NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Guru Eleman Api

Guru Eleman Api

Setelah mengalahkan para preman dan memastikan mereka benar-benar pergi, Ze Kai melanjutkan perjalanannya menuju Kota Xiling. Matahari sudah mulai meredup di ufuk barat, dan ia berencana untuk mencari tempat berlindung sebelum malam tiba. Namun ketika ia memasuki sebuah lembah yang sunyi dan terpencil, ia mendengar suara napas yang terengah-engah dan sesak dari balik semak-semak yang lebat.

Dengan hati-hati, Ze Kai mendekat dan menemukan seorang pria tua yang terluka parah tergeletak di atas rerumputan yang lembap. Badannya penuh dengan sayatan dalam yang masih mengeluarkan darah, dan beberapa tulangnya tampak patah dari bentuk tubuhnya yang bengkok. Udara di sekitarnya masih terasa panas akibat aura energi api yang masih mengelilingi tubuhnya, meskipun jelas ia sudah hampir tidak memiliki kekuatan untuk tetap sadar.

"Genesis, tolong bantu aku melihat kondisinya," bisik Ze Kai dengan suara kekhawatiran. Ia segera mendekat dan memeriksa napas pria tua yang sudah sangat lemah. Tanpa berpikir panjang, ia mulai menggunakan kemampuan pengobatan yang ia pelajari dari pengetahuan baru Elemen Tanamannya.

Ia mengeluarkan energi hangat dari telapak tangannya, menyebarkannya perlahan ke seluruh tubuh pria tua untuk menjaga suhu tubuhnya tetap stabil. Kemudian ia menggunakan energi air untuk membersihkan luka-luka yang dalam, menghilangkan kotoran dan darah yang mengeras di sekitarnya. Namun luka yang terlalu dalam dan parah membutuhkan perawatan lebih intensif.

"Xiao Bai, tolong bantu aku," panggil Ze Kai dengan lembut.

Kucing kecil putih itu segera muncul dari dalam tas. Matanya menyala dengan cahaya kebiruan yang lembut. Tanpa perlu diberitahu lebih jauh, Xiao Bai mendekat dan mulai menjilati luka-luka pada tubuh pria tua dengan lidahnya yang hangat dan menyembuhkan. Cahaya kebiruan dari tubuhnya menyebar perlahan ke dalam luka, membuatnya mulai mengering dan menutup dengan lebih cepat.

Setelah beberapa saat, pria tua itu mulai bergerak perlahan, matanya sedikit terbuka dengan pandangan yang masih kabur. "Air... butuh air..." bisiknya dengan suara yang sangat lemah.

Ze Kai segera mengambil air dari wadah yang ia bawa, lalu memberikannya dengan hati-hati. Setelah beberapa tegukan, pria tua itu tampak sedikit lebih baik dan bisa melihat dengan jelas wajah Ze Kai yang sedang merawatnya.

"Terima kasih... kau telah menyelamatkan nyawaku," ujarnya dengan suara yang mulai lebih jelas. "Siapa kau yang rela membantu orang asing seperti aku?"

"Namaku Ze Kai," jawab Ze Kai dengan senyum ramah. "Aku hanya lewat dan melihatmu terluka parah. Tidak ada yang salahnya membantu orang lain yang sedang kesusahan."

Melihat kondisi pria tua yang masih sangat lemah dan tidak mungkin melanjutkan perjalanan dalam keadaan seperti ini, Ze Kai memutuskan untuk mengulur waktu perjalanannya ke Kota Xiling. Ia menggunakan kekuatan Elemen Tanahnya untuk membangun sebuah tempat tinggal sementara di dekat sumber air yang bersih. Dinding dari batu-batu yang disusun rapi, atap dari dedaunan lebat yang diberi lapisan tanah agar tidak bocor hujan. Ia bahkan membuat sebuah tempat tidur yang empuk dari rerumputan tinggi yang diatur dengan rapi dan ditutupi dengan kain bersih dari cincin ruangnya.

Selama beberapa hari berikutnya, Ze Kai merawat pria tua itu dengan penuh perhatian. Ia mencari tanaman obat di sekitar hutan dengan bantuan kemampuan Elemen Tanamannya, membuat ramuan penyembuh yang diberikan secara teratur. Ia juga membantu pria tua itu melakukan meditasi setiap hari, menggunakan energi tanah dan airnya untuk membantu menyelaraskan aliran energi di tubuhnya agar lebih cepat pulih. Seiring berjalannya waktu, pria tua itu mulai pulih dengan cepat.

-

-

-

Suatu pagi, ketika matahari baru mulai muncul dari balik bukit, ia berdiri dengan kaki yang sudah tidak goyah lagi dan menatap Ze Kai dengan pandangan kagum.

"Aku tidak bisa mempercayai apa yang telah kau lakukan untukku, Ze Kai," ujarnya dengan suara yang jelas. Jauh berbeda dari beberapa hari yang lalu ketika ia hampir tidak bisa berbicara. "Aku adalah Gao Feng, kultivator Elemen Api tingkat puncak yang telah menjelajahi dunia selama lebih dari lima puluh tahun. Aku terluka parah akibat pertempuran dengan beberapa anggota aliran Naga Hitam yang mencoba mengambil artefak kuno yang aku temukan."

Ze Kai terkejut mendengarnya. Kultivator Elemen Api tingkat puncak adalah sosok yang sangat dihormati dan jarang ditemui. Mereka yang mampu mengendalikan energi api hingga tingkat tertinggi, bahkan bisa membentuk bentuk api dengan kehendak semata.

"Ketika aku merasakan aura energi di dalam dirimu, aku merasa sangat terkejut," lanjut Gao Feng dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Kamu tidak hanya menguasai Elemen Tanah dan Air dengan baik, namun aku juga merasakan adanya Elemen Tanaman yang sangat langka. Bahkan lebih dari itu, tubuhmu memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap dan menyatu dengan energi api. Ini sangat langka bahkan bagi mereka yang sudah menguasai Elemen Api itu sendiri."

Ze Kai hanya tersenyum rendah hati. Ia memang pernah merasa bahwa tubuhnya memiliki hubungan khusus dengan segala bentuk energi, namun ia tidak pernah berpikir bahwa hal itu akan menarik perhatian seorang kultivator tingkat puncak seperti Gao Feng.

"Aku sudah hidup cukup lama dan telah bertemu banyak kultivator berbakat," ujar Gao Feng dengan pandangan yang penuh kehangatan. "Namun belum pernah aku melihat seseorang dengan potensi seperti mu, Ze Kai. Kau memiliki hati yang baik dan kemampuan yang luar biasa. Jika kau bersedia, aku ingin menawarkan diri untuk mengajarmu tentang Elemen Api. Mengajarimu cara mengendalikan dan mengembangkannya, hingga tingkat yang lebih tinggi. Aku yakin bahwa dengan bakat yang kau miliki, kau akan mampu menguasainya dengan cepat dan bahkan mencapai tingkat yang lebih tinggi dariku."

Ze Kai merasa sangat terkejut dan merasa sangat bersyukur. Ia telah lama bermimpi untuk bisa menguasai Elemen Api setelah melihat seberapa kuat serangan dari musuh-musuhnya yang mengendalikan elemen itu. Dengan menguasai Elemen Api, ia akan memiliki kekuatan yang lebih lengkap dan bisa melindungi diri serta orang-orang yang dicintainya dengan lebih baik.

"Dengan senang hati, Guru Gao," ujar Ze Kai dengan sopan, membungkuk sebagai tanda rasa hormat. "Aku akan belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan."

Sejak saat itu, Gao Feng menjadi guru baru bagi Ze Kai. Setiap pagi mereka berlatih di tempat terbuka yang jauh dari gangguan. Gao Feng mengajarkan dasar-dasar mengendalikan energi api, mulai dari cara menariknya dari alam sekitar hingga cara membentuknya menjadi berbagai bentuk serangan dan pertahanan. Ze Kai belajar dengan sangat cepat. Tubuhnya yang mampu menyerap energi api dengan mudah membuatnya bisa menguasai teknik-teknik baru dalam waktu yang sangat singkat.

Dalam waktu singkat, Ze Kai sudah bisa membentuk bola api kecil yang stabil dan mengendalikan arahnya dengan stabil. Gao Feng melihatnya dengan senyum bangga, merasa bahwa ia telah menemukan murid yang layak untuk meneruskan pengetahuannya tentang Elemen Api.

-

-

-

Setelah beberapa minggu berlalu dan kondisi Gao Feng sudah pulih sepenuhnya, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan bersama ke Kota Xiling. Gao Feng berniat untuk membantu Ze Kai dalam mencari informasi tentang Bunga Langit Emas, sementara juga ingin melihat dengan mata kepalanya betapa jauh kemampuan murid baru ini bisa berkembang.

"Kita akan segera mencapai Kota Xiling," ujar Gao Feng pada suatu pagi ketika mereka mulai berjalan. "Di sana kita akan menemukan banyak hal yang bisa membantu kita berdua. Dan aku yakin, bahwa dengan pengetahuan baru yang kau miliki, kau akan mampu menghadapi segala tantangan yang akan datang."

Ze Kai mengangguk dengan keyakinan yang baru tumbuh di dalam dirinya. Dengan memiliki guru baru yang ahli dalam Elemen Api dan pengetahuan tentang tiga elemen lainnya yang semakin kuat, ia merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi di Kota Xiling dan seterusnya dalam perjalanannya untuk mencari keadilan dan kekuatan yang sesungguhnya.

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!