Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Kedua
"Ini mobilnya, tadi mas Syafiq bilang suruh bawanya kesini"
"Iya, makasih yaa mas!" Bengkel ini memang langganan karena milik sahabat Syafiq "Emm, berapa yaa mas?"
"Gak perlu mbak, mas Syafiq udah bayar kok"
Mendengar nama itu membuat Kevin kembali meradang, pria tampan itu mendekat lalu berdiri disamping istrinya
"Berapa biayanya?"
Raina menoleh, entah apa lagi yang membuat pria ini terlihat kesal
"Tidak perlu mas, biayanya sudah dibayar sama mas Syafiq"
Lagi-lagi nama itu, Kevin merogoh kantong celananya, mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu lalu menyerahkannya pada si pengantar
"Kurang?"
"Ini lebih mas, biayanya gak sampai satu juta kok"
"Ambil aja kembaliannya!"
Mas bengkel itu terlihat girang, ia segera berlalu meninggalkan rumah setelah mengucapkan terima kasih
"Pantesan sering mogok, mobil kamu ini keluaran lama" Ujar Kevin
"Ini mobil kesayangan aku, aku beli pake uang aku sendiri dan cash" Raina terdengar sombong membuat Kevin tertawa sinis
"Aku bahkan bisa beliin kamu mobil yang paling baru dan cash" Keduanya saling melempar tatapan tajam
"Terima kasih tapi aku gak butuh!" Raina berlalu begitu saja dan Kevin jelas menyusul istrinya itu
***
Kevin kembali kekantor, lelah juga karena sejak kemarin ia dan Raina mengalami perang dingin
Kekesalannya juga belum hilang pada wanita itu. Terlebih Raina yang menolak untuk dibelikan mobil baru dan memilih mobil miliknya yang sering mogok
"Ada apa tuan? Wajah tuan Kevin terlihat kesal" Evan yang menyadari itu jelas bertanya
"Menurut kamu kenapa ada seorang wanita yang selalu minta bantuan pada seorang pria?" Entah kenapa pertanyaan itu terlontar begitu saja
"Artinya dia menganggap pria itu penting dalam hidupnya" Jawaban itu membuat Kevin terdiam "Ada apa tuan?"
"Tidak ada" Kevin kembali diam, baru kali ini ia seperti orang yang tidak bisa berpikir "Menurut kamu kenapa sampai seorang istri tidak cemburu saat melihat suaminya bersama wanita lain?"
Evan tampak berpikir lalu kembali menjawab "Artinya dia tidak memiliki rasa cinta pada pasangannya"
Mudah sekali Evan mengatakan itu, ia tidak sadar jika itu membuat pria dihadapannya kehilangan mood
"Apa nyonya Raina tidak cemburu?"
"Ini bukan tentang Raina, jangan sok tau kamu" Pria tampan itu kembali menyibukkan diri dengan pekerjaannya
***
"Rain" Syafiq yang melihat kedatangan wanita pujaannya segera menghampiri "Kamu gak pa-pa kan? Apa suami kamu menyakiti kamu? Apa dia kasar?"
Raina mengulas senyumnya "Aku gak pa-pa, maaf yaa soal kemarin"
"Gak pa-pa, aku ngerti"
"Emang kemarin kenapa?" Tanya Maryam yang ikut bergabung
"Gak ada apa-apa, udahlah. Ayo masuk!" Raina merangkul bahu sahabatnya itu lalu melangkah masuk kedalam toko, sementara Syafiq mengikuti dibelakang
***
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Kevin mengunjungi kekasihnya. Kemarin ia meninggalkan Alanna sendirian di mall. Wanita itu pasti marah
Kevin menekan sandi, pria tampan itu melenggang masuk dengan membawa rangakaian bunga mawar
"Sayang?" Panggilnya
Alanna keluar dari kamar, seperti dugaan jika kekasihnya itu tengah marah, terlihat dari wajahnya yang ditekuk
"Masih ingat kamu kalau punya pacar?" Ketusnya
"Sayang" Kevin mendekat namun kekasihnya itu mundur "Aku minta maaf"
"Untuk apa? Untuk kamu yang ninggalin aku di mall sendirian atau untuk kamu yang sudah mulai jatuh cinta sama istri kamu itu?"
Kevin mendekat, meraih tangan kekasihnya lalu menggenggamnya "Aku gak jatuh cinta sama Raina"
Alanna tertawa sumbang "Tapi yang aku lihat berbeda, kamu cemburu Kevin!"
"Kamu salah paham, bagaimana caranya aku buktiin kalau tuduhan kamu itu salah?"
"Nikahin aku!"
Kevin diam, jika tidak ada Raina mungkin sudah dari kemarin-kemarin ia menikahi Alanna, tapi sekarang semuanya telah berbeda, Raina jelas tidak ingin ia menikahi Alanna
"Sayang, kita hanya perlu menunggu satu tahun, setelah itu kita akan menikah, aku janji" Kevin mencoba membuat Alanna mengerti, namun wanita itu sepertinya tidak ingin mengerti
"Nikahin aku sekarang atau kita akhiri hubungan ini"
Kevin kehilangan kesabaran, ia tarik tangan kekasihnya itu lalu keluar dari penthouse "Kita mau kemana?"
"Menikah"
Kevin masuk kedalam mobil, mobil melaju yang Alanna tidak tahu kemana. Kevin merogoh ponselnya lalu menelepon sang asisten
"Kamu siapkan orang yang bisa menikahkan saya malam ini juga!" Titahnya pada Evan, setelah pria diseberang sana menyahut, barulah ia memutus sambungan telepon
"Kamu serius melakukan ini?" Alanna masih tak percaya jika Kevin sanggup melakukan ini
Tak lama ponsel Kevin berdering dan tanpa menunggu pria tampan itu menjawab panggilan
"Katakan!"
"Saya akan kirimkan alamatnya!"
Mobil melaju ke alamat yang Evan berikan, sekitar empat puluh lima menit barulah Kevin tiba
Keduanya turun, memasuki sebuah rumah sederhana yang diketahui adalah rumah salah satu tokoh agama
Alanna terdiam, namun Kevin menggenggam tangan kekasihnya itu lalu keduanya melangkah masuk dan disana sudah ada lima orang pria bersama Evan
Malam itu, ikatan baru telah dibentuk, Kevin lupa masalah yang akan ia hadapi setalah malam ini
Dalam hidupnya kini ada dua wanita, Alanna dan Raina kini menjadi bagian dari hidupnya. Dalam hati ia berdoa agar Raina tak akan pernah mengetahui pernikahan kedua ini hingga tiba waktu keduanya untuk berpisah
"Terima kasih" Alanna bergelayut di lengan kekar suaminya itu, Kevin lalu mengecup puncak kepala wanitanya itu
"Setelah satu tahun, aku akan meresmikan pernikahan ini, kamu tidak masalah kan?" Tanya Kevin
Ia mencintai Alanna dan hanya akan menghabiskan sisa hidupnya bersama wanita ini
"Aku percaya sama kamu" Alanna mengecup pipi suaminya "Malam ini kamu nginep di penthouse kan?"
"Tentu saja, ini malam pengantin kita" Kevin mengedipkan sebelah matanya membuat Alanna tersipu
***
Raina baru saja menerima pesan jika suaminya tidak pulang, entah kemana pria itu. Namun Raina memilih untuk berprasangka baik
Wanita cantik itu beristirahat, percuma juga menunggu suami yang memang tidak kembali kerumah
Pagi harinya ia sibuk dengan membuat sarapan, Cynthia datang bersama sang suami yang langsung duduk ditempatnya
"Dimana Kevin?" Tanya Cynthia karena tidak menemukan putranya dimeja makan
"Mas Kevin gak pulang, katanya lembur!" Jawab Raina apa adanya
"Lembur? Sejak kapan dia lembur?" Renaldi jadi heran, pasalnya sebelum menikah, Kevin tak pernah sekalipun lembur
"Semalam mas Kevin ngabarin Raina, Pah" Jawab Raina lalu duduk dikursinya, menikmati sarapan yang telah ia siapkan
Raina menyibukkan diri dengan bekerja, ia tahu suaminya memiliki wanita lain. Tapi sebagai seorang istri, Raina berhak merasa cemburu
Raina berusaha menepis perasaan itu, asalkan Kevin belum menikahi kekasihnya sebelum waktu yang mereka sepakati maka Raina akan tetap menjalani pernikahan sandiwara ini
"Assalamualaikum" Sapa seorang pria, Raina yang sebelumnya melamun akhirnya tersadar
"Syafiq? Waalaikumsalam" Keduanya saling melempar senyum hingga Maryam datang bergabung