NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Lindungan Pangeran Agung dan Drama Tabib Agung

Alistair berdiri kokoh seperti gunung karang. Meski satu lengannya mendekap tubuh Lia yang tak berdaya, tangan lainnya ia angkat ke udara, jari-jarinya menekuk seolah sedang mencengkeram udara kosong.

Di hadapannya, Yovan terangkat dari tanah. Wajahnya membiru, tangannya meronta-ronta di lehernya sendiri yang seolah dicekik oleh tangan tak terlihat. Level kekuatan Alistair jelas berada di dimensi yang berbeda, ia bukan sekadar pangeran, ia adalah predator yang terbangun dari tidurnya.

BUM!

Sebuah hantaman energi tiba-tiba memecah tekanan tersebut. Alistair sedikit menyipitkan mata saat Selir Yasmin muncul dari balik bayang-bayang dengan langkah yang begitu anggun, seolah-olah ia sedang berjalan di atas karpet merah, bukan di lokasi penyekapan ilegal.

"Ada apa ini, Pangeran Agung? Kenapa Anda begitu murka hingga menyakiti Pangeran Yovan?" tanya Selir Yasmin dengan nada lembut yang dibuat-buat, sambil mengusap leher putranya yang masih terbatuk-batuk.

"Dia menyakiti istriku. Dia pantas dihukum mati di tempat ini juga," jawab Alistair dingin.

Suaranya rendah, namun mengandung getaran yang mampu membuat bulu kuduk berdiri.

Selir Yasmin tersenyum tipis, sebuah senyuman berbisa yang penuh sindiran.

"Ah, Pangeran Agung... Bukankah kita semua tahu betapa terobsesinya Putri Aurellia pada putraku? Bisa saja ini hanya 'drama' kecil lainnya. Mungkin Yovan ingin pergi, tapi istrimu yang keras kepala itu tidak mau melepasnya hingga terjadi keributan. Anda tahu sendiri bagaimana kelakuan istri Anda, bukan?"

Dulu, kata-kata seperti itu akan menghujam hati Alistair dengan rasa sakit dan cemburu. Namun kali ini, ada yang berbeda. Alistair menatap wajah pucat Lia di pelukannya, wanita yang baru saja mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan gadis-gadis tak berdosa.

"Apapun alasannya," potong Alistair tegas, "Pangeran Yovan tidak punya hak seujung kuku pun untuk menyakiti istriku. Mulai hari ini, siapa pun yang menyentuhnya, berarti berurusan dengan nyawaku."

Tanpa membuang waktu lagi, Alistair berbalik, menggendong Lia dengan gaya bridal style dan membawanya pergi, meninggalkan Selir Yasmin yang terpaku dengan tatapan benci.

Alistair tidak membawa Lia kembali ke istana utama. Ia memacu kudanya menuju kediaman Tabib Agung, ayah kandung Lia. Ia tahu, hanya pria tua itu yang bisa menangani energi medis rumit yang mengalir di tubuh istrinya.

Tabib Agung yang sedang asyik memanjakan tanaman herbal langkanya seketika menjatuhkan pot bunganya saat melihat Pangeran Agung datang dengan kondisi kacau, menggendong putrinya yang bersimbah darah.

"Pangeran! Ada apa ini?! Kenapa anak nakal ini jadi seperti bangkai begini?" teriak Tabib Agung panik, wajahnya pucat pasi.

Meskipun sehari-hari ia selalu mengomeli Aurellia karena kelakuannya yang ajaib, tetap saja ia adalah seorang ayah yang hatinya bisa copot melihat anaknya sekarat.

"Nanti akan saya jelaskan. Tabib Agung, tolong obati dia sekarang juga!" perintah Alistair.

Tabib Agung segera memeriksa denyut nadi dan aliran energi Lia. Namun, semakin ia memeriksa, dahi pria tua itu semakin berkerut hingga menyerupai kertas yang diremas. Matanya membelalak menyadari sesuatu.

Energi yang hancur, segel yang meledak, dan kekuatan spiritual yang berantakan... ini hanya berarti satu hal, Lia baru saja melakukan teknik tingkat tinggi yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh orang dengan kondisi tubuh lemah.

Tabib Agung menghela napas panjang, antara lega putrinya masih hidup dan kesal setengah mati karena kelakuan nekatnya.

"Apalagi ini, Aurellia? Kamu buat ulah apalagi, hah?" batin Tabib Agung, tangannya sibuk meramu obat sambil tetap mengomel pelan.

"Baru kemarin bikin pusing karena ngejar laki orang, sekarang bikin pusing karena mau jadi pahlawan kesiangan! Kalau kamu mati, siapa yang bakal dengerin omelan saya tiap pagi, anak kurang ajar!"

Ia menoleh ke arah Alistair yang berdiri tegang di pojok ruangan.

"Pangeran, dia akan baik-baik saja, tapi tolong... setelah dia bangun, ikat saja dia di kaki tempat tidur agar tidak berulah lagi. Jantung tua saya tidak kuat!"

Alistair hanya diam, namun matanya tetap terpatri pada Lia. Ada rasa bersalah, namun juga ada rasa penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana tadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!