NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Kerumah Sakit

Margaret geram kemudian memberikan ponsel itu pada Bibi Yuni, lalu berdiri dari duduknya sembari menatap nyalang pada Dominic yang masih nampak khawatir.

Namun, dia tidak bisa bicara apa-apa sebab ibunya itu yang sejak tadi menyuruhnya diam dengan tetapan ingin menghunuskan padang.

Tanpa aba-aba Nyonya tua itu menarik kuping Dominic dengan kencang hingga pria itu hampir berdiri dari sofa itu, "Dasar anak tidak berguna, masih aku juga yang harus turun tangan!" ujar Margaret menarik Dominic menuju ke teras rumah.

Dominic yang masih belum mengerti langsung menghempaskan tangan Margaret, "Mama, kemana kita akan pergi, bagaimana dengan keadaan Sera?" tanya Dominic mengosok kupingnya yang terasa panas.

"Menemui menantu dan cucu ku di rumah sakit Budi Pratama," jelas Margaret masih dengan jiwa berapi-apinya.

Mata Dominic terlihat membulat, dia tidak sadar salah satu kota terpencil itu bisa menjadi petunjuk. Memang tempat itu cukup sulit untuk dilacak oleh ajudannya sebab penduduk di kota itu belum pernah bekerja sama dengan mereka.

"Kenapa aku tidak terpikirkan," ujarnya merutuk wajah dengan cukup kasar.

Margaret menoleh dengan sinis, "Kau memang bodoh, ayo cepat kita pergi! Aku tidak ingin kehilangan mereka lagi," jawab Margaret berjalan lebih dahulu meninggalkan Dominic yang masih berkerut tajam merutuki semua kebodohannya selama beberapa bulan ini.

Bahkan saat ini, anaknya bersama Sera telah lahir. Dan dia tidak sempat menemani istrinya di saat kritisnya, Dominic mengakui semua ini kesalahannya dari awal yang memberikan aturan yang aneh-aneh pada Sera, kemudian pada akhirnya menyesal.

"Robert, ayo cepat, jemput menantu ku, kita tinggalkan saja dia!" teriak Margaret melirik pada Dominic yang masih mematung di ruang tamu.

Tidak berselang lama, Dominic terjaga dari lamunan dan menolak pada ibunya yang akan segera masuk ke dalam mobil, bersiap meninggalkan Dominic, "Ma, tunggu aku!"

Dominic kemudian berlari dengan cepat menuju ke halaman rumah dan menyusul ibunya yang telah memasuki mobil. Mereka akhirnya melanjutkan berjalan menuju rumah sakit yang sudah disebutkan oleh perawat di telepon.

Nampak jelas raut wajah khawatir dari semua orang yang berada di dalam mobil itu. Aura dinginnya sangat jelas terasa dengan diamnya semua orang dan hanya fokus ke jalan disertai dengan mimik wajah yang datar.

Beberapa menit kemudian, "Nyonya, kita sudah sampai di rumah sakitnya,"

Margaret yang sedang melamun saat melihat rumah sakit yang sederhana itu, lalu menoleh dengan wajah dingin pada Robert, "Ya, aku sudah tahu," ujarnya tanpa aba-aba turun dari mobil itu.

Dominic langsung mengikuti langkah cepat Margaret, hingga sampailah mereka di bagian informasi. Margaret langsung menghadap pada perawat yang sedang menunduk dan seperti sedang sibuk dengan aktivitas kerjanya.

"Hey... Kamu tahu ruangan NICU di mana? Aku ingin melihat cucuku," ucap Margaret dengan tidak sabaran.

Perawat yang merasakan ada seseorang yang sepertinya memanggil langsung menoleh pada Margaret yang mengenakan setelan blouse dengan ikatan pita di leher, serta midi bodycon skirt yang berada di bawah lutut.

"Iya bu, ada yang bisa bantu?" tanya perawat itu dengan ramah meskipun dia tahu Margaret sedikit berbicara kasar padanya.

Margaret nampak menarik nafasnya kasar, mungkin dia memang sedikit berlebihan tadi, "Saya ingin ke ruang NICU, dimana ruangan itu?"

Perawat itu tersenyum dan berkata, "Oh, ruangan NICU, ya bu, ibu tinggal lurus ke kanan, kemudian belok kiri setelah menemukan persimpangan, tinggal lurus saja. Tempatnya di sebelah ke kiri sedikit masuk lorong sedikit,"

"Baik, terima kasih," ujar Margaret tanpa aba-aba meninggalkan tempat itu, dan mengikuti instruksi perawat itu.

Setelah mengikuti semua petunjuk yang diberikan oleh perawat akhirnya mereka sampai di lorong yang dimaksudkan. Margaret sedikit terhenti sembari menarik nafas, menyiapkan diri untuk sesuatu yang mungkin akan membuat perasaan menjadi kacau.

Sedangkan Dominic seolah tidak bisa menunggu lagi. Langsung berjalan dengan cepat memasuki lorong itu, dia ingin cepat bertemu dengan Sera dan anak-anaknya.

Dominic terhenti pada jendela yang memisahkan ruangan steril yang berada di dalam dengan dirinya yang berada di luar. Terasa suasana hening yang mencekam seolah telah banyak doa, tangisan, dan harapan di ruangan itu.

Margaret langsung menepuk bahu putranya untuk menyadarkan sejenak, mereka tidak akan bisa gegabah di ruangan itu. Margaret lebih dulu maju, mencari perawat yang bisa membantu mereka di balik pintu ruangan itu.

Terlihat seorang perawat mencondongkan tubuhnya ke arah pintu selepas merasakan ada seseorang membuka pintu ruangan mereka, "Ada apa, ya bu?" tanya perawat itu menghampiri Margaret.

"Apakah ada Sera di sini," ujar Margaret sebab yang dia tahu saat ini hanya menantunya, sehingga dia hanya bisa menyebutkan itu saja.

Perawat itu mengerutkan keningnya, "Maaf ibu, tidak ada pasien bernama Sera di ruangan intensif ini, hanya ada satu lansia pria yang bernama Imanuel dengan seorang bayi..."

Margaret tersenyum dan memotong pembicaraan perawat itu, "Iya, kami ingin menemui bayi itu,"

"Oh, Leo bu, namanya Leo Ethan bu... Tapi, ibu dan bapak belum bisa masuk ke ruangan demi sterilisasi ruangan," ucap perawat itu tersenyum ramah.

Margaret nampak khawatir, "Apakah tidak ada cara kami bisa melihatnya? Saya ingin melihat cucu saya,"

"Owh, ada caranya bu, ibu dan bapak bisa melihatnya lewat kaca jendela. Kami akan membuka tirainya, tapi tidak bisa lama,"

Margaret tersenyum dan menepuk tangannya, "Bagus, tidak apa-apa yang terpenting kami bisa melihatnya,"

Dominic nampak termenung, lalu mengatakan pada perawat itu, "Lalu, bagaimana dengan Sera? Dimana dia sekarang?"

"Maksudnya pak?" bingung perawat itu sedikit memiringkan kepalanya.

"Maksudnya, ibu dari anak itu," ujar Margaret terlihat kesal melihat anaknya itu seperti orang linglung saja.

"Oh, ibunya Leo, beliau sering datang kesini sendirian, tapi beberapa jam yang lalu tiba-tiba beliau menjatuhkan ponselnya di depan jendela kaca saat melihat adik bayinya, kami pikir ponselnya terjatuh. Kebetulan yang menemukannya teman saya yang shift sebelumnya,"

"Bisa saya mengambil ponselnya?" tanya Dominic.

"Tapi, sebelumnya ibu dan bapak ini, siapanya, ibunya Leo?"

"Saya suaminya," jawab Dominic.

"Saya mertuanya," sahut Margaret.

Perawat itu langsung mendelik tajam pada kedua orang itu, karena sudah mendengar rumor bahwa ibu dari bayi itu pergi ke rumah sakit sendirian tanpa ada yang menemani.

Namun, apa yang dia lihat sekarang ternyata ibunya Leo masih punya suami dan ibu mertua. Perawat itu dengan cepat merubah ekspresi wajahnya untuk tetap profesional.

"Baiklah, tunggu sebentar ya ibu dan bapak, saya akan mengambilnya dan membuka tirainya," kata perawat itu kembali masuk ke dalam ruangan NICU itu.

Margaret Dan Dominic merasa tak sabar ingin bertemu dengan Leo.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
doble up thor🤭
Rere Lumiere: Oke nanti ya 👍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
lnjut thor..tegang🤭🥰
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kas Mi
🙏thor msih bnyk thipo..ngetik.y jng terburu2 biar hsil.y bgus🥰
Rere Lumiere: Oke makasih
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Rere Lumiere: Tunggu ya 👍
total 1 replies
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!