Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Pertarungan Iblis dan Manusia (bagian kedua)
Guan Haoran merasakan telapak tangannya gemetar. Pukulan Ruirong Gong miliknya tadi seolah-olah menghantam kekosongan yang tak berdasar. Seperti melempar batu ke dalam samudra yang mahaluas. Energinya lenyap tanpa bekas, bahkan tidak mampu menggetarkan sehelai rambut pun di kepala Zhao Yun.
Di dunia persilatan, hal yang paling menakutkan bukanlah ketika seranganmu ditangkis dengan kekerasan yang sebanding. Hal yang paling mengerikan adalah ketika seluruh tenagamu diserap hingga habis seolah kau tidak pernah menyerang sama sekali.
Zhao Yun melepaskan kembali lipatan jubahnya. Angin pagi berhembus pelan, membuat pakaian hitamnya berkibar dengan anggun.
"Pak tua, kekuatan manusia mana mungkin bisa melumpuhkan kekuatan iblis?!" ucap Zhao Yun. Nada suaranya pelan. Namun, ada irama yang meremehkan di dalam kalimatnya.
Guan Haoran mundur selangkah. "Baiklah, aku terlalu meremehkan keahlianmu. jika kau ingin aku menggunakan seluruh kekuatanku, maka kali ini aku tidak akan sungkan lagi."
Selesai berkata demikian, ia mulai menghimpun kembali energi murninya. Tangannya membuat serangkaian gerakan halus yang hampir menyerupai sebuah tarian. Indah, namun mematikan.
Tahap kesembilan: Ruirong Gong
Ia langsung melompati beberapa tingkatan dan mengerahkan energi murninya mendekati tahap puncak. Pada fase ini, tubuh sang maestro perlahan tampak samar dan semi transparan di bawah siraman cahaya matahari. Setiap energi yang keluar akan langsung digantikan oleh energi baru yang mengalir dari pusat pusarnya. Seolah-olah, pasokan tenaga dalam di tubuhnya telah menyatu dengan alam dan tiada habisnya.
Udara disekitar lembah mendadak menjadi berat. Kelopak-kelopak bunga yang berguguran tidak lagi jatuh ke tanah, melainkan melayang diam di udara, tertahan oleh tekanan hawa murni yang luar biasa dahsyat.
Para murid Guan Haoran mundur hingga puluhan langkah, beberapa di antaranya harus mengerahkan tenaga dalam hanya untuk menjaga agar dada mereka tidak sesak. Bahkan Guan Xian, yang baru saja tiba dan menyaksikan pertunjukkan keahlian tingkat tinggi ini, terpaksa melepaskan energi murninya demi melindungi diri dari percikan energi dahsyat yang meluap-luap.
"Hebat... ini adalah energi murni paling tinggi dan menakutkan yang pernah kulihat!" seru salah satu murid dengan wajah pucat.
"Anak muda itu pasti akan menemui ajalnya hari ini !" timpal murid yang lain, yakin bahwa tidak ada manusia yang bisa selamat dari amukan sang guru.
Guan Xian, yang merasakan hawa membunuh ayahnya telah mencapai puncak, mulai mengkhawatirkan nasib Zhao Yun. Namun, melerai perseteruan ini adalah hal yang mustahil. Jangankan menengahi, melangkah mendekati ayahnya saat ini pun ia tidak akan mampu.
Di tengah badai energi yang menggulung, pakaian transparan Guan Haoran berkibar kencang. Ratusan bayangan telapak tangan mengepung Zhao Yun dari segala penjuru, siap mencabik-cabik apa saja yang ada di pusat serangan.
Bagi para murid, Zhao Yun sudah seperti domba di tengah kepungan serigala kelaparan.
Namun, Zhao Yun yang biasanya selalu tenang dan memandang remeh segala hal, kini mendadak mengubah ekspresinya. Sinar matanya menajam, raut wajahnya berubah serius.
"Kekuatan ini sungguh luar biasa. Aku tidak boleh meremehkan orang tua ini," bisik Zhao Yun pada dirinya sendiri, menyadari bahwa badai energi di depannya bukanlah sekedar bualan belaka.
Untuk pertama kalinya semenjak ia menginjakkan kaki di bumi ini, orang tua di hadapannya ini adalah sosok pertama yang bisa membuatnya benar-benar khawatir. Bahkan di dalam hatinya, Zhao Yun tidak lagi yakin apakah Guan Haoran akan terpengaruh oleh teknik mistis miliknya.
Zhao Yun sekali lagi merapal trik gaibnya. Dengan satu jentikkan jari yang cepat, ia mencoba membendung dan membekukan aliran energi murni Guan Haoran.
Namun, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Guan Haoran sama sekali tidak terpengaruh oleh mantra itu. pria tua ini sangat berbeda dari para bandit sebelumnya yang mudah di kelabui dan disiksa oleh ilusi.
Tubuh sang ketua lembah sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda berada di bawah pengaruh sihir. Bahkan raut wajahnya tidak menampakkan ketakutan atau keraguan sedikitpun. Ia tetap berdiri tegak dengan tenang di dalam lingkaran perisainya yang berdesis kuat.
...****************...