NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 22

Flashback

Saat jam istirahat, saat semua murid sudah keluar untuk ke kantin. Ara masih duduk, menyalin tulisan dari papan tulis. Saat sudah selesai ia segera memanggil Sora tapi gadis itu beralasan untuk ke toilet.

Ara yang tiba-tiba terbersit suatu ide pun mengiyakan ucapan Sora. Ara pura-pura keluar dari kelas kemudian bersembunyi di balik tembok, saat melihat Sora sudah pergi, ia segera kembali masuk.

Ia merogoh parfum miliknya. Parfum itu hadiah dari Soraya, wanita itu niat sekali mengirimkan nya ke Indonesia hanya untuk Ara.

Mengabaikan Mora yang sedang membaca buku, Ara berjalan ke arah meja Sora. Membuka tas kemudian memasukkan parfum tersebut.

"Kamu tau kan apa yang harus di lakukan?" ujar Ara kepada Mora dengan tatapan tajam.

Mora yang notabenenya gadis kutu buku yang masuk lewat jalur beasiswa hanya bisa mengangguk. Namun dalam hati dia kaget melihat kalau ternyata Ara memiliki sifat seperti itu.

"Pulang sekolah nanti, datengin aku ke parkiran. Oh iya, pas Sora masuk ke sini nanti kamu harus keluar sebelum dia keluar ingat!"ucap Elara

Mora lagi-lagi mengangguk. "Iya, Ara." jawab nya.

Flashback end

"Nih hadiah karena kamu mau kerjasama."Ujar Elara

Mora mengambil uang ratusan ribu sebanyak 10 lembar dari tangan Ara dengan gemetar. Dia tidak pernah melihat uang sebanyak itu. Bahkan gajinya sebagai buruh cuci paling banyak 50 ribu. Kalau pun menabung selama 1 tahun tidak akan terkumpul karena uang gajinya habis beli makan sehari-hari.

"I-ini beneran buat a-aku?" Ucap Mora terbata bata

"Iya, cepat simpan entar ada yang lihat!"jawab Elara

Mora sambil menghapus air matanya menyimpan uang itu di dalam tas nya. Dalam hati Mora menanamkan hutang budi kepada Ara. Tidak peduli kalau uang ini ia dapatkan secara tidak sah. Bukankah banyak orang yang mencari uang secara tidak halal, contoh nya beberapa pejabat yang melakukan korupsi. Uang sejuta tidak ada apa-apanya dengan itu. "Terimakasih, Ara!"

Ara tersenyum sambil menepuk bahu Mora.

"Ara!"

Sora mendatangi nya dengan ekspresi tidak enak di lihat, gadis itu terlihat marah.

"Benarkan dugaan gue, lo kerjasama bareng Mora buat jebak gue!" tuduh Sora mengabaikan gaya bicara nya. "Lo di bayar berapa sama dia hah?!" Sora menunjuk wajah Mora.

Keributan itu menyita perhatian para murid yang ingin pulang. Bagi yang merasa tertarik menonton itu dan bagi yang tidak peduli tentu saja memilih untuk pulang.

"Siniin tas lo! Tadi gue lihat Ara ngasih lo duit!"Paksa Sora kepada Mora

Srekk

Mora menatap nanar tas nya yang robek karena di tarik paksa oleh Sora. "Sora kamu apa-apaan sih?!" Ara menarik kembali tas Mora, bermaksud merebut itu.

"Lihat! Ini duitnya, mana mungkin orang miskin kaya Mora punya duit sebanyak ini!" teriak Sora. Gadis itu benar-benar melupakan image nya.

Mora sudah menangis di tempatnya. Meratapi tas nya dan juga sakit hati karena ucapan Sora. Dia memang orang miskin tapi bisakah tidak menghinanya di depan banyak orang?

Nadia yang melihat keributan itu mendekat. "Sora lo gak kapok ya!" ujarnya ngegas.

Dengan sekali tarikan ia merebut tas Mora yang sudah sobek. "Lo mau bela cewek pick me ini lagi?!" pekik Sora.

"Lo di bayar berapa juga sama dia?!"ucap Sora marah

"Ada apa sayang kok belum pulang?"Tanya Julian tiba tiba

"Aku tadi ngasih uang sama Mora tapi Sora dateng nuduh yang enggak-enggak... Dia juga udah buat tas Mora robek kak.." adu Ara bagai gadis yang teraniaya.

Julian mengedarkan pandangannya meneliti

"Anu kak, Ara bener. Ini tas Mora robek gara-gara dia, udah gitu nuduh kalau Ara sama Mora kerjasama lagi buat fitnah dia." ujar Nadia. "Padahal dia aja ke bukti nyolong." tambah Nadia dengan sarkas.

"Luka kamu gak papa?" Julian memeriksa lutut Ara. Gadis itu memang sempat terjatuh di lapangan basket dengan lutut yang terluka.

"Gak papa kok, udah baikan."jawab Elara

"Kamu masuk ke mobil lebih dulu, soal ini biar aku yang urus."Ujar Julian dengan lembut

Ara menurut, dia masuk ke dalam mobil Julian membiarkan lelaki tampan itu mengurus sisanya.

"Lo yang nyolong parfum Ara kan? Masih punya muka lo!" sentak Julian tidak ramah.

Sora hanya bisa menggigit lidahnya sendiri. Netranya berkaca-kaca menahan tangisan. Kenapa malah dirinya yang terpojok? Bukan nya Ara?

"Ganti rugi buat tas lo."ucap Julian kepada Mora

"Eh... Gak usah kak," tolak Mora dengan halus. Namun Nadia mengambil itu. "Ambil aja Mor, rejeki buat lo. Lumayan kan buat beli seragam, tas sama sepatu baru." ujarnya. Nadia mengembalikan tas milik Mora beserta uang berwarna merah muda itu.

"Ma-makasih kak!" ujar Mora sambil membungkuk.

Julian mengangguk saja, dia segera masuk mengendarai mobil nya meninggalkan area sekolah. Dia harus mengantarkan pacarnya dengan cepat.

"Sayang nanti jam 7 Marco bakalan jemput, dandan yang imut ya." bisik Julian.

"Emang ada apa?" tanya Ara penasaran.

"Hm, rahasia."Jawab Julian santai

Ara mencebikkan bibirnya tapi tetap mengangguk. "Baik, Ara akan dandan imut dengan pakai baju kodok!"

Julian tertawa dia mengusak rambut Ara gemas, mengecup kening cukup lama lalu pergi menyusul sahabat nya yang sedang menyiapkan sesuatu untuk Ara mereka. Sebuah kejutan yang manis, yaitu dinner special mereka untuk mengungkapkan perasaan kepada Ara.

Malam ini Ara akan resmi menjadi milik mereka, ah Julian tidak sabar menantikan itu..

"Apa yang terjadi kenapa sangat melenceng?!"

"Harusnya aku bisa menyingkirkan Ara karena aku adalah penulis nya!"

"Bukan malah aku yang tersingkir!"

Sora menghamburkan barang-barang miliknya melampiaskan rasa kesalnya.

Sora menatap halaman novel yang masih kosong mulai terisi dengan kalimat yang menggambarkan kejadian tadi. Itu membuat nya semakin emosi.

"Buku sialan!" umpat nya Sora merobek buku itu menjadi dua. Dia benar-benar kesal. "Persetan! Sekarang aku harus bergerak kasar!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambunggggggggggg

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!