NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Pagi harinya, suasana di dalam gua kembali memanas secara harfiah. Elara berdiri di depan sebuah meja batu besar yang di atasnya terletak sebuah kitab kuno setebal bantal sofa yang dibalut kulit naga menghitam. Di sampingnya Kakek Zoff berdiri dengan wajah yang lebih serius dari biasanya sementara Rhea dan Mina berjaga di sudut ruangan dengan sikap waspada.

​"Hafalkan bab pertama. Itu adalah dasar dari segala manifestasi. Tanpa mantra yang benar manamu hanya akan menjadi kabut tidak berguna" perintah Kakek Zoff tegas dan suaranya bergema di dinding-dinding gua yang lembap.

​Elara menunduk dan matanya melotot menatap barisan tulisan yang lebih mirip cacing kepanasan daripada sebuah kalimat. Ia mencoba mengeja baris pertama dengan penuh konsentrasi sampai dahinya berkerut-kerut.

​"Ek-sha-lo-mar-ti-cus... Val-thun... De... De-pro-si-to-lo-mon?" Elara berhenti sejenak, lidahnya terasa seperti terbelit pita kado yang simpulnya mati "Kek, seriusan ini? Ini mantra atau mantra pemanggil hujan di desa terpencil sih? Lidah kampungku ngga cocok sama kosa kata yang belibet gini. Mana bacanya harus pakai nada lagi. Kalau salah nada dikit, apa aku bakalan berubah jadi kodok?"

​Kakek Zoff mendengus dan tangannya sibuk menata botol-botol ramuan yang mengeluarkan uap berwarna ungu "Jangan banyak protes. Itu bahasa kuno dari era Dewa. Setiap suku kata memiliki frekuensi untuk menggetarkan partikel mana di udara. Kalau kau tidak bisa menghafalnya kau tidak akan pernah bisa mengeluarkan satu pun bola api yang layak disebut sihir"

​Elara menarik napas panjang mencoba membesarkan hatinya sendiri "O-kay. Tarik napas Elara. Kamu dulu bisa hafal materi sejarah satu buku dalam sejam sebelum ulangan SKS, masa begini aja ngga bisa. Ayo... Valthur-Gorgon-Heksa-Mortal-I-G-N-I-S!"

​Plunggg

​Bukannya ledakan dahsyat, sebuah bola air seukuran kelereng muncul di ujung jari Elara bergetar sebentar seperti jeli lalu pecah menjadi tetesan kecil yang membasahi lantai dengan suara yang sangat menyedihkan. Elara menatap tetesan itu dengan pandangan kosong.

​"Lah kocak.... cuma segini?" Elara melongo "Aku udah teriak-teriak sampai tenggorokan mau copot, lidah udah kaya abis makan gacoan level 8 dan jadi belibet tapi hasilnya cuma air tetesan AC? Kek ini ngga adil!!!!"

​"Berhenti mengeluh dan ulangi, konsentrasi dan jngan biarkan pikiran konyolmu mengganggu aliran manamu" ucap Kakek Zoff meski dalam hati ia sedikit bingung kenapa Elara terus meracau soal susah susah dan susah

​Tiga jam berlalu. Elara sudah hampir gila. Ia merasa otaknya mulai berasap dan memuai. Baginya, menghafal mantra-mantra itu jauh lebih menyiksa daripada disuruh menghafal materi satu bab dalam semalam. Huruf-huruf di buku itu seolah hidup, menari-nari mengejek ketidakmampuannya. Setiap kali ia mencoba merapal, lidahnya selalu terpeleset di tengah jalan membuat mantra yang harusnya terdengar agung menjadi seperti gumaman orang kumur-kumur.

​"Istirahat dulu, kepalaku mau meledak Kek! Sumpah, ini lebih parah dari ujian matematika kalkulus" Elara akhirnya menyerah dan menjatuhkan tubuhnya ke atas tikar jerami dengan posisi telentang.

​Mina yang sejak tadi menahan tawa melihat wajah frustasi Lady nya yang sampai merah padam mendekat sambil membawa segelas air dingin "Lady jangan terlalu dipaksakan. Belajar mantra memang butuh waktu bertahun-tahun bagi penyihir biasa"

​"Tahun? Mina, kalau aku butuh tahunan cuma buat nyalain api, Lilian keburu punya cucu tujuh dan aku masih di sini ngomong Val-val-val ngga jelas" Elara meneguk airnya dengan rakus sampai tersedak sedikit. Ia menoleh ke arah Mina dengan mata berbinar penuh harap "Eh Mina, kamu kan elemen Petir. Kamu hafal semua mantra itu? Yang panjangnya kaya daftar dosa itu?"

​Mina tersenyum ramah dan matanya menyipit manis menunjukkan kesabaran ekstra "Tentu Lady. Untuk memanggil kilat kecil saja mantranya ada sekitar 5 baris puisi kuno. Saya butuh waktu dua tahun untuk benar-benar fasih tanpa gagap. Petir itu elemen yang tidak stabil jadi mantranya harus sangat presisi. Salah satu huruf saja saya bisa terpanggang sendiri"

​Elara makin down. Harapannya untuk menemukan jalan pintas seolah tertutup tembok beton. Ia beralih ke Rhea yang berdiri tegap dengan tangan bersedekap, wajahnya sedingin es kutub yang tak tersentuh matahari "Rhea kamu gimana? Kamu elemen Udara kan? Udara kan bebas pasti mantranya pendek-pendek, cuma sekali tiup langsung wush gitu?"

​Rhea menatap Elara dengan pandangan datar, suaranya berat dan lugas tanpa basa-basi "Tidak juga. Untuk menciptakan pedang angin yang solid saya harus merapal tiga bait puisi kuno dalam satu tarikan napas. Jika ritmenya bergeser satu detik saja anginnya akan berbalik menyerang dan bisa memotong tangan saya sendiri. Mantra adalah hukum absolut Lady. Tidak ada jalan pintas dalam dunia sihir"

​Elara menghela napas panjang sampai dadanya sesak, ia merebahkan diri kembali sambil menatap langit-langit gua yang gelap "Sihir pakai doa? Sihir pakai puisi? Aduh ngga masuk di logikaku yang dididik pakai sistem pendidikan modern ini" batinnya.

​Ia mulai memutar otaknya. Di dunianya semuanya punya rumus. Semuanya punya logika. Kalau mantra ini adalah bahasa berarti dia cuma alat komunikasi antara manusia dan alam. Tapi bagaimana kalau alam itu sebenarnya ngga perlu kata-kata? Bagaimana kalau mana itu seperti partikel atom yang cuma nunggu diperintah pakai niat, bukan pakai rima yang bikin sariawan?

​Elara menatap telapak tangannya sendiri "Kalau aku tahu strukturnya... kalau aku tahu cara kerjanya lewat logika sains apa aku masih butuh kunci kuno yang karatan ini?" gumamnya pelan dan akhirnya sebuah kilatan ide gila mulai muncul di matanya yang lelah.

___

Cahaya remang dari lampu minyak di sudut ruang tersembunyi tampak menari-nari, menciptakan bayangan panjang yang bergerak gelisah di dinding batu yang dingin. Pangeran kedua Xander duduk tegak di balik meja kayu ek yang berat, jemarinya yang terbalut sarung tangan kulit hitam mengetuk permukaan meja dengan irama yang pelan namun penuh penekanan. Di depannya, sebuah belati hitam legam dengan lambang terkutuk kelompok pembunuh bayaran Garmr tergeletak bisu.

​Suasana ruangan itu begitu sunyi, hanya deru angin malam yang menyelinap masuk lewat celah jendela sempit membawa hawa dingin dari arah hutan. Xander menatap belati itu dengan pandangan tajam seolah sedang menginterogasi benda mati tersebut. Garmr bukanlah sekumpulan amatir, mereka adalah bayangan yang hanya bergerak jika dibayar dengan tumpukan emas yang sangat tinggi. Dan fakta bahwa mereka beberapa hari lalu mengincar Elara

​"Ada apa sebenarnya ini, apakah yang mengirim Garmr untuk menyerang Elara waktu itu adalah Duke?" batin Xander.

​Keheningan itu tiba-tiba pecah oleh suara langkah kaki yang terburu-buru di koridor luar. Pintu ruangan terbuka dengan sentakan pelan, menampakkan sosok Oliver, namun kali ini tidak ada senyum jahil di wajah Oliver. Napasnya sedikit tersengal dan wajahnya tampak lebih pucat dari biasanya di bawah siraman cahaya lampu.

​Di tangan kanannya Oliver menggenggam sebuah gulungan kertas laporan yang ujungnya tampak sedikit hangus, itu adalah sebuah tanda bahwa pesan ini dikirim melalui jalur sihir darurat yang sangat rahasia.

​"Yang Mulia" suara Oliver terdengar rendah hampir berbisik namun penuh dengan ketegangan yang mendalam "Laporan dari unit intelijen di jalur hutan sudah tiba. Sepertinya ini benar-benar ulah Duke atau keluarganya"

​Xander menghentikan ketukan jarinya. Matanya terkunci pada gulungan kertas di tangan Oliver dan menyadari bahwa apa pun yang tertulis di sana akan mengubah segalanya.

Ngga sabar Elara cepet selesai latihan dan membalaskan dendam ke Duke dan semua musuh-musuhnya 😡

1
Cty Badria
saya selalu mengikuti Dan memberikan hadia biar semangat up ny
Diajeng rini: makasih kakak tungguin kelanjutannya yaa🥰
total 1 replies
Pa Muhsid
bantai semua nya el xan ada di belakang mu selalu 😍😍😍
Pa Muhsid
sama sama dikhianati keluarga
Pa Muhsid
tenang ada pangeran kegelapan mu elxan
Miaaaoowww😸
wewwwwww serangan jantung gak tuh nanti🤣🤣🤣🤣
Diajeng rini: jantungnya sampe lompat
total 1 replies
Cty Badria
up lg ya ni hadiah
Pa Muhsid
yeay lixan otw
Miaaaoowww😸
wewwwww diperebutkan 2 cogan😍😍😍
kayaknya gak bakal pilih dua2nya🤣🤣🤣
Diajeng rini: bisa jadi sihhh, tapi liat aja besok Elara pilih yang mana🤭🤭
total 1 replies
Pa Muhsid
yang baju ungu siapa, apakah nona linggis ganti baju? 🤔
Diajeng rini: semuanya foto Elara soalnya rambut hitam
total 1 replies
Pa Muhsid
visual nya aja gak sinkron sama kaelen mah, tabrakan tor😃😃😃
Cty Badria
👍👍👍
Cty Badria
ayo lg tak beri hadia /Rose//Rose/
Diajeng rini: udah di up ya kakk🥰
total 1 replies
Cty Badria
ya kok cmn 1 lg donk
Diajeng rini: diusahakan ya kakkk, sabar okeyy, tunggu kelanjutan Elara kakakk🥰
total 1 replies
Pa Muhsid
cemburu nya 😋
Cty Badria
umik, lucu tdk membosankan
Cty Badria
y banyak donk tak Kasi hadia u byk juga
Diajeng rini: oke kak lagi dibikin dulu yaa, tunggu kelanjutannyaaa🥰🥰🥰
total 1 replies
Miaaaoowww😸
jadi jenius serba salah🤣🤣🤣
aku
jatuh sudah kata sakral sihir krn elara. mana diibaratkan sm kentut pula 🤣🤣🤣
aku: tau2 ada bau 😭😭
total 2 replies
aku
baca puisiii 😭😭😭 mantra itu el, ah elah ngelawakk 🤣🤣🤣
Pa Muhsid
up sing sering atuh tor😃
sering atos sing seueur
Diajeng rini: iya sabar yaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!