Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
obrolan Bisnisman
Setelah makan siang dan di selingi obrolan ringan ethan dan aruna mengajak yudis ke rumah depan atau kediaman wijaya. Rumah rora juga rafael. Mereka sudah janjian untuk kumpul disana main biliar. Papa rafael sengaja menyediakan biliar untuk mereka supaya mereka bisa bermain bersama tanpa keluar rumah, bahkan satria sudah sejak pagi berada di sana bersama zayyan yang masih betah di indonesia.
"assalamualaikum.... Queen datang..." teriak aruna saat masuk ke dalam rumah
"waalaikumussalam, sayang kamu kebiasaan deh teriak-teriak..." jawab rora yang selalu heran dengan tingkah keponakan cantik nya itu
"hehe... Maaf ma, udah kebiasaan, papa mana ma, tumben ngga nempel sama mama..?" tanya aruna sambil celingukan
"papa udah di ruangan biliar sayang sama yang lain, tinggal kalian aja yang belum dateng" jawab rora sambil meletakkan camilan di nampan dan akan di bawa
"eh..eh.. Sini ma aru bantuin" dengan sigap aruna mengambil alih nampan yang akan di bawa rora
"ngga usah sayang,biar mama aja, udah sana kamu masuk" tolak rora
"aduh malah berebut, udah ethan aja sini" ethan langsung mengangkat nampan yang masih menunggu di angkat
"loh..loh.. Koq jadi kakak yang angkat" ujar rora
"udah mama santai aja, mama udah repot bikin masa harus bawa juga" jawab ethan
"makasih ya kak" rora tersenyum mendapat perhatian dari keponakan sulung nya "eh... Ini..." rora kaget saat menyadari ada 1 orang asing yang ada di rumah nya"
"siang tante, saya yudis, kebetulan tadi ada urusan sama ethan juga om hito jadi di ajak kesini main katanya" canggung yudis
"oala... Kamu yang nemenin aruna di rumah sakit kan..?" tebak rora dan di angguki oleh yudis
"udah ayo..." ajak ethan.
Mereka berempat pun berjalan ke sebuah ruangan di bagian belakang. Ruangan terbuka yang sangat tertata. Disana sudah ada para lelaki muda sedang bermain biliar, selain biliar ada lapangan basket juga ada gazebo kecil untuk bersantai sambil melihat kolam ikan
"papa..." sapa aruna sambil memeluk lengan rafael yang sedang menunggu giliran memukul biliar dengan tangan bertolak pinggang melihat bola-bola yang menggelinding di meja
"loh, baru dateng...? Macet ya..?" ledek rafael sambil mengelus rambut aruna
"hehe... Pesawatnya delay pa..." balas aruna asal
"bisa aja jawab nya.." rafael terkekeh mendengar jawaban gadis cantik itu " loh.. Ada angin apa nih sampe-sampe CEO muda dateng ke rumah saya..?" ujar rafael kaget saat melihat yudis
"siang pak rafael, maaf kalau saya datang tanpa izin, kebetulan tadi habis dari rumah om hito jadi di ajak ethan ke sini" ucap yudis formal
"ow, begitu... panggil om aja, lagian kita lagi santai kan... Ayo jangan sungkan" ajak rafael senang dengan kedatangan yudistira
Ethan mengajak yudis untuk duduk bersama yang lain.
"kak kenalin ini satria adik ethan sama aru, itu ghaly anak nya papa rafael, kalo itu danish sama keenan anaknya dokter devan yang rawat aruna kemarin, kalo itu arden sama naren anaknya pak polisi bima, dan satu lagi anak luar negri zayyan" ethan memperkenalkan semua saudaranya pada yudis
"halo semuanya kenalkan nama saya yudis kalian bisa panggil saya kak yudis seperti ethan juga aruna" yudis memperkenalkan dirinya dengan agak malu karena mereka semua para anak muda
"loh ini CEO muda Yudistira bagaskara yang pernah masuk berita itu kan..?" celetuk kagum dari seorang keenan ivander anak kedua alya juga devan dengan mata berbinar bertemu dengan idolanya
"kamu ngikutin berita juga dek..?" tanya ethan kaget
"ngga sengaja kak, keen kagum aja sama kak yudis karena setelah masa kepemimpinan nya perusahaan meningkat pesat perkembangannya dan kak yudis juga di nobatkan sebagai CEO termuda dan masuk dalam 10 CEO Berbakat dalam bisnis dalam taraf internasional" puji keenan lagi
"saya ngga nyangka kamu tau semua itu, padahal semua itu di siarkan di amerika dan hanya sedikit berita yang masuk ke indonesia" jelas yudis
"ngga juga kak, beritanya juga sempat viral di indonesia cuma emang ngga seheboh di luar" keenan mengelak
"bohong kak, keen itu memang lebih tertarik sama dunia bisnis dari pada ngikutin ayah yang seorang dokter" danish ikut obrolan mereka
"kakak aja yang jadi dokter seperti ayah, keen ngga sanggup kak" tolak keenan yang enggan ikut jejak sang ayah "em kak yudis boleh tuker nomer..? Barang kali nanti keen bisa ngobrol soal bisnis sama kakak" pinta keenan penuh harap
Yudis tersenyum melihat kepolosan juga ketertarikan dalan dunia bisnis di dalam seorang anak muda seperti keenan. yudis tanpa ragu menyodorkan ponselnya
"Boleh dong, kapan pun kamu bisa langsung hubungin kakak, kalau kakak ngga sibuk pasti kakak akan respon" ujar yudis
"makasih kak... Wah keen seneng banget punya nomor CEO muda seperti kak yudis" layaknya anak kecil keenan melompat kegirangan setelah mendapatkan nomer yudis, bukan hanya keenan tapi semua nya malah ikut menambah nomer yudis walau hanya untuk sekedar berteman.
Yudis merasa kembali ke beberapa tahun lalu dimana ia menjadi pelajar dengan melihat tingkah absurd para lelaki muda di sekelilingnya
"tolong di maklumi ya nak yudis" rafael menepuk pundak yudis dan duduk di sebelahnya
"ngga masalah om, saya malah merasa punya adik banyak dan rasanya menyenangkan" ujar yudis jujur
"oiya... Apa perusahaan pandawa ada rencana ikut tender perusahaan kertasura..?" tanya rafael dengan mode serius kali ini
"senior di kantor menyarankan ikut om, hanya saja entah mengapa saya merasa agak kurang nyaman dengan perusahaan mereka" yudis mengungkapkan kegelisahannya dan ethan yang melihat menarik sudut bibirnya samar
"kurang nyaman gimana.?" tanya rafael memastikan ia penasaran dengan pemikiran anak muda di sampingnya
"gini om" yudis merubah posisi duduk nya menghadap rafael " kertasura awalnya memang sudah sangat terkenal di pulau jawa tepatnya di jawa tengah setelah 5 tahun berdiri, kemudian mereka mulai melebarkan sayap ke luar kota hingga kini di jakarta, namun setelah saya pelajari kembali perusahaan mereka satu per satu ada 1 perusahaan asing yang selalu mengikuti langkah kertasura dimana pun itu bahkan sejak berdirinya perusahaan kertasura yang pertama, dan setelah saya telusuri lagi perusahaan itu bernama PT. GLOBAL"
Ethan yang memang ikut dalam obrolan yudis dan rafael pun mulai mencari informasi dengan laptop yang sedang menganggur di dekatnya, seperti nya milik ghaly. Ethan memang selalu penasaran dengan informasi yang masuk ke telinganya dan akan mencari info lebih untuk mengurangi rasa penasarannya
"kamu sudah selidiki PT GLOBAL nya..?" tanya rafael tertarik dengan obrolan nya
"sudah, tapi informasi mereka tertutup dan ngga banyak informasi yang di dapet" keluh yudis
"boleh menyela sedikit..." potong ethan pada ke dua orang yang sedang serius berbincang
"kenapa kak..?" tanya rafael menoleh pada keponakan nya karena sejak tadi ia fokus bicara dengan yudistira
"emm... Kayanya ethan tau soal PT GLOBAL itu pah..." ucap ethan membuat rafael juga yudis kaget mendengar ucapan nya
"PT. GLOBAL yang lagi papa sama nak yudis bicarakan..?" tanya rafael memastikan dan di angguki oleh ethan dan langsung memperlihatkan hasil pencariannya tadi pada kedua orang itu.
"ini informasi yang ethan dapat... PT. GLOBAL adalah perusahaan ILEGAL, mereka berdiri di belakang kertasura agar tidak menonjol padahal mereka lah otak dari perusahaan kertasura" jelas ethan singkat
"dan ini ada juga beberapa perusahaan yang ikut terlibat dengan PT.GLOBAL hanya saja cuma kertasura yang punya keterlibatan erat dengan PT. GLOBAL"
"apa yang mereka lakukan kak..?" tanya rafael, ethan pun mengetikan serangkaian kode pada laptop dan tak lama muncul informasi baru di sana
"mereka melakukan korupsi, penggelapan pajak bahkan pencucian uang. PT GLOBAL melakukan nya dengan sangat rapi bahkan mereka punya mafia aktif di italia"
"saya ngga nyangka kalau perusahaan mereka separah ini" heran yudistira
Mereka bertiga melanjutkan obrolan tentang perusahaan kertasura dengan ethan yang menemukan informasi yang menarik tentang kertasura juga PT. Global sampai tak terasa hari sudah sore dan satu persatu para lelaki muda di sana pamit pulang.