NovelToon NovelToon
Dikhianati Guru, Dicintai Pengusaha

Dikhianati Guru, Dicintai Pengusaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

Satu pria menghancurkannya hingga tak bersisa. Pria lain datang untuk memungut kepingannya.

Hati Alina Oktavia remuk redam ketika kekasihnya memilih perjodohan demi harta. Ia merasa dunianya kiamat di usia 25 tahun. Namun, semesta bekerja dengan cara yang misterius. Di puncak keputusasaannya, takdir mempertemukannya dengan Wisnu Abraham duda dingin pengusaha tekstil yang telah lama menutup hatinya.

Akankah pertemuan dua jiwa yang sama-sama terluka ini menjadi awal penyembuhan, atau justru bencana baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilau Emas di Ujung Sendok

Tiga bulan kemudian.

Kawasan HR Muhammad, Surabaya Barat, malam itu dipadati oleh deretan mobil mewah yang parkir memanjang hingga ke bahu jalan. Alphard, Porsche, hingga Mercedes-Benz berjejer rapi di depan sebuah ruko tiga lantai yang fasadnya didominasi kaca dan pilar-pilar emas.

Sebuah papan nama neon yang elegan menyala terang: ROYAL SPOON - Dining & Lounge.

Di dalam, suasana begitu hidup. Lampu kristal gantung memantulkan cahaya kehangatan di atas meja-meja marmer. Suara denting garpu perak, tawa renyah wanita-wanita bergaun mahal, dan jepretan kamera ponsel terdengar bersahut-sahutan.

Sisca Angela berjalan membelah kerumunan itu bagaikan pemilik istana. Perutnya yang kini membuncit tujuh bulan terbalut maternity dress sutra yang dirancang khusus. Wajahnya berseri-seri, jauh dari wajah sembap dan ketakutan yang ia tunjukkan tiga bulan lalu.

"Sisca! Ya ampun, Salad Salmon-nya enak banget! Dressing-nya seger, nggak bikin gemuk!" seru Cindy, ketua geng arisan sosialita Surabaya, sambil melambaikan tangan.

"Iya dong, Cin. Itu resep rahasia koki import aku," bohong Sisca dengan luwes, padahal resep itu ia dapat dari YouTube dan dimodifikasi sedikit oleh koki lokalnya. "Kalian nikmati ya. Dessert-nya on the house, aku traktir buat ngerayain grand opening lantai tiga."

"Aaa! Makasih Sisca! Kamu emang the best! Sukses terus ya bisnisnya!"

Sisca tersenyum lebar, menikmati puja-puji itu. Ia melihat sekeliling. Restorannya penuh. Penuh oleh orang-orang kaya yang tidak peduli harga, yang penting tempatnya bagus untuk Instastory.

Strategi Sisca berhasil total. Ia menjual gaya hidup, bukan sekadar makanan. Ia tahu teman-temannya butuh tempat pamer, dan Royal Spoon memberikan panggung itu.

Sisca melangkah menuju kantor manajer di lantai dasar, melewati dapur yang sibuk luar biasa.

Di dalam kantor kecil itu, Rendy sedang duduk di depan laptop, dikelilingi tumpukan bon. Wajah pria itu terlihat lebih tua dari usianya. Lingkaran hitam di bawah matanya menebal. Selama tiga bulan ini, Rendy-lah yang bekerja keras memastikan operasional berjalan, sementara Sisca hanya sibuk bersosialisasi.

"Gimana rekap bulan ini, Ren?" tanya Sisca tanpa basa-basi, langsung duduk dan menyelonjorkan kakinya yang bengkak.

Rendy menoleh, tersenyum lelah tapi bangga. "Luar biasa, Sis. Omzet kita bulan ini tembus tujuh ratus juta. Katering kantoran juga laku keras karena packaging kita yang mewah."

Sisca menyambar laporan keuangan itu. Matanya berbinar melihat angka di kolom laba bersih. Margin keuntungan mereka gila-gilaan karena Sisca mematok harga premium untuk makanan yang modalnya sebenarnya standar.

"Bagus," gumam Sisca. Ia mengambil ponselnya, membuka aplikasi perbankan.

"Aku mau transfer ke Tante Vina sekarang."

"Sekarang?" tanya Rendy kaget. "Nggak mau diputer buat modal cabang baru dulu?"

"Nggak usah. Aku mau buktiin ke Tante Vina dan Papa kalau aku bukan anak manja yang cuma bisa ngabisin duit."

Jari-jemari lentik Sisca menari di atas layar ponsel.

Transfer Berhasil.

Jumlah: Rp 1.000.000.000,-

Penerima: Vina Santoso (Melbourne)

Satu miliar rupiah. Setengah dari utangnya lunas hanya dalam waktu tiga bulan. Itu adalah prestasi yang mencengangkan untuk bisnis F&B yang baru seumur jagung.

Sisca meletakkan ponselnya dengan bangga. "Lihat, Ren? Satu miliar. Siapa bilang aku nggak becus? Siapa bilang kita bakal miskin?"

Rendy menghela napas kagum. Ia harus mengakui, insting bisnis istrinya untuk membidik pasar kelas atas memang tajam, meskipun Rendy tahu fondasi operasional mereka masih agak rapuh karena mengejar keuntungan cepat.

"Kamu hebat, Sayang," puji Rendy tulus. "Papa mertua pasti bangga banget."

"Bukan cuma Papa," Sisca menyeringai, matanya berkilat licik. "Aku penasaran gimana muka Alina kalau tahu hal ini."

Sisca berdiri, berjalan menuju peta Surabaya yang tertempel di dinding kantor. Ia menancapkan sebuah paku payung berwarna emas tepat di lokasi Abraham Tower.

"Katering kita sudah masuk ke gedung-gedung di sekitar Basuki Rahmat, kan?" tanya Sisca.

"Sudah, Sis. Banyak pesanan dari bank-bank di sana."

"Minggu depan," perintah Sisca, "Aku mau kita bikin promo Executive Lunch Box edisi spesial. Kirimkan brosur dan sampel gratisnya langsung ke lobi Abraham Tower. Pastikan logonya besar-besar."

"Sis, itu cari masalah..." Rendy mencoba mengingatkan. "Alina ada di sana."

"Biarin!" potong Sisca angkuh. "Aku mau dia lihat logo Royal Spoon di meja makan karyawan-karyawannya. Aku mau dia sadar, biarpun dia coba matiin bisnis Papa, aku bisa bangkit sendiri. Aku mau dia tahu kalau Sisca Angela nggak bisa dimiskinkan semudah itu."

Sisca mengusap perut buncitnya. Ia merasa menang. Uang mengalir deras, utang menipis, dan status sosialnya kembali ke puncak.

"Kamu lihat nanti, Ren. Sebentar lagi, restoran ini bakal jadi franchise. Dan saat anak kita lahir, dia bakal lahir sebagai pangeran pemilik kerajaan kuliner, bukan anak karyawan rendahan."

Malam itu, Sisca tidur dengan nyenyak di atas kesuksesannya. Ia merasa invincible (tak terkalahkan). Ia lupa bahwa dalam bisnis, naik terlalu cepat seringkali berarti fondasinya belum kering benar. Dan ia lupa, bahwa musuhnya bukan lagi gadis desa yang naif, melainkan seorang wanita yang memegang kunci utama permainan: kesabaran.

Namun untuk saat ini, biarkan sang Ratu menikmati pesta di istana barunya yang gemerlap.

1
kalea rizuky
lanjut banyak donk
kalea rizuky
lanjut thor
kalea rizuky
hahaha kapok di jadiin babu kan lu
kalea rizuky
murahan baru pcrn uda nganu
Dede Dedeh
lanjuttttt.. .
Dede Dedeh
lanjuttt....
Evi Lusiana
klo aku jd alina skalian aj pindah tmpat kos,
Evi Lusiana
bnyk d kehidupan nyata ny thor,cinta org² tulus hny berbalas kesakitan krn penghianatan
PENULIS ISTIMEWA: iya ya kak, miris sekali 🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!