Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang papa penyakitnya kambuh lagi.
Kinan pun memberitahu Nara kalau Aldi sudah setuju dan Nara pun mengajak mereka bertemu malam minggu ini. Kinan pun memberitahu Aldi kalau acara makan itu malam minggu ini begitu pun tempatnya. Aldi pun setuju saja toh dia ingin tau siapa orang ya g telah baik hati menerima Kinan saat dia sedang susah.
Hari ini Kinan bermaksud untuk menjemput Lia karena mau mengajak Lia sekalian jalan-jalan ke mall. Kinan sudah rapi dan dia tinggal pergi namun saat turun Lia di hampiri sang mama dengan wajah panik.
"Ada apa ma? " tanya Kinan.
"Kamu telepon Aldi kasih tau kalau papa kambuh lagi sekarang mama mau bawa papa ke rumah sakit, " beritahu sang mama dan Kinan pun langsung menghubungi Aldi.
Setelah menghubungi Aldi Kinan langsung jemput Lia lalu mereka pergi ke rumah sakit. Tibanya di rumah sakit Kinan melihat sang mama menangis di pelukan Aldi begitu pun Diki dia duduk dengan kepala menunduk.
"Diki, ada apa? " tanya Kinan mendekati Diki.
Diki mengangkat kepalanya lalu berkata, "papa kritis kak, ".
Kinan kaget dan dia hanya bisa diam lalu mendekati Aldi dan sang mama.
" Tolong jaga mama, aku harus ngurus administrasi papa, "ucap Aldi saat melihat Kinan datang.
Kinan pun duduk di samping sang mama begitu pun Lia. Tak lama papa di dorong keluar dan di pindahkan ke ruangan ICU, Kinan pun menuntun sang mama untuk mengikuti papa. Tibanya di ruangan Kinan melihat tubuh sang papa banyak di pasang alat. Tak lama Aldi datang mendekati Kinan dan sang mama.
"Kalian pulang saja biar mama yang jagain papa, " ucap sang mama.
"Ma, mending mama yang pulang sama Kinan biar aku sama Diki yang jaga papa, " balas Aldi menolak untuk pulang.
Sang mama melirik Diki begitu pun Diki dia langsung nunduk setelah melihat ke arah sang mama. Sang mama melangkah mendekati Diki membuat Diki turun nunduk.
"Puas sekarang kamu, lihat keadaan papa kaya gini? " tanya sang mama dengan nada tinggi.
"Ma, " tegur Aldi karena sang papa seperti sekarang bukan ulah Diki.
"Kalau saja Diki tidak menolak untuk melanjutkan bisnis papa dia gak mungkin sakit seperti ini dan sebelum papa kambuh, mama gak tau Diki ngomong apa sama papa, " ucap sang mama.
"Sudah ma, biar aku nanti yang bicara sama Diki, " bujuk Aldi karena dia gak mau jika terjadi sesuatu pada sang mama.
Sang mama pun langsung pergi menjauh dari Diki. Aldi duduk di samping Diki lalu menepuk tangannya.
"Abang tau dan abang yakin papa gak akan paksa kamu untuk tetap harus mengurus perusahaan, " ucap Aldi membuat Diki melirik Aldi.
"Apa yang kamu bicarakan dengan papa? " tanya Aldi.
"Masalah papa ingin jodohkan aku dengan anaknya om Irwan, " beritahu Diki.
"Natali?, bukannya lo sama dia pacaran? " tanya Aldi karena setau Aldi Diki dekat dengan Natali.
"Kita udah putus bang, karena dia tidur sama cowok lain, " jawab Diki membuat Aldi kaget.
"Terus masalahnya apa? " bingung Aldi.
"Sekarang Natali hamil dan dia ngaku kalau aku yang hamili dia, " penjelasan Aldi.
"Tapi lo pernah tidur sama dia? " tanya Aldi memastikan.
"Enggak lah, aku masih perjaka bang, " jawab Diki.
"Terus? " tanya Aldi.
"Papa tetap ingin aku tanggung jawab agar proyek di luar kota bisa kita dapatkan, tapi aku gak mau karena ada cewek yang aku suka, " jawab Diki.
"Kalau lo yakin lo gak pernah tidur sama dia, biar abang yang urus biar mama gak menyalahkan kamu terus, " ujar Aldi.
Setelah bicara dengan Diki akhirnya Aldi pulang bersama Kinan dan Lia. Sang mama yang berada di rumah sakit karena sang mama ingin menemani sang papa. Namun tibanya di rumah Aldi bukannya turun tapi dia malah pamit pergi lagi karena ada urusan yang harus dia selesaikan. Kinan pun mengangguk dan Kinan langsung masuk bersama Lia. Aldi dia langsung pergi ke suatu tempat, tempat ya g sudah sepuluh tau tidak pernah dia datangi lagi dan hari ini dia terpaksa datang karena ada perlu. Aldi turun dari mobil dan dia langsung melangkah masuk dan saat baru depan pintu orang yang berada di sana langsung nunduk.
"Bang Rey, " panggil seseorang, Aldi pun melirik orang yang memanggilnya.
"Tio, sini! " titah Aldi dan Tio pun mendekat.
"Bram mana? " tanya Aldi pada Tio.
"Bang Bram lagi sama ceweknya di dalam bang, " jawab Tio.
"Panggil kan dia, aku tunggu di sini, " titah Aldi dan Tio pun mengangguk dan langsung memanggil Bram.
Aldi membuka botol yang ada di depannya namun saat akan meminumnya dia langsung berhenti dan ingat janjinya pada Kinan. Aldi pun menaruh gelas minuman itu lalu dia manggil salah satu orang yang berada di sana.
"Lo belikan gue air mineral! " titah Aldi sambil menyerahkan uang.
"Bang Reynaldi, " sebut seseorang yang tak lain Bram.
"Apa kabar bang? " tanya Bram menjabat tangan Aldi dan berpelukan.
"Ya seperti yang lo lihat, " jawab Aldi lalu duduk kembali.
"Gue dengar lo udah lama keluar, kenapa baru kali ini lo datang? tanya Bram.
" Gue perlu bantuan lo, "jawab Aldi santai.
" Apa yang harus gue lakukan? "tanya Bram.
Aldi pun menu bukan foto cewek yang akan di jodohkan dengan Diki dan memberitahu akar permasalahannya.
" Oke gue bakal bantu lo, tapi seperti biasa, "ucap Bram tersenyum miring.
Aldi langsung mengeluarkan uang lalu di lemparnya kemeja membuat Bram tersenyum.
" Gue cuman minta lo cari tahu kebenarannya dan buktinya harus lo dapatkan agar gue gampang untuk nuduh tuh cewek, "pinta Aldi dan Bram setuju.
Setelah selesai Aldi pun hendak pergi namun tiba-tiba orang yang ia suruh buat beli minuman datang dengan membawa satu dus air mineral.
" Lo mau ngadain acara apa sampai beli air mineral satu dus? "tanya Aldi pada orang itu.
" Maaf bang, aku lupa nanya, "jawab orang itu.
Aldi pun ambil satu lalu dia pergi begitu saja untuk kembali pulang. Tak butuh waktu lama Aldi sudah tiba di depan rumah lalu dia masuk dan tujuannya mencari Kinan dan Lia. Namun Aldi tidak menemukannya dan langsung mencarinya. Saat Aldi kebingungan tiba-tiba Kinan dan Lia datang dengan membawa satu kantong kresek yang entah apa isinya.
"Kalian dari mana?, aku khawatir banget, " ucap Aldi.
"Aku ajak Lia buat ke mini market karena aku lihat bahan makanan udah mulai kosong, " jawab Kinan.
"Ya sudah ayo masuk, abang capek mau istirahat dulu, nanti setelah satu jam bangunin abang, " pesan Aldi sebelum istirahat.