NovelToon NovelToon
Suamiku Juragan Kerupuk

Suamiku Juragan Kerupuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Romansa pedesaan / Komedi
Popularitas:81.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Arisa dikhianati calon suaminya sendiri di hari pernikahan. Namun karena tak mau malu, Arisa memutuskan menikahi pemuda desa bernama Ogi, yang diketahui juga sebagai murid favorit ayahnya Arisa dulu.

Ogi yang sepenuhnya punya usaha kerupuk di desa, membawa Arisa untuk ikut tinggal dengannya ke desa. Saat itulah kehidupan Arisa berubah drastis.

"Suara apa itu, Kang? Aku nggak bisa tidur," bisik Arisa sambil menghimpitkan badannya ke dekat Ogi.

"Itu cuman suara burung hantu atuh, Neng..." sahut Ogi berusaha tenang.

"Kompor gasnya mana, Kang?"

"Di sini masaknya masih pakai kayu atuh, Neng..."

"Ini kenapa sinyalnya nggak ada, Kang? Aku butuh wifi!"

"Di sini wifi belum ada atuh, Neng. Kalau mau sinyal pun harus naik ke tebing dulu."

Banyak pengalaman baru yang harus dilalui Arisa. Bagaimana kisah romantis dan kekocakkan mereka tinggal di desa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 - Kerupuk Melarat

Jantung Ogi masih berdegup tak karuan. Antara lega karena semua yang barusan hanya mimpi, dan panik karena Arisa sekarang benar-benar duduk sangat dekat dengannya.

"Suara ketawanya serem banget," kata Arisa sambil merapatkan tubuhnya. Tangannya mencengkeram lengan Ogi seperti anak kecil yang ketakutan.

Ogi menelan ludah. Dalam hati dia berharap Arisa jangan sampai berbuat macam-macam seperti di mimpi tadi.

"Ih… paling juga suara ucing atawa naon atuh, Neng. Tenang wae, (Paling juga suara kucing atau apa gitu, Neng,)" katanya mencoba terlihat berani, meskipun sebenarnya dia sendiri merinding.

Tiba-tiba terdengar lagi suara itu.

"Hehehe… kheeek… kheeek…"

Arisa langsung memekik pelan. "Itu tuh! Kang denger nggak?! Kayak kuntilanak ketawa!"

Ogi langsung berdiri meskipun lututnya terasa lemas. "Aduh Gusti… masa iya sih…" gumamnya.

Dengan memberanikan diri, Ogi mengambil senter kecil di atas lemari. Dia melangkah ke arah jendela.

"Neng, tungguan di sini weh… jangan ngikut-ngikut."

"Jangan! Aku ikut!" kata Arisa cepat sambil berdiri dan bersembunyi di belakang punggung Ogi.

"Aduh kumaha ieu… malah jadi susah geraknya," keluh Ogi.

Mereka berdua berjalan pelan menuju jendela. Arisa memegang baju Ogi erat-erat sampai hampir sobek.

"Kang… kalau hantu gimana?"

"Ya… dibacain doa atuh," jawab Ogi lirih.

Dengan tangan gemetar, Ogi membuka sedikit gorden jendela.

Senter diarahkan keluar. Lalu...

"Heekkk—"

Seekor musang sedang berdiri di pagar bambu sambil mengeluarkan suara aneh seperti tertawa. Musang itu malah ikut menoleh ke arah mereka. Beberapa detik mereka berdua diam.

Lalu Ogi menghembuskan napas panjang. "Yaelah… musang doang atuh…"

Arisa bengong.

"Hah?"

"Itu musang, Neng. Suka ngeluarin suara begitu atuh. Suaranya memang kadang dikira sura ketawa kuntilanak sama orang," jelas Ogi sembari menahan tawa. Dia merasa lebih tenang sekarang karena merasa seperti penolong untuk Arisa.

Arisa langsung manyun. "Kang Ogi jahat! Biarin aku takut sendiri."

"Lah Neng juga panik pisan tadi," jawab Ogi sambil tertawa kecil.

Arisa tiba-tiba memukul lengan Ogi pelan. "Kalau Kang nggak nemuin musangnya, aku pasti nangis semalaman."

"Aduh… jangan nangis atuh, Neng..."

Arisa malah tersenyum. "Kang Ogi ternyata penakut juga ya."

"Eh saha anu penakut? Lihat saja tadi aku berani memeriksa keluar kan?'

"Iya… tapi tangan Kang Ogi dingin banget," goda Arisa.

Wajah Ogi langsung merah. "Ih… hawa malam atuh… lain takut," kilahnya.

Arisa tertawa kecil. Setelah memastikan tidak ada suara lagi, mereka kembali ingin tidur.

Arisa memandangi kasur lantai Ogi. "Kang… aku takut tidur sendiri."

Ogi langsung gelagapan. "Hah? Terus kumaha?"

"Temani aku tidur, Kang!"

Tanpa menunggu jawaban, Arisa langsung naik ke ranjang dan menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya.

"Sini Kang!"

Ogi berdiri kaku.

"Aduh… aku di sini saja. Kalau Neng kenapa-napa aku pasti siap siaga atuh..."

"Apaan sih Kang. Cuma tidur doang kok."

Ogi garuk-garuk kepala. Sampai akhirnya dia naik juga ke ranjang, tapi dengan posisi kaku seperti mayat.

Arisa malah langsung menarik selimut sampai menutupi mereka berdua.

"Nah… aman."

Beberapa menit kemudian napas Arisa mulai teratur. Dia sudah tertidur.

Sedangkan Ogi, matanya melotot ke langit-langit. Jantungnya masih berdegup kencang.

Apalagi lengan Arisa tanpa sadar melingkar di dadanya.

"Astagfirullah… Astagfirullah…" gumamnya pelan.

Dia mencoba bergeser. Tapi Arisa malah makin merapat.

"Aduh… Neng… punten… rada jauh sedikit atuh…"

Tidak ada jawaban. Arisa sudah benar-benar pulas.

Ogi menelan ludah. Wangi rambut Arisa tercium jelas. Pikirannya kacau.

Malam itu Ogi sama sekali tidak bisa tidur. Dia hanya memandangi langit-langit sambil berusaha mengendalikan perasaannya.

Keesokan paginya, Ogi sudah bangun sejak subuh. Matanya sembab karena kurang tidur.

Dia duduk di dapur sambil menyeruput kopi. Arisa keluar kamar sambil menguap.

"Kang… pagi."

"Pagi, Neng."

Arisa duduk di depannya. "Kang Ogi mau kerja ya hari ini?"

"Iya atuh. Masa libur terus. Kebetulan juga sudah banyak pesanan yang masuk," katanya sambil nyengir.

"Kang Ogi buat kerupuk kayak apa sih?"

"Namanya kerupuk melarat atuh, Neng."

Arisa tertawa. "Masa nama kerupuk melarat. Miskin dong?"

"Kerupuk melarat khas Jawa Barat, Neng. Itu dibuatnya pakai aci mahal. Bumbunya sederhana. Tapi yang paling penting, rasanya enak atuh." Ogi mengacungkan jempolnya sambil full senyum.

"Aku boleh ikut nggak? Dimana tempat produksinya?" tanya Arisa.

"Itu! Di gudang belakang. Bentar lagi teteh-teteh yang bikin kerupuk pada datang," jawab Ogi sambil menunjuk gudang yang dimaksud.

Arisa menatap gudang itu. Dia sebenarnya melihat gudang itu sejak awal kedatangannya. Namun tak bertanya karena mengira gudang itu rumah kosong.

"Ya ampun! Itu gudang punya Kang Ogi? Aku kira rumah kosong loh. Wah... Ternyata Kang Ogi benar-benar kaya ya," komentar Arisa.

1
vania larasati
lanjut
Rommy Wasini Khumaidi
kasihan Ogi😭😭
Fitri Yaningsih
jadi makin kacau.....berawal dari amukan dan berakhir dipenjara kelak ayo lah selamatkan ogi dulu baru selesaikan masalah toh bukti sudah dikantongi
Tiara Bella
Heru edan adek sndiri dibacokin....dah selamat mendekam km dipenjara Heru
W I 2 K
Heru gelap mata....karena berawal dr Mega..yglama di gubug
Tiara Bella
waduh bahaya ini Ogi sm Dadang gimana nasibnya kalian
vania larasati
lanjut
Rommy Wasini Khumaidi
waduh bahaya
Fitri Yaningsih
hayo apa yang bakal terjadi.....
ogi dan heru baku hantam apa
ogi dan dadang berhasil sembunyi
kita digantung bacanya 😁😁😁
juwita
klo pegat itu putus. klo patah itu potong.
Desau: mohon di maklumi kak, aku bukan org sunda soalnya 🤧🙏
total 1 replies
juwita
padahal lamun di Sunda Abdi teh saya. emg kang Abdi namanya Abdi?
juwita
kk ipar aq jualan kerupuk di jakarta alhamdulillah sukses. apa lg ini si ogi anu boga pabrik na langsung
Sri rahayu
wah kecebong ogi udah mau loncing
vania larasati
lanjut
Tiara Bella
Alhamdulillah Arisa hamil....Ogi pasti seneng deh...
Fitri Yaningsih
wih dapet hadiah tak terkira nanti pas ogi denger kabar kalo arisa hamil,masalah cepat berlalu dan kebahagiaan sejati akan hadir sebentar lagi yang kuat sejatinya orang hidup ada aja masalahnya baik ringan atau berat tergantung kita menyikapinya
wah selamat kang ogi debay otw .....🥰🥰🥰🥰
Ninik Sumarni: Alhamdulillah bahagia banget
total 1 replies
Rommy Wasini Khumaidi
selamat Arisa & Ogi,dapat anugrah ditengah musibah,itu justru yang akan menguatkan kalian
Tiara Bella
mantap Ogi....
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Ogi
W I 2 K
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!