Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.
Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.
Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.
Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.
[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22 Berkelompok
Matahari siang menyengat pelataran luar Kompleks Karantina Dimensi Distrik 4. Tempat itu dikerumuni oleh ratusan Userator dari berbagai faksi yang sedang mempersiapkan perlengkapan tempur mereka.
Di antara kerumunan pemburu itu, Arka berjalan dengan langkah santai, tas taktis sedang tersampir di pundaknya. Tatapannya tertuju pada sudut gerbang baja di mana sebuah kelompok kecil beranggotakan tiga orang tampak berdiri gelisah seperti sedang menantikan seseorang.
Arka melangkah mendekat, memecah kecemasan mereka. "Permisi. Apakah benar ini kelompok perburuan milik Clay?"
Ketiga orang itu menoleh serempak. Seorang pria bertubuh kurus dan pendek dengan setelan zirah ringan yang fleksibel langsung melambaikan tangannya dengan senyum lega. "Ah, benar! Kau pasti Arka, kan? Userator 3 Stars yang mendaftar bersama kami lewat aplikasi Serikat?"
"Iya, benar. Maaf ya jika aku membuat kalian harus menunggu lama," ucap Arka sopan.
"Tidak masalah, santai saja. Kami juga baru beberapa menit yang lalu sampai di sini," jawab pria kurus itu ramah.
Ia kemudian mengulurkan tangannya untuk menjabat Arka. "Perkenalkan, namaku Clay. Aku pemimpin party ini, seorang Userator 4 Stars tipe Agility Petarung. Dan dua orang di sebelahku ini adalah Ivan dan Chloe."
Clay menunjuk seorang pria paruh baya dengan perawakan luar biasa bongsor dan tegap laksana seekor beruang madu raksasa yang mengenakan zirah pelat baja berat di barisan depan. "Ivan di sini adalah tank andalan kami, seorang 3 Stars. Dan gadis berambut pendek di belakang itu adalah Chloe, penyokong buff tim kami, juga seorang 3 Stars."
"Halo, Tuan Arka! Salam kenal, mohon bantuannya untuk hari ini ya!" sapa Chloe dengan lambaian tangan ceria, sementara Ivan hanya mengangguk tegas sembari menepuk perisai menara bajanya yang berat.
Arka membalas penghormatan mereka dengan senyuman formal. "Salam kenal semuanya. Mohon bimbingannya."
Sembari berjalan menuju loket pemeriksaan gerbang, Clay melirik Arka dengan pandangan menelisik namun tidak merendahkan. "Arka, aku belum pernah melihatmu di area ini, apakah ini... pertama kalinya kau masuk ke dalam area perburuan monster kelas Overlord?"
"Iya," jawab Arka singkat dengan ekspresi polos.
Tentu saja di dalam hatinya, Arka menertawakan pertanyaan tersebut. ‘Tidak mungkin juga kan aku harus jujur kepada mereka kalau belum lama ini aku sudah membantai monster kelas Overlord berkepala tiga di dalam dimensi Sonoro,’ batin Arka geli.
"Pilihan yang bijak untuk bergabung dengan kelompok, Arka," Clay manggut-manggut, mulai menjelaskan dengan nada serius.
"Melawan monster kelas Overlord sendirian adalah tindakan bunuh diri yang sangat dilarang oleh Serikat Userator. Ukuran tubuh mereka setinggi gedung pencakar langit dan daya hancurnya bisa meruntuhkan distrik kota dalam hitungan menit. Sangat sulit bagi Userator di bawah peringkat 6 Stars untuk mengalahkannya sendirian. Itulah alasan mengapa pembentukan party taktis seperti ini adalah hal yang wajib untuk menghindari kematian konyol."
Arka memiringkan kepalanya sedikit, tertarik dengan struktur kekuatan dunia luar. "Apakah di dunia ini benar-benar tidak ada yang bisa menumbangkan monster kelas Overlord seorang diri selain peringkat tinggi?"
"Untuk Userator peringkat 2 Stars sampai 4 Stars, lupakan saja, itu hal yang mustahil," jawab Clay meyakinkan.
"Biasanya, beberapa Userator elit di peringkat 5 Stars masih bisa melawannya sendirian, tapi itu pun terbatas pada jenis monster Overlord tertentu yang memiliki kelemahan spesifik. Sementara bagi para peringkat 6 Stars... yah, mengalahkan Overlord adalah hal yang cukup mudah bagi mereka."
"Hmm, begitu ya," sahut Arka pelan, mengangguk-angguk paham.
Ia memandangi struktur raksasa di hadapan mereka. Area perburuan Overlord itu dikelilingi oleh Mega-Wall—sebuah dinding beton tebal setinggi seratus meter yang dilapisi oleh pelindung magis tingkat tinggi berskala militer.
Isolasi ketat ini sengaja dibangun Serikat agar monster-monster berukuran raksasa di dalam retakan dimensi tidak akan pernah bisa meloloskan diri dan berkeliaran mengancam zona pemukiman warga sipil di luar.
"Kalau begitu, pemeriksaan data kita sudah lolos. Ayo kita masuk!" ajak Clay setelah petugas gerbang Serikat memverifikasi kartu Userator milik mereka.
Pintu baja hidrolik raksasa bergeser terbuka dengan suara derit yang berat. Arka dan kelompok Clay melangkah masuk ke dalam zona karantina.
Pemandangan di dalam sana terlihat sangat buruk dan mengerikan—tanah gersang yang hangus, puing-puing bangunan yang hancur berantakan akibat hantaman energi, serta kawah-kawah besar bekas pertempuran masif terdahulu.
Mereka mulai menyusuri area reruntuhan itu dengan kewaspadaan penuh, melacak keberadaan target.
Monster kelas Overlord tidak seperti monster kelas Common atau Elite yang populasinya sangat banyak dan bisa ditemukan dengan mudah di dekat pusat retakan dimensi.
Overlord adalah penguasa teritorial yang jumlahnya terbatas.
Setelah hampir empat puluh menit melakukan pelacakan taktis melintasi reruntuhan gedung, Clay mendadak mengangkat tangan kirinya ke udara, memberi isyarat berhenti. "Target ditemukan! Semuanya, ambil posisi tempur!"
Di tengah sebuah lapangan luas bekas kompleks olahraga, berdiri sesosok makhluk kolosal yang mengerikan.
Sebuah monster burung raksasa dengan leher hitam legam yang sangat panjang dan mata merah menyala yang memancarkan hawa membunuh. Ukuran tubuhnya dengan mudah menenggelamkan ruko tiga lantai di dekatnya.
"Ivan, maju ke baris depan! Aku dan Arka akan mengambil posisi tengah! Chloe, amankan barisan belakang dan segera aktifkan sihir dukungan!" perintah Clay berapi-api.
Chloe langsung menjatuhkan lututnya, merentangkan tongkat sihir pendeknya ke depan sembari merapalkan skill mantranya. WUSH! Sebuah lingkaran sihir berwarna hijau keemasan meledak di bawah kaki mereka.
[Ting! Anda mendapatkan efek Sihir Buff dari Rekan Satu Tim!]
[Atribut Kecepatan Bergerak Meningkat sebesar 20%!]
[Daya Kerusakan Serangan Fisik dan Magis Meningkat sebesar 25%!]
[Pertahanan Tubuh terhadap Dampak Benturan Meningkat sebesar 15%!]
Tubuh Arka sempat memancarkan pendar cahaya keemasan tipis selama beberapa detik sebelum meredup.
‘Wow... Ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku menerima sihir buff dari Userator lain. Rasanya tubuhku menjadi sedikit lebih ringan dari biasanya,’ batin Arka kagum dengan skill milik orang lain.
SKREEEEEECH!!!
Menyadari kehadiran para penyusup, burung Overlord leher panjang itu memekik nyaring hingga menggetarkan udara. Makhluk itu mengepakkan sayap hitamnya yang masif, melesat terbang ke angkasa sebelum akhirnya menukik turun dengan kecepatan penuh dari ketinggian, mengarahkan cakar-cakar bajanya yang tajam lurus ke arah posisi Arka dan yang lain.
"Tahan benturannya!!" teriak Clay.
Ivan berteriak lantang, menancapkan perisai menara raksasanya dalam-dalam ke atas tanah beton. [Divine Shield!] Sebuah kubah pelindung transparan berwarna biru murni memanifestasikan diri, membentengi area tim mereka.
BOOOOOOMMMM!!!
Cakar monster burung itu menghantam keras kubah perisai Ivan dengan tekanan udara yang sangat tinggi.
Benturan dahsyat itu seketika menciptakan retakan-retakan rambut yang cukup banyak pada permukaan perisai sihir Ivan, membuat kaki sang tank bergeser mundur beberapa senti, namun pertahanan absolut itu berhasil menahan hempasan maut sang Overlord dengan sukses.
"Sekarang! Serangan balasan!" Clay melesat keluar dari balik perisai laksana anak panah. Kedua bilah dagger di genggamannya mendadak memancarkan aura merah pekat yang sangat tajam akibat aliran mana miliknya.
"Hyaaatt!!"
Dengan kelincahan seorang 4 Stars, Clay melompat ke atas punggung monster tersebut, melayangkan serangkaian tebasan beruntun yang cepat pada kulit burung Overlord.
Namun, kulit makhluk itu terlalu tebal; serangan Clay hanya mampu meninggalkan goresan-goresan tipis yang mengucurkan sedikit darah hitam.
Monster burung itu meradang. Dengan satu sentakan horizontal, ia menghempaskan sayap raksasanya untuk menggebuk Clay yang berada di dekatnya.
Beruntung, Clay memiliki insting refleks yang tinggi; ia langsung membatalkan momentumnya dan berguling di udara untuk menghindari hantaman sayap maut tersebut dengan hitungan milidetik yang krusial.
Melihat fokus monster itu teralih pada Clay, Arka mengambil posisi di titik buta sebelah kanan. Ia mengangkat jari telunjuknya, membiarkan aliran mana petir murni berdensitas sedang mengumpul di ujung jarinya.
JDEEEERRRR!!!
Sebuah sambaran petir biru yang sangat padat melesat membelah udara, menghantam telak bagian dada monster burung itu dengan akurasi tinggi. Kekuatan petir itu seketika menciptakan efek stun, membuat tubuh kolosal sang Overlord bergetar hebat dan menghentikan pergerakannya.
Clay yang menyaksikan dari kejauhan langsung membelalak takjub. "Kerja bagus, Arka! Ivan, mari bantu aku mengunci posisinya! Aku bersiap merapalkan skill terbaik!"
Ivan berlari kencang, menggunakan tubuh beruangnya untuk menghantam kaki monster yang sedang lumpuh tersebut, memastikan perhatian makhluk itu tetap terkunci pada barisan depan mereka.
Sementara itu, Arka kembali mengambil posisi kuda-kuda. Kali ini, ia mengincar bagian organ gerak sang Overlord agar tidak bisa melarikan diri ke angkasa lagi.
BRRRZZZXT!
Arka menembakkan gelombang petir berantai yang jauh lebih besar. Kilatan listrik itu menyambar dan merobek jaringan otot serta sendi sayap kiri burung Overlord tersebut dengan sangat gampang, menghancurkan struktur sayapnya hingga lumpuh total dan tidak berfungsi lagi.
Bersambung...
like+ bunga🌹✍️
kalo berkenan mmpir y thor😉
Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/