NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertukar

Louis yang baru saja ingin membuka laptop ibunya, mendengar suara ribut di luar membuat Louis menjadi penasaran. Louis meletakkan laptop ibunya di atas sofa kemudian memasangkan headset di lehernya.

Lalu, berjalan ke arah pintu kamar untuk memastikan siapa yang membuat keributan.

"Mama!"

"Mama!" Louis berharap ada Mamanya disana.

Louis membuka pintu kamar hotel itu dan mengintip ke arah luar, namun tidak ada siapapun di lorong itu. Louis berusaha tidak perduli, namun dia ternyata mendengar suara teriakkan seorang wanita dari seberang kamarnya yang ternyata terbuka sedikit, seperti pemilik kamar itu tidak mengunci kamar itu dengan rapat.

Louis melihat dengan matanya sendiri bagaimana wanita itu menyakiti anak yang mungkin masih seumuran dengannya. Tiba-tiba anak yang tadi dia lihat lari keluar kamarnya membuat Louis buru-buru menutup pintunya agar tidak diketahui menguping apalagi dengan wanita jahat yang mengadu kesakitan saat ini.

Beberapa saat kemudian selepas menetralkan jantung yang berdegup kencang sebab ketakutan dan sekarang memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya. Kemudian, mengintip ke arah perginya anak tadi.

"Aku harus mengikuti mereka dan laporkan kejadian ini pada orang lain," ujar Louis keluar dari kamarnya dan menganggukkan kepala kencang sembari memegang dagunya.

Louis mengendap-endap dan tersenyum jahil, "Jenius kan! Aku seperti seorang mata-mata," ujar Louis akhirnya terkekeh.

Louis akhirnya mengikuti mereka sampai ke lobi hotel, melirik kesana kemari sebab dia yakin anak itu pasti akan pergi melarikan diri kesana.

Namun, tiba-tiba Louis di dorong seseorang hingga terdorong sedikit ke arah kanan, "Adik, tolong minggir dulu, ada kebakaran disana seseorang tidak sengaja membuang puntung rokok di kar..."

Louis hanya begong menatap karyawan hotel yang sibuk membawa ember, "Aish... Mana dia mengerti, lagian mana juga orang tua anak ini, kenapa juga di tinggal sendiri di lobi," ujar karyawan itu kembali berlari menuju titik api.

Louis mendengus selepas mendengar pekataan karyawan itu dan melipat kedua tangan, "Heem... Aku bukan anak kecil lagi tau, aku sudah delapan tahun,"

Louis kemudian kembali fokus pada pencariannya dan berbalik arah ke belakangnya, dia tersentak melihat seorang anak yang memakai jas biru dengan setelan celana formal. Menatap ke arah dengan panasaran.

Begitupun dengan dirinya sebab anak yang berada di hadapannya itu sangat mirip dengan dirinya. Louis tak sengaja menyentuh wajahnya dengan kasar mencoba merasakan tekstur muka sendiri, namun yang pasti dia yakini bahwa wajah itu sama dengan mukanya di cermin.

Anak yang ada di hadapannya itu terlihat ingin mengapai dengan rontok muka yang penasaran. Namun, Louis malah mundur seolah tidak mengizinkan anak itu menyentuhnya.

Tiba-tiba saat rasa penasaran mereka makin memuncak, suara sirene panjang mengema di seluruh penjuru ruangan hotel itu dan air mulai memancar dari langit-langit hotel itu membuat seisi hotel basah sebab api yang makin membesar.

Para pekerja hotel makin banyak yang berlarian mencoba memadamkan api menggunakan APAR agar keadaan bisa cepat terkendali.

Asap bercampur dengan air dan teriakkan orang-orang yang panik memenuhi ruangan itu membuat kedua anak terdorong menjauh sebab desakan orang dewasa yang mulai mengerumuni lobi.

"Leo! Kamu kemana saja?! Kenapa kamu berkeliaran di luar?!" panggil seorang pria yang Louis tidak tau

Louis menoleh ke belakangnya, melirik pria tinggi jangkung itu yang kini mata terlihat merah dan membuat seperti menahan kemarahan. Pakaian terlihat formal sama dengan anak yang mirip dengan anak seusianya tadi.

"Apa bapak ini salah orang, aku kan bukan Leo," gumam Louis mengerutkan keningnya.

"Ayo Leo!" ujarnya langsung mengendong Louis tanpa aba-aba membuat Louis semakin kaget.

Dia terlihat memberontak minta di lepaskan sebab Louis merasa, dia bukan anak yang disebutkan oleh pria itu.

"Tidak mau! Lepaskan aku!" marah Louis memukul bahu pria itu dengan kasar.

"Kamu ini, kenapa tiba-tiba berubah? Tidak biasanya kamu nakal," gerutu nya sembari menatap kepala Louis yang terkulai di belakang pungungnya, Ya, pria itu menjadikan Louis seperti karung beras.

Sedangkan di seberang yang lain, Leo yang dimaksudkan sedang ketakutan melihat keramaian yang terus berdesakkan. Hingga sebuah tangan mengapai dirinya.

"Louis, kamu kemana saja? Mama kan bilang kamu harus tunggu di kamar saja," ujar wanita itu mengerutkan keningnya karena panik.

Mata Leo langsung membulat karena heran, namun detik selanjutnya matanya mulai berkaca-kaca karena rasa haru sebab selama ini dia merindukan sosok Mama. Dan tiba-tiba ada yang menyebut dirinya Mama dengan lantang.

"Hey... Louis kenapa kamu ingin menangis? Anak nakal, kamu sudah membuat Mama panik, katanya anak laki-laki tidak boleh nangis. Kamu mengingkari janji ya," ucap Sera menatap wajah itu dengan lekat-lekat.

Leo nampak mengelengkan kepalanya, dan Sera menyipitkan matanya penasaran sebab putranya itu sangat diam sekarang padahal biasanya dia akan sangat cerewet.

"Aneh, kok kamu diam terus, yah udahlah. Ayo, kita kembali ke kamar sepertinya apinya sudah berhasil di padamkan,"

Sera kemudian mengandeng tangan Leo guna untuk menyeretnya kembali ke kamar nya. Leo hanya mengikuti sebab merasa senang dengan sentuhan dan kehangatan yang dia rindukan dari seorang dia tidak kenal itu.

Sedangkan Dominic yang saat ini sedang mengendong Louis merasakan kembali suara-suara yang familiar di sekitar kemudian berbalik arah dan lagi-lagi tak menemukan orang yang dia cari selama ini.

Dan Louis melihat dari kejauhan seseorang mirip dengan ibu sedang mengandeng anak lain membuat Louis begitu kecewa. Karena ibunya salah mengenali anaknya.

"Mama!" panggil Louis, namun suaranya teredam di antara keramaian.

Dominic nampak mengerutkan keningnya, "Apa kamu melihat Sera di sekitar sini?"

Robert mengelengkan kepalanya," Tidak, Tuan,"

Dominic menarik nafasnya kasar, meskipun sudah hampir sembilan tahun Dominic masih terus mencari ibu dari anak dan amat merindukan wanita yang kini entah berada dimana.

Dominic kemudian berbalik menuju ke arah kamar hotelnya meninggalkan suasana yang masih rame di lobi itu.

"Kenapa kamu meninggalkan sesi terapi mu dan kabur ke lobi," ujar Dominic menurunkan Louis di sofa panjangnya di dalam kamar hotelnya.

Louis langsung melirik tajam pada wanita yang mengejar Leo sampai ke lobi. Roseana nampak memilin tangannya bukan karena cemas dengan keadaan Leo, tetapi takut dengan hukuman dari Dominic yang punya power besar dalam negeri.

Roseana takut, dia akan sulit mendapatkan pekerjaan atau mendapat hukuman mati tanpa bisa membela dirinya di hadapan masyarakat atau penegak hukum yang mungkin tidak akan peduli dengan jasad nanti.

"Maaf Tuan, anak ini sangat nakal, lihat dia mengigit tangan ku," bohongnya mencari alasan agar Leo lah yang salah, dan lagi pula Leo tidak bisa bicara hingga mudah saja untuk mengelabui Dominic.

"Bohong... Dia bohong!" tunjuk Louis dengan kasar.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
doble up thor🤭
Rere Lumiere: Oke nanti ya 👍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
lnjut thor..tegang🤭🥰
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kas Mi
🙏thor msih bnyk thipo..ngetik.y jng terburu2 biar hsil.y bgus🥰
Rere Lumiere: Oke makasih
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Rere Lumiere: Tunggu ya 👍
total 1 replies
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!