NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Cintapertama / Tamat
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26.

Kini baik Ivan dan juga Renata sama sama duduk di sebuah meja yang ada di kedai, ke duanya terlihat sama sama kalut dengan pemikirannya masing masing.

"Mas?" panggil Renata dengan suara yang terdengar lembut ke arah suaminya.

Tubuh Ivan langsung meremang, bahkan dia terlihat terperanjat kaget kala istrinya itu memanggil namanya.

Ada sedikit rasa takut yang sekarang ini menghampiri Ivan, kala dia yang habis dari dalam kamar mandi, melihat Selly terlihat berbicara serius dengan istrinya.

Tapi Ivan buru buru mengubah ekspresi paniknya menjadi santai kembali. Lalu dia menatap wajah istrinya, lantas dia pun bertanya, "Ada apa Dek?"

"Em, ... tadi Mas Ivan kok lama banget sih di dalam kamar mandi?" tanya Renata sembari menatap suaminya itu dengan tatapan mendalam. Lalu Renata terlihat mengambil sebuah tisu, untuk mengelap baju suaminya yang kotor karena terkena noda saos mie ayam.

Ivan pun buru buru memaksa otaknya itu untuk berpikir dengan keras, berpikir untuk mencari alasan yang masuk akal untuk menutupi apa ayang sebenernya terjadi.

Karena dia tadi sangat lama berbicara dengan Esther, Iya ivan berbohong dan menutupi kebohongannya itu dengan kebohongan yang lain.

Sebenarnya Ivan ingin menggagalkan acara ke pantai dengan istrinya, demi menemui Esther dan meminta kejelasan pada Esther mengenai hubungan yang mereka berdua jalani sekarang ini.

"Mas, kok malah melamun sih!" tegur Renata kala melihat suaminya itu malah melamun, saat dirinya mengajak suaminya itu untuk berbicara. Lalu Renata terlihat mengambil tisu lagi yang memang tersedia di meja, untuk mengelap keringat yang terus bercucuran dari dahi suaminya.

Renata mengelap keringat yang membasahi wajah suaminya itu dengan penuh kelembutan dan juga ketulusan.

Lamunan Ivan langsung buyar, kala mendapatkan sebuah sentuhan dari istrinya. Lalu dia terlihat menatap lekat ke arah istrinya, bahkan Ivan juga bisa merasakan ketulusan yang di perlihatkan oleh istrinya itu.

Kadang Ivan juga sadar akan kesalahannya perihal selingkuh dan selalu menyakiti hati istrinya. Bahkan tak jarang dia juga merasa bersalah kepada istrinya yang selalu mencintainya dengan sepenuh hati itu.

Tapi Ivan sendiri juga kadang di buat bingung, kenapa dia juga merasa sangat kesulitan untuk terlepas dari bayang bayang Esther. Contohnya hari ini, Esther kembali lagi menghubunginya, setelah beberapa hari menghilang. Padahal baru beberapa hari lalu, Ivan sudah damai dengan pernikahannya yang sudah sepuluh tahun ini dia jalani.

"Mas .." panggil Renata dengan suara yang meninggi. Karena sedari tadi dia sudah memanggil nama suaminya itu berkali kali, tapi suaminya itu tetap diam mematung, sama sekali tidak merespon ucapannya sama sekali.

Ivan benar benar terkejut, saat mendengar teriakan istrinya yang berbicara dengan suara yang terdengar lebih tinggi.

"Eh, iya ada apa Dek? Maaf ya, tiba tiba pikiran Mas jadi banyak dan kacau," ujar Ivan dengan nada terbata bata pada istrinya.

"Mas tadi kok lama banget di dalam kamar mandi, apa karena perut Mas itu sakit?" tanya Renata pada suaminya itu dengan nada khawatir.

Ivan malah melongo, kala mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh istrinya. Dia menatap lekat ke arah wajah istrinya, untuk mengetahui apa yang sekarang ini di pikirkan oleh istrinya dengan melihat dari ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh istrinya.

Akhirnya Ivan pun teringat akan sesuatu hal, lalu dia pun berkata pada istrinya.

"Iya Dek, perut Mas itu mules sama sakit!"

1
Uthie
sebusuk apapun perkataan sipir itu padamu, maka begitulah gambaran dirimu sebenarnya Ivan 😝
Uthie
Jika kau merasa sangat menderita sakit terhadap apa yg dilakukan orang padamu, maka ..apakah kau tak ingat soal Renata juga merasakan hal yg sama, jauhhh lebih sakit dr yg kau alami.. atau.... bahkan memang kau mengalami hal jauhhhh lebih sakit dr perbuatan jahat mu dulu pada Renata😏

Buah yg saat ini kau rasakan, adalah hasil dari apa yg pernah kau panen dulu ke Renata 😡
Uthie
itulah pembalasan dari perbuatan.... yg jauhhh lebih menghinakan balasan yg di terima nya 👍👍👍😏😏
Uthie
Begitulah... ada sebab, ada akibat 😌😌
Uthie
itulah akibat memanjakan anak pada hal yg salah 😌
Uthie
Segala hal akibat pasti ada sebabnya...
dan setiap kejahatan yg dilakukan, pasti akan ada buah dr kejahatannya juga 👍👍👍
Uthie
terlalu baik Renata 😁👍
Uthie
Karakter Rena ini ternyata emang terlalu lemah dan legowo terus dalam menjalani hal yg trus menyakiti nya.....

intinya karakter yg lemah... terlalu baikkk 😌
Uthie
Lanjjjjjuuuuttttt 👍🤗
Uthie
Hmmm ... makanya setiap ucapan perlu dijaga selalu 👍😌
Uthie
sedari dulu sifat Rena itu selalu mengalah jika disakiti yaa 😌
Uthie
Wahhh.. apakah Flash back Marcell nanti bisa membawa lagi mereka ke kehidupan keduanya? 😁😁
Uthie
Semoga ada cerita Hidup kembali ke masalalu 😁😁
Uthie
dasar manusia gakbtau diri macam kamu mahhh pantas di permalukan 😡
Uthie
ibunya ini 11-12 sama si Ivan 😡
Uthie
dasar anak gak tau diri tuhhh si Ivan 😡
Uthie
Nahh kan.. penjahat yg gak tau diri itu yaa macam si Ivan itu 😡
dikasih teguran bukannya sadar, tapi malah menyalahkan 😡😤
Uthie
Bagus niiii. bapaknya Tegas 👍😡
Uthie
Itulah.. Dendam yg membinasakan semua yg dimiliki....
seperti Api yg melahap apa yg ada👍
Uthie
nasi dah jadi bubur.. telat Van
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!