NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:491
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Perjalanan pulang dari pemukiman tua berjalan dengan lebih cepat daripada yang mereka harapkan. Meskipun mereka tetap waspada terhadap kemungkinan serangan dari penyihir gelap, jalanan yang sudah dikenal membuat perjalanan menjadi lebih lancar. Selain itu, energi baru yang mereka dapatkan dari buku dan kalung Patti memberikan kekuatan tambahan yang membantu mereka tetap waspada dan kuat selama perjalanan.

Setelah dua hari perjalanan tanpa kejadian yang tidak diinginkan, mereka akhirnya melihat puncak menara Guild SSAWF yang menjulang tinggi di kejauhan. Semua orang merasa lega dan bersemangat untuk kembali ke tempat yang aman dan mulai mempelajari isi buku yang mereka temukan.

“Kita hampir sampai,” ucap Luminarianna dengan senyum lebar, melihat dengan kagum pada gedung guild yang semakin jelas terlihat. “Aku tidak sabar untuk melihat apa yang ada di dalam buku itu dan bagaimana kita bisa menggunakannya untuk membantu orang lain.”

Patti mengangguk dengan setuju, menyentuh buku yang dia simpan dengan hati-hati di dalam tas khusus yang dibuat Borthworgiann. “Aku merasa bahwa ini adalah awal dari sesuatu yang besar,” katanya dengan suara yang penuh dengan keyakinan. “Pengetahuan di dalam buku ini bisa mengubah cara kita melihat sihir penyembuhan dan perlindungan.”

Saat mereka memasuki kompleks guild, mereka langsung disambut dengan kegembiraan oleh anggota guild lainnya yang telah menunggu kedatangan mereka. Marthandelion dan Seraphiniana datang langsung untuk menyambut mereka dengan wajah yang penuh dengan harapan dan rasa ingin tahu.

“Kalian berhasil!” ucap Seraphiniana dengan suara yang penuh dengan kegembiraan, memberikan pelukan pada masing-masing anggota tim. “Kami telah menunggu kabar dari kalian dengan sabar. Apakah kalian menemukan apa yang kalian cari?”

Patti mengangguk dan dengan hati-hati mengambil buku dari tasnya. “Ini adalah Buku Hati Sejati,” jawabnya dengan suara yang jelas sehingga semua orang bisa mendengarnya. “Buku yang berisi semua pengetahuan kuno tentang kemampuan penyembuhan keluarga saya dan cara untuk melawan sihir gelap.”

Kabar tentang keberhasilan mereka menyebar dengan cepat seperti kebakaran hutan. Dalam waktu singkat, seluruh guild berkumpul di ruang rapat utama untuk melihat buku tersebut dan mendengar cerita tentang perjalanan mereka. Professor Melania juga datang dengan cepat setelah mendengar kabar, membawa beberapa ahli dari Akademi Sihir Nasional untuk membantu mempelajari buku tersebut.

“Ini benar-benar artefak yang luar biasa,” ucap Professor Melania dengan mata yang bersinar kagum setelah melihat buku tersebut dengan cermat. “Berdasarkan tulisan dan teknik pengikatan halamannya, buku ini diperkirakan sudah berusia lebih dari lima ratus tahun. Ini adalah penemuan penting yang bisa mengubah pemahaman kita tentang sihir kuno.”

Selama beberapa hari berikutnya, Patti dan timnya bekerja sama dengan ahli dari guild dan akademi untuk mempelajari isi buku tersebut. Mereka menemukan bahwa buku tersebut tidak hanya berisi teknik penyembuhan yang kuat, tapi juga pengetahuan tentang cara mengendalikan energi magis dengan cara yang seimbang, bagaimana membangun hubungan dengan alam dan makhluk magis, serta cara membuat artefak pelindung yang kuat.

“Lihat ini,” ucap Corviniann pada hari ketiga penelitian mereka, menunjukkan pada salah satu bab dalam buku. “Ini menjelaskan tentang ‘Jaringan Energi Sejati’ sebuah konsep yang mengatakan bahwa semua makhluk di dunia ini saling terhubung melalui energi yang sama. Dengan memahami koneksi ini, kita bisa menyembuhkan bukan hanya individu tapi juga komunitas dan bahkan lingkungan yang terkena dampak sihir gelap.”

Luminarianna mengangguk dengan penuh kagum setelah membaca bagian tersebut. “Ini menjelaskan mengapa kemampuan penyembuhan Patti bisa bekerja dengan baik tidak hanya pada orang sakit tapi juga pada tanaman dan lingkungan yang terkena kontaminasi,” katanya. “Kita bisa mengembangkan metode baru untuk membersihkan area yang terkena dampak sihir gelap secara menyeluruh.”

Borthworgiann fokus pada bagian buku yang membahas tentang pembuatan artefak. “Bagian ini menjelaskan cara membuat peralatan dan perlengkapan yang tidak hanya kuat tapi juga selaras dengan energi alam,” jelasnya dengan antusiasme. “Dengan menggunakan pengetahuan ini, aku bisa membuat perlengkapan yang jauh lebih efektif dan ramah lingkungan untuk anggota guild.”

Sementara itu, Patti mendalami bagian buku yang membahas tentang teknik penyembuhan luka emosional dan spiritual. Dia menemukan bahwa banyak dari apa yang dia alami sebelumnya itu termasuk kembalinya trauma masa lalunya ini adalah bagian dari proses untuk membuka potensi sejati dirinya. Dengan menggunakan teknik yang dia pelajari dari buku tersebut, dia bisa membantu orang lain yang mengalami trauma serupa dan membantu mereka menemukan kedamaian dalam diri mereka sendiri.

Pada minggu berikutnya, guild mengadakan seminar khusus untuk menyebarkan pengetahuan yang mereka dapat dari buku tersebut. Ribuan penyihir dan petualang dari seluruh kerajaan datang untuk berpartisipasi, termasuk delegasi dari guild-guild lain dan institusi pendidikan. Patti dan teman-temannya menjadi pembicara utama dalam seminar tersebut, berbagi pengalaman mereka dan menunjukkan teknik baru yang mereka pelajari.

“Pengetahuan ini tidak hanya milik keluarga saya atau guild kita,” ucap Patti dalam pidatonya yang ditunggu-tunggu. “Ini adalah warisan bagi seluruh umat manusia bahwa warisan tentang bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan harmoni dengan alam dan satu sama lain, bagaimana kita bisa menggunakan kekuatan kita untuk kebaikan, dan bagaimana kita bisa melindungi mereka yang tidak bisa melindungi diri sendiri.”

Selama seminar tersebut, mereka juga melakukan demonstrasi langsung tentang teknik penyembuhan baru dan cara membuat artefak pelindung. Banyak peserta yang terkejut melihat betapa efektifnya teknik tersebut, dan banyak yang mengungkapkan keinginan untuk belajar lebih banyak dan bergabung dalam upaya untuk menyebarkan pengetahuan ini ke seluruh dunia.

Di tengah kesibukan seminar tersebut, Patti menerima kunjungan dari seorang wanita muda yang datang dari daerah terpencil di bagian utara kerajaan. Wanita muda tersebut bernama Lila dan datang dengan membawa kabar bahwa desa nya sedang mengalami masalah dengan energi negatif yang menyebabkan tanaman gagal tumbuh dan orang-orang merasa lesu dan tidak bersemangat.

“Kami telah mencoba segala cara yang kami tahu,” ucap Lila dengan suara yang penuh dengan harapan. “Tetapi tidak ada yang berhasil. Ketika kami mendengar tentang seminar ini dan tentang kemampuan penyembuhan mu, kami merasa bahwa kamu adalah satu-satunya harapan kami.”

Patti merasa prihatin mendengar cerita Lila dan segera memutuskan untuk membantu. Bersama dengan teman-temannya dan beberapa ahli dari guild dan akademi, mereka berangkat ke desa Lila hanya dua hari setelah seminar selesai. Mereka tahu bahwa ini adalah kesempatan yang sempurna untuk menguji teknik baru yang mereka pelajari dari buku dan menunjukkan kepada dunia bahwa pengetahuan tersebut benar-benar bisa membuat perbedaan.

Perjalanan ke desa Lila memakan waktu empat hari, melalui daerah yang bergelombang dan sering dilalui oleh badai. Namun dengan kekuatan baru yang mereka miliki dan perlengkapan yang ditingkatkan berkat pengetahuan dari buku, mereka mampu mengatasi semua rintangan dengan mudah.

Ketika mereka tiba di desa Lila, mereka langsung melihat masalah yang dihadapi oleh warga desa. Tanah yang biasanya subur tampak kering dan tandus, pepohonan layu, dan wajah orang-orang penuh dengan kesedihan dan kelelahan. Meskipun tidak ada penyakit yang jelas, energi negatif yang mengelilingi desa sangat kuat dan bisa dirasakan oleh semua orang.

“Energi negatif ini berasal dari sumber yang dalam,” ucap Corviniann setelah melakukan pemeriksaan awal dengan menggunakan teknik baru yang dia pelajari. “Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu keseimbangan alam di daerah ini mungkin sebuah artefak sihir gelap yang tertanam atau lokasi yang terkena kutukan.”

Patti segera mulai bekerja dengan menggunakan teknik penyembuhan baru yang dia pelajari dari buku. Dia mengumpulkan energi dari alam sekitarnya dari matahari, tanah, air, dan pepohonan kemudian menyebarkannya ke seluruh desa dengan cara yang lembut namun efektif. Bersama dengan teman-temannya, mereka bekerja sama untuk membersihkan energi negatif dan memulihkan keseimbangan alam di daerah tersebut.

Luminarianna menggunakan sihir apinya yang dimodifikasi dengan pengetahuan baru untuk membakar energi negatif tanpa menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Borthworgiann menggunakan teknik pembuatan artefak baru untuk membuat batu pelindung yang ditempatkan di berbagai titik penting di desa, membantu menjaga keseimbangan energi yang telah dipulihkan. Corviniann menggunakan kemampuan informasinya untuk menemukan sumber energi negatif yang sebenarnya adalah sebuah reruntuhan kuil kuno yang terkena pengaruh sihir gelap di kaki gunung dekat desa.

Bersama-sama, mereka memasuki kuil tersebut dan berhasil membersihkan energi negatif yang ada di sana dengan menggunakan kombinasi teknik penyembuhan dan perlindungan dari buku. Saat mereka menghancurkan artefak sihir gelap yang menjadi sumber masalah, cahaya lembut menyebar ke seluruh daerah, dan mereka bisa melihat tanah mulai kembali menjadi subur dan pepohonan mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali.

Dalam waktu kurang dari seminggu, desa Lila benar-benar berubah. Tanaman tumbuh dengan subur kembali, air menjadi jernih, dan wajah orang-orang dipenuhi dengan senyum dan kegembiraan. Warga desa berkumpul untuk merayakan pemulihan mereka dan mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Patti dan timnya.

“Kalian telah memberikan kita kehidupan baru,” ucap pemimpin desa dengan suara yang penuh dengan emosi. “Kita tidak akan pernah bisa melupakan apa yang telah kalian lakukan untuk kami.”

Patti merasa hati nya menjadi hangat mendengar kata-kata tersebut. Dia menyadari bahwa ini adalah tujuan sejati dari pengetahuan yang dia miliki bukan hanya untuk mendapatkan kehormatan atau kekuasaan, tapi untuk membantu orang lain dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Saat mereka mulai perjalanan pulang ke guild, matahari mulai tenggelam di balik gunung, memberikan warna-warni yang indah pada langit. Patti melihat ke arah langit yang penuh dengan bintang-bintang yang mulai muncul, merasa bahwa dia telah menemukan jalan yang benar dalam hidupnya.

Dia berpikir tentang semua yang telah dia alami dari seorang anak yang trauma hingga seorang penyihir yang mampu membantu banyak orang. Dia berpikir tentang teman-temannya yang telah menjadi keluarga baginya, tentang guild yang telah memberikan tempat bagi dia untuk tumbuh dan berkembang, dan tentang semua orang yang telah dia bantu selama perjalanan hidupnya.

Dengan hati yang penuh dengan rasa syukur dan tekad yang kuat, dia berjanji untuk diri sendiri bahwa dia akan terus belajar dan berkembang, bahwa dia akan terus menggunakan kemampuannya untuk kebaikan, dan bahwa dia akan melakukan segala yang bisa untuk menyebarkan pengetahuan dan cinta kepada semua orang yang membutuhkannya. Karena dia telah belajar bahwa sejatinya, kekuatan terbesar yang bisa kita miliki bukanlah kekuatan sihir atau pengetahuan yang kita miliki, tapi kemauan kita untuk saling membantu dan cinta kita terhadap sesama makhluk hidup di dunia ini.

1
Blue
BLA BLA bla, bikin males baca namanya lah😭
djase: 🥺...............🥺
total 1 replies
Blue
setelah baca namanya jadi malas lanjut baca
djase: 🥺........
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!