Banyak Tipo bertebaran
Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dorothea meminta Cerai dari Aras
Albert menerobos masuk ke dalam kamar Aylin, nafas nya memburu akibat amarah yang menguasai dirinya. Aylin yang baru saja masuk ke dalam kamar nya, karena baru pulang dari pesta tadi pun, di buat terkejut, oleh kedatangan Albert yang tiba-tiba menerobos masuk.
"Kenapa kau masuk sembarangan ke kamar orang, tanpa permisi?" Kata Aylin , memandang kesal ke arah Albert yang masih berada di belakang pintu kamar nya.
Albert terkekeh pelan, matanya sedikit memerah akibat marah. Albert bergerak cepat menjatuhkan Aylin ke ranjang dan mengungkung nya. Dengan Kedu tangan Aylin yang di kunci ke atas kepala Aylin mengunakan tangan nya sendiri.
Aylin melotot lebar ke arah Albert. "Aoa yang ingin kau lakukan? Kau gila ya? Cepat lepaskan aku!!" Teriak Aylin meronta-ronta berusaha lepas dari kunjungan Albert.
Albert tersenyum smirk. "Bukan kah ini yang kau inginkan? Kau terus mencari perhatian ku bukan? Sampai-sampai kau mendekati sahabat ku!" Kata Albert, tanpa rasa malu.
Aylin mendengus kasar mendengar nada penuh percaya diri dari Albert. "Kau gila? Aku tak butuh perhatian mu! Dan aku juga tidak pernah berusaha mendekati sahabat mu! Sahabat mana yang kau maksud?" Geram Aylin, memandang tajam Albert.
Albert terkekeh pelan, lalu balik memandang tajam Aylin dengan wajah datarnya. " Kau mendekati Levent ,kau tau bukan bahwa dia sahabat ku? Apa tujuan mu, jika tidak untuk menarik perhatianku?" Tanya Albert, dengan penuh percaya diri.
"Cih, kau sangat narsis. Cepat lepaskan tanganku dan turun dari ranjang ku!" Teriak Aylin.
Albert terkekeh pelan, bukan untuk melepaskan Aylin malah sebaliknya dia semakin menurunkan tubuhnya untuk semakin dekat dengan tubuh Aylin, hingga jarak tubuh mereka sangat lah dekat. Albert berbisik pelan di telinga Aylin. "Seharusnya kau senang bukan' bukan kah ini yang kau mau?" kata Albert , dengan menggeser wajah nya hingga bertatapan langsung dengan wajah kesal Aylin.
Jarak wajah mereka begitu dekat, sehingga Aylin dapat merasakan hembusan nafas Albert yang hangat. Albert berniat mencium Aylin. Tapi Aylin lebih dulu, menendang selangkangan Albert. Membuat dia meringis kesakitan. Dan ambruk di tubuh Aylin. Dengan cepat Aylin mendorong Albert. Membuat dia bebas dari kungkungan Albert. Sedangkan Albert masih bergulung di kasur menahan nyeri luar biasa di tempat pribadi nya.
Aylin segera keluar dari kamar nya, lebih baik, malam ini dia tidur di kamar Kaiden saja. Daripada Albert kembali menggila.
"Nona payah sekali, ikan sudah menyangkut di kail, malah di lepas begitu saja. Sayang sekali." Sura sistem yang semakin membuat Aylin merasa bertambah kesal.
"Kau benar-benar sistem cabul !" Kata Aylin pelan. Sambil tetap melangkah ke kamar Kaiden. Ia mengetuk pintu kamar Kaiden dengan pelan. Perlahan pintu kamar tersebut terbuka, Kaiden keluar dengan mata yang masih ngantuk. Dengan menggosok Kedu matanya menggunakan kedua tangan mungilnya.
"Mami' ada perlu apa mami ke kamar Kaiden ?" tanya nya, dengan suara serak khas bangun tidur.
Aylin tersenyum lembut ke arah Kaiden sambil mengacak pelan rambut Kaiden yang lembut. "Mami hanya ingin tidur dengan mu' apakah boleh?"
Wajah Kaiden langsung sumringah. "Tentu saja, ayo masuk mi!' Seru Kaiden penuh semangat, sambil menarik pelan tangan Aylin.
*
*
*
Sedangkan di tempat lain. Dorothea lebih dulu keluar dari mobil Aras, begitu mobil berhenti di parkiran mansion. Langkah nya begitu cepat dan tergesa. Aras pun menyusul langkah sang istri.
Dorothea hendak memasuki kamar Arabella, tapi Aras lebih dulu mencekal pergelangan tangan nya. "Mau kemana kamu, kembali kekamar!" Teriak Aras menggema.
Dorothea mendengus kasar. "Aku tidak mau, aju mau tinggal di kamar Arabella !!" Tolak nya, dengan keras kepala.
Aras semakin marah di buatnya, tanpa pikir panjang. Dia mengangkut tubuh Dorothea di pundaknya, layaknya karung beras. Dorothea meronta-ronta di gendongan Aras. "Aras..!! Kau gila.. !! Cepat' lepaskan aku!!!"
Namun Aras seolah tuli, ia tetap membawa Dorothea hingga ke kamar mereka dan mengunci pintunya. Tubuh Dorothea di lempar begitu saja di atas ranjang, dengan nafas turun naik tak teratur.
"Kau Brengs*k Aras!!"
Aras terkekeh pelan, wajahnya semakin datar dan bengis, memandang Dorothea penuh dengan mendominasi. "Kau lebih suka berada di kamar Albert ! bagitu?" Ejek Aras, dengan raut wajah jijik.
Dorothea mendongak memandang Aras yang sedang berdiri di hadapannya Tanpa rasa takut, ataupun rasa bersalah sedikitpun. "Ya, aku lebih suka di ranjang Albert dari pada ranjang mu!! Albert selalu lembut padaku, tidak seperti mu yang kasar dan tukang selingkuh! Ceraikan aku Aras!!!"
Aras terkekeh pelan, namun wajahnya semakin terlihat menakutkan. "Kau ingin bercerai dengan ku, agar bisa bersatu dengan Albert bukan? Ingat Dorothea ,Albert sudah ber istri!!" Teriak Aras , sambil menonjok dinding hingga tangan nya berdarah. Luka pada tanggan ini tak sepadan dengan luka yang berada di dalam hati nya.
"Persetan dengan itu!! Albert tidak mencintai nya, yang Albert cinta hanya Dirimu! Cepat ceraikan aku!!" Teriak Dorothea semakin menjadi-jadi. Bahkan dia tidak perduli jika tangan Aras hancur akibat menonjok Dinding.
Aras terbahak sebentar, tawa nya penuh dengan kekecewaan berat pada Istrinya. "Kau semakin Asing Dorothea. Kau seperti orang yang berbeda!!" Kata Aras, dengan langkah mendekat ke arah Dorothea.
Deg!!
Jantung Dorothea berdetak lebih kencang dari biasanya. Apakah identitas nya sebagai jiwa asing akan terbongkar. Tidak. Dorothea tidak akan membiarkan itu.
"Apa yang kau katakan? Jelas-jelas kau yang memulai nya Dorothea!" bentak Aras balik. Aras mengungkung tubuh Dorothea di ranjang dan dengan paksa mencium nya. Dorothea meronta-ronta menghindari ciuman dari Aras, tapi tenaga nya kalah kuat dari aras.
tangan Dorothea mencoba meraih apa saja yang ada di nakas samping ranjangnya, dengan cepat Dorothea meraih sebuah vas bunga dan menghantam keras ke tengkuk kepala Aras.
Pyar..!!
Vas bunga yang terbuat dari keramik itu pun langsung pecah seketika. Darah segar merem bes keluar. Dan dalam hitungan menit Aras tak sadarkan diri.
Dorothea segera berlari keluar, membiarkan Aras yang pingsan begitu saja, dia bahkan tak peduli atau iba dengan ke adaan aras sekarang. Dia keluar dari kamar tersebut dan membiarkan pintu nya terbuka. Agar ada orang yang menolong Aras. Dia tidak mau Aras mati. Dan dia yang akan jadi tersangka nya.
Malam itu suga Dorothea berkemas dan mengajak Arabella untuk pergi dari mansion Aras.
buat si serbet dapur kapok sama si Dorothea busuk
padahal cuma novel tapi kok aku takut ya?
Albert & Aylin