NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 Tidak Peduli

"Tetapi aku lebih kasihan dengan dirimu, disaat kau sudah tahu apa tujuanku menikah dengan Shafiya, kau tidak bisa berbuat apa-apa!" sahut Arash tidak mau kalah memberi pernyataan itu.

"Jangan sombong dulu Arash, kita mengenal bukan setahun 2 tahun, kita tunggu sejak kecil dan aku rasa kau sudah tahu apa yang akan aku lakukan dan tidak mungkin diam saja. Kau hanya menyesal dengan semua perbuatanmu dan aku akan membawa Shafiya keluar dari rumah ini terlepas dari laki-laki toxic sepertimu!" tegas Adam.

"Lakukanlah, aku tidak sabar ingin menunggu pergerakan dari sepupuku ini," sahut Arash justru menantang dan tidak takut sama sekali.

"Tetapi aku sungguh begitu penasaran, kira-kira tindakan apa yang akan kau lakukan? Kau akan mengatakan kepada orang tuanya dengan semua tujuanku, percuma Zidan, ketika orang tuanya tahu. Aku juga tidak akan melepaskan putri mereka!" tegas Zidan.

"Sakit...!!!" umpat Zidan menekan suaranya benar-benar sangat muak dengan Arash.

Arash tampak santai memberikan senyum tipis di wajahnya. Dia justru menertawakan bagaimana geramnya Zidan terhadap perbuatannya.

"Apa ada lagi yang ingin kau katakan, karena masih banyak yang harus aku selesaikan, aku juga harus mengurus pernikahanku dengan Kanaya," ucap Arash.

Zidan sampai tidak bisa berkata-kata dengan menggelengkan kepalanya. Arash tersenyum puas dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Zidan.

"Keterlaluan kau Arash. Aku pastikan kau akan menyesal dengan semua perbuatanmu," umpat Zidan dengan tangan terkepal.

****"*

"Kamu tidak punya akal!" Nenek sampai memukul meja ketika mendengar permintaan Arash sungguh mengejutkannya.

"Seorang pria diperbolehkan untuk memiliki istri lebih dari satu. Jadi aku ingin menikah lagi!" tegas Arash.

"Memang tidak ada yang melarang seorang pria untuk menikah ketika sudah memiliki istri dan bahkan terserahmu memiliki istri berapapun, tetapi kamu hanya satu istri saja kamu tidak bisa bertanggung jawab dan kamu sudah ingin mencari istri lagi!" tegas Nenek penuh penekanan.

"Nek, istriku saat ini tidak bisa melakukan apapun, lihatlah dia membisu ada seperti orang kehilangan arah, mana mungkin aku bertahan dengan wanita seperti itu," ucap Arash dengan kepalanya melihat keluar jendela.

Letisha masih terus menghabiskan waktunya di pinggir kolam renang menjadi tempat favoritnya.

"Arash. Nenek menyangka kamu bisa seperti ini. Apa kamu sudah puas memperlakukan Shafiya sampai membuatnya seperti itu, wanita kehilangan akal sehatnya, mentalnya kamu hancurkan sehingga membuatnya menjadi seperti ini...." suara nenek terdengar bergetar ketika menyaksikan sendiri bagaimana cucu menantunya itu seperti orang sakit jiwa.

"Aku menginginkan hal yang lebih daripada ini," jawab Arash.

"Orang tuanya bisa memenjarakan kamu ketika tahu apa yang kamu lakukan kepada putri mereka, Shafiya adalah gadis yang dicintai kedua orang tuanya. Orang tua mana yang tidak terluka melihat penderitaan putrinya dalam pernikahan!" tegas Nenek.

"Sama seperti apa yang aku alami. Aku hancur dan tidak berdaya ketika orang yang aku cintai mati di hadapanku tanpa mendapatkan keadilan!" sahut Arash menekan suaranya.

Nenek geleng-geleng kepala, kehabisan akal menghadapi Arash yang tidak pernah sadar akan perbuatannya.

"Jika tidak keberatan maka bantulah untuk mempersiapkan pernikahanku. Tetapi jika nenek keberatan maka sebaiknya jangan ikut campur atau mencoba untuk menghalangiku," ucap Arash berdiri dari tempat duduknya dan kemudian langsung pergi.

"Astagfirullah Arash, mengapa kamu semakin lama semakin kehilangan akal sehat kamu, kamu menakutkan," ucap Nenek.

*****

Tinnong, tinnong, tinnong..

"Sebentar...." Kanaya berjalan menuju pintu apartemen dengan membuka langsung pintu tersebut ketika mendengar suara bel.

Saat pintu itu dibuka Kanaya cukup kaget dengan seorang wanita paruh baya terlihat berdiri di hadapannya menatapnya tampak begitu tegas membuat Kanaya kebingungan dan bertanya-tanya.

"Ma, maaf, Anda siapa?" tanyanya.

"Saya Nenek Arash," ucap Nenek.

Kanaya cukup kaget mendengarnya namun langsung refleks mencium tangan wanita tersebut.

"Maafkan saya, saya tidak tahu jika Nenek adalah orang yang paling dekat dengan Arash," Kanaya terlihat merasa tidak enak.

"Ayo. Nek, masuklah..." Kanaya dengan cepat mempersilahkan masuk.

Nenek tampak cuek melangkahkan kaki memasuki apartemen tersebut dan masuk duduk di sofa.

"Nenek mau minum apa?" tanya Kanaya dengan sopan menawarkan.

"Tidak perlu," sahut Nenek menolak bahwa wanita.

"Kamu duduklah saya ingin berbicara empat mata dengan kamu, saya bukan orang yang basa-basi," ucap Nenek datar.

Kanaya cukup gugup dan kemudian langsung duduk di hadapan Nenek.

"Kamu adalah kakak ipar Shafiya?" tanya Nenek dengan menautkan kedua alisnya.

"Bukan, saya bukan lagi kakak ipar Shafiya. Saya sudah berpisah dari Kakaknya," jawab Kanaya.

"Kamu berpisah begitu cepat dari laki-laki yang sudah menjadi suami kamu karena akan menikah dengan Arash?" tanya Nenek memastikan.

Kanaya menganggukkan kepala ragu, kedua tangannya sejak tadi saling menggenggam terlihat begitu takut menghadapi wanita paruh baya yang sepertinya kurang menyukainya.

"Ya, Saya tidak perlu bertanya apa yang membuat kamu jatuh cinta pada Arash, karena sudah pasti Arash yang memulai duluan untuk memikat hati kamu agar tertarik kepadanya dan membuat kamu gelap mata, meninggalkan suami kamu dan rela menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki istri, terlebih lagi istrinya adalah adik ipar kamu sendiri," ucap Nenek terdengar begitu sinis.

"Maaf, Nek. Arash tidak pernah mempengaruhi saya, tidak ada yang tahu bagaimana perasaan itu muncul secara tiba-tiba, tetapi semua dimulai karena kami sama-sama cocok, sama-sama nyaman. Saya bukan wanita jahat yang meninggalkan suami saya begitu saja,"

"Suami saya sudah 5 tahun berada di dalam penjara, saya tidak mungkin menunggunya terus-menerus, karena hukumannya masih ada 15 tahun lagi," jelas Kanaya tidak ingin sampai dipikir bahwa dia adalah wanita nakal.

"Jadi suami kamu dipenjara?" tanya Nenek.

Kanaya menganggukkan kepala.

"Kasihan sekali dia, tiba-tiba saja mendapatkan surat perceraian dari kamu dan dia juga mengetahui bahwa istrinya menikah, sungguh benar kasihan," ucap Nenek tersenyum miringnya.

"Kanaya saya ingin memberitahu kamu bahwa saya sangat mengenal cucu saya seperti apa. Kamu jangan berpikir bahwa dia menikah dengan kamu karena dia memang membutuhkan kamu untuk menjadi istrinya. Arash hanya memanfaatkan kamu untuk menyakiti keluarga Shafiya " tegas Nenek pemberitahuan secara jelas kepada Kanaya.

"Saya tahu, kamu pasti tidak percaya dengan semua kata-kata saya, saya juga merasa tidak perlu harus menjelaskan mengapa dan kenapa, tetapi Arash benar-benar hanya memanfaatkan kamu," lanjut Nenek.

Kanaya tidak memberi respon apapun atas ucapan Nenek. Seperti apa yang di katakan Nenek bahwa Kanaya sudah dipengaruhi habis-habisan oleh Arash. Kanaya tidak akan pernah mengubah keputusannya untuk tidak menikah dengan Arash.

*****

Kantor Polisi

Willi, pria tampan berkulit putih, bertubuh tinggi terlihat murung di sudut salah satu sel. Pria itu mengingat bagaimana indahnya pernikahannya dengan Kanaya.

"Kenapa kamu mundur dari pernikahan kita Kanaya? Apa salahku kepada kamu, aku sedang berkorban untuk kamu, aku bahkan di penjara selama 5 tahun hanya untuk kamu, tetapi kenapa kamu tega mengkhianatiku," batin Willi merasa kecewa dengan keputusan istrinya.

Di tengah lamunannya seorang pria memakai seragam polisi tiba-tiba saja membuka pintu jeruji besi itu.

"Ada tamu yang ingin berkunjung!" ucap pria tersebut.

Willi menganggukkan kepala, langsung berdiri dan mengikuti polisi yang membawanya untuk bertemu dengan tamu yang datang mengunjunginya.

Bersambung...

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!