NovelToon NovelToon
TERJEBAK HASRAT LIAR KAKAK IPAR KU

TERJEBAK HASRAT LIAR KAKAK IPAR KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Las Manalu Rumaijuk Lily

Brakkk..!
"Apa yang kakak lakukan?" teriak Laura terkejut,pasalnya kakak iparnya,Lexi menerobos kamarnya lalu mengunci pintu dari dalam.
"Apa yang kulakukan? tentu saja menemui wanita yang berhasil membuatku berhasrat!" kekehnya tidak tahu malu.
"keluar kak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kemarahan Laura

Iren akhirnya mengalah dan membiarkan Laura pergi setelah memberikan pelukan hangat yang terasa seperti duri di hati Laura.

"Besok kita bertemu lagi oke? pastikan suamimu tidak menelepon mu seperti tadi lagi," ucap Iren sebelum ibu hamil itu benar benar pergi.

Laura mengangguk,"sip..!" Laura mengacungkan jempolnya seolah dia sedang bahagia.

Ia melangkah keluar kafe dengan terburu-buru, matanya sibuk mencari taksi online yang sudah dipesan. Setiap detik yang berdetak di jam tangannya terasa seperti ancaman bom yang siap meledak.

​Tepat dua puluh delapan menit kemudian, mobil yang ditumpangi Laura berhenti di depan gerbang rumah. Napasnya tersengal, bukan karena lelah fisik, tapi karena tekanan mental yang menghimpit.

Begitu ia masuk ke dalam rumah, suasana terasa sunyi, namun mencekam.

​"Sudah pulang, Nyonya?" tanya Bik Nah yang muncul dari balik dapur dengan wajah cemas.

​"Sudah, Bik. Kak Lexi memaksa ku pulang,meskipun baru lima menit bertemu temanku," sungutnya kesal.

Laura menaiki anak tangga satu persatu dengan perasaan kacau balau.

Moodnya tidak bagus akibat tingkah Lexi yang terlalu berlebihan.

Ting!

satu pesan masuk ke ponselnya,bukan dari Lexi,melainkan dari suaminya,Alex.

"Bagaimana kabarmu dan calon anak kita sayang? maaf ya karena terlalu sibuk akhir akhir ini,tapi aku janji,setelah ini aku akan meluangkan banyak waktu untukmu,menjagamu bahkan melindungi mu,"

​Laura tertawa getir membaca pesan itu. Melindunginya? Alex bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri dari dominasi Lexi. Bagaimana mungkin pria itu bisa melindunginya yang kini tengah mengandung anak dari pria yang salah?

Laura mengetik sesuatu sebagai balasannya.

Setelahnya dia melanjutkan langkah nya menuju kamar.

​Tiba-tiba, suara deru mobil terdengar di halaman depan. Bukan taksi, melainkan suara mesin mobil sport yang sangat ia kenali. Jantung Laura seolah merosot ke perut. Lexi bilang dia di hotel, tapi kenapa suara mobil itu ada di sini?

​Pintu depan terbuka dengan kasar. Sosok tinggi tegap dengan setelan jas yang sudah sedikit berantakan di bagian kerah muncul. Lexi berdiri di sana, menatap Laura dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara amarah, obsesi, dan sesuatu yang lebih gelap.

​"Tiga puluh satu menit, Laura," ucap Lexi dingin sambil melangkah mendekat. "Kamu terlambat satu menit dari kesepakatan kita."

​"Tadi jalanan macet, Lexi! Tolonglah, cuma satu menit!" bela Laura sambil melanjutkan langkahnya.

Lexi mengejar langkah Laura,hingga tidak perlu waktu lama dia sudah berada di dekat wanita itu.

​Lexi sudah berdiri tepat di depannya, mengikis jarak hingga Laura bisa mencium aroma parfum maskulin bercampur tembakau mahal.

Tangan pria itu terangkat, bukan untuk memukul, melainkan mengelus pipi Laura dengan ibu jarinya. Sentuhan yang seharusnya lembut, namun terasa seperti intimidasi.

​"Satu menit bagiku adalah waktu yang cukup untuk menghancurkan hidup seseorang," bisik Lexi di telinga Laura. "Tapi karena kamu terlihat sangat cantik hari ini... aku akan memberimu kompensasi. Sebagai gantinya, batalkan janji makan siangmu dengan temanmu itu besok."

​"Apa? Tidak! Aku sudah janji pada Iren!"

​Lexi mencengkeram dagu Laura, memaksanya menatap mata elang itu. "Besok, kamu akan ikut denganku ke dokter spesialis di Singapura. Jet pribadiku berangkat jam sepuluh pagi. Tidak ada bantahan, tidak ada teman lama, dan tidak ada rahasia lagi."

​Laura terpaku. Singapura? Itu artinya Lexi ingin memastikan kondisi kandungannya secara lebih privat dan jauh dari jangkauan siapa pun, termasuk Alex.

"Aku tidak mau!"

"Kamu harus mau!" Lexi mencengkeram lengan Laura kencang.

"Lepaskan!" Laura menghentakkan tangan Lexi dengan kekuatan yang tidak pernah ia sangka miliknya.

"Cukup, Lexi! Cukup!"

​Napas Laura memburu, dadanya naik turun dengan cepat. Rasa sesak yang berbulan-bulan ia pendam seolah meledak di detik itu juga. Ia tidak peduli lagi dengan ancaman Lexi, tidak peduli dengan jet pribadi, bahkan tidak peduli jika dunia runtuh sekalipun.

​"Kamu pikir aku ini apa? Barang? Properti? Kamu pikir karena aku mengandung anakmu, kamu berhak mengatur setiap embusan napasku?" teriak Laura. dia berjalan cepat ke kamarnya,namun Lexi mengikuti dari belakang.

Suaranya melengking tinggi, memecah kesunyian rumah yang megah namun terasa seperti penjara itu.

​Lexi terpaku sesaat, matanya menyipit tajam. "Jaga bicaramu, Laura. Aku melakukan ini demi keselamatanmu dan anak itu."

​"Bohong!" Laura berteriak lagi, kali ini lebih keras, nyaris seperti orang yang kehilangan akal sehat. Ia mulai memukul-mukul dadanya sendiri, lalu menjambak rambutnya karena frustrasi yang teramat sangat. "Kamu hanya peduli pada egomu! Kamu gila, Lexi! Kamu sakit!"

​Laura mulai tertawa getir di sela tangisnya, lalu sejurus kemudian berteriak histeris hingga wajahnya memerah padam. Ia melempar vas bunga di dekatnya ke arah lantai hingga hancur berkeping-keping. "Keluar! Pergi kamu dari sini! Aku benci kamu! Aku benci kenyataan kalau aku harus mengandung darah dagingmu!"

​Di lantai bawah, Bik Nah gemetar hebat. Ia meremas celemeknya, matanya berkaca-kaca melihat nyonya mudanya yang biasanya lembut kini tampak seperti orang kesurupan. Bik Nah adalah satu-satunya saksi bisu di rumah itu yang tahu rahasia paling kelam: bahwa anak di rahim Laura bukanlah anak Alex, melainkan hasil dari obsesi gelap Lexi.

​Lexi maju satu langkah, mencoba meraih bahu Laura yang bergetar hebat. "Tenang, Laura. Kamu sedang tidak stabil—"

​"Jangan sentuh aku!" Laura memundurkan tubuhnya, matanya melotot tajam dengan sisa-sisa air mata yang mengalir. "Setiap sentuhanmu membuatku merasa kotor! Kenapa kamu tidak biarkan aku hidup tenang dengan Alex? Kenapa kamu harus menghancurkan segalanya?"

​"Karena Alex tidak akan pernah bisa memilikimu seperti aku memilikimu," suara Lexi merendah, dingin dan menusuk. "Dia lemah, Laura. Dan kamu tahu itu."

​"Setidaknya dia tidak sepertimu! Dia memperlakukanku seperti manusia!" Laura berteriak tepat di depan wajah Lexi, menantang maut. "Bunuh saja aku, Lexi! Bunuh aku sekarang kalau kamu mau terus mengekangku seperti ini! Aku lebih baik mati daripada harus ikut ke Singapura dan menjadi bonekamu selamanya!"

​Keadaan menjadi sunyi senyap setelah teriakan itu. Hanya suara deru napas Laura yang tidak beraturan yang terdengar. Lexi menatap Laura dengan tatapan yang sulit dibaca—ada kilatan amarah yang besar, namun terselip ketakutan yang samar di balik matanya saat melihat Laura begitu hancur.

​"Bik Nah!" panggil Lexi dengan suara menggelegar tanpa mengalihkan pandangan dari Laura.

​Bik Nah berlari kecil dengan kepala menunduk. "I-iya, Tuan?"

​"Pastikan dia meminum susunya dan juga makanannya,,aku tidak mau anakku kelaparan,"

​BRAKK!

​Pintu kamar tertutup dengan bantingan keras. Laura ambruk ke lantai, menangis sejadi-jadinya di pelukan Bik Nah yang langsung menghambur memeluknya.

​"Sabar, Nyonya... sabar," bisik Bik Nah sambil mengelus punggung Laura yang terguncang.

​"Aku tidak kuat lagi, Bik... aku ingin lari," isak Laura lemas.

"maafkan tuan Lexi nyonya, beliau tidak tahu kalau sikapnya melukai hati nyonya,tapi percayalah,,tuan melakukan ini semua demi nyonya," bisik pelayan itu pilu.

bersambung...

1
Pramesty Dwi puji lestari
lnjut min penasaran dengan kelanjutannya gimana nasib alex dengan rumah tangganya
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Mita Paramita
parah nih Lexi udah memanipulasi total laura🤨🤨🤨 kasian Laura kapan sadar nya terus kabui🤣
Mita Paramita
lanjut Thor
Yulita Saja
trsannya gimana
Yulita Saja
akhirnya Laura pny siapa ya?? alex atau Lexi
Sarinah Quinn
kasian Laura Thor tolong lah Laura dari kebejatan lexi🙏🙏🙏
Sarinah Quinn
lanjut lagi thor 🙏
Fitria Syafei
waduh maju kena mundur kena nih 🙄 KK cantik kereen 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!