NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Pembalasan

BRRUUUKKKK...

BRAAAAKKK...

Suara tabrakan dan benturan terdengar di kesunyian malam, telah terjadi kecelakaan mobil truk dengan taxi.

"Too, long.. Selamatkan aa ku!" suaranya terputus-putus karena manahan rasa sakit yang luar biasa, badannya terhimpit di bawah.

"Nona bertahanlah! Aku akan meminta. Bantuan!" orang itu adalah sopir taxi. Dia tidak mengalami luka, dia hanya syok dengan kecelakaan tadi.

Karena mobilnya ditabrak dari samping belakang, sehingga hanya penumpang yang mangalami luka berat..

Beberapa orang datang dan segera mengeluarkan Sarah dari mobil yang sudah penyok.

Ya. Penumpangnya adalah Sarah, dia baru saja pulang dari salon, dan dia tidak sadar jika sopirnya melewati jalan yang salah, karena Sarah hanya fokus dengan kuku barunya.

"Kau tidak apa-apa kan?" tanya seseorang kepada Pak sopir.

"Aku baik-baik saja! Aku cuman terkejut!" jawabnya dengan tubuh yang masih gemetar.

"Kamu akan terbiasa!" ucapnya sambil menepuk bahu pak sopir. "Ya begitulah kehidupan sebagian orang kaya, saling menjatuhkan, dan saling membunuh!"

"Dan kita berada di tengah-tengah! Siapa yang banyak uang, itu yang kita kerjakan!" sela sopir truk.

Sopir Taxi hanya terdiam, dia tidak tau harus berkata apa-apa lagi. Mau dibilang menyesal, pasti ada di dalam lubuk hatinya, tapi Kondisinya sangat terdesak, dia butuh uang untuk biaya pengobatan Anaknya.

Setelah melihat Sarah di bawah pergi oleh ambulance. Kedua sopir itu dibawa ke kantor polisi untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

Kedua sopir mengakui kesalahan mereka, sopir truk mengakui dirinya mengantuk, dan sopir Taxi sedang melamun karena banyak pikiran, terutama dengan kondisi anaknya.

Sopir Taxi berkata jujur, makanya dia sangat terkejut saat truk menabrak mobilnya, karena dia sedang melamun dan tidak siap.

Untuk sementara, mereka dibebaskan, karena tidak ada bukti yang memberatkan mereka, polisi akan melakukan penyelidikan ulang, terutama kepada Sarah.

...----------------...

Kara menatap ponselnya dengan tersenyum dingin. Dia masih berbaik hati tidak sampai menghilangkan nyawanya.

"Aku tau, kau yang merencanakan kebakaran itu, hingga membuatku mati dengan Tama. Namun aku tidak sekeji dirimu yang begitu mudah menghilangkan nyawa seseorang!"

"Ini baru pembalasan kematianku! Belum kematian kedua orang tuaku, kebutaan dan kelumpuhan Tama. Kalian harus membayarnya satu persatu!"

***

Ke esokan harinya, Kara mendapat banyak pesan dan panggilan dari teman-temannya, meminta Kara untuk datang ke Rumah sakit menjenguk Sarah.

Kara tak merespon satupun pesan mereka, dia sudah mengatakan kepada mereka semua,.bahwa dirinya tidak ingin berteman dengan mereka lagi.

Kara akhirnya keluar dari grup chat, "Aku akan pergi menjenguknya, tapi tidak hari ini."

Karena hari itu adalah hari ulang tahunnya, dia ingin pergi ke Panti Asuhan bersama dengan Sisil, dan di malam hari keduanya akan makan malam di hotel.

"Kamu terlihat sangat bahagia!" Ucap Sisil yang melihat wajah Kara yang berseri-seri.

Kara juga menyadari hal itu, tapi dia tidak tahu apa yang membuat perasaannya begitu bahagia! Apa karena rencana balas dendamnya berhasil?

Tidak juga, apa Karena hari ulang tahunnya? "Ya. Aku merasa sangat bahagia, mungkin karena Tama akan pulang besok!"

"Hmm sudah tidak sabar yaa?" tanya Sisil dengan dengan nada menggoda.

Alis Kara mengerut. "Apanya ?" Dia tidak mengerti ke mana arah pembicaraan Sisil.

Sisil menatap Kara dengan kesal, hal seperti ini saja masih pura-pura polos. "Hei Nyonya, kau sudah tidak bertemu dengan Tama selama dua minggu, masa kamu tidak kangen sih?"

"Ohh, siapa bilang aku tidak merindukannya? Aku bahkan tidak bisa tidur dibuatnya!" Balas Kara dengan jujur.

Sisi berdecak kesal, dia tidak lagi mengatakan apa-apa. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing sampai ke Panti Asuhan.

***

Tiba di panti Asuhan, Kara begitu terkejut melihat Ibu Jelita dan semua anak panti yang menyambutnya dengan sedikit meriah.

Mereka terlihat menggunakan pakaian yang lebih baik, ada beberapa balon yang terpasang di dinding, dan ada kue tart ukuran kecil di atas meja.

"Kalian..! Kenapa harus repot-repot!" tanya Kara sambil menatap mereka semua dengan perasaan haru.

Padahal mereka sedang dalam kondisi yang tidak stabil, tapi masih berusaha untuk memberi kejutan untuknya.

"Ya. Anak-anak yang membuat semua ini. Ibu sama bapak cuman ikut saja!" jelas Ibu Jelita.

Kara tentu tidak percaya, mana mungkin Anak-anak panti membuat ide seperti itu. padahal mereka tau, Panti mereka dalam kesusahan.

"Terima kasih atas kejutannya!"

"Sama-sama. Kami hanya bisa membuat acara kecil seperti ini.! Kamu tidak marah kan? Karena kue ini ibu yang bikin sendiri dengan bahan-bahan yang Nak Kara bawa beberapa hari yang lalu!"

Kara mengangguk paham, mungkin mereka hanya mengeluarkan biaya untuk beli balon saja! Dia pasti akan menggantikannya.

Kara memperkenalkan Ibu Jelita dan Anak-anak kepada Sisil. Sisil juga sangat senang melihat mereka begitu menyukai Kara.

Akhirnya acara kecil-kecilan itu jadi langsung meriah, saat Kara memesan banyak makanan. Kara juga mendapat sebuah kado dari anak-anak panti.

"Aduuh jadi ngerepotin!" kata Kara dengan canggung.

"Tidak. Ini harganya murah kok. Kami belinya patungan. Jangan lupa dipake ya Kak!" ucap salah satu dari mereka.

Kara tiba-tiba ingin menangis, mereka rela mengeluarkan uang yang mereka simpan berbulan-bulan hanya untuk memberinya kado.

Tidak bisa, saat itu juga. Kara kembali memesan banyak mainan untuk anak-anak panti.

Ibu Jelita tak bisa berkata apa-apa, padahal mereka niatnya cuman mau memberi Kara kejutan, malah mereka yang lebih terkejut.

Melihat anak-anak bermain dengan gembira membuatnya menangis haru. Mungkin benar yang dikatakan oleh orang-orang, anak-anak malah makin menderita tinggal bersamanya.

"Tidak! Jangan pernah berpikir seperti itu! Tidak semua orang bisa sebaik dan sesabar Ibu. Apa yang ibu lakukan adalah hal yang sangat mulia karena sudah merawat dan membesarkan anak-anak yatim!" ujar Kara.

"Benar! Jangan dengar omongan orang-orang itu. Mereka cuman iri, karena mereka tidak bisa melakukan apa yang Ibu lakukan!" Timpal Sisil.

Mendengar hal itu, Ibu Jelita tersenyum, "Ya. Aku tidak perlu mendengarkan mereka. Aku tidak menggunakan tangan mereka untuk menghidupi anak-anak!"

Kara meminta Ibu Jelita untuk tidak khawatir lagi, karena dia akan menjadi donatur utama di Panti tersebut, Sisil juga sebenarnya ingin ikut menyumbang, tapi dia masih punya utang kepada Kara.

"Nak terima kasih!" ucapnya sambil memeluk Kara. Akhirnya anak-anak panti tak perlu menahan lapar lagi.

Mereka tidak perlu berpuasa setiap hari, Semua anak-anak masih dalam pertumbuhan, tapi harus berkorban untuk makan sekali sehari.

Setelah hari mulai sore, Kara dan Sisil berpamitan. Karena mereka juga harus bersiap untuk makan malam di hotel. Kara berjanji akan datang ke Panti seminggu sekali, atau jika dirinya sedang tidak ada kerjaan.

.

.

.

1
neni onet
ga sabar nunggu kecebongnya netes lah . . . 😁
Wati Ningsih
senengnya 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
neni onet
pantas rasanya kara membalas dengan perlahan tapi mematikan klo tau apa yang Sarah lakukan dimasa lalu . . .🫣
Liza Syamsu
di part ini tama sdh tdk buta ya bisa pakai laptop dan gendong kara, artinya aku dong yg ketinggalan cerita di bagian mana ya
Fii: Hai kk untuk menggunakan laptop ada penjelasan di bab-bab selanjutnya yaa..

Kalau untuk menggendong, anggap saja Tama sudah menghafal tata letak tempat tidurnya yaa🙏😁
total 1 replies
Wati Ningsih
aduhhhh siapa yg mau nampung arka tuhhhh😙😙😙😙😙😙😙
Wati Ningsih
karmaaaa😏😏😏😏😏😏
Wati Ningsih
ketahuan kamu mitaaaaa 😃😃😃😃😃
한스Hans
semangat Thor 🙏
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Wati Ningsih
kasian si Dion🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Wati Ningsih
rasakan itu sarah
neni onet
apakah mereka sedang menikmati ketupat lebaran, sepaket sama opor ayam dan sambal goreng balado . . .
selamat idul Fitri thor, maafkan kami yang selalu minta crazy up yaa 😄
Fii: 🤣🤣🤣🙏🙏
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
ceritanya keren, reader ikut menerka2 alur ceritanya, menebak apa kejadian dimasa lalu yang membuat seorang Kara menjadi jahat sama Tama dan berusaha membalas satu persatu kejahatan Sarah CS ...
Fii: Makasih supportnya kak😍
jangan lupa mampir di Novel yang sdah tamat😁🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
neni onet
please jangan sampe kebablasan, besok udah sholat Ied lhoo, ini othor juga sambil ngetik, sambil bikin opor kan, biar jadi THR an buat reader nya . . . 😄
Fii: wkwk iya nih.
makanya UP cuman 1 bab😭🙏🙏

Aduuhh THR nya belum bisa ditarik bulan ini 😭😭
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjit
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!