NovelToon NovelToon
Mati Rasa

Mati Rasa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:148.1k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Terlahir menjadi anak yang terbuang tak membuatnya berkecil hati. Semangat yang dimilikinya kembali berkobar kala melihat banyaknya orang yang menyayanginya.

Namun dunianya berubah kala dirinya memutuskan untuk menikah. Meski harus merasakan kepahitan akan cinta pertamanya. Denisa tetap bisa bertahan meski pada akhirnya dia memilih mematikan hatinya demi membuang rasa sakitnya.

~Kau tak pernah tahu perihnya luka yang tak nampak namun terasa sangat menyayat jiwa. Jika luka gores itu akan hilang dengan sendirinya namun tidak dengan luka hati, sampai kapanpun dia akan tetap kekal abadi.... Denisa

~ Kuakui aku bodoh. Seharusnya aku menggunakan akal dan hatiku bukan menggunakan emosiku... Raka.

Bagaimana kisah mereka mengarungi biduk rumah tangga dengan bayang bayang cinta lain yang masih melekat di hati Raka.
Mampukah Denisa kembali merasakan cinta dalam hatinya yang telah mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Raditya Alamsyah.

"Kamu pernah merasakan jatuh cinta?"

Radit menoleh ke arah Rena yang sedang duduk disebelahnya dengan segelas jus strawberry kesukaannya.

"Kenapa bertanya seperti itu?" Keduanya berada di sebuah gazebo yang terletak di salah satu sudut restoran.

"Pengen tahu aja." Rena menjawab acuh seraya menyesap pelan jus nya.

Radit menghela nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan yang sebenarnya sangat menyesakkan baginya. Tanpa sepengetahuan Radit, Rena menelisik gelagat pemuda itu dengan skor matanya. Rasa kagum dan juga sukanya pada pemuda itu semakin mendalam. Kepribadian Radit yang tenang dan selalu bersabar dengan tutur kata bijaknya terkadang membuatnya terlihat semakin dewasa.

"Pernah, dan mungkin masih sampai saat ini." Pelan, jawaban itu meluncur dari bibir Radit yang kemudian mengalihkan pandangannya jauh ke depan. Menatap indahnya senja di sore hari dengan hembusan angin yang terasa sejuk menerpa wajah tampannya.

Rena yang mendengar jawaban itu mencelos hatinya. Meski dia sudah menyadari itu namun tetap saja jawaban Radit mengusik hatinya. Pemuda itu mengisyaratkan jika dia tengah jatuh cinta bahkan saat ini pun sama.

Rena mencoba menahan debaran jantungnya. Meski rasanya sakit mendengar orang yang dikaguminya selama ini tengah jatuh cinta dan dirinya yakin jika gadis yang beruntung mendapatkan perhatian Radit bukanlah dirinya.

Radit menganggapnya sama dengan Citra. Hanya sebatas adik tak lebih. Tak pernah sedikitpun Radit menunjukkan perhatian lebih padanya dan itu menunjukkan jika memang dirinya tak menarik bagi Radit.

"Oh ya, beruntung sekali gadis itu. Lalu bolehkan aku mengenalnya?"

Radit menggeleng membuat Rena menatapnya heran.

"Kenapa?"

"Aku tak pernah mengatakan padanya tentang perasaanku. Perbedaan diantara kami sangat jauh dan aku tahu batasan ku untuk itu." Radit tersenyum seraya menundukkan wajahnya dalam.

"Aku bukan lelaki yang sempurna, bahkan siapa keluargaku pun aku tak mengetahuinya hingga saat ini. Aku tak ingin berharap terlalu tinggi karena aku takut, mimpiku akan membuatnya sakit dikemudian hari."

"Lalu bagaimana dengan cintamu?"

"Aku akan memendamnya. Dan aku akan menyayanginya dengan caraku. Melihatnya tersenyum saja aku sudah bahagia."

"Bukankah cinta butuh diperjuangkan?"

Radit mengangguk. "Benar, tapi tidak untukku yang tak pernah pantas dibandingkan dengannya. Cinta ku hanya akan menghambat kebahagiaannya. Dan tentu saja aku tak menginginkan hal itu terjadi. Aku ingin dia bahagia, selalu."

"Lalu bagaimana denganmu?"

"Aku akan tetap disini, bukankah aku sudah terbiasa begini? jadi tak akan pernah ada yang perlu dicemaskan untuk itu." Radit menoleh, menatap lekat kedua netra Rena yang kini juga sedang menatapnya.

Lengan Radit terulur, mengusap lembut pucuk kepala Rena.

"Kau harus bahagia Rena, maaf karena telah lancang jatuh cinta padamu. Aku akan memendamnya dan tak akan ku biarkan orang lain mengetahuinya. Aku tak akan membuatmu malu dan sungkan. Berada di dekatmu meski hanya sebagai seorang teman itu sudah cukup buatku. Aku mencintaimu Rena!! entah kapan dan dimana rasa ini tiba-tiba muncul dan menguasai hatiku. Namun jangan khawatir, Aku akan menahannya." Gumamnya dalam hati dengan senyum yang masih melekat di bibir tipisnya.

Rena termangu, ditatapnya tangan Radit yang mengusap kepalanya lembut. Desiran anehh menyeruak dalam hatinya yang meronta. Tak terasa buliran bening air matanya jatuh di sudut matanya.

Rena menghambur memeluk erat tubuh Radit yang terdiam kaku. Tak menyangka jika gadis cantik yang menghuni relung hatinya itu memeluknya sedemikian rupa.

Kedua tangan terulur membalas pelukan Rena. Entah apa yang membuat gadisnya menangis begitu. Tapi yang jelas, Radit tak menyukai hal ini. Melihat Rena terluka hingga menangis seperti ini membuat hatinya ikut merasa pedih. Kembali lagi pada kenyataan jika dirinya tak mampu berbuat apa apa untuk bisa membuat Rena bahagia.

Ditangkupnya wajah Rena yang sembab. Mata dan hidung gadis itu memerah dengan lelehan air mata yang terus mengalir di kedua belah pipinya.

"Jangan menangis, kelihatan jelek sekali kalau begini." Disekanya air mata itu dengan ujung jarinya. Tatapannya lekat pada manik cantik Rena yang menatapnya sayu.

"Memang aku jelek?" Radit mengangguk.

"Iya jelek kalau menangis begini. Aku lebih suka melihatmu tersenyum, karena itu terlihat lebih cantik." Ujung jarinya masih mengusap sisa kebasahan di pipi Rena.

Keduanya terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing yang saling bertolak belakang. Andai keduanya tahu jika sebenarnya hati mereka menyatu tentu semua rasa sesak itu tak lagi mereka rasakan.

Citra yang berdiri tak jauh disana tersenyum kecut. Matanya memanas namun dia berusaha untuk menahan laju air mata itu agar tak keluar. Sejak beranjak dewasa gadis itu menaruh rasa pada Radit yang dianggapnya sebagai kakak selama ini.

Kebersamaan keduanya yang sangat instens membuat rasa nyaman dalam diri Citra tumbuh dengan subur. Meski dia tahu, apa yang Radit lakukan padanya murni karena merasa sayang sebagai seorang kakak dan tak lebih.

Tak adanya hubungan darah diantara keduanya apa lagi mereka berasal dan tumbuh di tempat yang sama membuat Citra menepis segala jurang dan dinding pemisah yang ada. Tanpa dia tahu jika Radit sedang mendambah orang lain.

Tak ingin air matanya turun, Citra memilih berlalu dan menyibukkan dirinya di dapur. Menikmati sakit hatinya yang mungkin memang tak seharusnya dia rasakan. Bagaimanapun antara dirinya dan Radit hanya ada hubungan kakak adik. Radit benar-benar hanya menganggapnya sebagai adik tak lebih.

Radit yang masih memeluk tubuh Rena sedikit mengernyit karena gadis itu tak melakukan gerakan apapun. Bahkan nafas Rena terdengar halus dan teratur. Dengan pelan di jauhkannya wajah Rena dari dadanya. Pada akhirnya Radit harus menghembuskan nafas kasar setelah menyadari jika gadis cantiknya sudah terlelap dalam dekapannya.

"Kau cantik, tapi aku bisa memujimu secara langsung. Aku hanya akan mengagumimu secara diam diam dan juga mencintaimu dalam diam." Radit menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Rena. Dipandanginya lekat lekat wajah itu sebelum dirinya memilih beranjak dengan Rena yang berada dalam gendongannya.

Rico hanya tersenyum tipis, dia yang memang mengetahui perasaan sang adik tak banyak komentar. Baginya asal sang adik bahagia itu sudah cukup. Rico memilih berlalu meninggalkan tempat itu sebelum Radit menyadari kehadirannya.

Denisa yang tak sengaja keluar dari arah kamarnya melihat Radit menggendong Rena. Wanita itu segera mendekat ingin memastikan apa yang terjadi kepada adik iparnya itu.

"Dit, Rena kenapa?" Tanyanya dengan nada panik yang kentara.

"Tidur kak."

"Tidur?"

"Iya kak, Rena tertidur dan aku tak tega membangunkannya. Makanya aku bawa dia masuk sekarang."

"Baiklah, ayo ikutin kakak."

Denisa berjalan cepat menuju sebuah kamar yang biasa ditempati oleh Rena jika berkunjung ke kota A.

"Sebentar ya." Ucapnya setelah membuka pintu kamar dan dengan cepat Denisa merapikan bantal agar adik iparnya itu lebih nyaman nantinya.

"Dit, sudah." Panggilnya pada Radit yang sedang menatap wajah cantik Rena yang berada dalam gendongannya.

Dengan perlahan di letakkan nya tubuh itu. Tangan mungil yang memeluk lehernya sedikit mengendur sebelum perlahan terlepas. Tubuh Rena terkulai diatas kasur dengan mata yang masih terpejam seolah tak terganggu dengan keadaan disekitarnya.

"Selamat tidur, cantik. Mimpi yang indah ya, jangan lupa untuk tetap bahagia." Radit memasang selimut berwarna pink pudar itu hingga sebatas dada. Menatapnya lekat sebelum dirinya beranjak pergi meninggalkan kamar itu. Sementara Denisa sudah berlalu terlebih dahulu dari sana.

1
Ray Aza
rendah hati...
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
wah rena hamil ....
tpi rayyan udah sama jennie kan thor di kota B..
selamat ya ren
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
halah modus si raka,, minta mandi sekalian minta jatah ya 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
apa yg membuat mu ragu citra??? jangan pernah berfikir yg aneh", rico tulus mencintaimu, apa kau masih punya perasaan sama radit ???
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
bram menikah saja sama kakka iparnya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
yaaaaahhhh end nya sedih
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
oalah ternyata arlan bukan anak kandung toh
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
itu air mata beneran atau air mata buaya ren
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
ternyata tuhan lebih menyayangi kakek nya radit
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
dasar wanita edannnn, gak merasa bersalah atas apa yg di lakukannya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
nah rena, gimana tuh..
jangan menunda momongan lah.. biar kan berjalan sesuai kehendak yg kuasa.. kalian cukup ngadon aja 🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
gass lagi dit 🤭🤭🤭
mau liat live streaming ini 🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
astaga rico mau menguping ya 🤣🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
keramas lah biar wangi ... kan mau unboxing 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
wkwkwk malam pertama cuy...
gass yok
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
walah buk , maaf ya raka udah sold out ..
ibu telat 🤭🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
terharuuuu.... akhirnya ada yg mengakui jennie sebagai keluarga walau tak ada ikatan darah
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
mau ada pembicaraan serius kah kok ngumpulnya di kamar ???
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
yeeee 👏👏👏
akhirnya rencana berjalan lancar.
selamat untuk rena dan radit
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
ya ampun rena, awas kaget loh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!