NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Trauma

Widya bersama dengan jaya mendatangi sekolah siang ini setelah mendapat panggilan, ia langsung masuk ke ruang kepala sekolah dan di sambut semua guru juga Harris di sana.

"Selamat pagi pak?" Sapa widya ramah pada pemilik sekolah anaknya tersebut.

"Selamat pagi?" Balas Harris.

Harris memberikan gestur menunjuk kursi untuk mempersilahkan widya dan jaya untuk duduk, tak hanya widya dan jaya yang hadir, masing masing orang tua dari teman anak nya yang tercatat dalam surat itu juga ada di sana.

"Saya mendengar tuduhan yang tidak baik untuk anak saya, michele" Kata widya.

"Ibu pasti sudah mendengar kematian salah satu siswi kami, dan kami menduga dia melakukan nya karena sebuah tekanan, dan ini adalah bukti yang ditemukan salah satu siswi sekolah kami yang bernama Zara, mimi meninggalkan surat ini dimana ia menyebut bahwa michele dan teman teman nya telah melakukan perundingan, bahkan ia sengaja menyuruh 2 orang siswa memperkosanya" Ungkap Harris.

"Tuduhan yang kejam" Kata widya.

"Terdengar sangat kejam jika di lakukan oleh anak seusia michele tapi tidak menutup kemungkinan itu mustahil" Balas Harris.

"Saya sebagai orang tua merasa kecewa karena mendapatkan informasi ini, anak saya tertuduh hanya berdasarkan tulisan tangan yang tak berarti, bisa saja itu di palsukan, siapapun bisa melakukan nya"

"Saya setuju" Sahut orang tua ruri.

"Pak? windi itu anak baik, dia selalu nurut sama omongan saya, mana mungkin dia melakukan hal itu pada orang lain" Kata ibu windi.

"Kita sama sama tidak tau bagaimana sikap asli mereka ibu dan bapak, maka sebenarnya saya mengharap semua guru di sini dapat memperhatikan muridnya dengan baik, tapi maaf, seperti ada yang tidak terbuka pada saya, mereka menutupinya karena mungkin takut pada saya? entahlah, tapi walaupun begitu saya selaku pemilik sekolah tidak akan membiarkan hal yang buruk terjadi, tidak pada orang tidak mampu ataupun pada orang yang mampu, bagi saya semuanya adlaah sama" Ujar Harris.

"Jadi bapak bermaksud menyindir harkat saya? karena bapak berfikir saya orang kaya?" Tanya widya.

"Saya hanya menegaskan prinsip saya sebagai pemilik kepala sekolah ini"

"Tapi pasti bapak juga tau bahwa sebentar lagi saya akan menjadi contoh dan harapan bagi masyarakat banyak, mustahil saya mendidik putri saya dengan cara yang tidak benar, saya selalu memastikan michele melakukan hal baik dan selalu benar"

"Saya tidak pernah menuduh bahwa parenting bu widya dan pak jaya buruk, lagipula tidak ada seseorang yang selalu benar, mungkin saja selama ini michele yang Anda kenali berbeda dengan michele yang di kenal orang lain"

Widya terdiam, ia harus selalu berhati hati dalam berbicara, Harris memiliki keteguhan hati yang kokoh, ia mungkin akan menyebut pria didepan nya ini sebagai yang jujur.

"Saya sudah menyampaikan ini semua pada kalian, saya tidak akan berhenti mencari apa yang sebenarnya terjadi walaupun menurut kalian bukti ini tidak kuat, dan sebagai orang tua, jika anak kalian terbukti bersalah maka cobalah menerima dan membimbing, bukan menutupi lalu berlagak semuanya baik" Sindir Harris.

"Kami sebagai orang tua akan mencoba membuktikan bahwa anak saya tidak bersalah" Balas jaya.

"Silahkan, saya tidak menuduh siapapun, tapi bagi saya ada yang tidak benar di sini"

"Bapak jangan lupa bahwa Zara pernah bersitegang dengan anak saya, mungkin saja anak itu ingin mencari alasan untuk menjatuhkan michele, jangan menutup fakta itu"

"Saya akan memberikan sanksi yang tegas jika Zara ketahuan melakukan kebohongan, ibu tenang saja"

Semuanya terdiam dengan ucapan terakhir Harris.

"Saya akhiri di sini dan menyerahkan ini pada petugas kepolisian, saya akan meminta mereka memeriksa michele dan yang lain juga, terimakasih" Final Harris.

...****************...

Zara dan Leon tengah berada di rooftop sekolah setelah ia mengungkap tentang surat mimi pada Harris, ia merasa kosong setelah kematian mimi, menurutnya dunia ini sangat tidak adil bagi orang miskin, baginya surat itu sudah cukup membuktikan bahwa michele adalah penyebab utama kematian mimi, namun Zara merasa kecewa ada seseorang yang masih mampu menyangkalnya.

"Kamu lagi mikirin surat tadi ya?" Tanya Leon.

"Iya" Balas nya.

"Kamu tenang aja, setau aku pak Harris itu orangnya bersih, dia jujur dan adil, cuma ya emang semua hal yang terjadi di sekolahan gak pernah terdengar jelas ke telinganya" Kata Leon.

"Sejak kapan ngomong pakek aku kamu" balas Zara.

Leon meringis canggung, ia terbawa suasana, niatnya hanya ingin meredam suasana hati Zara yang buruk.

"Aku tau kamu lagi sedih, jadi aku berusaha hati hati aja kalo ngomong" Katanya.

"Iya thanks ya? lagian gue juga udah hafal sama bokap gue, dia emang super sibuk, sekolah ini bukan satu satunya hal dia urusin, banyak bisnis lain juga" Kata Zara.

Leon mengerutkan alisnya bingung, kenapa Zara seolah sangat tau tentang pemilik sekolah tersebut.

"Ngomong ngomong kamu kok kaya tau banget" Katanya.

Zara tampak menghela napasnya pelan, ia masih saja lupa siapa dirinya.

"Kamu jangan sedih lagi, aku yakin kebenaran pasti bakalan terungkap, aku kagum banget sama kepedulian kamu yang tinggi, semoga Tuhan selalu ngelindungin kamu dari hal hal buruk"

Zara tersenyum samar, ia jadi lupa sifat menyebalkan Leon yang dulu, laki laki ini menjadi lebih baik.

"Makasih Karna lo udah dukung gue"

"Sama sama"

...****************...

"Papa?" Panggil Kayla saat Harris baru sampai di rumah nya

"Sayang? kamu gak istirahat?" Tanya nya.

Gadis itu mendekat dengan mata yang berlinang.

"Mimi meninggal?" Tanyanya pelan.

"Darimana kamu tau?"

"Jadi bener?"

"Kamu kenal dia?"

Kayla mengangguk cepat, gadis itu meloloskan air matanya dan menangis.

"Itu temen aku" Isaknya.

Harris menarik Kayla ke dalam pelukan nya, ia mengusap bahu sang anak untuk menenangkan nya.

"Sabar sayang kamu do'ain aja ya?"

"T-tolong" Katanya dengan tubuh yang bergetar.

Harris merasa panik, ia tak menyangka bahwa kabar kematian mimi akan sangat berpengaruh pada Kayla, Kayla tampak ketakutan dengan tubuh yang bergetar hebat, ia seperti memiliki kepanikan.

"Sayang kenapa ayo sini!" Harris menarik Kayla menuju sofa, ia mendudukkan anaknya di sana dan berjongkok didepan nya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi

"Ada apa? kenapa nak?"

"Kami di bully" Ungkapnya.

"Kami?" Harris kebingungan.

"Michele, michele windi ruri dia yang ngelakuin itu" Isaknya lagi.

Kenapa Kayla bisa tau tentang tuduhan mimi pada michele.

"M-mereka mukul nendang bahkan bakar kulit aku pakai catok rambut" Ungkapnya.

Kayla dengan tergesa-gesa menunjukkan bekas luka yang di dapat, gadis itu membuka belakang telinganya untuk di tunjuk kan pada harris, Harris pun melihat untuk memastikan nya.

"Gak ada apa apa sayang, kamu kenapa nak tenang!" Pinta Harris khawatir.

Kayla semakin menangis kencang, napasnya tersenggal hebat, Harris dapat merasakannya.

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!