NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:43.9k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Posesif Level CEO dan Kanvas yang Terancam

Baru lewat dua puluh empat jam sejak "Proyek Cucu" dicanangkan secara resmi, namun Devan Adiguna sudah bertindak seolah-olah Shena adalah porselen dinasti Ming yang bisa retak hanya karena tertiup angin.

Pagi itu, Shena mencoba kembali ke rutinitas normalnya: melukis. Ia duduk di depan kanvas besar di studionya, memegang palet warna dengan niat mencari inspirasi. Namun, inspirasi itu sepertinya enggan mampir karena ada sesosok pria berjas lengkap yang duduk tepat lima sentimeter di sampingnya, menatapnya tanpa berkedip.

"Mas... kenapa kamu tidak ke kantor?" tanya Shena tanpa menoleh, tangannya sedikit gemetar saat hendak menggoreskan kuas.

"Aku sudah mendelegasikan semuanya pada Rian lewat Zoom tadi subuh," jawab Devan santai. Ia kemudian menyodorkan sebutir anggur yang sudah dikupas kulitnya ke depan mulut Shena. "Ayo makan ini. Antioksidannya bagus untuk pembelahan sel."

Shena menghela napas, menerima anggur itu hanya agar Devan diam. "Mas, ini baru hari pertama. Secara biologis, belum ada sel yang membelah seheboh itu."

"Kita tidak boleh meremehkan persiapan, Shena. Oh, tunggu, jangan terlalu membungkuk! Itu bisa menekan perutmu," Devan segera menyelipkan bantal empuk di belakang punggung Shena dengan sigap.

Satu jam berlalu. Shena baru berhasil membuat satu garis lurus di kanvasnya, sementara Devan sudah bolak-balik sebanyak sepuluh kali untuk:

Memastikan suhu AC tepat 24 derajat celcius, Memeriksa apakah bau cat minyaknya terlalu menyengat (ia hampir membelikan masker oksigen untuk Shena), Bertanya setiap lima menit sekali, "Apa kamu merasa mual? Pusing? Atau ada keinginan makan mangga muda?"

"Mas Devan!" Shena akhirnya meletakkan kuasnya dengan suara brak yang cukup keras. "Aku tidak bisa melukis kalau kamu mengawasi ku seperti mandor bangunan begini!"

Devan tampak terkejut, wajahnya yang tegas mendadak terlihat seperti anak anjing yang baru saja ditegur. "Aku kan cuma mau memastikan calon 'investasi' kita aman di dalam sana, Sayang."

"Investasinya belum ada, Mas! Baru juga kemarin!" Shena berdiri, lalu matanya tertuju pada satu kanvas kosong di sudut ruangan. Sebuah ide muncul di benaknya.

Shena menarik kanvas itu dan meletakkannya di samping kanvas miliknya. Ia memberikan satu set kuas besar dan beberapa kaleng cat kepada Devan.

"Daripada kamu menggangguku, lebih baik kamu melukis juga. Keluarkan semua energimu ke sini," perintah Shena tegas.

Devan menatap kuas itu dengan sangsi. "Melukis? Shena, aku ini ahli dalam membaca grafik dan neraca saldo. Aku tidak punya jiwa seni."

"Tidak ada alasan. Melukis atau aku kunci studionya dan kamu tidur di luar malam ini," ancam Shena dengan senyum manis yang mematikan.

Mendengar ancaman "tidur di luar" (yang artinya proyek cucu terhenti sementara), Devan langsung sigap. Ia membuka jas mahalnya, menyingsingkan lengan kemeja putihnya, dan mulai menatap kanvas kosong itu dengan tatapan mengintimidasi—seolah kanvas itu adalah lawan bisnis yang harus dikalahkan.

"Oke. Kamu ingin seni? Aku akan berikan seni tingkat tinggi," gumam Devan.

Selama satu jam berikutnya, suasana studio menjadi sunyi namun sibuk. Shena akhirnya bisa melukis dengan tenang, sementara di sampingnya, terdengar suara cat yang dilemparkan ke kanvas dengan penuh semangat oleh Devan.

"Selesai!" seru Devan bangga.

Shena menoleh dan hampir menjatuhkan paletnya. Lukisan Devan adalah sebuah garis lurus vertikal berwarna merah tebal di tengah-tengah, dikelilingi oleh percikan cat hitam yang acak-acakan.

"Ini... apa, Mas?" tanya Shena heran.

"Ini adalah lukisan berjudul 'Pasar Modal Saat Krisis'," jawab Devan dengan bangga. "Garis merah ini mewakili penurunan harga saham yang tajam, dan bercak hitam ini adalah kepanikan para investor. Sangat dalam maknanya, bukan?"

Shena tertawa terpingkal-pingkal sampai air matanya keluar. "Mas, itu bukan seni! Itu namanya grafiti stres!"

"Setidaknya aku tidak mengganggumu lagi, kan?" Devan memeluk Shena dari belakang, tidak peduli ada noda cat di kemejanya. "Tapi jujur, melukis lebih melelahkan daripada memimpin rapat. Aku butuh nutrisi.

Bagaimana kalau kita pesan makanan, lalu lanjut ke... 'proses kreatif' yang semalam?"

Shena menggelengkan kepala, namun ia menyandarkan kepalanya di bahu Devan.

"Makan dulu, Mas. Setelah itu, tolong jangan beli tes kehamilan lagi sore ini. Kita baru punya dua puluh kotak di laci!"

"Tiga puluh, Sayang. Aku baru saja memesan sepuluh lagi lewat aplikasi saat kamu melukis tadi," sahut Devan tanpa dosa.

"MAS DEVAN!"

...****************...

1
Hediana Br Hutagalung
kasihan Shena,ngak disayang org tua,malah dijadikan tumbal jumpa pula dgn laki2 biadab😭😭
Hediana Br Hutagalung
sedih memang klu org tua,cinta uang dan jabatan
Hsy
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
ndak kapik2 isabela
Ririn Nursisminingsih
emang ya pelakor sekarang ndak tau malu
Ririn Nursisminingsih
syukurin yg kmu tunggu2 khianati kmu mnyesal kan mkanya jg bodoh karna cinta
Ririn Nursisminingsih
smoga pemeran ceweknya ndak lemah pling males klau ceweknya lemah, cengeng
Nesya
sudah tamat ea thor
Nesya
secepat itu menemukan shena
Nesya
heleeeehhh telaaaatt..!!
Nesya
dasar pria oon
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!