NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Pada akhirnya Fadli menahan diri dipesawat, seolah dirinya ingin langsung cepat sampai ke rumah. Fadli duduk dikursinya dengan sabuk pengaman yang sudah terpasang. Pengumuman keberangkatan sudah menggema didalam kabin.

Orang orang disekitarnya mulai tenang, sebagian ada yang sudah tidur, ada yang masih mengobrol, ada juga yang sibuk meredakan tangis bayi mereka. Berbagai macam aktivitas para penumpang pesawat saat itu.

Tapi tidak bagi Fadli, mau memejamkan mata saja dia benar benar tidak bisa. Pikirannya yang penuh, emosinya yang harusnya bisa ia keluarkan harus tertahan.

Yang terlintas saat ini hanya Sazi, Sazi dan Sazi, melihat bagaimana Sazi tertawa, bagaimana Sazi sebegitu dekatnya dengan Sadewa, seolah foto dan video itu seolah sedang menertawakannya.

Berusaha menepis hal buruk tentang Sazi tapi yang terlintas selalu saja pesan dari anonim itu yang membuatnya merasa tak karuan. Tapi terkadang terlintas lagi dalam ingatannya bagaimana diamnya Sazi, tawanya Sazi, bagaimana cara dia menatap, apalagi saat setiap kali bersikap dingin itu semua terasa nyata dari sekedar foto ditangannya.

"Enggak mungkin Sazi kayak di foto itu, mungkin itu hanya editan."

"Fadli jangan terpengaruh." ucapnya masih berusaha mempercayai Sazi saat itu.

Pesawat pun mulai bergerak, getaran halusnya begitu terasa, Namun didalam kepala Fadli semuanya justru semakin kacau.

Sepanjang perjalanan ia benar benar dibuat tak tenang, beberapa kali ia membuka chat Sazi. Mengetik menghapus lalu begitu seterusnya dan endingnya satu pesan pun tak ada yang terkirim sama sekali.

Terkadang dia berpikir "Kalau bukan dia siapa lagi" itulah tingkat ego Fadli tertinggi seolah tidak ada pria lain yang akan perduli pada Sazi.

Padahal kenyataannya banyak yang mengejar Sazi, tapi Sazi nya saja yang tak peka, apalagi dibelakang Sazi, Abang iparnya sudah mode siaga. Seolah tidak ada yang boleh menyukai adik adiknya kecuali dirinya sudah pada mapan dalam segi materi.

Itulah killernya seorang Verrel kakak ipar Sazi yang begitu mengemban amanat sebagai sosok suami sekaligus kakak yang ingin yang terbaik untuk adik adiknya.

Terkadang juga Fadli berpikir "Ah bukan urusan gue, lagian gue nikah juga bukan atas dasar cinta." padahal sudah jelas Sazi istrinya, istri sahnya yang dimana pun akan berkata istri itu ya urusannya dia sebagai seorang suami.

Waktu begitu cepat berlalu, pukul 10:30 Fadli sudah sampai di kota Bandung yang begitu sejuk. Fadli langsung membuka sabuk pengamannya, bahkan sebelum lampu tanda mati ia sudah tidak mau menunggu dan berpikir lagi.

Udara sejuk dikota bandung menyambutnya dengan lebih dingin dari biasanya. Merasakan hari yang begitu sunyi tapi malah justru itu yang membuatnya pikirannya kelewat bising tidak seperti biasanya.

Mobil jemputan sudah tiba, Fadli langsung naik, dan menyuruh sang sopir memakai kendaraan lain, kali ini ia hanya ingin mengendarainya seorang diri. Dengan kecepatan tinggi Fadli langsung menekan pedal gas.

Emosi yang sejak kemarin ia tahan, kini meluap lagi. Sementara dirumah, Sazi sedang bermain kartu Uno bersama seluruh keluarga Fadli.

Sesampainya di kediaman orang tuanya, Fadli tertegun seolah asing dirumah sendiri. Ia tidak langsung masuk dan turun dari dalam mobil saat itu hanya menatap dari kejauhan rumah yang begitu hening diarea luar rumah saat itu. Dengan langkah cepat setelah ia membuka pagar dan memarkirkan mobilnya di garasi rumah itu.

Emosi yang meluap telah membutakan jalan pikirannya saat itu. "Sazi!." teriaknya.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!