NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 "TOLONG... SELAMATKAN KAMI..."

Ketika bejatnya nafsu lelaki itu terlampiaskan...

Lelaki itu memakai seluruh pakaiannya lagi... Dan berjalan dengan congkak dan perasaan puas di wajahnya...

Aku sangat geram melihat semua yang dilakukan oleh lelaki itu pada dua wanita yang lemah tak berdaya tersebut.

"BRAKKK!!!"

Lelaki itu keluar sambil menutup pintu dengan kasar.

.....

.....

.....

Aku kini memperhatikan mereka berdua...

Salah satunya yang masih tersadar di atas sebuah dipan kayu, dan satunya lagi pingsan tak sadarkan diri di atas lantai...

"Huuuu huuuu huuuu... Hiks hiks hiks... Hiks hiks..." tangisan wanita yang masih tersadar itu.

Lalu ia menoleh ke salah satunya lagi di atas lantai...

"Hiks hiks... Hiks hiks hiks... Huuu huuu huuu..." suara tangisannya terasa sangat menyayat hatiku.

Bagaimana tidak? Perasaanku melihat mereka berdua diperkosa dengan sangat biadab!!!

Dengan susah payah, dengan sisa-sisa tenaganya, wanita di atas dipan itu turun. Terjatuh...

Ia mencoba merangkak... Mendekati wanita satu lagi...

"Hiks hiks hiks... Bangunlaaah... Hiks hiks... Kumohon, bangunlaaah..."

Ucapnya sambil memegang pipi saudaranya itu.

Aku yang semakin tak tega, tak kuasa untuk menahan kakiku supaya tak mendekat. Aku ingin sekali, sangat ingin sekali menolong mereka berdua.

Akan tetapi...

Baru saja ingin kakiku melangkah...

"BRAKKK!!!" pintu ruangan itu dibuka kembali dengan kasar.

Masuklah lima orang lelaki, yang penampilannya sama persis dengan dua lelaki sebelumnya. Penampilan prajurit kerajaan.

Dan... Kembali lagi...

Aku menyaksikan pemandangan yang amat sangat keji, amat sangat biadab!!!

Secara bergantian, lima orang lelaki itu memperkosa mereka!!!

Satu wanita yang masih tersadar itu diperkosa oleh tiga lelaki, dia meronta, menjerit, menangis, berteriak... Namun apalah daya... Dia hanya bisa berpasrah tubunnya di "makan" oleh tiga lelaki penuh nafsu bejat itu!!!

Dan wanita satu lagi, masih tak sadarkan diri, terbaring di atas lantai, tubuhnya pun diperkosa dengan sangat keji!!!

Sampai akhirnya... Lima orang lelaki itu telah puas melampiaskan hasrat biadab mereka...

Dan dua wanita itu bagaikan mangsa yang hampir kehabisan nyawa...

Ditinggalkan begitu saja...

Seperti seonggok daging yang tak lagi bernilai...

.....

.....

.....

"Bangunlah... Bangunlah..." ucapku.

Aku mencoba membangunkan mereka berdua...

Dengan kondisi tubuh yang sudah tanpa busana sedikitpun, dengan darah segar mengalir dari kemaluan mereka berdua, dan sekujur tubuh yang penuh luka lebam dan memar kebiruan.

Aku mencoba melihat sekeliling, berusaha mencari kain agar bisa menutupi tubuh ke duanya.

Lantas... Setelah ku tutupi tubuh ke duanya...

Aku melihat mereka berdua memakai kalung yang terbuat dari tali...

Dan tepat di tengahnya, ada papan kayu kecil dengan sebuah tulisan di ke dua kalung mereka...

Saat aku hendak melihat tulisannya itu, tiba-tiba terdengar suara orang yang datang...

.....

.....

.....

"Krieeeettt..." pintu itu dibuka kembali.

Kali ini tampak dua orang lelaki yang masuk. Dan dengan segera mereka berdua menggendong dua tubuh wanita itu. Menuju keluar ruangan ini.

Lantas, aku mengikuti dari belakang...

Tak ku perhatikan sekitar, pandanganku hanya tertuju pada dua lelaki yang menggendong tubuh dua wanita itu...

Sampai akhirnya, aku melihat dua kalung wanita tersebut jatuh terlepas. Aku pun segera mengambilnya tanpa ku lihat tulisannya...

.....

.....

.....

Dan... Sampailah aku di sebuah area terbuka... Tepat di luar bangunan kerajaan ini...

Seperti sebuah area untuk pembuangan...

Seketika itu juga tercium aroma anyir darah, bercampur dengan aroma busuk dari entah bangkai apa...

Aku masih memperhatikan dua lelaki itu, sambil menutup hidungku. Dan dua lelaki itu meletakkan dua tubuh wanita tersebut di atas tanah.

Ketika sudah diletakkan, secara tiba-tiba, dua wanita itu tersadar bersamaan...

"T-t-to... Tolooong... Eeennnggghhh... Lepaskan... Ka-ka-kamiiii..." ucap salah satunya.

Sungguh sangat menyedihkan aku melihat mereka berdua...

Namun aku tak bisa melakukan apapun!!!

.....

.....

.....

"Bagaimana?" ucap salah seorang lelaki itu.

"Sudah, lakukan saja. Lagi pula dua wanita ini sudah rusak. Raja pasti sudah tak sudi menikmati mereka berdua." jawab salah satunya lagi.

Dan...

Aku melihat mereka berdua mencabut pedangnya masing-masing...

Aku hanya bisa menutup mulut sambil terbelalak menyaksikan apa yang hendak di lakukan oleh dua lelaki itu...

.....

.....

.....

"To-tolooong... Ja-ja-jangan... Bu-bu-bunuh... Ka-kami..."

Salah satu wanita itu kembali memohon, sambil mengangkat tangan kanannya. Memohon pada dua lelaki yang sudah menghunus pedangnya.

Akan tetapi, wanita itu sudah tak berdaya...

Dan wanita itu menoleh ke arah saudaranya...

Tangan kanan dan tangan kiri mereka saling menggenggam...

Dan...

"CRAAATTT!!!"

Dua lelaki itu secara bersamaan menebas leher mereka...

Tanpa banyak gerakan, tanpa banyak perlawanan, tubuh dua wanita itu kini diam...

Kematian sudah menjemput mereka...

.....

.....

.....

.....

.....

Aku hanya bisa meratapi semua yang ku lihat di depan mataku itu...

Menyaksikan kematian dua orang wanita dalam keadaan yang sangat amat menyayat hatiku...

Aku menangis...

Dengan dua kalung milik mereka yang masih ku pegang, aku menutupi wajahku sendiri...

Betapa sakit hatiku...

Betapa tersayat batinku...

.....

.....

.....

Beberapa detik kemudian...

Ku buka tanganku...

Dan dengan mata yang banjir air mata ini...

Dengan jelas...

Ku lihat tulisan pada dua kalung milik mereka...

Tulisannya adalah...

"SEKAR MAYANG" dan "DAYANG PUTRI"

1
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
SecretS
Lanjut kak, 👍👍👍😁😁😁 ternyata wanita dekat toilet itu sekar mayang toh aku kira kuntilanak penunggu 😅
SecretS
Ooh, jadi ya buat tiket Nisa hilang itu sekar mayang toh. Buat yang punya kebingungan nyari tiket nya untung tuanya mau mbalikin dan kejadian nya sebelum Dayang Putri datang kalau ngak.... 😅😅 buat tuanya malu aja sekar mayang, pasti karena sekar mayang Zaki bayarin makanan nisa😁sedikit merasa bersalah akibat perewangannya. Lanjut kak 👍👍👍👍
Yeni Yeni: kodam zaki usil
total 1 replies
SecretS
Cover nya kok buat yang baca merinding ya kak 😅😅, tapi lanjutanya bagus 👍👍👍semangat 😀
Deni Komarullah: Hehehe... Terima kasih Kak atas dukungan dan komentarnya... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!