NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Malam itu dirumah sakit sudah mulai larut. Antara cemas dan berbagai rasa bercampur aduk dalam kehampaan jiwa. Ada yang kosong karena tak ada hati yang mengerti, ada yang merasa kosong karena berat tak ingin ditinggal pergi, ada juga yang merasa benar benar kosong entah mengapa.

tiga pria yang sedang terduduk dengan pikirannya masing masing, semenjak keberadaan Arsen dirumah sakit entah mengapa Prasha mulai ada rasa cemburu pada Arsen. Apalagi tatapan Aluna pun tidak seperti biasanya.

Sampai sekarang pun Prasha masih bingung terhadap perasaan Aluna terhadapnya seperti apa. tidak ada perubahan antara ia yang dulu masih belum menjalin hubungan maupun sudah.a

Aluna tetap yang dia kenal dengan ketidak pekaannya. Akan tetapi pada Arsen dirinya begitu perhatian, sebentar sebentar menanyakan Arsen tanpa memperdulikan bagaimana perasaannya saat ini.

Mau protes tapi kondisinya sedang tidak memungkinkan. Pada akhirnya Prasha hanya memendam unek uneknya saat ini. Hanya memperhatikan keduanya dari kejauhan saja.

Ponsel Aluna berbunyi yang ternyata sahabatnya Rendra lah yang menghubunginya saat ini membuat Prasha semakin dirundung rasa cemburunya pada Aluna. Apalagi Rendra merupakan saingan terberatnya itu menurutnya.

"Sini biar mas aja yang jawab."

"loh kenapa harus mas yang jawab mas?, enggak enak lah."

"Aku ini pacar kamu Luna,"

"Iya Luna tau tapi enggak kayak gini juga mas."

Arsen hanya tersenyum tipis dari kejauhan memperhatikan perdebatan kecil antara Prasha dan Aluna saat itu.

Arden dan Arsen hanya saling sikut menonton drama didepan matanya. "Si Prasha lagi cemburu dia."

"Ribet juga ya kalo punya cewek banyak yang naksir."

"Ya begitulah."

"gimana soal elo sendiri sama Lola?."

degh!

"Entahlah Sen, gue bingung sumpah."

"Jangan PHP-in anak orang kasian, elo suka jalanin, klo enggak jangan permainkan." Arden mengangguk faham atas petuah sahabatnya itu. "Thanks bro."

Mereka masih berada di luar ruang ICU, tangannya bertaut, kepalanya pun sedikit tertunduk, ada lagi yang merebahkan tubuhnya dikursi, sementara Aluna berasa dipelukan Prasha bersandar,

Arden Sanjaya menatap langit dengan tatapan kosong, Arsen disampingnya bentar bentar menguap saking ngantuknya.

"Sen."

"Hmm."

"Lo, percaya enggak sih,

“Sen…” panggil Arden pelan.

“Hm?”

“Lo percaya enggak sih… kalau orang bisa balik cuma karena satu nama?” Arsen membuka matanya pelan. Menoleh sedikit. “Percaya.” Jawabannya singkat, "Kenapa?."

Arden mendengus kecil. “Gila ya…”

Arsen hanya menatap lurus ke depan tanpa menjawab lagi. Namun dalam diamnya, ada sesuatu yang ia tahan.

Di dalam ICU, Arden Maharana tidak sepenuhnya sadar. Namun tubuhnya tidak lagi melawan sekeras sebelumnya. Napasnya masih dibantu.

Detak jantungnya masih dijaga.

"Lu,..Na,..." ucap Arden Maharana sedikit tersadar menyebut nama Luna. Semua tersentak dan langsung berdiri.

"Kak arden sadar."

"Iya dia manggil elo lun barusan gue denger."

"Itu perkembangan yang cukup baik." ucap dokter, membuat semua menarik nafas lega, meskipun mesin monitor kembali berbunyi dan kondisinya kembali melemah.

Di luar Aluna tertidur di kursi.wajah lelah begitu sangat terlihat, sesekali Prasha mengusap kepalanya, dan memindahkan kepala Aluna dipangkuannya.

Tangannya masih menggenggam ujung jaket milik Prasha. Namun entah kenapa, yang ia rasakan saat itu berbeda.

Sementara itu Arden mulai berdiri dan menatap ke dalam ICU lagi lalu berbalik "Gue keluar bentar ya,"

"Mau kemana Den?." tanya ayah Arsen.

"Biasa nyari angin om." sahut Arden Sanjaya yang langsung menscroll ponselnya mengecek notifikasi yang berbunyi tadi beberapa kali dan belum sempat ia jawab sama sekali.

Arsen melihat gelagat Arden Sanjaya saat itu, ia sudah cukup tau arahnya akan kemana, ia hanya melanjutkan rebahannya dikursi berusaha memejamkan kedua netranya lagi.

Di luar rumah sakit udara malam Singapura terasa dingin. Arden berdiri sendiri menatap jalanan yang begitu ramai.

Ia mengeluarkan ponselnya lagi layar pun menyala.

pesan dari Lola lalu kemudian ia langsung klik seraya membacanya.

“Hati-hati di sana…gue tunggu.” Arden tersenyum tipis, namun senyum itu tidak lama. “Gue juga lagi nunggu jawaban lo, La…” gumamnya pelan.

Ia mengetik, berhenti,..menghapus. mengetik lagi.

Endingnya tidak ada yang dikirim sama sekali.

Dan di waktu yang sama, Lola masih berdiri di jendela. awan malam dilangit sana terlihat luas tapi hatinya sempit. Ia memeluk dirinya sendiri dalam malam yang begitu sunyi. "aneh banget sih…”

Ia melangkah pelan ke kasur, dan duduk di sisi kasur.

Menatap ponsel lagi namun tidak juga ada balasan.

endingnya hanya membuat ia sedikit kesal tapi tidak marah malah justru ia nampak khawatir. “Den… lo baik-baik aja kan…” gumamnya pelan. Namun di balik itu, ada satu rasa lain yang mulai tumbuh tanpa disadarinya.

Kembali ke rumah sakit, Arden kembali masuk dengan langkahnya yang lebih pelan. Lalu Ia duduk lagi di kursi. akan tetapi kali ini ia menoleh ke Arsen.

“Sen.”

“Iya?”

“Lo aneh.”

Arsen mengangkat alis. “Apaan lagi?”

“Dari tadi lo diem banget.”

“Capek.”

“Bohong.”

Arsen mencebik. “Sok tau.”

Arden menatapnya lebih dalam.

“Lo nyembunyiin apa?” Kalimat itu keluar tanpa basa-basi. Arsen diam beberapa detik lalu tertawa kecil. “Kebanyakan nonton film lo.” Arden tidak ikut tertawa.

“Serius gue.” Arsen menghela napas. “Enggak ada apa-apa.”

“Sen…” panggilnya lagi. Tapi Arsen tidak mau membahas apapun lagi untuk saat ini.

“Udah lah.” ucap Arsen lebih tegas tak ingin banyak membahas apapun tentang dirinya apalagi menyangkut perasaannya saat ini.

Pada akhirnya Arden pun terdiam akan tetapi tatapannya belum lepas. Ia tahu, ada sesuatu. Dan semakin ia diam semakin terasa mencurigakan.

Beberapa saat kemudian, Dokter keluar dari ICU.

Semua langsung berdiri. “How is he, doc?” tanya Prasha cepat. Dokter melepas maskernya. “He’s stable for now.” Napas semua orang sedikit lega.

“Tapi…” Satu kata itu cukup membuat semua kembali tegang. “Kondisinya masih kritis. Kita harus tetap pantau ketat.” Aluna mengangguk pelan.

“Boleh… saya masuk sebentar?” Dokter berpikir sejenak. “Only one person.” Aluna menoleh ke yang lain. Tidak ada yang menahan Ia masuk saat itu.

Di dalam ICU Aluna mendekat langkahnya ringan. Meski hatinya begitu berat. Ia duduk di samping ranjang. Menatap wajah kakaknya yang masih begitu pucat. Tangannya perlahan menggenggam tangan itu. “Kak…” suaranya bergetar. “Luna di sini…” Ia menunduk. Air matanya pun terjatuh lagi. “Kak… jangan tinggalin Luna sendirian…” Tangannya menggenggam lebih erat.

Dan di saat itu…jari Arden Maharana bergerak lagi,

lebih jelas. Aluna langsung mengangkat wajahnya.

“Luna di sini kak" Air matanya jatuh deras.

“Iya kak,..Luna…” "Mas kak Arden respon lagi." ucap Luna memberi tahu Prasha dan yang lainnya yang sedang menunggu diluar ruangan, semua tersenyum haru.

Diam diam Arsen bertanya pada dokter, bagaimana kondisi Arden Maharana saat itu, yang.ternyata Arden Maharana memiliki penyakit lain, dan pihak rumah sakit sedang mengusahakan semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!