NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Andara

Cinta Untuk Andara

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Dipaksa pamannya menikah setelah lulus SMA, kehidupan Andara yang sudah yatim piatu tidak menjadi lebih baik.



Setelah difitnah sudah tidak perawan, dituduh berzinah saat hamil setelah 3 bulan menikah, Andara menjadi janda di usia sembilanbelas tahun.



Penderitaan tidak berhenti di situ, rumah peninggalan orangtua Andara diambil paksa oleh keluarga Irfan, mantan suaminya dengan alasan melunasi hutang-hutang orangtua dan paman Andara.



Dikucilkan karena dianggap aib dan pembawa sial membuat Andara memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dalam keadaan hamil.




Bagaimana kehidupan Andara selanjutnya ?



Apakah nasib Andara bisa berubah setelah bertemu dengan bayi Lily yang kehilangan ibunya saat ia dilahirkan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Jarang terjadi kegaduhan di kediaman keluarga Pradana saat pagi hari tapi Deswita sudah menebaknya kalau Baskara cepat atau lambat akan datang menemuinya gara-gara tugas Andara dialihkan ke Sumi.

“Sudah sarapan Bas ?” tanya Deswita tanpa menatap putranya.

Sapaan basa basi yang sudah lama terjadi di antara keduanya bahkan Galih, pria yang selalu berada di tengah-tengah mereka sebagai suami dan ayah, tidak bisa melunakkan hati istri dan putra tunggalnya yang sama-sama keras.

“Mau sampai kapan mama mencampuri urusan pribadiku ? Aku bukan anak kecil lagi yang harus menuruti semua kemauan mama !”

“Bas,” tegur Galih pelan sambil menggelengkan kepala.

Baskara menghela nafas dengan kasar dan menyugar rambutnya.

“Aku tahu bik Sumi adalah orang kepercayaan mama, itu sebabnya aku tidak mau dia mengurusi hidupku.”

“Lupa kalau dia adalah pengasuhmu sejak kecil ?” Nada bicara Deswita tidak berubah sedikit punz

“Mama yang membayarnya untuk mengasuhku dan sekarang mama menempatkan dia di rumah itu untuk jadi mata-mata, mengawasi segala sesuatu yang terjadi di sana.”

“Jadi kamu lebih percaya pada Andara yang baru kamu kenal daripada Sumi yang menjaganu sejak kecil ?”

“YA ! Kenapa ? Mama keberatan ? Bukankah mama sendiri yang membawanya masuk, membayar mahal bukan sekedar jadi ibu susu tapi menyuruh dia melakukan segala cara untuk membuat Savira cemburu dan putus denganku ?”

“Sepertinya kamu yang harus berkaca Bas.”

Baskara mengerutkan dahi. “Jadi aku salah lagi ?”

“Pikiranmu benar-benar cetek Bas dan terlalu naif. Siapa yang menyuruh dia datang ke apartemenmu saat kamu sakit ? Lalu menyuruh dia bertanggungjawab atas kamar dan ruang kerjamu ? Mama ?”

“Mama yang menyuruhnya mengantar siang ke kantor,” tukas Baskara.

“Hanya sekali itu saja karena mama dengar Savira akan datang ke kantormu, tidak peduli dia sudah dilarang menginjakkan kaki di sana.”

“Savira urusanku !”

“Sebetulnya mama bersyukur karena kehadiran Andara membuktikan cintamu pada racun tikus itu sudah tidak sebesar dulu.” Deswita menarik satu sudut bibirnya.

“Perasaanku pada Savira tidak pernah berubah sedikit pun !” tegas Baskara.

“Inilah salah satu contoh ke-naifan-mu Bas. Kamu tidak pernah mau jujur dengan perasaanmu sendiri.”

“Jadi mama tidak keberatan kalau aku kawin dengan pembantu ?” tantang Baskara dengan tatapan tajam.

“Dia lebih baik daripada racun tikus itu.”

Baskara tersenyum puas melihat Deswita sempat ragu, terjebak dalam pertanyaan yang jawabannya serba salah tapi gengsi mengatakan TIDAK karena tujuannya menyingkirkan Savira dari kehidupan Baskara.

“Kali ini aku tidak akan menyerah, tidak peduli sekalipun namaku dicoret sebagai pewaris. Aku akan berjuang mendapatkan hidup yang aku inginkan termasuk menjadikan Savira sebagai istriku.”

Deswita tidak menjawab, jemarinya memainkan bibir cangkir teh yang ada di depannya.

“Aku ijin cuti hari ini Pa,” pamit Baskara pada Galih yang lebih banyak jadi pendengar.

“Hhhmmm…. Carilah waktu untuk mendinginkan hatimu supaya bisa berpikir jernih.”

“Hhhhmmm.”

Baskara pergi tanpa berpamitan lagi pada Deswita. Di luar Rio masih menunggu di dalam mobil sambil mengurus pekerjaan lewat handphonenya.

“Jadi bertemu Andara, Pak ?”

“Hhhhmm”

Sekilas Rio melihat wajah Baskara yang sarat dengan beban. Bukan hal baru, kondisinya selalu sama setiap kali bertemu dengan Deswita.

***

Begitu sampai di rumahnya, Baskara langsung memanggil Sumi, minta supaya kunci kamar dan ruang kerjanya dikembalikan.

Dibantu Rio, ruang kerja menjadi tujuan pertama. Setiap sudut diperiksa untuk memastikan tidak ada kamera tersembunyi dipasang Deswita.

Setelah yakin bersih, Andara dipanggil ke situ dan Rio memeriksa kamar tidur Baskara.

Tidak ada kata yang terucap saat Andara masuk bahkan duduk berhadapan dengannya di meja kerja.

Selama beberapa detik keduanya membisu, seperti sama-sama menunggu lawan bicara membuka percakapan sampai akhirnya Andara yang berbicara.

“Kenapa pak Bas sangat tidak percaya pada saya ?”

Dahi Baskara berkerut. “Maksudmu ?”

“Saya sudah bilang akan berhenti dari pekerjaan setelah Lily mulai MPASI, kurang lebih 2 bulan lagi. Kalau memang terlalu lama, bapak tidak perlu mendatangkan mantan suami saya untuk melakukan teror bahkan sampai datang ke rumah ini.”

Nada bicara Andara naik satu oktaf, ekspresinya kelihatan kesal pada Baskara.

“Kamu menuduhku ?” Baskara balik emosi.

“Kalau bukan bapak, siapa lagi ? Jelas-jelas bu Deswita tidak mengijinkan saya keluar jadi mana mungkin beliau yang melakukannya.”

“Kamu tahu fitnah bisa membuat orang dipenjara ?”

“Saya tidak fitnah tapi bicara fakta !”

“Jangan asal bicara !”

Andara meletakkan handphonenya di atas meja lalu disodorkan mendekati Baskara.

“Cuma bapak satu-satunya orang yang mungkin mendatangkan Irfan ke Jakarta lalu memberi nomor handphone saya, memberitahu dimana saya bekerja bahkan dia sampai tahu kalau hari itu saya ada di rumah sakit bersama Lily.”

Baskara sempat menautkan kedua alisnya dan membaca sekilas pesan yang terpampang di layar handphone Andara.

“Saya sadar sejak awal bapak membenci Lily dan akhirnya saya ikutan kena getah karena jadi ibu susunya tapi sudah saya tegaskan kalau tidak ada niat mengikatkan diri seumur hidup di keluarga pak Bas.”

Baskara berdecih dengan senyuman sinis membuat Andara menghela nafas menahan emosi.

“Saya menyerah dan mengakui pak Bas menang. Saya akan mengundurkan diri dan secepatnya keluar dari rumah ini. Masalah ASI tidak usah khawatir, sudah satu minggu saya mencoba memberikan Lily susu formula dan tidak ada masalah.”

Kali ini Baskara tertawa puas, penuh kemenangan karena berhasil membuat Andara akhirnya mundur dalam waktu singkat.

“Tidak perlu menunggu lama-lama, nanti sore kamu pergi dari sini .”

Sikap dan ucapan Baskara sedikit menyakitkan dan membuat Andara semakin yakin kalau pria inilah yang menjadi dalang semuanya.

“Tidak masalah tapi tolong bayarkan gaji saya bulan ini.”

Mata Baskara membola, tidak menyangka Andara berani minta padanya.

“Kenapa minta padaku ? Bukan aku yang menyuruhnu bekerja di sini,” sinis Baskara.

“Saya tahu tapi kalau saya minta pada bu Deswita, sudah pasti beliau tidak akan membiarkan saya pergi dan ujung-ujungnya pak Bas akan semakin lama melihat saya.”

Baskara melengos sebal karena Andara selalu pintar menyusun kata-kata.

“Kirimkan nomor rekeningmu ke Rio.”

“Kalau begitu saya pernisi.”

Baskara tidak menjawab bahkan buang muka saat Andara mengambil kembali handphonenya.

Andara mencebik sebal, muncul ide untuk membuat pria songong ini ikutan kesal. Begitu keluar dari ruangan, Andara mengirimkan nomor rekeningnya ke nomor Baskara bukan Rio.

Sambil menuruni tangga, Andara cekikikan membayangkan wajah Baskara yang sedang mgomel-ngomel karena perintahnya tidak dituruti.

Baru membuka pintu kamar Lily, satu pesan masuk membuat Andara langsung tersenyum lebar. Bukti tranafer dikirim langsung oleh Baskara dengan jumlah yang lebih besar dari biasanya.

(ANDARA) Jumlahnya kelebihan Pak, biar saya transfer balik. Boleh saya minta norek pak Bas ?

Pesannya langsung centang dua dan berwarna biru tapi Baskara tidak membalasnya.

Meski senang karena pundi-pundinya bertambah tapi tetap saja senyumannya terasa pahit apalagi saat melihat Lily tidur pulas.

Tidak sanggup berpamitan pada Daisy dan Lily, Andara memutuskan pergi saat ini juga.

1
Baretta
Terima kasih Kak Evi Lusiana 😊😊
Evi Lusiana
mampur thor,awal yg menyedihkan smoga andara sgra mnemukan kebahagiaan,semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!