NovelToon NovelToon
Cinta Sembunyi-sembunyi Dengan Bos.

Cinta Sembunyi-sembunyi Dengan Bos.

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Office Romance
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

Si bos membuat aturan tidak boleh berpacaran ditempat kerja.
Tapi bagaimana jika bos itu sendiri yang melanggar aturan tersebut?
Bahkan si bos itu sendiri jatuh cinta pada sang sekretaris cantik yang baru saja direkrut. Akhirnya si bos pun memutuskan untuk pacaran secara sembunyi-sembunyi ditempat kerja.
Penasaran? ikuti yuk, dan baca ceritanya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Alvaro dalam perjalanan pulang menuju apartemen. Namun tiba-tiba ia mendapat telepon dari sang mama menyuruhnya pulang ke mansion. Ada sesuatu yang ingin dibahas.

Alvaro yang penasaran pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke apartemen. Melainkan ke mansion. Alvaro memutar arah setir mobilnya menuju mansion.

"Tidak biasanya mama menyuruh pulang, apa ada yang gawat ya," batin Alvaro. Alvaro sudah kepikiran yang tidak-tidak.

Pintu gerbang terbuka saat mobil Alvaro hendak masuk. Dua penjaga menunduk hormat kepada tuan muda mereka.

Ardina segera membuka pintu saat mendengar deru mesin mobil. Alvaro segera keluar dari mobil dan langsung memeluk sang bunda.

"Ada apa ma? Sepertinya penting sekali?" tanya Alvaro.

"Masuk dulu, mama tidak bisa cerita. Biar Tante mu yang bercerita," jawab Ardina.

"Tante?" tanya Alvaro. Ardina mengangguk.

"Tante, apa kabar?" tanya Alvaro.

"Kabar tidak baik," jawab Arina.

"Maksud Tante?"

"Tante tidak tahu mau bicara darimana? Tante juga bingung."

"Bicara saja Tante, jangan sungkan."

Arina menoleh ke sang suami dan Lukman pun mengangguk. Arina mendekati Alvaro dan memegang tangannya. Alvaro merasa tidak enak, jika sudah begini pasti ada sesuatu yang diinginkan oleh Tantenya.

"Desi hamil, maukah kamu menikahi nya?"

Deg ... Perkataan Arina serasa petir yang menghantam tubuh Alvaro. Tantenya selalu bersikap seenaknya sendiri. Tanpa memikirkan perasaan orang lain.

"Maaf Tante, aku sudah tekankan sejak dulu, jika aku tidak ingin menikah dengan Desi. Meskipun dia tidak hamil sekalipun. Apalagi sekarang, itu jelas-jelas bukan anakku. Maaf Tante aku menolak!"

"Sudahlah dek, kakak kan sudah bilang, Al tidak mungkin menerima nya. Al punya pilihan sendiri," kata Ardina menimpali.

Sebenarnya tadi mereka sudah berdebat satu sama lain. Sebelum Alvaro datang. Ardina dan Billy tidak setuju apalagi sudah jelas itu sisa orang lain.

"Pilihan Al adalah pilihan kami juga, dan aku akan mendukungnya," kata Ardina lagi.

"Yang penting mereka saling cinta dan membawa kebahagiaan pada keluarga kami nantinya." Billy menimpali.

"Tapi kak bagaimana nasib Desi?"

"Itu sudah menjadi resiko nya. mengkonsumsi barang terlarang ditambah melakukan perzinahan. Apa itu baik?" tanya Ardina.

Arina pun terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, "maafkan aku karena terlalu memanjakan nya. Sejak kecil, apapun yang dia inginkan selalu kami turuti." ucap Arina sambil bersandar pada suaminya.

"Sudahlah, sekarang Desi masih masa pemulihan. Yang sulitnya adalah, dia sendiri juga tidak tahu siapa ayah dari bayinya itu," kata Lukman.

Ya, Desi tidak ingat dengan siapa saja ia berhubungan. Hingga saat hamil, dia sendiri pun tidak mengetahui ayah dari bayi tersebut.

Alvaro segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Ia lelah harus dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya.

Alvaro baru pertama kali merasakan jatuh cinta yaitu pada sekretarisnya sendiri. Gadis galak dan unik punya skill dan multitalenta.

Alvaro masuk kedalam kamar dan menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur. Perlahan ia memejamkan mata kemudian membukanya lagi karena mendengar pintu kamarnya diketuk.

"Masuk!"

Ardina pun masuk langsung menghampiri putranya, "Mama sudah menolak nya tadi, tapi Tantemu ingin berkata langsung kepadamu."

"Iya ma, aku juga tidak mau. Aku sudah punya pilihan lain ma."

"Apakah gadis gado-gado? Ah maksud Mama, apakah sekretaris mu itu?"

Alvaro mengangguk, "Aku suka dia sejak pertama dia masuk bekerja. Cara kerjanya yang cekatan, cerdas dan ceria. Semua ada padanya." Alvaro menengadah ke langit-langit kamar membayangkan wajah Abbey.

"Mama suka padanya karena dia lembut dan kalau dipoles pasti cantik. Seperti berlian tersembunyi."

"Buahahaha. Mama salah jika bilang dia lembut. Asli nya kasar ma, mama tahu kejadian waktu itu? Dia membanting aku ma," adu Alvaro.

Kali ini giliran Ardina yang tertawa. Kemudian tawanya terhenti saat sang suami masuk. Ardina masih ingin ketawa, tapi ia tahan.

"Apa aku melewatkan sesuatu yang lucu?" tanya Billy.

"Anakmu pa, dibanting cewek," kata Ardina.

Mendengar hal itu, Billy juga ikut tertawa. Karena menurut mereka itu sangat lucu. Bisa-bisanya anak mereka dibanting. Oleh perempuan lagi.

"Menyesal aku ceritakan," gumam Alvaro.

"Loh papa kok kesini juga? Bagaimana dengan Arina dan suaminya?" tanya Ardina yang baru sadar.

"Mereka sudah pulang, sepertinya adikmu itu marah," jawab Billy.

"Biarkan saja lah pa, Mama tidak ingin mengikuti kemauan nya itu," kata Ardina.

"Ya sudah, mau kasar kek, tukang banting kek Mama tetap menyukai gadis itu. Abbey, ya namanya?"

"Abbey Cantika Putri," Alvaro menyebut nama lengkap gadisnya itu.

"Siapa ma?" tanya Billy.

"Gadis yang jualan gado-gado, papa ingat, kan?" Billy mengangguk.

"Sudah, aku mau mandi. Mama dan Papa silahkan keluar," usir Alvaro.

Keduanya pun keluar dari kamar anaknya itu. Setelah keduanya keluar, Alvaro kembali berbaring. Tadi ia sedikit terganggu dengan kehadiran sang mama.

Keesokan harinya...

Di perusahaan, Alvaro kembali didatangi oleh Jordy. Padahal masih pagi, hingga membuat mood Alvaro anjlok drastis.

"Mau apa kamu kemari?" Alvaro sudah tidak sopan lagi saat berbicara dengan rivalnya ini.

"Aku mau ketemu Abbey, tolong panggilkan dia sebentar," pinta Jordy.

"Tidak bisa, Abbey tidak bisa diganggu,"

"Aku hanya ingin pamit, urusanku disini sudah selesai dan hari ini juga aku kembali ke negara K."

"Bukan urusanku, sana pergi!"

"Pergilah, sebelum aku banting!"

Mereka semua menoleh kearah asal suara. Abbey berjalan dengan santai mendekati mereka.

"Aku berterima kasih karena kamu membawa ku ke rumah sakit waktu itu. Tapi itu juga aku anggap sebagai tanggung jawabmu karena sudah menabrak motorku. Kalau soal perasaan, maaf jangan paksa aku!" ucap Abbey tegas.

"Aku tahu, biarkan aku menyukaimu walaupun tidak bisa memilikimu."

"Itu hak mu, aku tidak bisa melarang. Tapi aku tidak bisa dipaksa."

"Baik, aku pergi sekarang. Setidaknya aku sudah berpamitan denganmu." Jordy tersenyum. Kemudian ia melangkah kan kaki menjauh.

"Semoga kamu menemukan orang yang tepat!!!" teriak Abbey. Jordy melambaikan tangan tanpa menoleh.

"Bubar, bubar semuanya. Jangan sampai kalian kehilangan bonus bulan ini," kata Alvaro.

Mereka semua yang tadi melihat perdebatan bos nya pun segera membubarkan diri. Masuk kedalam lift menuju ruang kerjanya masing-masing.

"Gadis nakal," gumam Alvaro saat melihat Abbey juga berlari memasuki lift. Sebelum pintu lift tertutup, Alvaro segera menahan nya dengan tangannya.

Alvaro mendekati Abbey yang berdiri disisi dinding lift, "apa kamu sedih?" tanya Alvaro.

"Tidak!" jawab Abbey.

Alvaro memegang tangan Abbey, Abbey berusaha menepis. Namun Alvaro semakin erat memegang tangan Abbey. Hingga akhirnya Abbey pun pasrah. Percuma saja melawan, jika Alvaro masih ngotot.

"Biarkan seperti ini, selama ini kita hanya bisa menyembunyikan hubungan kita. Bahkan jika diluar perusahaan pun kita masih sembunyi-sembunyi."

"Bagaimana lagi, malu dong jilat ludah sendiri?" Alvaro tertawa, peraturan yang dia buat terkena dirinya sendiri.

Sebenarnya niat Alvaro hanya ingin menghindari para karyawan perempuan yang seperti tergila-gila padanya. Namun siapa sangka, diantara puluhan karyawan wanita, ternyata ada satu berlian tersembunyi.

1
Pipin - Theofillo
Luar biasa
Pa'tam: terima kasih
total 1 replies
borahae 💜
ehmmm are you oke? tangannya nggak papa kan, Nggk patah kan yh....
Puput
Berasa ditinggal pacarnya gegara ketauan selingkuh ama cewe😭, Kata katanya Alvaro bikin salah Paham😭😭🤣
Puput
Terus kenapa, Bagus dong Kalaau lebih baik, dari pada terpuruk mikirin laki Gak tau diri mending Melangkah maju🙄
Puput
Jempol 500 orang buat Kamu Bu👍👍👍
Puput
Bukan gak ada kerjaan, emang lagi males aja Asistennya menderita di kantor🤣
Pa'tam: hehehe. biasa asisten sering menjadi korban.
total 1 replies
Puput
Karna dia posisinya lengah
Puput
Setipe sama aku, Kalau pake Rok itu karna terpaksa aja, antara Tinggal itu aja yang bersih atau Peraturan, sisanya ya pake Celana
Dwi Laras Anggreni
Luar biasa
Ririn Endang S
Jangan lupa nothifnya ya Thorr klo ada kelanjutannya.
Ririn Endang S: Iyaa. Skr lgi tak baca. Tks.
Pa'tam: Sudah ada lanjutannya. berjudul "Elang dan Merpati"
total 2 replies
Asiyah
Luar biasa
Setianingrum Ningrum
top
Irfan Fatswana
Luar biasa
Pa'tam: terima kasih banyak.
total 1 replies
Isabela Devi
mau makan jg gado gado
Isabela Devi
pasti org tuanya beli gado gado di rumah Abbey
Isabela Devi
😂😂😂😂😂😂 lagian Abbey lucu jg
Isabela Devi
abbey pasti di terimah
Isabela Devi
semangat Abbey
Isabela Devi
kamu pikir jd sekertaris itu gampang tinggal berleha leha . . . mimpi anda mustika
Isabela Devi
dary sih cari masalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!