NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:51k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

“Kau sudah pulang, Vier?” sapa Xander yang sedang duduk bersantai di ruang utama. Menyesap wine merah dengan angkuh, seolah-olah mansion ini adalah miliknya sendiri.

“Ck! Kau masih di sini?” balas Xavier ketus. Ia mempererat gendongannya pada Luna, seolah ingin menyembunyikan gadis itu dari pandangan predator kakaknya. Xavier pikir setelah drama pagi tadi, kakaknya sudah angkat kaki. Nyatanya, pria itu masih betah menempel.

“Sepertinya aku sangat betah berada di sini dan memutuskan tinggal untuk beberapa minggu atau mungkin bulan,” sahut Xander dengan santai. Ia ingin melihat bagaimana reaksi adiknya.

Malas berdebat dan tidak ingin energinya terkuras habis, Xavier melewati Xander begitu saja tanpa sepatah kata pun. Namun, langkahnya terhenti saat sebuah lengan menghadangnya.

“Eits, tunggu!” Xander menatap tajam ke arah gadis di dekapan adiknya. “Siapa gadis yang ada di gendonganmu ini? Kabar bahwa kau tidak bisa bersentuhan dengan manusia sudah kudengar sejak bertahun-tahun lalu. Lalu kenapa sekarang kau bisa dengan leluasa menyentuh seorang gadis tanpa alergi sialanmu itu kambuh?”

“Bukan urusanmu!” sahut Xavier dingin. Ia paling tak suka jika ada seseorang yang mencoba mencampuri urusan pribadinya.

Tepat saat itu, Luna perlahan membuka matanya. Rasa pening di kepalanya akibat benturan tadi pagi mulai berkurang. Saat ia menoleh ke arah sumber suara, matanya yang biru jernih langsung beradu dengan mata Xander.

“Manusia tampan?” ceplos Luna tanpa beban.

Xander tertawa renyah. Ia memang memiliki garis wajah yang hampir mirip dengan Xavier, hanya saja pembawaannya lebih cair dan sedikit licik.

“Halo Manis, aku Xander. Calon kakak iparmu,” sapa Xander sembari mengedipkan sebelah mata dengan gaya playboy kelas kakap.

“Kakak ipar itu apa? Apa itu sejenis makanan enak?” tanya Luna polos sembari memiringkan kepalanya.

Sebelum Xander sempat menjawab dan melancarkan rayuan lebih jauh, Xavier sudah lebih dulu menarik Luna menjauh. Cengkeramannya di pinggang Luna mengeras secara tidak sadar.

“Aw, sakit Sapir!” bisik Luna dengan meringis, mencoba melepaskan diri dari dekapan Xavier yang mendadak jadi sangat posesif.

“Kau tidak lupa, bukan, dengan ucapanku tadi di mobil? Jangan menatap dan tersenyum pada manusia lain selain aku. Dan hanya aku pria paling tampan di dunia ini, mengerti?!” desis Xavier tepat di samping telinga Luna.

“Hah?” Luna mendongak menatap Xavier dengan wajah bingung yang menggemaskan.

“Tapi dia memang tampan. Mirip Sapir. Hanya saja, dia lebih banyak senyum, tidak galak seperti macan lapar.”

Tanpa berkata-kata lagi dan malas meladeni celotehan Luna, Xavier langsung membopong gadis itu menaiki tangga menuju kamarnya, meninggalkan Xander yang berdiri sendirian di ruang tamu.

“Gadis ini, kenapa aku merasa tidak asing dengannya? Bau hutannya, matanya, benar-benar seperti sweety-ku,” gumam Xander sembari menatap punggung adiknya dengan seringai misterius.

*

*

Di dalam kamar, Xavier mendudukkan Luna di sisi ranjang dengan kasar. Napasnya masih memburu. Ia kesal pada Gerry yang menyentuh Luna, ia kesal pada Catherine yang berani melukai kucingnya, dan ia sangat kesal saat Luna memuji Xander tampan.

Xavier mulai mengobrak-abrik lemari kecil di sudut kamar, mencari kotak obat. Barang-barang berserakan di lantai akibat gerakannya yang tidak sabaran.

“Sapir cari apa? Kenapa semua barang dibuang-buang? Luna tidak mau membantu membereskannya ya, capek!” ucap Luna sembari menyilangkan tangan di dada dan melengos ke samping dengan gaya merajuk.

Xavier masa bodoh. Setelah mendapatkan botol antiseptik dan kapas, ia mendekati Luna.

“Sapir, itu apa? Kenapa baunya seperti air kencing singa?” tanya Luna menutup hidungnya.

“Apa mulutmu bisa diam?!” bentak Xavier.

“Tidak bisa! Mulut Luna gunanya untuk bicara dan makan!” sahut Luna berani.

“Berikan tanganmu!” Xavier duduk di samping Luna, lalu meletakkan tangan mungil itu di atas pahanya yang kokoh. Ia mulai membersihkan luka di pergelangan tangan Luna dengan sangat hati-hati.

“Shh... pelan-pelan, sakit!” rengek Luna, tubuhnya menggeliat tidak nyaman. “Sapir, Luna bilang pelan-pelan! Uhhh... aaahh...”

Xavier membeku. Suara Luna yang merintih terdengar sangat ambigu di telinganya. “Tidak perlu mendesah seperti itu! Aku hanya sedang mengobati tanganmu, bukan sedang menyiksamu!”

Luna berkedip polos, menatap wajah Xavier yang memerah sampai telinga. “Mendesah itu apa? Apa itu nama lain dari bernapas karena sakit?”

Xavier menghela napas kasar, memejamkan mata sejenak untuk menenangkan syarafnya yang mulai tegang. Ia lupa kalau gadis di depannya ini adalah makhluk paling bodoh yang pernah ia temui.

“Mendesah itu... lupakan! Intinya, kau harus diam saja!” gerutu Xavier. Ia beralih menatap dahi Luna yang memar. Dengan gerakan canggung, ia mulai mengompres luka itu.

“Sapir...” panggil Luna lirih.

“Apa lagi?”

“Kenapa Sapir jadi baik? Padahal tadi Sapir marah-marah terus. Apa Sapir punya kepribadian ganda seperti bunglon yang bisa ganti warna?”

Xavier tertegun. Ia menatap mata biru Luna yang jernih. Untuk pertama kalinya, sang mafia dingin itu merasa kalah telak.

Bruk!

“Ah, Sapir!” Luna reflek memekik saat di dorong begitu saja ke atas tempat tidur dengan kedua tangan di cengkeram kuat di sisi tubuhnya.

1
Keysha Aurelie
Vier manusia setengah vampir , hanya Luna yang mampu menjadi penakluk Vier, kelihatan bukan Vier jodoh sejati nya Luna

Yuk Vier dengan kemampuan monster mu temukan Luna😂
partini
is ok jiwa monter nya nanti hilang dalam pelukan Luna di meong meong cute
Dede Maesaroh
haish😡
Hesty
rumit bmgettt kapan mereka punya knxa
angel
adohhh bakal rumittt nih ketemu nya🙃😭,kok mimi peri bohong ke luna ya? padahal di part berapa ya kalau luna udah berhubungan in*** luna bakal jadi manusia seutuhnya berarti bener kata luna.kalau mimi peri hanya memanfaatkan luna,kasian bangetttt luna😔
angel: up lagi thorrr
total 1 replies
Tiara Bella
kasian Luna salah paham....
MamDeyh
/Scare//Scare//Scare/
Keysha Aurelie
kacau ini
Vier ldr dari kesayangan nya
Al Fatih
aduuuh,, Luna koq jadi salah faham sama Xavier sih 😭,, perasaan ku jadi ga enak nih 😭😭😭
Eva Karmita
kejar Luna Sapir jgn sampai Luna jadi mimi peri
angel
up lagi thorrrrr,makin seruu nihhhh.kira" meraka bakal ketemu gak ya🤔😔,jangan lama" buat meraka jumpa thorrr🤭
🇮🇩
aku terjebak difiksi ini🌚
Al Fatih
Luna...,, koq kamu milih pergi....,, Xavier akan menggila...,, sebenarnya apa tujuan Elise meminta Luna untuk balik k hutan....🤔
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mita Paramita
udah resmi milik Xavier nih Luna meow 🤣🤣🤣
Hesty
uup lgi... dn lnjut lgi
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, terimakasih up nya

Vier mulai berubah lagi jadi monster dengan mata merah , Elisa apa lagi rencana mu terhadap Luna

Keren sih kalau Vier bisa sampai ke negeri dunia Luna ,semegah apa istana kucing itu
sekarang Luna sudah benar benar jadi manusia dan sudah bisa pakai baju sendiri
🇮🇩
pasti hepi ending kan?🥺
comelciripa
lha...podo seng omong🤭
Eva Karmita
semoga Sapir dan Luna bisa bersatu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!