NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Festival Asura

Di lapangan pelatihan, seluruh prajurit berkumpul untuk apel pagi.

Kharos berdiri di depan mereka dan berseru dengan suara lantang,

"Para prajurit! Minggu kedua telah selesai! Misi berjalan sukses dan pelatihan menunjukkan perkembangan yang baik!

Kalian telah bekerja keras, dan sekarang saatnya menikmati istirahat yang layak. Festival tahunan kita semakin dekat. Festival Api adalah tradisi kuno bangsa Asura yang telah diwariskan selama generasi.

Festival ini diadakan untuk menghormati para leluhur, merayakan kekuatan, mempererat persaudaraan, dan menikmati waktu bersama.

Perayaan akan berlangsung selama tiga hari. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari pertunjukan pertarungan, jamuan makanan, kisah-kisah leluhur, hingga upacara penghormatan.

Seluruh prajurit wajib berpartisipasi, terutama para murid. Memahami dan menyatu dengan budaya Asura adalah bagian penting dari perjalanan kalian.

Festival akan dimulai besok. Malam ini gunakan untuk mempersiapkan diri. Kenakan pakaian tradisional dan sambut semangat perayaan dengan sepenuh hati!

Bubar!"

Di kediaman tim, mereka sibuk mempersiapkan diri bersama.

Mira'tok tampak sangat bersemangat.

"Festival! Acara favoritku! Ada makanan, musik, pertarungan, dan banyak hal menyenangkan lainnya!

Lin Tian, ini festival pertamamu, bukan? Aku akan mengajarkan semua tradisinya dan menunjukkan seluruh keseruannya!"

Lin Tian tampak sedikit ragu.

"Festival masih terasa asing bagiku. Aku belum memahami adat-istiadatnya. Aku khawatir melakukan kesalahan."

Zhen'ar tersenyum tipis.

"Tenang saja. Festival adalah waktu untuk bersantai. Kesalahan kecil akan dimaklumi. Yang terpenting adalah ikut berpartisipasi, bukan menjadi sempurna. Menikmati suasana adalah hal yang paling utama."

Khor'sal mengangguk setuju.

"Lin Tian, festival adalah acara terbaik di Dimensi Asura. Orang-orang berkumpul, menikmati minuman, berbincang, dan mempererat hubungan.

Untuk sementara waktu, perbedaan status hampir dilupakan. Bahkan Kepala Suku ikut bersantai. Selama tiga hari ini, semua orang diperlakukan setara. Penghormatan tetap ada, hanya diwujudkan dengan cara yang berbeda."

Hierarki dilupakan? Bahkan Kepala Suku ikut bersantai?

Lin Tian merasa tertarik. Ini adalah sisi lain bangsa Asura yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

"Aku akan mencoba ikut berpartisipasi dan mempelajari semuanya."

Mira'tok langsung tersenyum lebar.

"Bagus! Kita mulai dengan pakaian tradisional!"

Mira'tok membawa beberapa set pakaian festival.

"Pakaian festival berbeda dengan pakaian latihan! Warnanya lebih cerah dan memiliki simbol-simbol pribadi!"

Ciri khas pakaian festival Asura:

Warna merah, jingga, dan emas yang melambangkan api.

Bahan yang ringan dan nyaman, bukan baju zirah.

Simbol pencapaian pribadi yang disulam pada pakaian.

Potongan longgar dan mengalir, sesuatu yang cukup tidak biasa bagi bangsa Asura.

Untuk Lin Tian, Mira'tok telah menyiapkan satu set khusus.

Jubah merah tua dengan motif api.

Simbol sembilan naga yang terlihat elegan dan tidak mencolok.

Potongan yang nyaman, berbeda dari pakaian tempur yang biasa ia kenakan.

Setelah mengenakannya, Mira'tok langsung berseru kagum.

"Sempurna! Lin Tian terlihat hebat! Motif naganya sangat cocok dengan teknikmu!"

Khor'sal tertawa ramah.

"Kalau begini, kau sudah terlihat seperti seorang Asura!!"

Lin Tian merasa sedikit canggung.

Pakaiannya terasa jauh lebih ringan daripada yang biasa ia kenakan. Ada perasaan rentan karena ia terbiasa selalu siap bertarung.

Namun anehnya, perasaan itu juga membuatnya lebih rileks.

Dan yang paling aneh, ia tidak membencinya.

Zhen'ar mengangguk puas.

"Penampilanmu sudah cocok. Kau siap untuk festival. Besok tinggal menikmati semuanya."

Hari Pertama Festival: Upacara Pembukaan

Alun-alun pusat dipenuhi lautan manusia. Ribuan Asura berkumpul untuk merayakan festival tahunan mereka.

Berbagai dekorasi menghiasi setiap sudut tempat itu.

Api-api yang dikendalikan dengan energi spiritual menyala indah, memberikan cahaya hangat yang menenangkan.

Spanduk-spanduk bergambar simbol leluhur berkibar di udara sebagai penghormatan kepada generasi terdahulu. Beberapa panggung didirikan untuk berbagai pertunjukan yang berlangsung secara bersamaan, sementara deretan kios makanan memenuhi hampir seluruh sisi alun-alun.

Aroma berbagai hidangan bercampur menjadi satu, membuat siapa pun yang lewat sulit untuk tidak tergoda.

Suasananya hidup, hangat, dan penuh kegembiraan.

Lin Tian berdiri sejenak sambil memperhatikan keramaian di sekitarnya.

Suara tawa, percakapan, warna-warni dekorasi, dan aroma makanan memenuhi indranya.

Semuanya terasa begitu ramai.

Namun anehnya, tidak ada sedikit pun permusuhan.

Yang ia rasakan hanyalah antusiasme, kebahagiaan, dan semangat perayaan.

Kapan terakhir kali ia merasakan suasana seperti ini?

Kebahagiaan yang dirasakan begitu banyak orang sekaligus.

Atau mungkin... apakah ia pernah merasakannya?

Tiba-tiba Mira'tok menarik lengannya.

"Lin Tian! Ayo! Kita mulai dari makanan! Festival yang sesungguhnya dimulai di sana!"

Area jamuan dipenuhi meja-meja panjang yang dipenuhi makanan dalam jumlah melimpah.

Hidangan khas Asura tersaji di mana-mana.

Daging panggang api dengan tingkat kepedasan yang luar biasa.

Sayuran vulkanik yang memancarkan cahaya redup.

Buah api yang membuat lidah terasa terbakar sebelum meninggalkan rasa manis.

Anggur darah yang kuat dan menghangatkan tubuh.

Mira'tok tersenyum jahil.

"Coba semuanya! Makanan Asura sangat ekstrem! Kita lihat seberapa kuat perutmu!"

Lin Tian mengambil sepotong daging panggang api dan menggigitnya.

Sesaat kemudian matanya membelalak.

Rasa pedas yang luar biasa langsung memenuhi mulutnya.

Lidahnya terasa terbakar. "Panas sekali..."

Khor'sal langsung tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha! Kau benar-benar tidak siap! Makanan Asura sama brutalnya dengan bangsa Asura sendiri!"

Mira'tok segera menyodorkan segelas minuman.

"Minum ini! Jus buah api! Rasa panasnya akan hilang setelah beberapa saat!"

Lin Tian segera meminumnya.

Rasa manis yang menyegarkan menyebar di mulutnya dan perlahan menghilangkan sensasi terbakar tadi.

Ia menghela napas lega.

"Rasanya memang ekstrem... tapi tidak buruk. Bahkan cukup enak. Sangat unik."

Zhen'ar mengangguk pelan.

"Makanan Asura memang membutuhkan waktu untuk dibiasakan. Namun kau beradaptasi dengan cukup baik."

Jamuan terus berlanjut.

Mereka makan bersama, bercanda, dan saling melempar gurauan.

Tanpa disadari, Lin Tian ikut tertawa.

Bukan senyum sopan. Melainkan tawa yang benar-benar muncul dari hatinya.

Kapan terakhir kali ia tertawa seperti ini?

Ia mencoba mengingatnya.

Bahkan sebelum pemakaman Yeye, mungkin sudah bertahun-tahun sejak terakhir kali ia merasakan hal seperti ini.

Di arena utama, para peserta bergantian memperagakan teknik dan kemampuan mereka.

Ini bukan turnamen.

Tidak ada peringkat, tidak ada pemenang, dan tidak ada hadiah.

Tujuannya hanya untuk berbagi kemampuan, menghibur penonton, dan saling menginspirasi.

Mira'tok menatap Lin Tian dengan penuh semangat.

"Lin Tian! Kau juga harus ikut! Tunjukkan Teknik Sembilan Naga milikmu! Semua orang pasti menyukainya!"

Lin Tian tampak ragu.

"Aku tidak terlalu nyaman menjadi pusat perhatian."

Khor'sal menyilangkan tangannya.

"Festival adalah tempat yang aman. Tidak ada yang akan menghakimi. Semua orang hanya ingin melihat dan belajar. Kenapa tidak mencoba?"

Zhen'ar ikut menambahkan,

"Keikutsertaan tidak wajib. Namun berbagi budaya dan teknik dari dunia lain akan menjadi hal yang sangat menarik bagi semua orang."

Lin Tian terdiam.

Teknik Sembilan Naga adalah warisan Yeye.

Memperlihatkannya di depan umum membuatnya merasa bangga sekaligus gugup.

Namun ini adalah festival. Tempat untuk berbagi, bukan bersaing.

Teman-temannya juga terus memberikan dukungan.

Mungkin... sudah waktunya.

Untuk menghormati Yeye. Untuk menghargai teman-temannya. Dan untuk dirinya sendiri.

Lin Tian akhirnya mengangguk.

"Baiklah. Aku akan mencoba. Hanya demonstrasi sederhana dari dasar Teknik Sembilan Naga."

Mata Mira'tok langsung berbinar.

"Ya! Ini pasti akan luar biasa!"

Demonstrasi Lin Tian

Di tengah arena, seorang pembawa acara melangkah maju.

"Selanjutnya, kita akan menyaksikan demonstrasi dari Lin Tian! Murid Kepala Perang dan juara turnamen!"

Tepuk tangan langsung bergema dari berbagai penjuru arena.

Banyak orang memandang Lin Tian dengan rasa penasaran.

Lin Tian melangkah ke tengah arena.

Perasaan gugup muncul di dalam dirinya, sesuatu yang jarang sekali ia rasakan.

Ribuan pasang mata tertuju kepadanya. Teman-temannya berdiri di antara kerumunan, memberikan dukungan.

Festival ini adalah tempat untuk berbagi, bukan untuk bersaing.

Lin Tian menarik napas dalam-dalam.

"Hari ini aku akan memperagakan Teknik Orkestrasi Sembilan Naga, warisan yang ditinggalkan oleh kakekku. Teknik ini berlandaskan harmoni, keseimbangan, dan persatuan."

Begitu selesai berbicara, energi spiritual mulai berputar di sekelilingnya.

"Perisai Harmoni."

Sembilan elemen muncul secara bersamaan dan berpadu menjadi satu. Cahaya berwarna-warni membentuk perisai besar yang tampak megah sekaligus indah.

Kerumunan langsung berseru kagum.

"Indah sekali!"

"Teknik yang luar biasa!"

Lin Tian melanjutkan demonstrasinya.

"Napas Naga."

Sembilan elemen kembali menyatu dan berubah menjadi semburan energi raksasa yang melesat ke langit.

Ledakan cahaya yang tercipta membuat banyak orang terpukau.

Suara decak kagum terdengar dari segala arah. Namun demonstrasi itu belum berakhir.

"Domain Elemental."

Sembilan elemen menyebar ke seluruh arena.

Udara berubah.

Tanah bergetar.

Api, angin, petir, air, dan elemen lainnya saling berinteraksi membentuk sebuah wilayah kekuasaan yang luar biasa.

Banyak penonton menahan napas. Kemampuan seperti itu sangat jarang mereka lihat.

Setelah beberapa saat, Lin Tian menarik kembali seluruh energinya.

Arena kembali normal.

Ia membungkukkan badan sebagai tanda hormat.

"Demonstrasi Teknik Orkestrasi Sembilan Naga telah selesai. Aku merasa terhormat dapat membagikan warisan kakekku kepada kalian semua."

Sesaat arena terdiam.

Lalu tepuk tangan meriah meledak seperti gelombang.

Bahkan banyak orang berdiri untuk memberikan penghormatan.

"Luar biasa!"

"Harmoni yang sempurna!"

"Kakekmu pasti orang yang sangat bijaksana!"

"Teknik yang menakjubkan!"

Di antara seluruh penonton, timnya bersorak paling keras.

"Lin Tian! Luar Biasa!" teriak Mira'tok dengan penuh semangat.

Khor'sal tertawa bangga.

"Setiap kali melihat teknik itu, aku selalu terkesan!"

Zhen'ar mengangguk pelan.

"Demonstrasi yang sangat baik. Semua orang menyukainya. Berbagi budaya seperti ini benar-benar bermakna."

Lin Tian merasa sedikit malu karena menjadi pusat perhatian.

Namun di saat yang sama, ada rasa hangat yang tumbuh di dalam hatinya.

Orang-orang menghargai teknik peninggalan Yeye.

Teman-temannya mendukungnya. Tidak ada ejekan maupun ketakutan. Yang ada hanyalah penghargaan.

Perasaan itu terasa begitu menyenangkan. Kebanggaan tanpa kesombongan. Berbagi tanpa rasa takut.

Dan yang paling penting, perasaan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

Mungkin inilah yang dimaksud Yeye tentang kemanusiaan.

Tentang hubungan antar manusia.

Tentang berbagi dan saling memahami.

Pemahaman Lin Tian terhadap semua itu semakin dalam.

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!