NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 22

...22: TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI YANG TELAH AKUT....

...****************...

"Akhirnya kami menemukan kalian berdua di sini! Sungguh, kami sangat kewalahan mencari kalian berdua di ruang peserta, dan kami hampir saja hendak pergi dari sana hingga pada akhirnya kami melihat kalian berdua duduk santai di kursi tribun ini!" jelas Rava menggebu-gebu, menerangkan tentang betapa susahnya perjuangan mereka mencari keberadaan Kenzie dan Ryujin.

Rava terus berbicara panjang lebar menceritakan kekhawatirannya tanpa diminta oleh Kenzie. Alhasil, tanggapan yang diberikan Kenzie terlihat sangat ketus. Pemuda berambut perak itu hanya menopang dagunya dan begitu mengabaikan ocehan Rava yang dianggapnya sama sekali tidak penting itu.

Melihat respons yang teramat dingin tersebut, Rava menjadi cukup kesal. Di dalam hatinya, ia sangat ingin mencekik leher Kenzie saat itu juga. Akan tetapi, semua orang tahu bahwa keberanian Rava hanya sebatas kerupuk—tipe orang yang berani berendam dalam minyak panas tapi mendadak menciut dan gemetaran saat dimasukkan ke dalam air.

"Jangan begitulah, Tuan Kenzie... Tolong hargai sedikit usahaku yang telah berputar-putar mencari kalian berdua sejak tadi. Jangan abai seperti itu pada kami," ujar Rava kembali merayu, mencoba segala cara untuk mendapatkan perhatian dari Kenzie.

"Iya... Iya... Aku paham. Sekarang diamlah dan duduk dengan manis!" jelas Kenzie menanggapi perkataan Rava dengan malas demi menghentikan rengekannya.

Ryujin yang berada di sebelah Kenzie tidak tinggal diam. Ia langsung ikut berbicara dengan seringai jahilnya, "Bagaimana bisa kamu mencari kami di tempat para peserta ujian, sementara kami berdua saat ini sudah resmi menyandang status sebagai murid akademi? Dasar dungu!" kata Ryujin mempermainkan Rava tanpa ampun.

"Bocah sialan... Minta dihajar ya?!" bentak Rava sembari mengangkat tangannya, menunjuk kesal ke arah wajah Ryujin yang tanpa dosa.

Liera yang berada di sebelah Rava langsung mengambil tindakan tegas untuk mengatasi kedua orang tersebut sebelum mereka membuat kegaduhan yang memalukan di tribun publik. "Kalian berdua diamlah! Jika tidak bisa tenang, aku sendiri yang akan memukul kalian berdua!" ancam Liera menengahi dengan tatapan mata yang galak, membuat Rava dan Ryujin seketika bungkam.

Sementara itu, di radius beberapa meter dari atas tribun penonton, tepatnya di area khusus para murid unggulan tingkat atas dan murid suci, sesosok gadis cantik bertubuh anggun bernama Wulan Tsuyoki tampak sedang berdiri. Sepasang matanya melihat lurus ke arah tempat di mana Kenzie dan dua juniornya berada. Tampaknya, Wulan sedang memperhatikan Kenzie dengan pandangan penilaian yang tertuju langsung, tanpa adanya niat jahat yang pasti, murni didorong oleh rasa penasaran yang mendalam.

Sekilas, Kenzie langsung menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memantau dirinya dari kejauhan. Insting bertarung Kenzie yang diwarisi dari darah Laurent terlalu tajam, sehingga ia mampu merasakan dengan jelas ke mana arah tatapan mata Wulan yang sedang memperhatikannya.

Alih-alih merasa risi atau membuang muka, Kenzie justru menoleh dan langsung tersenyum manis ke arah tribun atas tersebut, membalas tatapan Wulan dengan senyuman santai yang menawan.

Wulan Tsuyoki seketika tertegun di tempatnya berdiri. Ia kemudian terkekeh kaget di dalam hati saat menyadari bahwa pemuda berambut perak itu dengan begitu mudah mengetahui keberadaannya. Wulan benar-benar tidak menyangka bahwa Kenzie akan menyadari tatapan rahasianya secepat itu, dan bahkan dengan berani memberi senyuman manis ke arahnya seolah-olah mereka sudah saling kenal. *Menarik... Insting bocah itu benar-benar di luar nalar,* batin Wulan sembari tersenyum tipis.

...----------------...

Beberapa waktu kemudian, setelah seluruh rangkaian sesi ujian *Crystal Magic* yang melelahkan berakhir, suasana di lapangan luar pun berganti. Semua tahapan tes telah selesai dilewati oleh para peserta sisa yang berjuang mati-matian.

Pada saat inilah, waktu penting yang telah dinantikan oleh dewan guru akhirnya tiba. Ini adalah momen yang sangat krusial bagi masa depan Akademi Gunung Langit, di mana para calon murid unggulan—termasuk Kenzie dan Ryujin yang telah resmi menjadi murid melalui jalur pintas—akan dikumpulkan untuk dipilih langsung oleh para guru akademi dan dijadikan sebagai murid pribadi mereka.

Sesuai dengan regulasi tertinggi akademi, murid unggulan yang memiliki bakat serta jenius mudah di atas rata-rata akan dipilih langsung oleh Lima Guru Agung yang memiliki status paling terhormat. Sementara itu, sisa peserta yang memiliki bakat standar akan dipilih oleh para guru biasa.

Berdasarkan hasil rekapitulasi ujian kristal barusan, dewan juri telah menentukan siapa saja yang berhasil masuk ke dalam daftar murid yang memiliki bakat dan kejeniusan luar biasa.

Mulai dari kelima murid berbakat yang bersinar sebelumnya—yaitu Snowy, Shang Chen, Hyugul Taeju, Kenjiro Sato, Cordro, dan Arthur Vance—hingga beberapa nama genius baru, yang baru saja lolos dengan nilai memukau, seperti Daiki, Renji, dan Kira. Mereka semua kini berdiri berbaris di bawah podium utama.

Kenzie dan Ryujin pun turut berdiri di sana. Setelah demonstrasi kekuatan monster yang mereka perlihatkan sebelumnya, kedua orang itu telah diakui oleh seluruh jajaran guru sebagai sosok raksasa tersembunyi yang memiliki bakat dan kejeniusan paling hebat di angkatan ini.

Atmosfer di atas podium utama mendadak menegang ketika Lima Guru Agung mulai melangkah maju. Tepat saat sesi pemilihan dibuka, Master Helena—yang merupakan Guru Agung dengan status tertinggi di posisi pertama—langsung maju ke depan pembatas podium. Tanpa basa-basi, ia mengarahkan telunjuknya ke bawah.

"Aku menunjuk Kenzie dan Ryujin untuk langsung masuk ke dalam faksiku sebagai murid pribadiku!" ucap Helena dengan suara lantang penuh otoritas.

Mendengar keputusan sepihak itu, empat Guru Agung lainnya—Master Zephyrus, Master Goro Hyuga, Master Kaelen Vane, dan Master Sabo Isamu —sontak terkejut. Wajah mereka memerah menahan dongkol. Mereka langsung berdiri dari kursi mereka dan menantang keputusan Helena.

"Tunggu dulu, Master Helena! Tindakanmu ini terlalu serakah! Bagaimana bisa Anda langsung memonopoli dan memilih dua orang berbakat paling hebat sekaligus di awal sesi?!" protes Master Goro Hyuga dengan suara beratnya yang menggelegar.

Master Zephyrus juga ikut menyela, "Benar, Master Helena. Setidaknya berikan kami kesempatan untuk menguji atau memilih salah satu dari mereka. Membawa keduanya sekaligus adalah pelanggaran terhadap keadilan!"

Menghadapi protes keras dari keempat rekannya, Helena tetap berdiri dengan tenang dan anggun. Ia melipat kedua tangannya di dada, lalu memberikan penjelasan dengan nada dingin yang tak terbantahkan.

"Dengar kalian semua. Akulah yang membawa Kenzie masuk dan mendaftarkannya sebagai murid di akademi ini sejak awal. Dua murid seniorku, Rava dan Liera, yang merekomendasikannya secara langsung kepadaku. Jadi, Kenzie sudah sewajarnya menjadi muridku," jelas Helena tenang. "Sedangkan untuk bocah rambut merah bernama Ryujin itu... dia sendiri yang bersikeras hanya mau mengikuti ke mana pun Kenzie pergi. Di mana ada Kenzie, di situ pula Ryujin berada. Jadi, apakah ada di antara kalian yang bisa memisahkan mereka berdua?"

Mendengar alasan logis yang tidak bisa diganggu gugat tersebut, Master Kaelen Vane dan Master Sabo Isamu hanya bisa menghela napas panjang. Empat Guru Agung itu akhirnya terpaksa bungkam dan tidak lagi berdebat dengan Helena mengenai status Kenzie dan Ryujin.

Namun, tepat saat keempat Guru Agung itu hendak bersiap memilih sisa murid genius lainnya, Helena tiba-tiba kembali menyerempet maju. Jarinya kembali menunjuk ke arah barisan bawah. "Dan satu lagi... aku juga menunjuk Snowy untuk dijadikan murid pribadiku!"

*Gebrak!*

Empat Guru Agung sontak memarahi Helena dengan tingkat kekesalan yang sudah mencapai ubun-ubun. Mereka merasa Helena benar-benar sudah keterlaluan karena secara terang-terangan menyerobot antrean pemilihan.

"Master Helena!! Ini sudah keterlaluan!" bentak Master Sabo Isamu yang biasanya kolot kini ikut berteriak. "Untuk yang pertama tadi kami masih bisa memakluminya karena alasan rekomendasi! Tapi kali ini Anda langsung menunjuk murid lagi tanpa memberi kesempatan sedikit pun pada kami berempat untuk memilih!"

Di bawah cercaan itu, Helena hanya mendengus santai. Dengan wajah tanpa dosa, ia berkata, "Tenanglah, kenapa kalian harus emosi seperti itu? Karena dua murid pertama tadi adalah orang yang aku bawa sendiri, maka status mereka tidak dihitung sebagai kuota pemilihan normalku hari ini. Kalau untuk murid bernama Snowy itu... karena dia adalah seorang wanita, jadi dia sangat cocok berada di bawah bimbinganku. Sedangkan untuk sisa murid lainnya yang berada di bawah sana, aku berjanji tidak akan lagi ikut memilih. Semuanya aku serahkan pada kalian berempat."

Di atas podium, keempat Guru Agung itu tampak terengah-engah, namun mereka menyadari bahwa mereka tidak mampu lagi berdebat dengan Helena. Selain karena argumennya yang licik, status Helena sebagai Guru Agung tertinggi di posisi pertama membuat kata-katanya memiliki bobot hukum yang tidak bisa ditawar. Alhasil, dengan ego besarnya, Helena berhasil menyapu bersih tiga murid paling berbakat dan jenius muda di angkatan tersebut untuk masuk ke bawah sayapnya. Sesuai janjinya, Helena kemudian mundur dan menyerahkan sisa murid genius seperti Shang Chen, Arthur Vance, Hyugul Taeju, Cordro, kanjiro sato, Daiki, Renji, dan Kira kepada empat Guru Agung lainnya.

Sementara itu, di barisan bawah panggung, Kenzie dan Ryujin saling pandang satu sama lain. Melihat bagaimana Lima Guru Agung di atas sana sampai berdebat hebat dan saling berebutan hanya demi menjadikan mereka sebagai murid, duo konyol ini sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat atau peduli tentang siapa yang akan menjadi guru mereka.

Di situasi yang menegangkan ini, Kenzie dan Ryujin justru mulai berbangga diri secara berlebihan. Keduanya kompak menyisir rambut mereka ke belakang dengan tangan, merasa bahwa ketampanan wajah mereka yang luar biasa di atas arena yang telah berhasil memikat hati para guru suci di atas podium tersebut.

"Heh... Ketampananku memang selalu mendatangkan masalah di mana-mana, Adikku," bisik Kenzie dengan wajah super percaya diri sembari tersenyum narsistik.

"Anda benar, Kakak! Pesona ketampanan kita berdua memang terlalu berbahaya untuk tingkat akademi ini! Bwahahaha!" sahut Ryujin ikut terkekeh bangga dengan tingkat kepercayaan diri yang melompati langit, sama sekali tidak sadar bahwa mereka dipilih karena kekuatan monster mereka, bukan karena wajah mereka.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!