NovelToon NovelToon
Sumpah! Arwah

Sumpah! Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Kematian Tragis Aning membuat desa Kalung Ganu di teror. satu persatu pemuda di temukan mati mengenaskan. ketakutan mulai menyelubungi penduduk desa..

Namun, yang menjadi anda tanya besar siapa pemerkosa dan pembunuh Aning?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu.....

Hhhhhh…

Sebuah hembusan napas terasa. Tepat di belakang telinganya.

Pak Marsuki langsung membeku.

Aliran airnya terhenti begitu saja.

Matanya membelalak, napasnya tertahan.

Dia tidak berani menoleh.

"P… Pak…" Suaranya nyaris tak keluar.

Tubuh Pak Marsuki membeku total. Dia bahkan hampir lupa bernapas.

Perlahan, tangan yang dingin menyentuh telinganya.

Pak Marsuki gemetar hebat. Dengan seluruh sisa keberanian yang ia punya, dia mulai menoleh perlahan.

Dan, seketika itu juga wajah perempuan, Pucat dengan mata cekung dan senyum lebar menatapnya.

"Aaaaaaaaaaa!!!" Pak Marsuki menjerit sekeras-kerasnya.

Air kencingnya langsung berhamburan ke mana-mana tanpa bisa ia tahan.

Dia mundur terburu-buru, hampir terjatuh, lalu berlari sekencang mungkin ke arah Pak Yuda.

"Pak!! Pak Yuda!!" Teriaknya panik.

Pak Yuda kaget, langsung mengarahkan senter ke arahnya.

"Lho! Ada apa?!" Katanya.

Pak Marsuki langsung berdiri di belakang Pak Yuda, menyembunyikan tubuh besarnya yang sedang gemetar hebat.

"Ha… ha… hantu… Pak… ada hantu..." katanya terbata-bata.

Pemuda di belakang langsung pucat.

"Hantu?" Ulang Pak Yuda, mencoba tetap tenang.

"Di....disana..." Tunjuk Pak Marsuki ke arah semak-semak tempatnya berdiri kencing tadi.

Pak Yuda mengerutkan kening, lalu menyorotkan senter ke arah semak-semak tadi.

Cahaya menyapu perlahan.

Kosong.

Tidak ada apa-apa.

Pak Yuda menurunkan senter sedikit, lalu menatap Pak Marsuki dari atas ke bawah.

"Pak Marsuki…" Katanya pelan.

Pak Marsuki masih gemetar.

"Itu celana…" Lanjut Pak Yuda.

Pak Marsuki menunduk.

"…belum kamu tarik resletingnya."

Pemuda di belakang refleks menutup mulut, menahan antara takut dan ingin tertawa.

"Ma...maaf..." Ucap pak Marsuki sambil menarik naik resleting celananya.

"Pak Marsuki itu kenapa teriak-teriak." Tanya Pak Yuda lagi.

"Disana tadi ada hantu." Kata Pak Marsuki.

Kembali pak Yuda mengarahkan senter, namun tetap sama, tidak ada apa-apa dimana.

"Tidak ada apa-apa di sana, Pak." katanya tegas., lalu menurunkan sedikit senter di tangannya, lalu menghela napas.

Pak Marsuki langsung menggeleng cepat.

"Ada, Pak! Demi Allah, tadi ada!" suaranya masih gemetar.

"Wajahnya… dekat sekali… senyum… serem sekali…"

Pemuda di belakang ikut menatap ke arah semak-semak itu, wajahnya tegang.

Pak Yuda kembali menyorotkan senter, kali ini lebih lama. Cahaya itu menyapu dari bawah ke atas, ke tanah, semak, batang pohon, sampai ranting-ranting yang bergoyang pelan tertiup angin. Tapi tetap kosong.

Pak Yuda menoleh lagi ke arah Pak Marsuki.

"Pak Marsuki… mungkin salah lihat," ujarnya mencoba menenangkan.

Pak Marsuki langsung memotong, "Bukan salah lihat, Pak! Saya lihat jelas! Bahkan dia..."

"Sudah." Sela Pak Yuda pelan.

"Di sana itu cuma pohon pisang sama semak. Malam begini, bayangan bisa macam-macam.." katanya menunjuk ke arah semak-semak itu.

Pak Marsuki masih menggeleng.

"Bukan bayangan, Pak." suaranya melemah, tapi tetap yakin.

Pak Yuda mendekat satu langkah ke arahnya.

"Kalau kita ikut takut, nanti pikiran kita yang main, apalagi habis dengar cerita macam-macam." lanjutnya.

Pemuda di belakang mengangguk pelan, meski wajahnya belum sepenuhnya tenang.

Pak Marsuki terdiam, dadanya masih naik turun. Namun ia tidak berani membantah lagi.

"Sudah, kita lanjut ronda saja." Kata Pak Yuda akhirnya.

Mereka kembali berjalan.

Langkah Pak Marsuki kini jauh lebih dekat ke Pak Yuda, hampir menempel. Dia tidak lagi berani menjauh.

Sementara itu. Di tempat lain.

Suasana di dalam rumah Bu Darsia terasa sunyi dan dingin.

Lampu minyak menyala redup di sudut ruangan, cahayanya bergoyang pelan tertiup angin yang masuk dari celah jendela.

Di dinding ruang tengah, tergantung sebuah foto.

Foto Aning yang tersenyum lebar, merangkul ibunya dengan hangat.

Namun kini, senyum itu justru terasa menusuk.

Bu Darsia duduk di lantai, tepat di bawah foto itu. Matanya sembab.

Tangannya terangkat pelan, menyentuh bingkai foto itu.

"Nduk…" bisiknya lirih.

"Ibu… kangen…"

Beberapa detik ia terdiam.

Napasnya terdengar berat.

"Nduk…" Ulangnya pelan.

"Ibu pasti akan membuat mereka semua, membayar perbuatan mereka."

Lampu minyak tiba-tiba bergoyang lebih kuat.

Bayangan Bu Darsia di dinding ikut bergerak aneh, memanjang, lalu menyusut.

Angin yang tadi pelan, kini berhembus masuk lebih dingin.

Dan entah dari mana, terdengar suara lain, sangat pelan.

Seperti bisikan…

"…ibu…"

Bu Darsia langsung terdiam.

"Nduk…?" Ucapnya.

Lampu minyak kembali bergoyang.

Dan bayangan di dinding…

perlahan tampak seperti bukan hanya satu.

Ruangan itu semakin dingin. Nyala lampu minyak mengecil... membesar… lalu mengecil lagi, seolah-olah ada sesuatu yang ikut bernapas di dalam rumah itu.

Bu Darsia tidak bergerak. Matanya masih menatap foto Aning.

Namun kini, fokusnya bukan lagi pada gambar itu.

"…ibu…"

Suara itu terdengar lagi.

Lebih jelas.

Lebih dekat.

Bu Darsia perlahan menoleh ke belakang.

Kosong.

Tidak ada siapa-siapa. Namun hawa dingin itu masih ada.

Bahkan semakin terasa.

"Ibu di sini, nduk…" Jawabnya pelan.

Tiba-tiba....

Krek…

Terdengar suara dari arah kamar Aning.

Pintu kamar itu… yang sejak kematian Aning selalu tertutup, perlahan terbuka sendiri.

Celah kecil.

Gelap di dalamnya.

Bu Darsia berdiri perlahan.

Langkahnya pelan, nyaris tanpa suara.

"Nduk…?" Panggilnya lagi.

Tak ada jawaban. Hanya gelap.

"Nduk…" Panggil Bu Darsia lagi, berharap jika putri semata wayangnya itu ada di dalam kamar yang kosong itu.

"Nduk… Ibu disini…" Kata Bu Darsia.

Namun tiba-tiba.... pintu kamar itu menutup sendiri.

BRAK!

Ruangan langsung gelap total.

Dan dari dalam kegelapan itu, terdengar beberapa bisikan… bersamaan mengelilinginya.

"…ibu…"

"…ibu…"

"…ibu…"

1
Gadis misterius
Tak kirain di plintir lehernya oleh aning🤣🤣 masih dikasih kesmpatan hidup kau karmin tp tdk tau besok
Gadis misterius
Qduh Q kok melu deg2n rek semofa tdk ketahuan....jngn emosi jaka gunakan akal dan logigamu pura2 bodoh
Gadis misterius
Jaka udin ht2 jngn smpai ketahuan...ayo bu darsia ceritakan ke udin dan jaka agar mereka tau dan membntu
Gadis misterius
Marzuki penjilat tunggu giliranmu ....siapakah tomo blom kelar darsia dtang sitomo...kpn para manusia biadap iku mati sdh tk sbr awak
Gadis misterius
Bu darsia sdh psrah dan ingin mati krn ingin bertmu dngn aning tp sebelum itu blas dendam dl bu bkin mati orang2 yg tdk pny hati itu jngn menyerah
Gadis misterius
Pantesan anak2nya bejat ternyata orang tuanya juga biadap ,jngn biarkan kejahatan menang kasih blasan untuk orang2 jht itu biar tdk seenaknya
Gadis misterius
Ayo jaka bntu bu darsia km hrpan satunya2 yg bisa menolong.....mlam jum'at kliwon kpn agar bu darsia membunuh mereka smua
Gadis misterius
Jaka dan udin yg pnya rasa kemanusiaan lainya pd gk pnya hati ....hati2 jngn smpai ketahuan...semoga ada keajaiban bu darsia bisa kbur dan tdk knpa2
Mega Arum
bu darsia sebaiknya cerita ke jaka dan udin, biar mereka tau tntg kematian anaknya
Mega Arum
semakin seru...
Santi
salah satu cerita horor yang menarik untuk di baca
Cut Atika
Seru wae ceritanya
Mega Arum
semakin seru juga Thor
Mega Arum
kenapa kurang nyambung ya alurnya
Gadis misterius
Ya Allah Q melu deg2n rek....perjuangan seorang ibu yg ingin bls dendam krn tdk dpt keadilan
Gadis misterius
Jahatnya mereka....ayo aning blas mreka jgn smpai ibumu jd korban kebiadapan mereka cukup km aza'yg jd korban aning
Gadis misterius
Knp harus ada marzuki hedeh bikin emosi wae
Agus Tina
Bu Darsia jangan ku habisi semua pembunuh anakmu, sisakan buat dia mengaku apa yv telah mereka perbuat pada Aning ... agar mereka malu dan menyadari bahwa apa yg kau lakukan juga akibat dari perbuatan mereka.
Gadis misterius
Siapa yg mau menolong darsia kok Q tg dega2n
Gadis misterius
Jngn smpai bu darsia ketahuan thour kasian krn para pelaku blom mati smua ....bu darsia hati2 tdk ikhlas rsanya klu smpai terjadi apa2.... marsuki dan bpknya daud cari mati kau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!