Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Berebut
"Kal, mau kemana? Buru - buru banget?" Tanya Oji.
Kalandra baru saja menyelesaikan shiftnya. Empat hari berturut - turut pria tampan itu bekerja siang dan malam untuk menggantikan tugas rekannya yang tempo hari menggantikan tugasnya ketika ia harus pergi ke Kalimantan.
"Mau tau aja, kamu." Jawab Kalandra sambil tersenyum.
"Mau ketemu pacar, ya? Secara udah sepuluh hari gak ketemu. Pake bawa helm dua, lagi. Fix sih mau jemput pacar." Ledek Oji.
Memang benar, sudah sepuluh hari sampai hari ini, Kalandra sama sekali tak bertemu dengan Naina. Sejak keberangkatannya ke Kalimantan, ia sama sekali belum bertemu dengan Pujaan Hatinya itu.
"Pergi dulu, ya." Pamit Kalandra.
"Yoi! Hati - hati, Bro!" Jawab Oji sambil melambaikan tangannya.
Kalandra memacu motor sportnya, dengan masih memakai seragam PDH yang ia lapisi dengan jaket.
Helm full face yang ia kenakan, tentu membuat wajah tampannya tertutup sempurna.
Kalandra membelokkan motornya ke halaman parkir salah satu Fakultas yang ada di Universitas Negri. Kedatangannya tentu cukup menarik perhatian beberapa orang yang ada di sana.
Terlebih lagi saat Kalandra melepas helmnya. Wajah tampan pria itu mencuri perhatian beberapa orang terutama gadis - gadis yang ada di Fakultas itu.
Kalandra duduk di atas motornya, ia kemudian membuka ponselnya dan mengirim pesan pada Naina. Ia memang tak memberi tau jika akan menjemput gadisnya.
Naina yang membaca pesan dari Kalandra, langsung berjalan menuju ke tempat Kalandra berada. Ia tentu tak percaya jika Kekasihnya itu datang menjemput, bahkan masih menggunakan seragam.
Kalandra tersenyum kala melihat Naina berjalan ke arahnya. Wajah gadisnya tampak sumringah dan ceria. Ia bahkan setengah berlari menghampiri Kalandra.
"Abang udah selesai shift? Kok gak bilang dulu kalo mau jemput?" Cicit Naina sambil meraih tangan Kalandra dan menyalaminya.
Ada binar - binar bahagia di netranya karena bisa kembali bertemu dengan Kekasihnya. Mata indahnya pun seolah ikut tersenyum, menunjukkan kebahagiaannya.
"Iya, selesai shift langsung ke sini karena kangen sama kamu." Jawab Kalandra sambil mengusap lembut kepala Naina.
Interaksi keduanya yang terlihat mesra itu, membuat satu Fakultas hampir heboh. Pasalnya, selama ini Naina di kenal sangat tertutup masalah percintaan, ia bahkan hampir tak pernah terlihat di antar atau di jemput oleh seorang pria ke Kampus.
"Udah selesai kan, urusannya?" Tanya Kalandra yang di jawab anggukan oleh Naina.
"Temenin Abang hari ini, ya. Abang kangen." Pinta Kalandra yang di jawab anggukan oleh Naina.
"Aku izin sama Bunda dulu kalo gitu." Kata Naina yang di jawab anggukan oleh Kalandra.
Naina pun segera menelfon Bundanya untuk meminta izin pergi bersama Kalandra.
"Assalamualaikum, Bun." Sapa Naina ketika panggilan telfon di jawab.
"Waalaikumsalam." Jawab Bunda.
"Ada apa, Na? Udah selesai urusannya di Kampus?" Tanya Bunda.
"Udah, Bun. Bun, Nana mau izin pergi sama Abang Kal, boleh?" Tanya Naina.
"Memang Kalandra gak kerja? Ini kan masih pagi." Tanya Bunda saat melihat jam yang menunjukkan pukul sepuluh pagi.
"Abang udah selesai shift kok, Bun. Pulang dari Kalimantan waktu itu, langsung lembur empat hari." Jawab Naina.
"Ini, orangnya udah di Kampus, jemput Nana." Kata Naina yang kemudian mengalihkan panggilan ke panggilan vidio.
"Assalamualaikum, Bun." Sapa Kalandra saat Naina mengarahkan ponselnya ke arahnya.
"Waalaikumsalam. Udah pulang, Kal?" Tanya Bunda.
"Udah, Bun." Jawab Kalandra.
"Kok masih pake seragam?"
"Iya, Bun. Habis shift malam, terus langsung nyamperin Nana." Jawab Kalandra.
"Bun, Kalandra izin ajak Nana main, ya. In Syaa Allah gak akan telat pulang." Pinta Kalandra.
"Iya, ya sudah. Jangan sampai terlambat pulang, ya. Hati - hati." Pesan Bunda.
"Iya. Makasih ya, Bun." Ucap Kalandra yang di jawan anggukan oleh Bunda.
Setelah selesai meminta izin, Kalandra pun memakaikan helm pada Naina. Hal itu kembali membuat orang - orang yang ada di sekitar mereka dibuat senyum - senyum sendiri.
Apa lagi, beberapa dari mereka itu mengetahui jika pria yang bersama Naina itu adalah Kalandra. Petugas Damkar yang membuat heboh satu Kampus karena ketampanan juga keberaniannya.
"Bang, lihat deh. kita jadi tontonan mereka." Kata Naina saat Kalandra memakaikannya helm.
"Biarin. Biar mereka tau kalo kamu udah ada yang punya." Jawab Kalandra.
"Kebalik gak sih. Yang ada, biar mereka tau kalo Abang udah ada yang punya. Mereka kan fans Abang. Lihat deh, itu yang pake baju biru muda, dia yang tanya di mana rumah Abang. Itu, yang pake kemeja pink, dia yang tanya tipe cewek yang di sukain Abang-"
"Ssst! Gak usah di jabarin. Abang gak peduli. Yang ada, nanti ujung - ujungnya kamu kesel terus merajuk sama Abang." Kata Kalandra yang memotong ucapan Naina sambil memencet pipi Naina hingga membuat bibir gadis itu mengerucut.
"Ayo naik." Kata Kalandra sambil menyiagakan tangannya untuk menjadi pengangan Naina saat menaiki motor sportnya.
"Pegangan, Na." Perintah Kalandra.
Naina pun memegang pinggang Kalandra. Namun, tampaknya pria itu tak puas. Sambil mulai menjalankan motornya, ia menarik tangan Naina hingga membuat tangan Naina melingkar di pinggangnya dan gadis itu menempel di punggungnya.
Pemandangan itu, tentu membuat beberapa orang yang melihat sampai bersorak karena tak tahan melihat keuwuan pasangan itu.
Kalandra membawa Naina ke rumah orang tuanya. Tubuhnya sangat lelah, tetapi ia rindu dengan kekasihnya. Pada akhirnya, berpacaran di rumah adalah solusi.
Ini adalah kali pertama Naina berkunjung ke rumah Kalandra. Nuansa mewah yang elegan begitu terasa ketika memasuki ruang tamu di rumah itu.
"Daddy! Mommy!" Seru Gio yang girang saat melihat Kalandra membawa Naina.
"Gio...!" Kata Naina yang tak kalah heboh. Keduanya pun saling berpelukan bak teletubbies.
"Gio di sini? Oma mana?" Tanya Kalandra.
"Oma ke Resto, Bunda kerja. Gio bosen di rumah, jadi ajak Ncus main ke sini." Jawab Gio.
"Daddy tumben pulang?" Tanya Gio.
"Emang kenapa? Gak boleh?" Kekeh Kalandra.
"Biasanya Daddy gak pulang - pulang." Jawab Gio.
"Iiih, Daddy kayak Bang Toyib." Ledek Naina yang membuat mereka berdua terkekeh.
"Yaudah, temenin Mommy dulu, ya. Daddy mau mandi." Kata Kalandra yang kemudian meninggalkan Naina dan Gio di ruang keluarga.
Sepeninggal Kalandra, Naina asyik bermain dengan Gio. Keduanya sedang sibuk mewarnai. Tak lama, Kalandra pun kembali menghampiri.
Pria itu tampak lebih segar dengan memakai kaos dan celana kolor setinggi lutut. Rambutnya yang setengah basah, ia biarkan sedikit berantakan.
Pri itu, tiba - tiba langsung merebahkan dirinya di pangkuan Naina yang sedang duduk di sofa.
"Kangen banget, Na." Lirih Kalandra yang sudah nyaman berbaring di pangkuan Naina.
"Gak di sisir dulu rambutnya, Bang?" Tanya Naina sambil menyugar rambut Kalandra. Kalandra hanya menggeleng untuk menjawab pertanyaan Kekasihnya.
"Tapi tetep ganteng kok." Kekeh Naina.
"Daddy!" Seru Gio yang baru sadar jika sudah ada Kalandra di sana.
"Daddy kok tiduran sama Mommy? Gio juga mau!" Kata Gio yang kemudian berusaha menggeser posisi Kalandra.
"Gio jangan ganggu Daddy." Protes Kalandra yang berusaha mempertahankan posisinya sambil memeluk pinggang Naina.
"Awas Daddy!" Seru Gio tak mau kalah hingga perebutan sengit pun terjadi.