. Ada baiknya kamu mempelajari agama islam. Selain mengingatkan aku, kamu juga harus mengenal islam agar tidak gagal paham pada agama ini," Billy menepuk pundak Marco lalu berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Beberapa menit kemudian Billy sudah berdiri menghadap kiblat untuk menunaikan sholat dhuha. Inilah pertama kalinya ia menunaikan sholat sunah. Biasanya Billy hanya menunaikan sholat wajib saja semenjak menjadi mualaf. Marco tampak sibuk mengerjakan tugasnya.
...----------------...
Tidak terasa pengobatan Rubby sudah berjalan satu bulan. Setelah melakukan chek-up menyeluruh, kini kondisi Kiara dinyatakan sehat secara medis. Kiara membereskan dokumen pribadinya untuk bisa kembali ke Amerika. Ia sudah sangat merindukan kekasihnya Billy.
"Nak, kali ini izinkan ayah dan bunda mengantarkan kamu ke Amerika agar kami merasa tenang," ucap Rubby sambil membantu mengemas koper putrinya.
"Bunda nanti aja yah. Kali ini biarkan Kiara berangkat sendiri. Kiara ingin menikah disini," tolak Kiara sopan.
"Tapi nak, kamu masih belum aman untuk kembali negara itu mengingat kasus salah tangkap itu yang membuatmu berada didalam tahanan berbulan-bulan," bantah Rubby yang tidak ingin terjadi sesuatu pada putrinya.
"Insya Allah kali ini perjalanan Kiara aman bunda. Tolong jangan terlalu kuatir pada Kiara. Jaga kesehatan bunda aja yah. Apalagi sekarang ada ayah yang akan merawat bunda," Kiara memantapkan niatnya untuk melakukan perjalanan sendirian.
Lagipula ia sudah mengabari orang-orang KBRI di Amerika sana tentang kedatangannya. Walaupun mereka diminta untuk merahasiakan kedatangan Kiara pada Billy.
Keesokan malamnya Kiara sudah terbang menuju New York. Kali ini ia sangat antusias menemui pria masa depannya. Tidak seperti waktu pertama kali berangkat bulan madu ke Amerika bersama Evert. Perasaannya hampa karena ia tahu pernikahan itu tidak punya fondasi dan akan roboh kapan saja.
"Nona butuh sesuatu?" tanya pramugari yang melihat Kiara gelisah.
"Tidak apa. Saya hanya menghitung waktu yang seakan sedang berjalan selama sebulan," ucap Kiara saat pesawat mereka sudah memasuki bandara internasional dikota tersebut.
Pramugari itu tersenyum." Apakah anda akan bertemu dengan kekasih anda?" tanya pramugari lagi. Kiara mengangguk dengan wajah merona.
"Semoga pertemuan kalian lancar, nona," ucap sang pramugari lalu kembali ke tempat duduknya karena pesawat siap mendarat.
Di perusahaan lagi-lagi Billy memarahi peserta meeting. Ia merasa lelah dengan hidupnya sendiri karena berubah menjadi pria pemarah dan murung jika sudah sendirian.
"Apakah kalian sudah merasa mengerjakan tugas kalian sempurna? ditambah lagi sistem keamanan perusahaan kita sudah mulai diretas oleh peretas yang tidak bisa dilacak keberadaannya. Dan yang sangat membuatku kecewa tidak ada diantara kalian yang bisa memulihkan sistem keamanan perusahaan ini seakan kalian sedang menikmati perusahaan ini bangkrut," Billy bicara terdengar tenang namun penuh dengan ancaman bagi para peserta rapat yang sudah menjelaskan secara detail permasalahannya pada Billy yang tidak mau tahu kekacauan perusahaannya.
Di saat suasana didalam ruang meeting itu sedang tegang tiba-tiba saja pintu ruangan itu dibuka perlahan oleh sosok gadis anggun dengan gaun santai namun terlihat wajahnya yang teduh dan berkelas. Kiara sudah berubah total. Dari pakaian serta tas dan sepatunya semuanya branded. Tidak ada lagi Kiara yang selalu tampil sederhana. Walaupun begitu gadis ini tidak terlihat angkuh.
"Selamat siang semuanya....!" ucap Kiara ditengah kericuhan diruang meeting itu. Semua peserta rapat terdiam menatap sosok gadis berhijab dengan senyum yang sangat menawan.
Tidak dengan Billy yang tampak syok melihat wanita yang sudah membuatnya gila dengan rindu berat tiba-tiba muncul dihadapannya.
Marco yang tahu tanda keberadaan Kiara yang bisa menurunkan tensi darah bosnya memberi isyarat pada peserta meeting untuk meninggalkan ruang meeting itu walaupun diantara mereka saling bertanggung siapa gadis yang berani membuat Billy terbungkam saat ini.
Saat ruangan itu kosong hanya ada dua nyawa saja, Kiara kembali membuka suara.
"Assalamualaikum kekasihku Billy Alkantara....!" sapa Kiara lagi-lagi tersenyum pada Billy yang makin kaget mendengar ucapan Kiara.
"Aku dipanggil kekasihnya? apa aku tidak salah dengar? jangan-jangan aku memang sedang berhalusinasi," batin Billy yang merasa kalau kehadiran Kiara hanya bagian dari halusinasinya saja karena hampir setiap saat ia selalu merasakan kehadiran Kiara namun setelah ia mendekat tiba-tiba bayangan Kiara menghilang.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.